TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Bulutangkis PBSI Jawa Barat 2026 resmi berakhir di GOR Susi Susanti, Komplek Olahraga Dadaha, Kota Tasikmalaya, Sabtu (24/10/2026) sore.
Sebanyak 290 atlet terbaik dari berbagai kota dan kabupaten se-Jawa Barat telah bersaing sengit sejak 19 hingga 24 Oktober 2026.
Baca Juga: Polres Tasikmalaya Salurkan Bantuan untuk Keluarga Nelayan Korban Kecelakaan Laut
Ketua Umum PBSI Jawa Barat, Akhmad Wiyagus, menutup langsung ajang bergengsi ini bersama Sekda Kota Tasikmalaya H. Asep Goparullah serta Ketua PBSI Kota Tasikmalaya Ajat Sudrajat.
Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa Kejurprov PBSI Jabar bukan sekadar kompetisi tahunan. Kejuaraan ini menjadi batu loncatan penting bagi para atlet muda menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas).
“Kejurprov ini adalah pintu masuk untuk mengantarkan atlet menuju Kejurnas. Kami ingin kejuaraan ini menjadi ajang untuk menumbuhkan kepercayaan diri para atlet, mengasah mental bertanding, dan melahirkan atlet-atlet berprestasi yang akan mengharumkan nama Jawa Barat di tingkat nasional maupun dunia,” kata Akhmad Wiyagus, Sabtu (24/10/2026).
Kota Bandung dan KBB Sapu Bersih Gelar Juara
Kontingen Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendominasi penuh ajang Kejurprov kali ini. Kedua daerah berhasil menyabet gelar juara pada hampir seluruh nomor pertandingan.
Sementara itu, kontingen tuan rumah Kota Tasikmalaya harus gigit jari karena belum berhasil meraih trofi utama. Ketua PBSI Kota Tasikmalaya, Ajat Sudrajat, menjadikan hasil ini sebagai bahan evaluasi besar.
“Kami bersyukur Kejurprov bisa terselenggara dengan lancar di Kota Tasikmalaya, tapi untuk prestasi, kontingen Kota Tasikmalaya belum mampu meraih pencapaian terbaik, ini menjadi catatan dan evaluasi besar bagi pengurus PBSI Kota Tasikmalaya kedepan,” tegas Ajat.
Ajat mendesak Pemkot untuk memperhatikan ketersediaan fasilitas olahraga. Pihaknya membutuhkan Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) permanen serta GOR yang lebih representatif demi mencetak atlet berprestasi.
“Kita butuh Pusdiklat yang permanen dan GOR yang lebih representatif. Kalau fasilitas memadai, pembinaan atlet akan lebih terfokus dan merata, dan insyaallah prestasi pun akan mengikuti,” ucap Ajat.
Para pemenang Kejurprov PBSI Jabar 2026 ini mengunci tiket resmi untuk mewakili Jawa Barat pada panggung Kejurnas Bulutangkis mendatang.
(Seda)



