spot_imgspot_img
Kamis 8 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 219

The Alur Villa Pangandaran Gelar Tantangan Kuliner Ketoprak Barbar, Porsinya Hampir Setengah Kilo dan Pedas Ekstrem

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Penampakan ketoprak Barbar the Allure Villas

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Guna memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, The Alur Villa Managed by Sahid Pangandaran menggelar tantangan kuliner unik bertajuk “Ketoprak Barbar”. Pihak pengelola menyajikan hidangan khas Nusantara ini dalam porsi raksasa dengan tingkat kepedasan ekstrem, Minggu (16/8/2026).

Konsep perlombaan tergolong sederhana, peserta yang mampu menghabiskan satu porsi penuh ketoprak pedas nampol dalam waktu tercepat keluar sebagai pemenang.

Baca Juga: DPRD Pangandaran Minta KUA-PPAS 2027 Selaras dengan RPJMD Sektor Pariwisata

F&B Manager The Alur Villa, Faris, menjelaskan alasan pihaknya mengangkat sajian tradisional pada perayaan kemerdekaan tahun ini.

“Saat ini kita coba bikin yang berbeda dengan mengangkat makanan nusantara, dengan porsi yang jumbo dan tingkat kepedasan yang tinggi,” ujar Faris, Minggu (16/8/2026).

Porsi Raksasa Setengah Kilogram dengan Bumbu Cabe Domba

Ketoprak Barbar hadir dalam piring berukuran besar berisi racikan lontong, tahu, tauge, telur, serta kerupuk merah. Bumbu kacang olahan khusus disiram melimpah hingga melingkupi seluruh isian.

“Satu porsi kita hampir 600 gram. Jadi, hampir setengah kilo ya,” kata Faris.

Porsi masif tersebut setara dengan dua piring ketoprak biasa. Pihak pengelola memanfaatkan rempah cabai lokal untuk menciptakan rasa pedas yang membakar lidah.

“Kita pedasnya kita pakai cabe domba. Kita pakai chili flake juga yang cabe kering. Jadi, kita enggak pakai cabe dari luar. Kita pakai cabe-cabe dari Nusantara,” jelas Faris.

Paduan cabai domba menyengat serta chili flake gurih menghasilkan karakter bumbu kacang yang sangat pekat. Dari total 35 peserta yang mendaftar, banyak di antaranya memilih lempar handuk di tengah perlombaan.

“Mundur entah dari kekenyangan atau melihat ternyata wah banyak yang kepedasan,” ucap Faris.

Biaya Pendaftaran Unik dan Berhadiah Voucher Menginap Jutaan Rupiah

Menyesuaikan angka momentum peringatan HUT RI ke-81, panitia menetapkan biaya pendaftaran sebesar Rp81.000. Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp8.100.000 dalam bentuk voucer menginap di fasilitas unit villa 1, 2, dan 3 bedroom.

Faris menambahkan bahwa program ini bertujuan memberikan pengalaman kuliner (culinary experience) yang berkesan bagi para tamu. Pihaknya berupaya mengangkat kuliner tradisional ke tingkatan yang lebih bergengsi setelah sukses menggelar Noodle Challenge pada agenda sebelumnya.

“Kita coba bikin experience yang berbeda biar tamu-tamu kita punya experience yang berbeda,” pungkasnya.

(Sajidin)

DPRD Pangandaran Minta KUA-PPAS 2027 Selaras dengan RPJMD Sektor Pariwisata

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Ketua DPRD Pangandaran, Asep Noordin

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) untuk menyelaraskan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun 2027 dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Langkah ini bertujuan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah berbasis pariwisata.

Ketua DPRD Pangandaran, Asep Noordin, menyampaikan penegasan tersebut usai memimpin Rapat Paripurna penetapan KUA-PPAS Perubahan 2026 serta pembahasan KUA-PPAS 2027 di Ruang Paripurna DPRD Pangandaran di Parigi.

