spot_imgspot_img
Kamis 8 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 218

Sapi Edan Ngamuk di Halaman Kantor Desa Sukaluyu Garut

0
Sapi Edan Sukaluyu garut fokusjabar.id
Atraksi kesenian tradisional Sapi Edan Desa Sukaluyu

GARUT, FOKUSJabar.id: Di tengah gempuran hiburan digital, kesenian tradisional kembali mendapat tempat di hati Masyarakat sebagai sarana hiburan dan rekreasi keluarga. Salah satunya, “Sasapian” atau beken dengan sebutan “Sapi Edan.”

Sapi Edan merupakan salah satu kesenian tradisional kebanggaan warga Desa Sukaluyu Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar).

BACA JUGA:

Sasapian ‘Ngamuk’ di Tanah Sukaluyu Garut

Sapi Edan mengandung unsur mistik (magis) dan kerap di tampilkan dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia dan di undang tampil perayaan syukuran warga.

Kali ini, Sapi Edan mengamuk di area pesawahan depan kantor Desa Sukaluyu dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia.

Ratusan warga tumpah ruah menyaksikan atraksi para pelaku seni yang melibatkan anak-anak muda tersebut.

Sesepuh sekaligus pendiri Lingkung Seni Sapi Edan, Suparman (Apih Parman) menjelaskan, orang yang masuk ke dalam keranda sapi-sapian akan kerasukan roh leluhur (kesurupan).

Setelah itu, menjadi liar dan langsung beratraksi mengikuti alunan suara gamelan (bedug, kendang, gong, kecrek, saron dan kenong) yang sudah berumur ratusan tahun.

Menurutnya, semakin keras gamelan di tabuh, maka akan semakin liar pula orang yang berada dalam keranda sapi-sapian.

Apih Parman menyebut, Sasapian yang sudah kerasukan roh leluhur di kawal agar tidak mengamuk kepada para penonton.

“Sasapian yang sudah kerasukan roh di kawal ketat agar tidak mengamuk ke penonton,” ungkap Dia, Senin (17/8/2026).

Apih Parman menerangkan, Sapi Edan sebenarnya dapat di jadikan ikon kesenian tradisional Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut. Sayangnya, kepedulian Pemkab terhadap kesenian-kesenian tradisional nyaris tidak ada. Khususnya Sasapian Desa Sukaluyu.

Keterlibatan anak-anak muda dalam suatu kegiatan seni budaya akan semakin menguatkan keberadaan seni budaya tradisional dalam pelestariannya. Sehingga dengan sendirinya akan menjadi ikon seni budaya suatu daerah.

BACA JUGA:

Bupati Garut Ungkap Progres Perbaikan Jalan Banjarwangi

“Inilah kekayaan seni budaya yang sesungguhnya. Di mana partisipasi masyarakat masih terlibat dan turut serta dalam aktivitasnya. Atraksinya di lakukan di sebuah lapangan. Sebelumnya berjalan di jalan raya,” kata Apih Parman kepada FOKUSJabar.

Menurut dia, sebelum pelaksanaan, pihaknya melakukan ritual terlebih dulu untuk meminta izin serta keselamatan sang maha pencipta.

Lingkung Seni Sasapian bukan pergelaran hiburan semata, melainkan tanda bakti dan ketulusan jiwa para pelaku seni dalam menjaga denyut nadi budaya.

“Penampilan seni yang di persembahkan merupakan bentuk nyata sebagai upaya menghidupkan kembali nilai-nilai luhur yang bukan hanya untuk di kenang. Tetapi untuk di maknai, di rawat dan di wariskan,” ungkapnya.

Gelaran kesenian tradisional yang di gelar di Lapangan Desa Sukaluyu di sambut antusias ribuan warga.

Ribuan masyarakat dari berbagai usia hadir untuk menikmati pertunjukan Sapi Edan secara gratis.

“Saya senang banget ada acara kesenian tradisional. Sudah lama gak melihatnya. Rasanya nostalgia peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia,” kata salah seorang penonton, Yana Mulyana.

