spot_imgspot_img
Rabu 8 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 219

Polisi Bongkar Peredaran Obat Keras Ilegal di Jalur Wisata Rancabuaya Garut

0
Garut, FOKUSJabar.id
Keterangan Foto: Jajaran Polsek Caringin Polres Garut membongkar praktik peredaran obat keras ilegal di kawasan wisata Jalur Lintas Selatan Rancabuaya, Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, Kamis (29/1/2026).

GARUT,FOKUSJabar.id: Jajaran Polsek Caringin, Polres Garut ungkap berhasil mengungkap aktivitas peredaran obat keras ilegal. Pengungkapan tersebut dilakukan di Jalur Lintas Selatan (JLS) Rancabuaya, Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, Kamis (29/1/2026).

Penggerebekan ini berawal dari laporan masyarakat yang resah dengan maraknya transaksi obat keras tanpa izin yang beredar secara terselubung menggunakan sistem cash on delivery (COD). Lokasi transaksi kerap berpindah dan menyasar area publik di sekitar jalur wisata.

Baca Juga: Kemendagri dan Pemkab Garut Gelar Seminar Nationalism Goes to School

Kapolsek Caringin IPDA Indra Koncara menjelaskan, pihaknya segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan penyelidikan intensif di lapangan.

“Setelah menerima informasi dari warga, kami langsung melakukan pengamatan dan penyelidikan hingga akhirnya mengamankan pelaku di lokasi yang mencurigakan,” kata Indra.

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan seorang pria berinisial H.M. (31) di sebuah warung yang berada di sepanjang Jalan Raya Lintas Selatan Rancabuaya. Berdasarkan identitasnya, tersangka berasal dari Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.

Dari tangan H.M., polisi menyita ribuan butir obat keras berbagai jenis yang diduga siap diedarkan. Polisi mengamankan total barang bukti mencapai sekitar 12.316 butir, dengan rincian sebagai berikut:

  • Tramadol sebanyak 3.908 butir
  • Hexymer sebanyak 4.000 butir
  • Trihexyphenidyl sebanyak 1.256 butir
  • DMP (Dextromethorphan) sebanyak 3.152 butir, terdiri dari tiga paket besar dan 38 klip kecil

Saat ini, tersangka beserta seluruh barang bukti telah Polisi amankan di Mapolsek Caringin untuk menjalani pemeriksaan awal. Selanjutnya, penanganan perkara akan dilimpahkan ke Satuan Reserse Narkoba Polres Garut guna pengembangan dan pendalaman jaringan peredaran.

“Pelaku dan barang bukti akan kami serahkan ke Satresnarkoba Polres Garut agar proses hukum dapat berjalan secara menyeluruh,” tegas IPDA Indra Koncara.

Pihak kepolisian juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas keberanian dan kepeduliannya dalam melaporkan aktivitas mencurigakan. Polisi mengimbau warga untuk terus berperan aktif dalam memberikan informasi demi mencegah peredaran gelap obat keras dan narkoba di wilayah Kabupaten Garut.

(Y.A. Supianto)

Pasca-Longsor Cisarua KBB, KLH Perketat Pengawasan Lereng di Jawa Barat

0
Longsor
Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH, Rasio Ridho Sani

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memperketat kesiapsiagaan dan penegakan hukum untuk mencegah bencana tanah longsor yang lebih parah di wilayah Cisarua dan Lembang Kabupaten Bandung Barat (KBB) Jawa Barat.

Hal itu di lakukan menyusul terjadinya longsor di Kampung Pasirkuning dan Pasirkuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua serta Kampung Sukadami Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang pada Sabtu 24 Januari 2026 lalu.

Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH, Rasio Ridho Sani menekankan, kementerian tidak hanya fokus pada penanganan dampak bencana. Tetapi juga menindak tegas pelanggaran yang berpotensi meningkatkan risiko longsor.

