spot_imgspot_img
Jumat 17 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 2

Hari Koperasi Ciamis 2026 Hadirkan Bazar Sembako Murah, Jalan Sehat dan UMKM Lokal

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot : Kegiatan yang akan dilaksanakan dalam peringatan hari Koperasi

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Panitia peringatan Hari Koperasi di Kabupaten Ciamis menyiapkan berbagai kegiatan meriah yang berpusat di halaman Sekretariat Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Salah satu agenda unggulannya adalah bazar sembako murah hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Ciamis dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Melalui gelaran ini, masyarakat setempat bisa membawa pulang kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di bawah harga pasar.

Baca Juga: Lentera Menara Solusi Kreatif Menuju Koperasi Sehat dan Berkualitas

Acara Bazar Koperasi dan UMKM tersebut akan berlangsung selama dua hari penuh, mulai Sabtu (18/7/2026) hingga Minggu (19/7/2026).

Pada hari pertama, Sabtu (18/7/2026), panitia tidak hanya membuka bazar murah. Tetapi juga menggelar ajang fashion hijab di dalam Gedung Dekopinda. Acara ini khusus memamerkan aneka produk kerudung hasil kreativitas para pelaku UMKM lokal.

Sementara itu, puncak kemeriahan akan bergulir pada Minggu (19/7/2026) melalui kegiatan jalan sehat untuk masyarakat umum. Panitia pun sudah menyiapkan berbagai hadiah menarik dan istimewa bagi para peserta yang beruntung.

“Panitia kegiatan acara itu dari Dekopinda Ciamis,” kata Kabid Koperasi Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Kabupaten Ciamis, Dini Kusliani, Jumat (17/7/2026).

Dini menjelaskan bahwa rangkaian acara ini bertujuan untuk mengenalkan koperasi secara lebih luas kepada khalayak ramai. Sekaligus menjadi wadah silaturahmi bagi warga masyarakat.

“Mari ikuti kegiatan dalam rangka hari Koperasi itu dengan datang ke lokasi acara. Kemudian bagi yang mengikuti jalan sehat selain bisa membawa hadiah bagi yang menang juga bisa berbelanja kebutuhan sembako di bawah harga pasar,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

Gabriel Mutombo Langsung Betah di Persib Bandung, Sebut Suasana Tim Seperti Satu Keluarga

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Foto: Bek tengah Persib Bandung, Gabriel Mutombo. (Arif)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Bek tengah anyar Persib Bandung, Gabriel Mutombo, mengaku langsung merasa nyaman setelah bergabung dengan skuad Maung Bandung demi menyambut kompetisi musim 2026/2027.

Pemain asal Prancis ini menilai atmosfer internal tim sangat positif. Hubungan antarpemain pun terjalin sangat erat layaknya keluarga, meskipun Persib saat ini mendatangkan banyak wajah baru.

Baca Juga: Soal Frans Putros, Igor Tolic: Kami Sudah Coba Segalanya

“Sangat bagus. Intensitasnya bagus, semua pemain bagus dan ruang ganti (suasananya) seperti satu keluarga,” kata Gabriel Mutombo usai melakoni sesi latihan.

Mantan pemain akademi Olympique Lyon ini menjelaskan bahwa kenyamanan di dalam tim menjadi modal yang amat krusial. Terlebih lagi, Persib Bandung bakal menghadapi jadwal pertandingan yang sangat padat sepanjang musim ini.

“Jadi, ini sangat bagus untuk masa depan, untuk musim ini,” jelas pemain yang kini menginjak usia 30 tahun tersebut.

Manajemen Maung Bandung sendiri merekrut Gabriel Mutombo dengan durasi kontrak selama satu tahun. Kehadirannya memikul misi penting untuk memperkokoh tembok pertahanan Persib.

Bagi para Bobotoh, sosok Mutombo sebenarnya sudah tidak asing lagi. Pasalnya, sang bek sempat membela Ratchaburi FC pada musim 2025/2026.

Ia bahkan pernah berduel langsung melawan Persib Bandung saat kedua tim bentrok di babak 16 besar AFC Champions League Two.

Sebelum memutuskan berkarier di Asia, Mutombo memiliki rekam jejak yang panjang di kompetisi Eropa. Ia menempa ilmu sepak bolanya di akademi salah satu raksasa Prancis, Olympique Lyon.