Baca Juga: Pakar Unpad Jelaskan Fenomena Upwelling Pemicu Biota Laut Terdampar di Pangandaran

“KUA-PPAS adalah pedoman dan arah kebijakan pembangunan. Tahun 2027, RPJMD kita mengamanatkan akselerasi perekonomian berbasis pariwisata. Ini yang harus dijabarkan ke dalam program kerja konkret,” kata Asep.

Dorong Pemda Hidupkan Kembali Kite Festival Internasional

DPRD Pangandaran mendorong penyusunan kalender event wisata yang konsisten demi meningkatkan kunjungan wisatawan nasional maupun mancanegara. Pihaknya meminta Pemda menghidupkan kembali agenda besar yang pernah menjadi ikon daerah.

“Kite Festival Internasional itu rohnya Pangandaran. Pada 2027, agenda ini harus dihidupkan kembali,” tegas Asep.

Selain festival layang-layang, DPRD mengusulkan pengembangan atraksi wisata baru seperti aero modeling, olahraga bahari, pacuan kuda di Legok Jawa, surfing internasional di Batukaras, hingga paddle boarding di Green Canyon.

Tradisi dan budaya lokal seperti Hajat Laut, Syukuran Nelayan, serta Seren Taun juga perlu mendapat kemasan profesional agar menjelma menjadi daya tarik wisata bernilai jual tinggi.

Penguatan Desa Wisata dan Penerapan Digitalisasi

Pengembangan desa wisata turut menjadi perhatian utama dewan. Pemda mendapat desakan untuk memberikan pembinaan serta pendampingan Sumber Daya Manusia (SDM) agar masyarakat mampu mengelola potensi lokal secara mandiri.

Asep mendorong pembentukan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) serta pemanfaatan teknologi digital untuk promosi destinasi, pemasaran produk UMKM, hingga tata kelola Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Digitalisasi tidak hanya untuk promosi, tapi juga mendorong pengelolaan sektor pariwisata dan PAD jadi lebih transparan serta optimal,” ujarnya.

Pentingnya Akses Infrastruktur dan Kolaborasi Pentahelix

Asep mengingatkan bahwa kemajuan sektor pariwisata membutuhkan dukungan infrastruktur jalan, transportasi, dan akomodasi yang memadai menuju kawasan wisata.

“Ujung dari semua strategi ini adalah meningkatnya kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara dab naiknya PAD dan devisa. Serta terbukanya lapangan kerja baru untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Pangandaran,” ucap Asep.

Guna mewujudkan target tersebut, DPRD menekankan penerapan konsep kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, media massa, serta komunitas lokal.

“Kolaborasi ini penting agar pengembangan pariwisata tak hanya berorientasi pada jumlah kunjungan. Tapi mampu menciptakan efek ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Pangandaran,” pungkasnya.

(Sajidin)

228 Napi Lapas Ciamis Dapat Remisi HUT RI, 3 Orang Langsung Bebas

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot : Lapas Kelas IIB Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ciamis, Jawa Barat, menerima remisi atau pengurangan masa hukuman dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kepala Lapas Kelas IIB Ciamis, Supriyanto, mengonfirmasi kabar penyerahan remisi tersebut pada Minggu (16/8/2026).

Supriyanto menegaskan bahwa remisi merupakan hak konstitusional narapidana yang pemenuhannya membutuhkan persyaratan ketat.

Baca Juga: Semarak Jalan Sehat HUT RI ke-81 di Desa Sukamaju Ciamis

“Salah satu syarat yang mendapatkan remisi itu minimal sudah menjalani masa hukuman enam bulan di Lapas,” kata Supriyanto, Minggu (16/8/2026).

Berkelakuan Baik Jadi Syarat Utama Pengurangan Masa Pidana

Selain wajib menjalani masa pidana minimal enam bulan, para narapidana penerima remisi harus menunjukkan perilaku baik serta mematuhi seluruh aturan selama berada di dalam Lapas.

“Penilaian itu menjadi syarat narapidana mendapatkan remisi atau pengurangan masa pidana,” ucapnya.