Senada di katakan Dewi. Dia bersama anak dan kerabat sengaja meluangkan waktu khusus untuk nonton kesenian tradisional kebanggaan Desa Sukaluyu.

“Biasanya hiburan di TikTok. Tapi ini beda, seru dan bisa foto-foto juga. Keren sih kalau rutin di adain,” singkat Dewi.

(Bambang Fouristian)

HUT ke-81 RI, Bupati Ciamis Ajak Masyarakat Kembali Menghayati Pengorbanan Pahlawan

0
HUT ke-81 pahlawan fokusjabar.id
Upacara peringatan HUT TI ke-81 tingkat kabupaten Ciamis, Senin (17/08/2026), di Lapang Lokasana Ciamis

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali mengenang jasa dan pengorbanan para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan.

Pesan tersebut di sampaikan Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya saat membacakan amanat upacara peringatan HUT ke-81 RI di Lapang Lokasana Ciamis, Senin (17/8/2026).

BACA JUGA:

228 Napi Lapas Ciamis Dapat Remisi HUT RI, 3 Orang Langsung Bebas

Herdiat mengatakan, kemerdekaan Indonesia yang di proklamasikan pada 17 Agustus 1945 tidak di peroleh dengan mudah. Kemerdekaan tersebut merupakan hasil perjuangan panjang yang mengorbankan darah, keringat, air mata, jiwa dan raga para pejuang.

“Kemerdekaan ini tidak di dapat dengan cuma-cuma. Tetapi di bayar dengan tetesan darah, keringat, air mata serta jiwa dan raga para pejuang,” kata Herdiat.

Menurutnya, para pahlawan tidak pernah memperhitungkan besarnya pengorbanan yang mereka berikan. Dari medan pertempuran hingga perjuangan melalui meja diplomasi, para pejuang mengabdikan diri demi terwujudnya kemerdekaan Indonesia.

Karena itu, Herdiat mengajak masyarakat agar peringatan kemerdekaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Momentum tersebut harus di isi dengan perenungan dan penghayatan terhadap perjuangan para pendiri bangsa.

“Hari ini, kita tidak hanya mengerti secara seremonial saja. Tetapi kita menundukkan kepala, merenung dan menghayati semua perjuangan para pahlawan pendiri bangsa,” ujarnya.

Herdiat juga mengajak seluruh peserta upacara dan masyarakat untuk mengirimkan doa terbaik bagi para syuhada serta pahlawan bangsa yang telah gugur dalam perjuangan.

Ia berharap, seluruh pengorbanan para pahlawan mendapat balasan terbaik dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Semoga seluruh pengorbanan mereka di catat sebagai amal ibadah dan mendapatkan pahala yang berlimpah dari Allah SWT,” katanya.

Herdiat menegaskan, mengenang jasa pahlawan tidak cukup hanya dengan mengingat sejarah. Semangat perjuangan tersebut harus diteruskan melalui kerja nyata dalam mengisi kemerdekaan sesuai dengan bidang masing-masing.

BACA JUGA:

Semarak Jalan Sehat HUT RI ke-81 di Desa Sukamaju Ciamis

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Ciamis untuk bersatu, meningkatkan sinergitas dan bekerja keras dalam pembangunan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Pada momentum peringatan kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 serta dengan mengenang semangat perjuangan dan pengorbanan para pahlawan, mari kita satukan tekad untuk bersatu dan berjuang bersama-sama melaksanakan tugas mengisi kemerdekaan sesuai bidangnya masing-masing,” pungkasnya.

(Mia)

Bawang Merah dan Desil jadi Perbincangan Hangat Publik

0
Status Desil fokusjabar.id
foto ilustrasi

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Baru-baru ini seorang pengupas bawang asal Bogor Jawa Barat (Jabar) dan status desil ramai jadi perbincangan warganet.

Bagaimana tidak, pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan di Senayan Jakarta, Jumat (14/8/2026) lalu memperkenalkan seorang buruh harian asal Bogor, Jawa Barat bernama Susanah.