Setelah itu, ia juga sempat memperkuat sejumlah klub benua biru. Di antaranya Angers SCO dan Troyes di Prancis, Botoșani di Rumania, serta Chania di Yunani.

(Arif)

35 Nomor Pertandingan Porprov XV Jabar 2026 Terancam Batal akibat Minim Dana Hibah

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) Porprov XV Jabar mengungkap kondisi darurat ini dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Pelaksanaan Porprov XV Jabar.

BANDUNG FOKUSJabar.id: Sebanyak 35 nomor pertandingan pada 35 cabang olahraga terancam gagal meramaikan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat tahun 2026.

Krisis ini mencuat menyusul sangat minimnya dana hibah yang KONI Kota/Kabupaten terima untuk memberangkatkan para atlet terbaik mereka. Padahal, para atlet tersebut sudah mengantongi tiket resmi setelah lolos dari babak kualifikasi.

Baca Juga: TI Jabar Gembleng 160 Penguji Daerah, Perkuat SDM demi Pertahankan Prestasi Taekwondo Nasional

Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) Porprov XV Jabar mengungkap kondisi darurat ini dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Pelaksanaan Porprov XV Jabar. Pertemuan tersebut berlangsung di Aula KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Jumat (17/7/2026).

Dalam agenda tersebut, jajaran pengurus memaparkan berbagai tahapan persiapan yang sedang berjalan sekaligus membedah sejumlah kendala krusial di lapangan.

“Salah satunya yakni terkait nomor pertandingan yang terancam batal digelar karena tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan pada peraturan Porprov XV Jabar. Ada sekitar 35 nomor di 35 cabang olahraga yang terancam tidak dipertandingkan,” kata Ketua Panwasrah Porprov XV Jabar, Andrian Tejakusuma usai pelaksanaan rakor, Jumat (17/7/2026).

Andrian menjelaskan bahwa 35 nomor tanding tersebut saat ini hanya memiliki kurang dari empat daerah peserta. Aturan resmi Porprov XV Jabar sendiri mengamanatkan sebuah nomor pertandingan baru bisa berjalan jika minimal diikuti oleh empat atlet dari daerah yang berbeda.

Tidak ada Dukungan Dana yang Cukup di TIngkat Kabupaten dan Kota

Masalah utama muncul karena pihak pemerintah daerah tidak memberikan dukungan dana yang cukup kepada KONI di tingkat kota dan kabupaten. Akibatnya, pengurus daerah terpaksa memangkas jumlah kontingen mereka.

Padahal, para atlet ini memegang hak penuh untuk membela daerah masing-masing di pesta olahraga terbesar se-Tanah Pasundan tersebut.

“Karena dana hibah yang diperoleh KONI Kota/Kabupaten itu minim untuk keikutsertaan di Porprov XV Jabar, sehingga mereka hanya sedikit mengirimkan atletnya. Bahkan ada beberapa daerah yang mendapatkan bantuan dana hibah dari pemerintah daerahnya itu hanya di ratusan juta untuk keikutsertaan di Porprov XV Jabar,” Andrian menerangkan.

Menyikapi situasi sulit ini, Panwasrah Porprov XV Jabar langsung bergerak cepat. Mereka berembug bersama seluruh perwakilan KONI kota/kabupaten serta pengurus provinsi cabang olahraga untuk merumuskan jalan keluar terbaik.

Hasil rakor menyepakati sebuah langkah taktis, yakni melakukan adendum atau perubahan resmi pada peraturan batas minimal peserta.

“Kita semua sepakat untuk mengubah syarat minimal peserta di nomor pertandingan Porprov XV Jabar menjadi tiga daerah. Selain itu, kita menunggu surat imbauan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Pak Sekda terkait pengajuan anggaran di ABT. Serta kemungkinan belanja langsung melalui dinas terkait di masing-masing daerah. Semoga dengan solusi ini, Porprov XV Jabar bisa berjalan dengan lancar dan sukses. Terlebih dapat melahirkan atlet potensial Jabar untuk PON XXII tahun 2028,” tegas Andrian.

Sebagai informasi, tiga wilayah bersinergi menjadi tuan rumah utama Porprov XV Jabar 2026. Yakni Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Depok.