Dari total 277 narapidana yang menghuni Lapas Kelas IIB Ciamis, pihak Lapas mengusulkan sebanyak 228 orang untuk memperoleh Remisi Umum (RU). Sementara itu, sebanyak 49 narapidana lainnya tidak diusulkan karena belum memenuhi kriteria teknis maupun administratif.

“Yang memperoleh remisi umum (RU – I) 224 orang sedangkan yang mendapatkan remisi umum (RU-II) atau langsung bebas ada Empat orang,” jelas Supriyanto.

Rincian Perolehan Remisi Umum Lapas Ciamis

Pihak Lapas Ciamis mencatat rincian usulan penerima Remisi Umum I (RU-I) atau pengurangan masa hukuman sebagian sebagai berikut:

  • Pengurangan 1 bulan: 76 orang
  • Pengurangan 2 bulan: 93 orang
  • Pengurangan 3 bulan: 31 orang
  • Pengurangan 4 bulan: 14 orang
  • Pengurangan 5 bulan: 10 orang
  • Pengurangan 6 bulan: Nihil

(Total penerima RU-I: 224 orang)

Sementara itu, empat narapidana menerima Remisi Umum II (RU-II), yaitu:

  • Pengurangan 1 bulan: 1 orang
  • Pengurangan 2 bulan: 1 orang
  • Pengurangan 3 bulan: 2 orang

(Total penerima RU-II: 4 orang)

Dari empat penerima RU-II tersebut, satu narapidana masih harus menjalani hukuman subsider terlebih dahulu.

“Tiga orang itu masing-masing Natalya Sianturi, Yudi Tri Mulyana, dan Dadi Riyadi besok akan bebas tanpa syarat,” ungkap Supriyanto.

(Husen Mahraja)

Pakar Unpad Jelaskan Fenomena Upwelling Pemicu Biota Laut Terdampar di Pangandaran

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
‎Poto: seekor lumba-lumba terdampar di Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Peristiwa terdamparnya sejumlah biota laut seperti hiu paus dan lumba-lumba di pesisir selatan Jawa Barat belakangan ini bukanlah sekadar kebetulan semata. Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran (Unpad), Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi Putra, menunjuk fenomena upwelling sebagai salah satu pemicu utamanya.

Pringgo menjelaskan bahwa upwelling merupakan proses naiknya massa air laut dari lapisan dalam menuju ke permukaan. Hembusan angin muson timur yang bertiup sejajar garis pantai mendorong air permukaan bergerak menjauhi pesisir.

Baca Juga: Ketika Fiksi Rapijali Jadi Nyata, Pirman Menyusuri Batukaras hingga Sungai Cijulang Pangandaran

“Air dari laut dalam membawa nutrien seperti nitrat, fosfat dan silikat yang kemudian memicu produktivitas primer di permukaan,” kata Pringgo, Minggu (16/8/2026).

Limpahan Nutrien Undang Predator Besar Mendekat ke Pesisir

Kandungan nutrien yang melimpah tersebut merangsang pertumbuhan pesat fitoplankton. Kondisi ini secara berantai memikat kedatangan zooplankton, ikan-ikan kecil seperti teri, serta beragam organisme laut lainnya.

Kelimpahan sumber makanan tersebut pada akhirnya mengundang predator besar, mulai dari ikan tongkol, cakalang, tenggiri, hingga hiu paus yang tergolong pemakan penyaring (filter feeder).

“Ketika konsentrasi makanan berada dekat pesisir, satwa tersebut secara alami akan mengikuti sumber makanannya,” jelas Pringgo.

Hiu paus mendekat untuk memangsa plankton serta ikan kecil, sedangkan lumba-lumba bergerak mengikuti pergerakan ikan pelagis. Perilaku ini membuat kedua satwa terlindungi tersebut sering terlihat di perairan dangkal seperti Pangandaran.

