CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kemarau panjang melanda Kabupaten Ciamis Jawa barat (Jabar). Sawah mengering, sumur warga mulai surut. Warga pun menggelar salat istisqa berjamaah untuk meminta hujan.
Langit Ciamis yang terik tak menyurutkan langkah sekitar 5.000 jemaah dari berbagai kalangan menundukkan kepala, memanjatkan doa di Alun-alun Kamis (8/10/2026) pagi.
Mereka datang dengan satu harapan yang sama memohon hujan turun di tengah kemarau panjang yang melanda.
BACA JUGA:
Kemarau Panjang, Karhutla di Ciamis Melanda 44 Desa
ASN, santri, pelajar, ibu-ibu pengajian, petani hingga pegawai BUMN/BUMD duduk bersaf di lapangan mengikuti Salat Istisqa tingkat Kabupaten Ciamis 1448 H / 2026 M.
Salat Istisqa yang di inisiasi Pemkab Ciamis bersama MUI dan Kemenag ini tak hanya di gelar di alun-alun. Pada saat bersamaan, warga di tingkat kecamatan hingga desa dan kelurahan di seluruh Ciamis juga di imbau untuk menggelarnya.
Suasana khusyuk menyelimuti alun-alun saat KH. Saeful Ujun, Ketua MUI Kabupaten Ciamis, naik sebagai khatib dan KH. Bukhori Muslim sebagai imam.
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya mengatakan, salat ini menjadi pengingat bahwa manusia tak berdaya di hadapan kekuasaan Allah.
“Teknologi boleh berkembang, ilmu pengetahuan semakin maju, tetapi pada akhirnya kita tetap menyadari bahwa segala sesuatu berada dalam kekuasaan Allah SWT. Hujan adalah rahmat yang tidak bisa di ciptakan manusia,” ucap Herdiat.
Di hadapan ribuan jemaah, Herdiat mengajak warga tidak hanya berdoa, tetapi juga berbenah. Ia meminta warga menjaga mata air, menanam pohon, tidak membuang sampah sembarangan dan menggunakan air secara bijak.
Yang tak luput dari doa adalah para petani. Bupati secara khusus mendoakan petani dan masyarakat yang hidupnya bergantung pada air.
“Kita mendoakan saudara-saudara kita, khususnya para petani. Semoga mereka di berikan kekuatan, kesabaran, dan kemudahan dalam menghadapi kondisi yang ada,” katanya.
Bagi Bupati Ciamis, Salat Istisqa itu harus menjadi momentum taubat bersama.
“Mari kita introspeksi, mungkin masih banyak kesalahan dan kekhilafan yang kita lakukan, baik sebagai pribadi maupun sebagai masyarakat,” ajaknya.
BACA JUGA:
Kemarau Panjang di Ciamis Meluas, 53 Ribu Jiwa di 74 Desa Kini Butuh Air Bersih
Usai salat, Pemkab Ciamis memastikan akan terus bergerak menangani dampak kekeringan. Terutama pemenuhan air bersih bagi masyarakat dan penyelamatan sektor pertanian.
Dengan khusyuk, ribuan warga melaksanakan salat istisqa atau salat meminta hujan.
Salat sunnah ini di laksanakan sebagai bentuk ikhtiar dan doa kepada Allah SWT di tengah kemarau panjang yang melanda dan mengakibatkan kekeringan serta gagal panen.
Melalui salat istisqa ini, warga berharap Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa berkah serta menjauhkan dari segala musibah kekeringan.
(Mia)