Selain itu, Kota Bandung, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Sumedang juga ikut menyokong sebagai tuan rumah pendamping. Secara keseluruhan, ajang bergengsi ini menjadwalkan 1.156 nomor pertandingan yang tersebar di 92 disiplin cabang olahraga.

(Ageng)

PPDB Bandung 2026 Berakhir, Seluruh Sekolah Negeri Penuh, Ribuan Siswa Beralih ke Swasta

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung Asep Saeful Gufron (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Proses Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Bandung untuk tahun ajaran 2026/2027 telah resmi berakhir. Seluruh daya tampung sekolah negeri di Kota Kembang kini sudah terisi penuh tanpa menyisakan ruang kelas kosong.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, memastikan kondisi tersebut untuk seluruh jenjang pendidikan mulai dari TK, SD, hingga SMP negeri. Sementara itu, ribuan calon siswa yang tidak masuk ke sekolah negeri akhirnya memilih melanjutkan pendidikan mereka ke lembaga swasta.

Baca Juga: Sihir Asia Africa Festival 2026, Okupansi Hotel di Jantung Kota Bandung Nyaris Tembus 100 Persen!

Pihak Disdik sendiri telah menerjunkan tim untuk menyisir seluruh sekolah negeri guna memastikan kapasitas pasca-PPDB. Hasil verifikasi lapangan membuktikan bahwa tidak ada lagi satu pun kursi kosong yang tersisa untuk menampung murid baru.

“Kemarin kita sudah melakukan penyisiran terhadap seluruh jenjang, mulai dari TK, SD hingga SMP. Tidak ada lagi ruang kelas yang kosong. Kondisinya sudah sesuai dengan usulan yang disampaikan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” kata Asep, Jumat (17/7/2026).

Asep menjelaskan bahwa Kota Bandung tidak menghadapi fenomena kekurangan murid baru seperti yang kini terjadi di beberapa daerah lain di Indonesia. Sebaliknya, antusiasme masyarakat yang sangat tinggi untuk menyekolahkan anak mereka di sekolah negeri membuat kuota langsung ludes terpenuhi.

“Kalau di Bandung bukan kekurangan siswa. Justru banyak masyarakat yang ingin masuk ke sekolah negeri,” ucapnya.

Seluruh Daya Tampung Sudah Penuh

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada satu pun SD negeri di Kota Bandung yang sepi peminat. Bahkan, hingga saat ini masih banyak orang tua yang mendatangi Kantor Disdik demi meminta slot bangku sekolah negeri, meskipun kuota daya tampung telah terkunci rapat.

“Tidak ada, semua sudah penuh. Bahkan sampai sekarang masih ada masyarakat yang datang ke Dinas Pendidikan untuk meminta masuk sekolah negeri, tetapi sudah tidak bisa karena seluruh daya tampung sudah terpenuhi,” ungkapnya.

Berdasarkan data, tahun ini SD negeri di Kota Bandung menampung sekitar 22 ribu peserta didik baru. Sementara itu, jenjang SMP negeri berhasil menyerap sekitar 19 ribu siswa baru.

Di sisi lain, keterbatasan bangku negeri ini membawa dampak positif bagi sekolah-sekolah swasta. Keadaan tersebut secara otomatis mendongkrak angka pendaftaran siswa baru di berbagai sekolah swasta di Kota Bandung.

“Sebenarnya bukan tidak masuk, tetapi daya tampung negeri sudah penuh. Sebagian besar yang tidak tertampung, masuk ke sekolah swasta,” jelasnya.

Pihaknya memperkirakan sekitar 10 ribu hingga 12 ribu siswa baru jenjang SD dan SMP akhirnya melabuhkan pilihan ke sekolah swasta. Hal ini terlihat dari tren peningkatan jumlah siswa baru yang masuk ke lembaga pendidikan swasta pada tahun ajaran kali ini.

Kendati kapasitas sekolah negeri telah mencapai batas maksimal, Pihaknya berkomitmen penuh untuk tetap menjaga mutu layanan pendidikan. Salah satu langkahnya adalah dengan mengontrol ketat jumlah siswa di setiap rombongan belajar (rombel) agar tetap sesuai dengan kapasitas fisik ruangan kelas.

“Kapasitasnya tergantung ruang kelas. Ada yang mencapai 32 siswa, bahkan beberapa sekolah seperti SMPN 32 dan SMPN 36 menyesuaikan dengan kondisi ruangan yang tersedia,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Sihir Asia Africa Festival 2026, Okupansi Hotel di Jantung Kota Bandung Nyaris Tembus 100 Persen!