Risiko Perairan Dangkal bagi Satwa dan Peluang Bagi Nelayan

Pringgo mengingatkan bahwa berkumpulnya biota laut di sekitar pesisir menyimpan risiko keselamatan. Satwa-satwa tersebut rentan terjebak di area dangkal, mengalami gangguan sistem navigasi, atau masuk ke jaring nelayan sebagai tangkapan sampingan (bycatch).

Di sisi lain, upwelling memberikan dampak positif bagi para nelayan karena produktivitas laut meningkat dan area tangkapan bergeser semakin dekat ke pesisir. Nelayan dapat mengenali gejalanya melalui penurunan suhu air laut, perubahan warna air menjadi kehijauan akibat tingginya klorofil, serta banyaknya burung laut yang menyambar ikan di permukaan.

“Momentum kelimpahan ikan harus dimanfaatkan secara bijaksana dengan alat tangkap yang selektif dan ramah lingkungan,” ucap Pringgo.

Ia mengimbau nelayan untuk tidak menggunakan alat tangkap destruktif maupun mata jaring yang terlalu kecil. Tujuannya agar benih ikan tetap dapat tumbuh dan berkembang biak.

Pentingnya Edukasi Penanganan Satwa Dilindungi

Pringgo menekankan pentingnya menjaga keselamatan satwa yang dilindungi undang-undang. Jika hiu paus atau lumba-lumba tidak sengaja tersangkut jaring, nelayan harus segera melepasnya kembali ke laut lepas dalam kondisi hidup.

Ia mendorong pemerintah, kelompok nelayan, dan perguruan tinggi untuk terus memberikan edukasi mengenai teknik pelepasan satwa secara aman.

“Fenomena upwelling seharusnya tidak hanya dipandang sebagai pertanda musim ikan, tetapi juga sebagai momentum memahami keseimbangan ekosistem laut. Laut yang produktif harus termanfaatan secara cerdas. Tetapi tetap kita jaga agar sumber dayanya dapat terus memberikan manfaat bagi generasi berikutnya,” pungkasnya.

(Sajidin)

Satlantas Polres Tasikmalaya Bagikan Ratusan Bendera Merah Putih Gratis ke Pengendara

0
TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id
Ket foto : Polantas Polres Tasikmalaya, saat membagikan bendera merah putih kepada para pengguna kendaraan yang sedang melintas di jalan raya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tasikmalaya menggelar aksi simpatik dengan membagikan ratusan bendera Merah Putih secara gratis kepada pengguna jalan yang melintas di wilayah hukum Polres Tasikmalaya, Minggu (16/8/2026). Kegiatan ini berlangsung dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Personel kepolisian memusatkan kegiatan ini di beberapa titik ruas jalan utama, seperti kawasan Alun-Alun Singaparna, Jalan Raya Pemda (Kompleks Gedung Bupati), serta jalur protokol lainnya.

Baca Juga: Mahasiswa Umtas Hadirkan Pojok Sehat Digital di 4 Posyandu Kawalu Tasikmalaya

Kasat Lantas Polres Tasikmalaya, AKP Didit Permadi, mengonfirmasi hal tersbeut. Ia menhelaskan bahwa aksi ini bertujuan untuk membangkitkan jiwa nasionalisme serta memperkuat semangat kebangsaan di tengah masyarakat.

“Pembagian bendera Merah Putih ini, merupakan bentuk ajakan kepada seluruh masyarakat. Khususnya para pengguna jalan raya, untuk bersama-sama menyemarakkan peringatan HUT Kemerdekaan Ke-81 RI. Sekaligus menumbuhkan rasa cinta Tanah Air dan memperkuat persatuan. Terlebih mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur dalam merebut kemerdekaan,” kata AKP Didit Permadi, Minggu (16/8/2026).

Program Polantas Menyapa Usung Pendekatan Humanis

AKP Didit Permadi memimpin langsung pembagian bendera mini untuk kendaraan roda dua maupun roda empat ini. Bersama KBO Satlantas, para Kanit, serta jajaran anggota melalui program “Polantas Menyapa”.