“Kami sedang melakukan pengawasan intensif di lokasi berisiko tinggi. Jika di temukan pelanggaran terkait tata ruang atau kegiatan yang berpotensi memperparah bencana, kami akan menindak tegas sesuai peraturan,” kata Rasio Ridho Sani di Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), Kamis (29/1/2026).

Rasio menyebut, meningkatnya aktivitas masyarakat di kawasan lereng dan wilayah atas menjadi salah satu faktor utama meningkatnya risiko bencana. Terutama di tengah dampak perubahan iklim dan curah hujan tinggi.

“Semakin banyak aktivitas di atas, padahal itu berisiko tinggi. Perubahan iklim juga bisa memicu terjadinya bencana,” katanya.

Baca Juga: Jamkrida Jabar Bantu Warga Terdampak Longsor Cisarua KBB

Pihaknya menemukan indikasi pemanfaatan lereng yang tidak sesuai peruntukan. Seperti penggunaan lahan miring untuk kegiatan hortikultura.

“Kami melihat ada lerengan yang seharusnya tidak di gunakan untuk hortikultura. Itu akan kami teliti dan buatkan rekomendasi. Tidak hanya di sini, tetapi di seluruh wilayah yang berisiko tinggi,” jelasnya.

Rasio mengungkapkan, langkah serupa telah di terapkan pada tahun lalu di DAS Ciliwung, Bekasi, Bogor dan Jakarta. Selain penegakan hukum, KLH bekerja sama dengan ITB untuk melakukan kajian lanskap di wilayah terdampak.

“Langkah pengawasan ini juga melibatkan kementerian lain. Terutama di wilayah yang sedang mengalami pembangunan. Tujuannya adalah memastikan kepatuhan terhadap tata ruang dan mengurangi risiko yang meningkat akibat perubahan iklim,” ungkapnya.

KLH juga telah mengidentifikasi beberapa wilayah rawan lainnya. Termasuk DAS Citarum dan Ciliwung di Jawa Barat serta lokasi di Jawa Tengah dan Bali sebagai fokus kajian dan pengawasan.

Baca Juga:Bantu Korban Longsor Cisarua KBB, Pemkot Bandung Siapkan Relawan dan Logistik

“Dari hasil asesmen lingkungan, KLH akan menyiapkan rekomendasi terkait perubahan tata ruang, upaya pencegahan bencana, pengawasan berkelanjutan dan penindakan terhadap pelanggar peraturan,” ujarnya.

Dengan langkah-langkah tersebut, Rasio berharap risiko bencana tanah longsor dapat di minimalisir. Sementara aktivitas pembangunan tetap berlangsung sesuai aturan, menjaga keselamatan warga di wilayah rawan.

Pakar Geologi Longsoran Institut Teknologi Bandung (ITB), Imam Achmad Sadisun menjelaskan, longsor memiliki berbagai jenis dan dapat terjadi di mana saja. Tergantung kondisi geologi dan lingkungan.

“Longsor itu banyak jenisnya. Yang terjadi di Cisarua merupakan longsor jenis aliran atau aliran lumpur,” kata Imam.

Menurutnya, longsor jenis aliran biasanya berasal dari material di wilayah yang lebih tinggi dan bergerak cepat ke bawah saat di picu hujan lebat.

“Yang terdampak biasanya kaget karena berada di jalur aliran material. Aliran ini bisa membawa lumpur, batu, hingga pohon ke wilayah permukiman,” katanya.

(Yusuf Mugni)

Polres Banjar dan Pemkot Optimalkan Lahan Bantaran Sungai untuk Tanam Jagung Hibrida

0
Banjar , FOKUSJabar.id
Caption: Wali Kota Banjar Sudarsono dan Kapolres Banjar AKBP Tyas Puji Rahadi menanam jagung

BANJAR,FOKUSJabar.id: Lahan seluas sekitar 2.000 meter persegi di bantaran Sungai Citanduy, Desa Raharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, yang sebelumnya jarang dimanfaatkan, kini mulai berfungsi sebagai lahan pertanian produktif untuk mendukung ketahanan pangan daerah.