BACA JUGA:

BGN Minta SPPG Terdampak Gempa NTT Utamakan Keselamatan

Susanah merupakan salah satu penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

Prabowo memperkenalkan Susanah kepada ratusan anggota DPR RI sebagai buruh harian pengupas bawang yang di sebut mendapatkan upah sebesar Rp 700 ribu per kg.

Sementara harga bawang merah 1 kg berkisar antara Rp25-45 ribu, tergantung kualitas, jenis serta lokasi pasar.

Selain itu, desil yang muncul tidak selalu cocok dengan kondisi ekonomi yang terlihat sehari-hari.

Ada orang yang penghasilannya masih di bawah UMR bahkan sedang tidak bekerja tetapi tercatat di desil 8, 9 atau 10.

Di sisi lain, orang dengan penghasilan jauh lebih besar belum tentu mendapatkan angka desil yang sama. Sehingga muncul anggapan bahwa desil 10 berarti seseorang termasuk orang terkaya di Indonesia.

Padahal, angka desil tidak di buat untuk mengurutkan orang berdasarkan besar kecilnya gaji.

Status tersebut berkaitan dengan pemeringkatan kondisi sosial ekonomi keluarga berdasarkan data yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Karena itu, ada beberapa hal yang perlu di pahami sebelum menyimpulkan bahwa hasil desil anda tidak masuk akal.

Desil 10 bukan berarti masuk 10 persen orang terkaya

Mengutip IDN Times, desil membagi keluarga ke dalam 10 kelompok berdasarkan peringkat kesejahteraan, dengan masing-masing kelompok mencakup sekitar 10 persen keluarga.

Desil 1 berada di kelompok 10 persen terbawah. Sedangkan desil 10 berada di kelompok 10 persen teratas dalam pemeringkatan tersebut.

Jadi, desil 10 menunjukkan posisi dalam kelompok 10 persen teratas. Bukan menunjukkan bahwa orang tersebut mempunyai gaji yang masuk 10 persen gaji tertinggi di Indonesia.

Angka itu juga tidak berarti orang yang bersangkutan termasuk orang terkaya karena desil bukan peringkat kekayaan pribadi.

Ini sebabnya tidak ada aturan seperti Rp3 juta berarti desil 3, Rp5 juta berarti desil 5, atau Rp20 juta otomatis berarti desil 10. Nominal gaji seseorang memang tidak bisa di baca langsung sebagai angka desil.

Orang tidak bekerja bisa tercatat di desil 10

Hal ini bisa terjadi karena status pekerjaan seseorang tidak berdiri sendiri ketika data di baca sebagai kondisi keluarga.

Seseorang yang tidak bekerja tetap tercatat sebagai bagian dari keluarga tempat dirinya terdaftar. Sehingga kondisi ekonomi keluarga tersebut tidak otomatis berubah menjadi rendah hanya karena satu anggotanya tidak mempunyai pekerjaan.

Misalnya, seorang anak sudah lulus kuliah tetapi belum mendapatkan pekerjaan dan masih tinggal bersama orang tua.

BACA JUGA:

81 Tahun Indonesia Merdeka, Saatnya Beralih dari Seremoni ke Aksi Nyata

Dia sendiri tidak mempunyai penghasilan, tetapi orang tuanya bekerja, rumah yang di tempati merupakan milik keluarga dan anggota keluarga lainnya juga mempunyai sumber penghasilan.

Dalam kondisi seperti itu, status “tidak bekerja” pada anak tersebut tidak bisa di pakai untuk menyimpulkan bahwa keluarga tersebut berada di kelompok kesejahteraan paling bawah.

Contoh lain adalah seseorang yang sedang berhenti bekerja tetapi masih tinggal bersama pasangan yang mempunyai penghasilan.

Jika data keluarga menunjukkan kondisi ekonomi yang relatif lebih tinggi di bandingkan keluarga lain, perubahan pekerjaan satu orang tidak otomatis membuat seluruh keluarga berpindah ke desil rendah.