“Melalui pendekatan yang humanis, petugas Polantas mengimbau warga, agar tidak hanya memasang bendera pada kendaraan. Tetapi juga turut mengibarkan bendera Merah Putih di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Tentunya sebagai simbol identitas dan wujud kecintaan terhadap kedaulatan NKRI,” ujarnya.

Edukasi Tertib Lalu Lintas Demi Keselamatan Pengendara

Jajaran Satlantas Polres Tasikmalaya turut memanfaatkan momen pembagian bendera ini untuk memberikan sosialisasi keselamatan berlalulintas guna meningkatkan kepatuhan dan kedisiplinan pengguna jalan.

“Sambil memberikan bendera, kami juga memberikan edukasi dan imbauan. Harapannya gar para pengguna jalan senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama di jalan raya,” jelasnya.

Aksi pembagian bendera ini mendapat sambutan hangat dan antusiasme tinggi dari masyarakat. Sejumlah pengendara langsung memasang bendera Merah Putih kecil tersebut pada stang motor maupun antena mobil sebelum melanjutkan perjalanan mereka.

(Seda)

Mahasiswa Umtas Hadirkan Pojok Sehat Digital di 4 Posyandu Kawalu Tasikmalaya

0
TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id
Ket foto : Mahasiswa Muhammadiyah Kelompok Talagasari B, berfoto bersama pegawai Puskesmas Kawalu dan Masyarakat Sekitar, Saat Pelaksanaan KKN di Kelurahan Talagasari Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Suasana kegiatan Posyandu di Kelurahan Talagasari, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, kini tampil lebih interaktif. Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (Umtas) Kelompok Talagasari B menghadirkan inovasi berupa Pojok Sehat Digital (POSEDIGI) di empat titik Posyandu.

Penyerahan media edukasi kesehatan ini berlangsung di Kantor Kelurahan Talagasari, Kawalu. Empat Posyandu penerima program tersebut meliputi Posyandu Mekarjaya RW 001, Melati A RW 002, Flamboyan RW 002, dan Lavender RW 008.

Baca Juga: PQN 2026 Percepat Digitalisasi Transaksi Keuangan di Kota Tasikmalaya

POSEDIGI menjadi program kerja utama mahasiswa KKN klaster 1 yang berfokus pada langkah promotif, preventif, kesehatan ibu dan anak, sanitasi, serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Edukasi Interaktif Lewat Game, Puzzle, dan QR Code

Setiap Posyandu menerima Booth POSEDIGI yang dilengkapi Smartbox berisi materi pencegahan stunting, anemia, hipertensi, diabetes melitus, hingga PHBS. Fasilitas ini memuat spinner serta kartu pertanyaan interaktif.

Panitia juga menyediakan media visual Isi Piringku berbentuk piring dan puzzle kelompok makanan. Ibu-ibu serta anak-anak dapat menyusun langsung menu gizi seimbang saat berkunjung ke Posyandu.

Pemanfaatan teknologi turut menjadi keunggulan program ini. Warga cukup memindai QR Code menggunakan ponsel untuk mengakses gim edukasi dan beragam materi digital. Fasilitas ini lengkap dengan stiker panduan SOP Senam Hipertensi dan Diabetes.

Rancangan Program Berkelanjutan

Ketua KKN Mahasiswa Umtas Talagasari B, Rijal Rizki Fauzi, mengonfirmasi bahwa POSEDIGI dirancang agar dapat dipergunakan secara berkelanjutan oleh para kader Posyandu.

“Kami ingin membuat media yang menarik tapi juga fungsional. Makanya kami gabungkan edukasi Kesehatan dengan permainan dan digital. Harapannya POSEDIGI tetap dipakai kader setelah kami selesai melaksanakan KKN,” kata Rijal, Minggu (16/8/2026).

Rijal menambahkan bahwa pembuatan media ini mendapatkan bimbingan teknis langsung dari Puskesmas Kawalu agar materi sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat.