Pemanfaatan lahan tersebut beriringan dengan penanaman jagung hibrida secara serentak yang melibatkan unsur Forkopimda, aparat kecamatan, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta masyarakat setempat. Wali Kota Banjar Sudarsono bersama Kapolres Banjar AKBP Tyas Puji Rahadi memimpin langsung kegiatan ini, sebagai simbol komitmen bersama dalam memperkuat sektor pertanian lokal.

Baca Juga: SMAN 1 Banjar Perkenalkan Perguruan Tinggi Lewat Education Fair Campus

Proses penanaman berlangsung dalam suasana gotong royong. Aparat dan warga tampak bahu-membahu menanam dan menabur benih jagung. Kegiatan yang mencerminkan semangat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengoptimalkan lahan tidur.

Kapolres Banjar AKBP Tyas Puji Rahadi menegaskan, program ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Program ini bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani.

“Kami hadir langsung untuk memastikan petani mendapat pendampingan. Sehingga lahan yang ada pengelolaannya bisa secara optimal dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya, Kamis (29/1/2026).

Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan delapan program prioritas Polri. Khususnya dalam pemanfaatan lahan tidak produktif, pendampingan sektor pertanian, serta penguatan ekonomi perdesaan. Sinergi antara Polres Banjar, Kementerian Pertanian, dan Pemerintah Daerah menjadi kunci agar program berjalan efektif dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Tyas menilai langkah ini dapat menjadi model kolaborasi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun pertanian produktif di Kota Banjar. Ia berharap inisiatif serupa dapat direplikasi di wilayah lain di Jawa Barat sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan berbasis lokal.

(Agus)

Pemkot Bandung Waspada Ancaman Longsor Gunung Manglayang

0
Pemkot bandung Gunung Manglayang fokusjabar.id
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemkot Bandung Jawa Barat (Jabar) fokus terhadap Kawasan Bandung Utara (KBU). Khususnya wilayah Gunung Manglayang yang merupakan daerah paling rawan terhadap potensi bencana longsor di tengah ancaman cuaca ekstrem.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, kawasan Gunung Manglayang menjadi titik yang paling mengkhawatirkan. Bagaimana tidak, jaraknya yang sangat dekat dengan permukiman warga.

BACA JUGA:

Antisipasi Gejolak Pembangunan BRT Bandung Raya, Farhan Prioritaskan Penataan PKL dan Parkir

“KBU yang paling mengkhawatirkan. Terus terang, yang paling tegang sekarang itu Gunung Manglayang,” kata Farhan, Kamis (29/1/2026).

Menurutnya, untuk mengantisipasi risiko tersebut, Pemkot Bandung saat ini tengah melakukan penataan dan pengamanan wilayah di tiga kecamatan yang berada di kaki Gunung Manglayang. Yakni, Ujungberung, Mandalajati dan Cibiru.

“Kita sedang berbenah di wilayah Kecamatan Cibiru, Mandalajati dan Ujungberung,” katanya.

Farhan menjelaskan, ketiga kecamatan tersebut berperan sebagai zona penyangga atau buffer antara kawasan pegunungan dan wilayah permukiman.

Karena itu, Pemkot Bandung berupaya memastikan seluruh Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan tersebut tetap terjaga.

“Kita ingin memastikan semua buffer yang kita punya benar-benar terjaga. Kita sudah membeli dan membuka banyak RTH di Mandalajati dan Cibiru. Itu harus di pastikan pohonnya terjaga. Tidak di tebang atau di gusur,” jelasnya.

Farhan menegaskan, tidak ada alih fungsi lahan di kawasan tersebut. Bahkan, dalam dua tahun terakhir, Pemkot Bandung justru menambah luasan RTH. Khususnya di wilayah Cibiru dan Mandalajati.

BACA JUGA:

50 Korban Longsor Cisarua KBB Ditemukan

“Tidak ada alih fungsi lahan. Sejak dua tahun lalu kita justru menambah RTH. Penanaman di arahkan ke sana sejak zaman Pak Koswara dan Mang Oded,” ucapnya.