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Gelaran Asia Africa Festival (AAF) 2026 berdampak positif terhadap sektor pariwisata dan perhotelan di Kota Bandung. Selama pelaksanaan festival pada 11–12 Juli 2026, tingkat hunian hotel di kawasan pusat kota meningkat signifikan hingga nyaris penuh (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Gelaran megah Asia Africa Festival (AAF) 2026 membawa dampak instan yang sangat positif bagi sektor pariwisata dan industri perhotelan di Kota Bandung. Selama festival berlangsung pada 11–12 Juli 2026, tingkat hunian hotel di kawasan pusat kota melonjak tajam hingga nyaris tidak menyisakan kamar kosong.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, mengungkapkan bahwa tingkat okupansi hotel bintang empat dan lima di area Jalan Asia Afrika serta Braga menembus angka di atas 95 persen. Data tersebut merujuk pada laporan koordinasi bersama Riung Priangan selaku asosiasi perhotelan setempat.

Baca Juga: TI Jabar Gembleng 160 Penguji Daerah, Perkuat SDM demi Pertahankan Prestasi Taekwondo Nasional

“Jadi bisa kita bilang full house ya. Cuma untuk data lengkapnya kami masih menunggu hasil analisis,” kata Adi, Jumat (17/7/2026).

Menurut Adi, lonjakan keterisian kamar hotel ini membuktikan bahwa AAF sukses memikat daya tarik wisatawan. Selain menghadirkan hiburan, festival internasional ini juga sukses memutar roda ekonomi. Terlebih memberi stimulus besar bagi pelaku industri perhotelan di Kota Kembang.

Guna menjaga konsistensi tren positif ini, Disbudpar Bandung telah merancang berbagai agenda pariwisata dan kebudayaan menarik untuk beberapa bulan ke depan. Salah satu agenda terdekat adalah perhelatan sepeda lipat tingkat nasional. Kegiatan yang bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Kota Bandung dalam menyiapkannya.

“Saya sebenarnya sudah mendapat laporan terkait beberapa event. Yang saya ingat, nanti ada event sepeda lipat nasional hasil kolaborasi Disbudpar dengan Dishub,” paparnya.

Sektor Ekonomi Kreatif Kota Bandung

Sektor ekonomi kreatif Kota Bandung juga akan semakin semarak melalui gelaran Festival Film Bandung besutan Forum Film Bandung. Adi menjelaskan bahwa rangkaian festival film tersebut saat ini sedang berjalan, termasuk persiapan pengumuman nominasi film-film terpuji tahun ini.

“Kalau event-event yang melibatkan massa mungkin ada Forum Film Bandung ya. Itu yang mengadakan Festival Film Bandung, saat ini sedang berlangsung,” ucapnya.

Tidak berhenti di situ, Kota Bandung juga bersiap menjadi tuan rumah untuk ajang bergengsi berskala global, World Bandung Cinema. Pemerintah kota menjadwalkan festival film internasional tersebut untuk menyapa para sineas dan pencinta film pada November 2026 mendatang.

Guna memudahkan akses informasi, Adi mengajak seluruh masyarakat untuk aktif memantau situs resmi Calendar of Events Kota Bandung. Langkah ini penting agar warga maupun pelancong tidak terlewat berbagai jadwal festival seni dan budaya. Serta hiburan menarik yang akan terus memeriahkan Bandung sepanjang tahun.

(Yusuf Mugni)

RSUD Pandega Pangandaran Bantah Tolak Pasien IGD, Beberkan Kronologi dan Dasar Keputusan Medis

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Direktur RSUD Pandega Pangandaran, Dr. dr. Hj. Titi Sutiamah, M.M.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Manajemen RSUD Pandega Pangandaran akhirnya angkat bicara guna menanggapi kabar miring mengenai dugaan penolakan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Kabar tersebut sebelumnya sempat beredar luas pada 16 Juli 2026.

Melalui Hak Jawab resmi, Jumat (17/7/2026), pihak rumah sakit menegaskan bahwa mereka tidak pernah memiliki kebijakan untuk menolak pasien yang datang mencari pertolongan di IGD.