“Kolaborasi ini bersama Puskemas Kawalu menjadi bagian penting untuk memastikan progam POSEDIGI tidak hanya menarik, tetapi juga dapat termanfaatkan secara tepat dalam kegiatan kesehatan di Posyandu,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa program ini mendukung Gerakan Masyarakat Sehat (Gema) milik Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Apresiasi Akademisi terhadap Inovasi Kesehatan Akar Rumput

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Umtas, Ns. Mardiana Moch. Ramdan, mengapresiasi terobosan dari para mahasiswanya.

“Ini contoh, bahwa mahasiswa itu harus bisa kreatif dan berinovasi keilmuannya guna menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat. Kuncinya bukan hanya membuat program, tapi memastikan POSEDIGI terus hidup dan bermanfaat bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” kata Mardiana, Minggu (16/8/2026).

Mardiana menyebut pendekatan visual dan permainan digital mengubah pola edukasi kesehatan yang tadinya kaku menjadi lebih menyenangkan.

“Melalui POSEDIGI, edukasi tidak harus kaku dan satu arah. Lewat permainan, visual, dan teknologi digital, sehingga warga bisa berdiskusi sambil bermain dan lebih mudah mengingat pesan kesehatan,” ucapnya.

Kehadiran POSEDIGI di Posyandu Mekarjaya, Melati A, Flamboyan, dan Lavender memberikan sarana baru bagi kader Posyandu untuk meningkatkan kesadaran hidup sehat masyarakat sejak dari level akar rumput.

(Seda)

Semarak Jalan Sehat HUT RI ke-81 di Desa Sukamaju Ciamis

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot : Warga RW 01 Desa Sukamaju saat mengikuti jalan sehat dalam rangka HUT RI

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Ratusan warga RW 01 Desa Sukamaju, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, memadati rute jalan sehat untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (16/8/2026).

Masyarakat dari empat RT di lingkungan RW 01 tampil kompak menyusuri rute sepanjang kurang lebih 6 kilometer.

Baca Juga: Airnya Jernih dan Suasananya Sejuk, Jembatan Merah Cimaragas Jadi Destinasi Favorit Warga Ciamis

Ketua RW 01, Iwan Ridwan, mengonfirmasi bahwa panitia secara khusus mencetak hingga 1.500 tiket untuk menampung antusiasme warga yang begitu tinggi.

“Ini dalam rangka memperingati HUT RI yang ke-81 diselenggarakan di tingkat RW 01, Dusun Desa Sukamaju,” kata Iwan, Minggu (16/8/2026).

Rute 6 Kilometer Melintasi Wilayah Perbatasan Desa

Iwan menjelaskan bahwa dari total 220 Kepala Keluarga (KK) di RW 01, hampir seluruhnya turun ke jalan meramaikan kegiatan peringatan kemerdekaan ini.

“Rute jalan sehat dimulai dari Lapang Voli RW 01. Selanjutnya peserta berjalan menuju kawasan Ciaren hingga mendekati perbatasan Desa Baregbeg. Setelah itu, peserta kembali menuju titik awal. Jaraknya kurang lebih 6 kilometer,” ucapnya.

UMKM dan Donatur Kucurkan 185 Hadiah Menarik

Selain berolahraga dan menjaga kebugaran tubuh, para peserta juga berkesempatan membawa pulang ratusan doorprize. Panitia menyediakan sekitar 185 item hadiah yang bersumber dari swadaya warga, donatur, serta pelaku UMKM lokal.

“Sejumlah UMKM di RW 01 ikut menyumbangkan produk maupun voucher untuk hadiah peserta. Dukungan itu datang dari berbagai usaha, mulai dari warung, penjual makanan, konter hingga jasa pangkas rambut,” jelas Iwan.

Dukungan finansial dan barang tidak hanya mengalir dari warga setempat, melainkan juga dari simpatisan luar daerah yang peduli pada kekompakan warga Desa Sukamaju.

“Memang banyak donatur dari RW 01 dan luar daerah. UMKM yang ada di desa, khususnya di RW 01, juga ikut menyumbang,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)