Sebaliknya, orang yang bekerja dengan penghasilan Rp5 juta belum tentu mempunyai kondisi ekonomi keluarga lebih tinggi.

Ia bisa menjadi satu-satunya pencari nafkah, memiliki banyak anggota keluarga yang harus di tanggung atau tinggal di rumah sewa dengan pengeluaran besar.

Jadi, status bekerja atau tidak bekerja pada satu orang bukan penentu tunggal angka desil. Hal ini yang membuat orang yang sedang menganggur pun secara teori dapat tercatat dalam desil tinggi.

DTSEN punya banyak indikator bukan sekadar penghasilan

DTSEN memuat berbagai informasi mengenai kondisi sosial ekonomi penduduk. Data tersebut mencakup sejumlah aspek. Seperti pendidikan, pekerjaan, kondisi tempat tinggal, sanitasi dan air minum, kesehatan dan disabilitas, kepemilikan aset serta kepemilikan usaha.

BACA JUGA:

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka Kukuhkan 76 Paskibraka

Dalam ground check DTSEN, terdapat 39 variabel yang terdiri dari 13 variabel individu dan 26 variabel keluarga. Artinya, ketika kondisi sebuah keluarga di nilai, informasinya tidak berhenti pada pertanyaan tentang gaji.

Kondisi tempat tinggal, kepemilikan aset, pekerjaan anggota keluarga, pendidikan hingga kondisi keluarga lainnya ikut memberikan gambaran mengenai keadaan sosial ekonomi.

Contohnya, dua keluarga sama-sama mempunyai anggota yang menerima penghasilan Rp4 juta per bulan.

Keluarga pertama tinggal di rumah milik sendiri, mempunyai anggota keluarga lain yang bekerja dan memiliki akses fasilitas dasar yang memadai.

Keluarga kedua tinggal di rumah kontrakan dan hanya mempunyai satu orang yang menghasilkan pendapatan untuk beberapa anggota keluarga.

Kedua keluarga tersebut mempunyai angka penghasilan yang sama pada satu anggota, tetapi kondisi keluarganya berbeda. Karena itu, tidak tepat mencari satu benda tertentu yang otomatis membuat keluarga masuk desil 10.

Punya rumah sendiri tidak otomatis desil 10, punya kendaraan tidak otomatis desil 10, begitu juga gaji di bawah UMR tidak otomatis desil 5.

Data DTSEN sendiri juga terus di mutakhirkan karena kondisi keluarga dapat berubah.

BPS menyebut pemutakhiran di lakukan untuk meningkatkan ketepatan sasaran berdasarkan perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Desil juga tidak boleh di baca sebagai batas pengeluaran keluarga dalam sebulan atau setahun. Misalnya, bukan berarti keluarga dengan pengeluaran di bawah Rp2 juta masuk desil 2, pengeluaran rentang Rp5 juta masuk desil 5, lalu keluarga dengan pengeluaran di atas Rp10 juta otomatis masuk desil 10.

Desil menunjukkan peringkat relatif, bukan nominal pengeluaran yang mempunyai batas tetap.

Karena itu, tidak ada satu angka pengeluaran yang bisa di gunakan sebagai patokan universal untuk mengatakan bahwa sebuah keluarga pasti masuk desil tertentu.

BACA JUGA:

Prabowo Subianto Rencanakan Ambulans Udara dan Dokter Terbang

Hitungan ini juga berbeda dengan garis kemiskinan. Badan Pusat Statistik (BPS) menghitung garis kemiskinan menggunakan pendekatan pengeluaran per kapita per bulan untuk menentukan apakah seseorang berada di bawah garis kemiskinan.

Angka tersebut tidak berfungsi sebagai batas untuk membagi masyarakat menjadi desil 1 sampai 10.

Perbedaan ini penting di pahami karena seseorang bisa saja memiliki pengeluaran yang terlihat rendah. Tetapi berada dalam keluarga dengan kondisi sosial ekonomi tertentu yang membuat posisi pemeringkatannya berbeda.