Meski sebagian RTH di gunakan sebagai area pemakaman. Namun vegetasi tetap di pertahankan.

Frahan mengakui, pohon-pohon yang ada masih relatif muda. Namun tetap berfungsi sebagai penahan alami.

Terkait potensi longsor, kawasan Manglayang harus mendapatkan kewaspadaan lebih tinggi di banding wilayah lainnya.

“Kalau Manglayang, iya. Kita harus lebih khawatir karena jarak titik kritis dengan wilayah permukiman warga Kota Bandung sangat dekat,” ungkapnya.

Selain penguatan RTH sebagai buffer alami, pihaknya juga menunggu pelaksanaan modifikasi cuaca yang di koordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai bagian dari upaya mitigasi tambahan.

“Insya Allah cukup. Di tambah kita juga sedang menunggu jadwal modifikasi cuaca. Modifikasi cuaca ini di koordinasikan oleh BNPB,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Dukung Ketahanan Pangan, Polres Pangandaran Tanam Jagung

0
Polres Pangandaran ketahanan pangan fokusjabar.id
Dukung program ketahanan pangan, Polres Pangandaran Tanam Jagung

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Polres Pangandaran Polda Jabar terus berkomitmen mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan lahan pertanian produktif seluaas 11 hektare.

Dari luas lahan tersebut, masing-masing Polsek mendapat lahan garapan seluas 1 hektare.

BACA JUGA:

Aktivis Walhi Soroti Dugaan Pencemaran Limbah Hotel di Pangandaran

Satuan Lalu Lintas Polres Pangandaran turut mengelola lahan seluas 2 hektare di Dusun Ciawitali Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang.

Kasat Lantas Polres Pangandaran, AKP Yudi Risnandar mengatakan, penanaman jagung merupakan dukungan terhadap program ketahanan pangan dan pemanfaatan lahan produktif.

Menurut Dia, penanaman jagung di rencanakan pada kuartal I tahun 2026 dengan target panen pada bulan Mei.

“Panen raya di perkirakan mencapai 44 ton,” kata Yudi, Kamis (29/1/2026).

YUdi menyebut, penanaman Jagung dilaksanakan secara serentak dan terintegrasi melalui sarana daring sebagai bagian dari pelaksanaan program ketahanan pangan Polri di seluruh wilayah.

Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari turut mengikuti rangkaian kegiatan Penanaman langsung di lahan jagung milik Satlantas Polres Pangandaran.

BACA JUGA:

Catatan Kriminal Sepanjang 2025 di Polres Pangandaran

“Kami ingin memberikan kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat peran Polri dalam mendukung pembangunan pertanian dan kesejahteraan masyarakat,” singkat Kapolres.

(Sajidin)

Alfeandra Dewangga Lontarkan Ungkapan Berkelas Soal Layvin Kurzawa

0
Alfreanda Dewangga fokusjabar.id
Alfreanda Dewangga (foto: Arif)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Bek kiri Persib Bandung, Alfeandra Dewangga (Dewa) menyambut hangat bergabungnya pemain Prancis, Layvin Kurzawa yang pernah memperkuat AS Monaco dan Paris Saint-Germain (PSG).

Menurut Dewangga, meski berposisi sama (bek kiri) namun tidak merasa khawatir tersisihkan. Justru Dia menganggap kedatangan Kurzawa akan menghadirkan hal positif.

BACA JUGA:

Meski Tak Dibawa ke Solo, Layvin Kurzawa Tetap Berlatih

Baginya, Kurzawa bukan sekadar tambahan tenaga. Melainkan sosok yang bisa dijadikan teman bertukar pengalaman.

“Kalau saya sih sebagai pemain, (kedatangan Kurzawa) bagus buat kedalaman tim. Apalagi saya juga bisa banyak belajar darinya,” ujar Dewangga.