Baca Juga: ‎4 Kecamatan Krisis Air, Pemkab Pangandaran Siapkan Sumur Bor

“Setiap pasien yang datang ke Instalasi Gawat Darurat, tanpa membedakan status sosial, kepesertaan JKN, kondisi ekonomi maupun kondisi disabilitas, akan diterima untuk dilakukan proses registrasi, triase, anamnesis, pemeriksaan fisik, penegakan diagnosis, serta penilaian medis sesuai standar pelayanan rumah sakit,” tulis Direktur RSUD Pandega Pangandaran, Dr. dr. Hj. Titi Sutiamah, M.M.

Titi memaparkan kronologi kejadian berdasarkan data rekam medis pasien atas nama Inah Inayah. Pasien tersebut mendatangi IGD pada 12 Juli 2026 dengan keluhan rasa nyeri pada kedua telapak tangan akibat kontak langsung dengan air panas hingga kulitnya melepuh.

Tim dokter jaga segera melakukan pemeriksaan menyeluruh dan menegakkan diagnosis bahwa pasien mengalami luka bakar derajat I.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan klinis tersebut, dokter menyimpulkan bahwa kondisi pasien tidak memenuhi kriteria kegawatdaruratan medis, sehingga penanganannya masih dapat dilakukan pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sesuai mekanisme Sistem Rujukan Berjenjang Program JKN,” jelas Titi.

Penilaian Klinis Kondisi Pasien

Ia memastikan bahwa keputusan medis tersebut lahir murni dari penilaian klinis kondisi pasien. Pihak rumah sakit tidak melihat status BPJS Kesehatan, kondisi disabilitas, ataupun pertimbangan nonmedis lainnya dalam mengambil tindakan profesional tersebut.

Titi kemudian mengacu pada Permenkes Nomor 47 Tahun 2018 tentang Pelayanan Kegawatdaruratan. Aturan tersebut menyatakan bahwa fasilitas kesehatan memprioritaskan pelayanan gawat darurat bagi pasien dengan kondisi mengancam nyawa yang membutuhkan tindakan segera.

Selain itu, Permenkes Nomor 4 Tahun 2018 juga mewajibkan petugas IGD menjalankan proses triase guna menetapkan prioritas pelayanan.

“Prioritas pelayanan di IGD ditentukan berdasarkan hasil triase and indikasi medis, bukan berdasarkan urutan kedatangan pasien ataupun faktor lainnya,” ujarnya.

Titi mengimbuhkan bahwa Permenkes Nomor 16 Tahun 2024 tentang Sistem Rujukan juga mengatur hal serupa. Jika Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) masih mampu menangani kondisi pasien, maka petugas akan mengarahkan pasien sesuai sistem rujukan berjenjang.

Pihak RSUD Pandega kembali mempertegas komitmen mereka untuk memberikan pelayanan prima tanpa memandang perbedaan atau diskriminasi.

“Perlu kami tegaskan bahwa kondisi disabilitas bukan merupakan dasar dalam menentukan pelayanan kesehatan. Seluruh pasien memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan kesehatan tanpa diskriminasi,” tegasnya.

Menurut Titi, prinsip keadilan ini sejalan dengan mandat UU Kesehatan, UU Rumah Sakit, dan UU Penyandang Disabilitas. Semua regulasi tersebut mewajibkan institusi medis memberikan pelayanan yang aman, bermutu, profesional, serta adil.

“Faktanya, pasien tetap diterima di IGD, menjalani seluruh tahapan pemeriksaan sesuai standar, ditegakkan diagnosis oleh dokter, memperoleh edukasi, serta diberikan penjelasan mengenai tindak lanjut sesuai ketentuan sistem rujukan,” katanya.

Pada akhir keterangannya, RSUD Pandega mengundang pihak terkait untuk membuka ruang komunikasi yang sehat. Rumah sakit mengedepankan jalur musyawarah berdasarkan fakta rekam medis objektif demi mencegah kesalahpahaman lebih lanjut di tengah masyarakat.

(Sajidin)

TI Jabar Gembleng 160 Penguji Daerah, Perkuat SDM demi Pertahankan Prestasi Taekwondo Nasional

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
TI Jabar Gembleng 160 Penguji Daerah, Perkuat SDM demi Pertahankan Prestasi Taekwondo Nasional

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Jawa Barat terus menggenjot kualitas sumber daya manusia (SDM). Langkah strategis ini menjadi salah satu cara jitu untuk mempertahankan supremasi prestasi taekwondo Jabar di level nasional.