Sebaliknya, pengeluaran yang lebih tinggi juga tidak otomatis berarti sebuah keluarga berada di desil 10. Tidak ada nominal gaji maupun pengeluaran per bulan yang bisa di jadikan patokan untuk masuk desil 10.

Bantuan Sosial 

Status desil menjadi penting karena di gunakan sebagai salah satu dasar dalam penentuan sasaran sejumlah program Bantuan Sosial (Bansos).

Berdasarkan keterangan resmi Cek Bansos, keluarga yang berada di desil 1–4 atau 40 persen terbawah dapat di usulkan sebagai penerima PKH dan Sembako. Sedangkan desil 5 dapat di usulkan sebagai peserta PBI-JK (Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan).

Karena itu, keluarga yang tercatat di desil 10 memang berada di luar kelompok desil 1–4 yang menjadi sasaran pengusulan PKH dan Sembako berdasarkan keterangan tersebut.

Namun, desil 10 bukan berarti seseorang di nyatakan kaya raya dan otomatis tidak berhak atas semua bentuk bantuan pemerintah. Karena setiap program memiliki persyaratan dan mekanisme penetapan penerima sendiri.

BACA JUGA:

Menkeu Purbaya Bicara Soal Anggaran Program MBG

Kalau hasil desil tidak sesuai dengan keadaan ekonomi saat ini, persoalannya dapat berasal dari data yang belum di perbarui.

Misalnya, kondisi pekerjaan seseorang sudah berubah, anggota keluarga bertambah atau berkurang dan keadaan ekonomi keluarga sudah tidak sama dengan informasi yang sebelumnya tercatat.

Dalam kondisi seperti itu, masyarakat dapat mengajukan pemutakhiran melalui pemerintah desa atau kelurahan, dinas sosial maupun kanal Cek Bansos yang tersedia.

Data yang di perbarui kemudian perlu melalui proses verifikasi dan pengolahan sebelum memengaruhi hasil pemeringkatan berikutnya.

(Bambang Fouristian)

Kemenag Ciamis Gelar Doa Bersama HUT ke-81 Kemerdekaan RI

0
Doa Bersama Kemenag Ciamis fokusjabar.id
Kemenag Ciamis Gelar Doa Bersama Sambut HUT ke-81 RI, Tekankan Kerukunan dan Pengabdian ASN

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar), di isi dengan refleksi kebangsaan dan doa bersama.

Kegiatan doa bersama tersebut di gelar di Masjid Al-Ikhlas Kemenag Ciamis, Minggu (16/8/2026) malam melibatkan jajaran ASN dan keluarga besar Kemenag Kabupaten Ciamis.

BACA JUGA:

Lapangan Gelap, Bola Menyala! Sepak Bola Api Meriahkan HUT RI di Ciamis

Rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat. Para peserta mengikuti tawasulan, zikir, tausiyah serta doa bersama yang di tujukan bagi keselamatan bangsa dan keberlangsungan kehidupan masyarakat Indonesia.

Kegiatan tersebut di hadiri Kepala Subbagian Tata Usaha, para kepala seksi, kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Ciamis, pengawas madrasah dan Pendidikan Agama Islam (PAI), kepala madrasah negeri, penghulu, penyuluh agama, pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) hingga ratusan ASN di lingkungan Kemenag Ciamis.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Ciamis, Asep Lukman Hakim mengatakan, momentum kemerdekaan tidak hanya menjadi ajang perayaan. Namun juga kesempatan untuk mengenang perjuangan para pendahulu bangsa yang telah mengantarkan Indonesia hingga mencapai kemerdekaan.

Menurutnya, penghargaan terhadap jasa para pendahulu perlu di wujudkan melalui tindakan nyata.

Sebelum kegiatan tasyakur kemerdekaan, jajaran Kemenag Ciamis juga telah melakukan ziarah ke makam para mantan pimpinan Kemenag Ciamis sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian mereka.