Mengenai persaingan mendapatkan tempat utama di posisi bek kiri yang kini semakin ketat, pemain yang pernah membela Tim Nasional Indonesia ini mengaku tidak merasa terbebani.

Layvin Kurzawa Persib fokusjabar.id
Layvin Kurzawa (foto: Media officer Persib)

Dewa menegaskan, prioritas utama adalah kepentingan tim. Bukan persaingan individu.

Dia menyerahkan sepenuhnya keputusan pemilihan starter kepada tim pelatih.

BACA JUGA:

Layvin Kurzawa Gabung Persib Bandung, Ini Komentar Andrew Jung

Dewa berkomitmen akan selalu memberikan performa maksimal dalam setiap kesempatan. Baik saat latihan maupun pertandingan.

“Enggak merasa tersaingi. Tergantung pelatih. Siapapun yang dijadikan starter, ya harus 100 persen buat Persib bandung,” pungkasnya.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, pemain Maung Bandung, Eliano Reijnders menyatakan, Dia seiap merumput kontra Persis Solo pada laga pekan ke-19 Super League 2025/2026 di Stadion Manahan Solo, Sabtu (31/1/2026).

Eliano Reijnders memastikan kondisi fisiknya dalam keadaan prima dan siap bertanding.

Dia harus absen pada pertandingan melawan PSBS Biak karena harus menjalani hukuman larangan bertanding akibat akumulasi kartu kuning.

“Minggu lalu saya tidak bermain. Jadi, saya punya waktu istirahat lebih banyak. Saya bugar,” kata Eliano Reijnders.

(Bambang Fouristian)

Kondisi Eliano Reijnders Bugar dan Siap Hadapi Persis Solo

0
Eliano Reijnders fokusjabar.id
Eliano Reijnders (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemain Maung Bandung, Eliano Reijnders menyatakan, Dia seiap merumput kontra Persis Solo pada laga pekan ke-19 Super League 2025/2026 di Stadion Manahan Solo, Sabtu (31/1/2026).

Eliano Reijnders memastikan kondisi fisiknya dalam keadaan prima dan siap bertanding.

BACA JUGA:

Meski Tak Dibawa ke Solo, Layvin Kurzawa Tetap Berlatih

Dia harus absen pada pertandingan melawan PSBS Biak karena harus menjalani hukuman larangan bertanding akibat akumulasi kartu kuning.

“Minggu lalu saya tidak bermain. Jadi, saya punya waktu istirahat lebih banyak. Saya bugar,” kata Eliano Reijnders.

Anggota skuad Tim Nasional Indonesia ini memastikan, ia dan rekan-rekannya akan bekerja keras untuk bisa meraih hasil maksimal.

Dia juga mengaku tidak memikirkan posisi Persis Solo yang saat ini berada di dasar klasemen.

BACA JUGA:

Layvin Kurzawa Gabung Persib Bandung, Ini Komentar Andrew Jung

“Di liga ini segalanya mungkin terjadi. Kami harus tetap fokus, bermain sebagai tim dan memenangkan pertandingan,”pungkasnya.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, pemain anyar Persib Bandung, Layvin Kurzawa sudah berlatih bersama tim pada sesi latihan di Lapangan Pendamping Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung Jawa Barat (Jabar), Rabu (28/1/2026).

Pada sesi latihan tersebut, pemain yang berposisi sebagai bek kiri ini hanya menjalani latihan ringan. Lantaran, dia baru ikut berlatih setelah resmi di kenalkan sebagai rekrutan anyar.

Pemain berpaspor Prancis ini berlatih bersama pada saat pemanasan. Namun setelah itu, Layvin Kurzawa langsung menjalani latihan untuk memulihkan kebugaran secara mandiri.

Pelatih Persib, Bojan Hodak menuturkan, Layvin Kurzawa belum di siapkan unuk laga terdekat kontra Persis Solo. Pasalnya belum mencapai tingkat kebugaran yang diharapkan.

(Bambang Fouristian)