Sebagai upaya nyata, TI Jabar menggelar Diklat Penguji Daerah Angkatan I Tahun 2026. Agenda penting ini berlangsung di Maja House, Jalan Sersan Bajuri, Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, mulai 17 hingga 18 Juli 2026.

Baca Juga: Akademi Persib Cimahi Lolos 8 Besar Gothia Cup 2026

Ketua Umum Pengprov TI Jabar, Divie, menjelaskan bahwa diklat ini merupakan pemenuhan syarat dari PBTI terkait sertifikasi penguji. Selain itu, forum ini menjadi sarana penting untuk mensosialisasikan mekanisme terbaru ujian kenaikan tingkat serta peraturan organisasi.

“Selain untuk meningkatkan kualitas SDM taekwondo Jabar, diklat ini pun menjadi salah satu hal yang diminta PBTI yakni terkait sertifikasi penguji. Sekaligus mensosialisasikan terkait beberapa mekanisme ujian kenaikan tingkat terbaru serta peraturan organisasi,” katanya, Jumat (17/7/2026).

Ia menilai peran penguji di tingkat daerah atau pengurus cabang (pengcab) kota dan kabupaten memegang andil yang sangat krusial. Para penguji daerah ini berfungsi sebagai penyaring awal yang menentukan peningkatan kualitas atlet, pelatih, hingga SDM taekwondo lainnya.

Mayoritas Penguji Pemegang Sabuk Hitam yang Aktif

Ia menambahkan bahwa mayoritas penguji merupakan pemegang sabuk hitam yang aktif sebagai pengurus kota/kabupaten atau melatih di unit-unit latihan lokal. Oleh karena itu, keberhasilan prestasi taekwondo di level Jawa Barat berakar kuat dari kontribusi nyata mereka di daerah.

“Rata-rata, para penguji ini merupakan pemegang sabuk hitam sekaligus pengurus TI kota/kabupaten atau pelatih di unit latihan taekwondo di kota dan kabupaten. Jadi keberhasilan prestasi di level Jabar ini tidak terlepas dari peran mereka di daerah,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan, Syarif, menuturkan bahwa diklat perdana di tahun 2026 ini sukses mengumpulkan 160 peserta. Ratusan peserta tersebut datang sebagai perwakilan dari 24 Pengcab TI kota/kabupaten di seluruh wilayah Jawa Barat.

Syarif menjelaskan bahwa para peserta merupakan pemegang sabuk hitam minimal tingkatan DAN III, yang sudah memiliki hak untuk menguji dalam Ujian Kenaikan Tingkat (UKT). Lewat diklat ini, panitia ingin mendongkrak kualitas dan profesionalisme para penguji daerah secara masif.

“Para peserta merupakan pemegang sabuk hitam, minimal DAN III, yang berhak untuk menjadi penguji pada Ujian Kenaikan Tingkat (UKT). Melalui kegiatan ini, kita ingin meningkatkan kualitas dan profesionalitas para penguji di daerah,” kata Syarif.

Penyegaran Lisensi Para Penguji TEknis

Syarif juga menambahkan bahwa program Pengprov TI Jabar ini bertujuan untuk mencetak sekaligus menyegarkan kembali lisensi para penguji teknis. Hasil akhirnya, para penguji akan memiliki keseragaman standar penilaian, kompetensi teknis, serta pemahaman operasional yang sesuai dengan aturan induk organisasi.

Selama kegiatan ini, para peserta menyerap berbagai materi penting, mulai dari teori filosofi gerakan hingga praktik tata cara penilaian yang objektif dan terstandarisasi. Demi menjaga mutu, pengprov tidak hanya menurunkan pemateri internal, melainkan juga mendatangkan langsung perwakilan Kukkiwon (Markas Besar Taekwondo Dunia) Indonesia.

“Para peserta akan mendapatkan materi-materi terkait teori filosofi gerakan hingga praktik tata cara penilaian yang objektif dan terstandarisasi. Pemateri pun tidak hanya dari pengprov TI Jabar tapi juga kami hadirkan perwakilan Kukkiwon (Markas Besar Taekwondo Dunia) Indonesia,” pungkas Syarif.

(Ageng)