BACA JUGA:

228 Napi Lapas Ciamis Dapat Remisi HUT RI, 3 Orang Langsung Bebas

“Kita harus bisa menghargai kemerdekaan ini berkat jasa para pendahulu. Sebagai bukti nyata, kami telah melakukan ziarah ke makam para pimpinan Kemenag Ciamis sebagai bentuk penghormatan,” ujar Asep.

Selain mengenang jasa pahlawan dan pendahulu, momentum kemerdekaan juga di manfaatkan untuk memperkuat semangat kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.

Asep menilai, keharmonisan antarumat beragama menjadi salah satu modal penting dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

Ia mencontohkan, keberadaan Kampung Kerukunan di Kabupaten Ciamis yang menjadi salah satu gambaran kehidupan masyarakat yang mampu hidup berdampingan meskipun memiliki perbedaan keyakinan.

Di kawasan tersebut, rumah ibadah umat Islam, Kristen Katolik dan Khonghucu berada dalam lingkungan yang menunjukkan kehidupan harmonis.

Menurut Asep, kondisi tersebut menjadi bukti bahwa keberagaman tidak selalu menjadi sumber perpecahan. Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan dan membangun kehidupan masyarakat yang aman serta damai.

“Ini membuktikan bahwa masyarakat Ciamis rukun, damai dan aman. Kerukunan adalah salah satu kekuatan masyarakat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan,” tegasnya.

Asep mengingatkan seluruh ASN Kemenag Ciamis agar menjadikan kemerdekaan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas pengabdian kepada negara.

Ia meminta setiap pegawai menjalankan tugas sesuai tupoksi dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme.

Menurutnya, status sebagai ASN merupakan amanah sekaligus bentuk kepercayaan yang di berikan negara. Karena itu, kepercayaan tersebut harus di balas melalui kinerja dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Jangan lupa akan niat awal bekerja sebagai ASN. Negara telah memberikan apresiasi dan kepercayaan, maka kewajiban kita adalah membalasnya dengan melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara seksama,” katanya.

Tak hanya berbicara mengenai pengabdian kepada negara, rangkaian tasyakur kemerdekaan juga di tutup dengan ajakan untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Asep mengajak keluarga besar Kemenag Ciamis turut membantu masyarakat yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penggalangan bantuan di lakukan secara sukarela melalui KUA dan satuan kerja masing-masing. Bantuan yang terkumpul selanjutnya akan di salurkan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat.

Asep menegaskan, kepedulian terhadap korban bencana merupakan bagian dari semangat kemanusiaan yang sejalan dengan nilai-nilai kemerdekaan.

“Ini sifatnya sukarela, mengetuk hati Bapak dan Ibu semua. Mari jadikan momen ini untuk sadar diri bahwa tugas kita adalah mengabdi kepada negara dan sesama,” pungkasnya.

(Mia)

Lapangan Gelap, Bola Menyala! Sepak Bola Api Meriahkan HUT RI di Ciamis

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Sepak Bola Api, (Foto By Web)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Enam tim sepak bola api saling beradu ketangkasan demi merengkuh gelar juara dalam turnamen khusus dari hasil inisiasi Pengurus RW 01 Kelurahan Benteng, Kecamatan/Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Pertandingan unik ini berlangsung di Lapangan MTs Al Ihsan, Kelurahan Benteng.

Ketua RW 01, Andi, membeberkan bahwa pihak pengurus RW sengaja menghadirkan atraksi sepak bola api. Tujuannya untuk menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca Juga: 228 Napi Lapas Ciamis Dapat Remisi HUT RI, 3 Orang Langsung Bebas

“Permainan sama dengan sepak bola biasa hanya bola nya ini dari kelapa kemudian menyiramnya dengan minyak tanah sehingga menyala,” kata Andi, Minggu (16/8/2026).

Enam tim sepak bola api saling beradu ketangkasan demi merengkuh gelar juara dalam turnamen khusus yang diinisiasi Pengurus RW 01 Kelurahan Benteng, Kecamatan/Kabupaten Ciamis
Enam tim sepak bola api saling beradu ketangkasan demi merengkuh gelar juara dalam turnamen khusus yang diinisiasi Pengurus RW 01 Kelurahan Benteng, Kecamatan/Kabupaten Ciamis

Pertandingan Malam Hari Tanpa Penerangan Lampu

Andi menjelaskan bahwa ajang sepak bola api ini bertujuan menyuguhkan hiburan rakyat bagi warga sekitar pada malam hari.

“Saat permainan lingkungan lapang sengaja tidak ada penerangan listik biar bola api nya kelihatan jelas,” ucapnya.

Mengingat tingkat risiko serta penggunaan si bola api kelapa, panitia membatasi durasi permainan di setiap babaknya.

“Waktunya hanya 10 menit dalam setiap pertandingan,” jelas Andi.

Lurah Benteng Apresiasi Hiburan Tradisional Langka

Lurah Benteng, Salim, mengapresiasi tinggi gelaran laga sepak bola api ini. Karena menyajikan suasana berbeda dari lomba peringatan kemerdekaan pada umumnya.

“Kami sangat bangga melihat sepakbola api ini karena memang penyelenggaraaannya sangat langka,” ungkap Salim.

(Husen Maharaja)

The Alur Villa Pangandaran Gelar Tantangan Kuliner Ketoprak Barbar, Porsinya Hampir Setengah Kilo dan Pedas Ekstrem

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Penampakan ketoprak Barbar the Allure Villas

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Guna memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, The Alur Villa Managed by Sahid Pangandaran menggelar tantangan kuliner unik bertajuk “Ketoprak Barbar”. Pihak pengelola menyajikan hidangan khas Nusantara ini dalam porsi raksasa dengan tingkat kepedasan ekstrem, Minggu (16/8/2026).

Konsep perlombaan tergolong sederhana, peserta yang mampu menghabiskan satu porsi penuh ketoprak pedas nampol dalam waktu tercepat keluar sebagai pemenang.

Baca Juga: DPRD Pangandaran Minta KUA-PPAS 2027 Selaras dengan RPJMD Sektor Pariwisata

F&B Manager The Alur Villa, Faris, menjelaskan alasan pihaknya mengangkat sajian tradisional pada perayaan kemerdekaan tahun ini.

“Saat ini kita coba bikin yang berbeda dengan mengangkat makanan nusantara, dengan porsi yang jumbo dan tingkat kepedasan yang tinggi,” ujar Faris, Minggu (16/8/2026).

Porsi Raksasa Setengah Kilogram dengan Bumbu Cabe Domba

Ketoprak Barbar hadir dalam piring berukuran besar berisi racikan lontong, tahu, tauge, telur, serta kerupuk merah. Bumbu kacang olahan khusus disiram melimpah hingga melingkupi seluruh isian.

“Satu porsi kita hampir 600 gram. Jadi, hampir setengah kilo ya,” kata Faris.

Porsi masif tersebut setara dengan dua piring ketoprak biasa. Pihak pengelola memanfaatkan rempah cabai lokal untuk menciptakan rasa pedas yang membakar lidah.

“Kita pedasnya kita pakai cabe domba. Kita pakai chili flake juga yang cabe kering. Jadi, kita enggak pakai cabe dari luar. Kita pakai cabe-cabe dari Nusantara,” jelas Faris.

Paduan cabai domba menyengat serta chili flake gurih menghasilkan karakter bumbu kacang yang sangat pekat. Dari total 35 peserta yang mendaftar, banyak di antaranya memilih lempar handuk di tengah perlombaan.

“Mundur entah dari kekenyangan atau melihat ternyata wah banyak yang kepedasan,” ucap Faris.

Biaya Pendaftaran Unik dan Berhadiah Voucher Menginap Jutaan Rupiah

Menyesuaikan angka momentum peringatan HUT RI ke-81, panitia menetapkan biaya pendaftaran sebesar Rp81.000. Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp8.100.000 dalam bentuk voucer menginap di fasilitas unit villa 1, 2, dan 3 bedroom.

Faris menambahkan bahwa program ini bertujuan memberikan pengalaman kuliner (culinary experience) yang berkesan bagi para tamu. Pihaknya berupaya mengangkat kuliner tradisional ke tingkatan yang lebih bergengsi setelah sukses menggelar Noodle Challenge pada agenda sebelumnya.

“Kita coba bikin experience yang berbeda biar tamu-tamu kita punya experience yang berbeda,” pungkasnya.

(Sajidin)

DPRD Pangandaran Minta KUA-PPAS 2027 Selaras dengan RPJMD Sektor Pariwisata

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Ketua DPRD Pangandaran, Asep Noordin

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) untuk menyelaraskan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun 2027 dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Langkah ini bertujuan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah berbasis pariwisata.

Ketua DPRD Pangandaran, Asep Noordin, menyampaikan penegasan tersebut usai memimpin Rapat Paripurna penetapan KUA-PPAS Perubahan 2026 serta pembahasan KUA-PPAS 2027 di Ruang Paripurna DPRD Pangandaran di Parigi.

Baca Juga: Pakar Unpad Jelaskan Fenomena Upwelling Pemicu Biota Laut Terdampar di Pangandaran

“KUA-PPAS adalah pedoman dan arah kebijakan pembangunan. Tahun 2027, RPJMD kita mengamanatkan akselerasi perekonomian berbasis pariwisata. Ini yang harus dijabarkan ke dalam program kerja konkret,” kata Asep.

Dorong Pemda Hidupkan Kembali Kite Festival Internasional

DPRD Pangandaran mendorong penyusunan kalender event wisata yang konsisten demi meningkatkan kunjungan wisatawan nasional maupun mancanegara. Pihaknya meminta Pemda menghidupkan kembali agenda besar yang pernah menjadi ikon daerah.

“Kite Festival Internasional itu rohnya Pangandaran. Pada 2027, agenda ini harus dihidupkan kembali,” tegas Asep.

Selain festival layang-layang, DPRD mengusulkan pengembangan atraksi wisata baru seperti aero modeling, olahraga bahari, pacuan kuda di Legok Jawa, surfing internasional di Batukaras, hingga paddle boarding di Green Canyon.

Tradisi dan budaya lokal seperti Hajat Laut, Syukuran Nelayan, serta Seren Taun juga perlu mendapat kemasan profesional agar menjelma menjadi daya tarik wisata bernilai jual tinggi.

Penguatan Desa Wisata dan Penerapan Digitalisasi

Pengembangan desa wisata turut menjadi perhatian utama dewan. Pemda mendapat desakan untuk memberikan pembinaan serta pendampingan Sumber Daya Manusia (SDM) agar masyarakat mampu mengelola potensi lokal secara mandiri.

Asep mendorong pembentukan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) serta pemanfaatan teknologi digital untuk promosi destinasi, pemasaran produk UMKM, hingga tata kelola Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Digitalisasi tidak hanya untuk promosi, tapi juga mendorong pengelolaan sektor pariwisata dan PAD jadi lebih transparan serta optimal,” ujarnya.

Pentingnya Akses Infrastruktur dan Kolaborasi Pentahelix

Asep mengingatkan bahwa kemajuan sektor pariwisata membutuhkan dukungan infrastruktur jalan, transportasi, dan akomodasi yang memadai menuju kawasan wisata.

“Ujung dari semua strategi ini adalah meningkatnya kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara dab naiknya PAD dan devisa. Serta terbukanya lapangan kerja baru untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Pangandaran,” ucap Asep.

Guna mewujudkan target tersebut, DPRD menekankan penerapan konsep kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, media massa, serta komunitas lokal.

“Kolaborasi ini penting agar pengembangan pariwisata tak hanya berorientasi pada jumlah kunjungan. Tapi mampu menciptakan efek ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Pangandaran,” pungkasnya.

(Sajidin)