spot_imgspot_img
Selasa 28 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 2

30 Tahun Kudatuli, Momentum Mengingat Luka Demokrasi dan Menjaga Semangat Reformasi

0
Kudatuli fokusjabar.id
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya memperingati 30 tahun Peristiwa Kudatuli

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Tiga dekade setelah Peristiwa Kudatuli mengguncang perjalanan demokrasi Indonesia, peringatan tragedi 27 Juli 1996 kembali menjadi pengingat bahwa kebebasan, keadilan dan demokrasi bukanlah sesuatu yang hadir begitu saja.

Di tengah dinamika politik nasional saat ini, refleksi atas peristiwa tersebut di nilai penting agar generasi muda memahami harga mahal yang harus di bayar bangsa dalam memperjuangkan demokrasi.

BACA JUGA:

Musik Karaoke Liar di Situ Cibeureum Tasikmalaya Tuai Protes Warga, Kelurahan Siapkan Aturan Tegas

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya, Ade Sugianto menegaskan, Kudatuli bukan sekadar catatan sejarah politik. Melainkan sebuah simbol dari upaya membungkam demokrasi melalui tindakan represif yang benar-benar terjadi dalam perjalanan bangsa.

Menurutnya, generasi muda tidak boleh kehilangan ingatan sejarah. Demokrasi yang di nikmati saat ini merupakan hasil perjuangan panjang yang di penuhi pengorbanan. Bahkan darah dan nyawa para pejuang reformasi.

“Kudatuli bukan dongeng ataupun sekadar cerita politik. Itu adalah kenyataan sejarah yang harus menjadi pelajaran bagi bangsa agar demokrasi tidak lagi mengalami kemunduran,” ujar Ade, Selasa (28/7/2026).

Ia menilai, salah satu tantangan terbesar setelah reformasi adalah semakin memudarnya pemahaman generasi muda terhadap kondisi Indonesia pada masa Orde Baru.

Menurut Ade, bangsa ini memiliki potret kelam mengenai praktik demokrasi di masa lalu. Namun pengalaman tersebut belum sepenuhnya di wariskan kepada generasi penerus.

“Kita punya potret buram tentang Orde Baru. Tetapi lupa menyampaikannya kepada generasi muda ketika reformasi berjalan. Akibatnya, banyak anak muda hari ini tidak mengetahui bagaimana situasi politik 25-30 tahun lalu. Mereka menganggapnya hanya cerita sebelum tidur,” katanya.

Ade menambahkan, pemahaman sejarah menjadi fondasi penting agar masyarakat mampu menjaga kualitas kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat secara lebih demokratis.

BACA JUGA:

Gotong Royong Warga Parungponteng dan Satgas TMMD ke-129

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya, Aef Syaripudin menambahkan, peringatan 30 tahun Kudatuli tidak hanya menjadi momentum mengenang tragedi masa lalu. Namun juga memperkuat komitmen menjaga demokrasi Indonesia.

Ia menjelaskan, sebagaimana di sampaikan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, peringatan tahun ini melahirkan empat seruan nasional strategis.

Keempat poin tersebut meliputi dorongan penyelesaian berbagai kasus pelanggaran hukum dan hak asasi manusia masa lalu, pengawalan terhadap cita-cita Reformasi 1998, penguatan konsolidasi gerakan demokrasi sipil serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk ancaman yang dapat melemahkan demokrasi modern.

“Kami mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus mengawal amanat tersebut demi masa depan demokrasi Indonesia yang lebih sehat, adil dan bermartabat,” kata Aef.

Peringatan tiga dekade Kudatuli, di harapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. Melainkan menjadi ruang refleksi bersama agar perjalanan demokrasi Indonesia tetap berada di jalur konstitusi serta menghormati hak-hak sipil seluruh warga negara.

(Farhan K)

Pemkab Ciamis Perkuat Sinergi Perangkat Daerah Tingkatkan IPS

0
Pemkab Ciamis IPS fokusjabar.id
Pemkab Ciamis Perkuat Sinergi Perangkat Daerah untuk Tingkatkan Indeks Pembangunan Statistik

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis Jawa Barat (Jabar) terus memperkuat kolaborasi antarperangkat daerah dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan statistik sektoral sebagai bagian dari implementasi Reformasi Birokrasi (RB).

Upaya tersebut di wujudkan melalui sosialisasi persiapan evaluasi RB pada Indikator Indeks Pembangunan Statistik (IPS) yang di selenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Senin (27/7/2026) kemarin.

BACA JUGA:

Koordinator BGN Ciamis Pastikan Tak Ada SPPG Ditutup, Operasional MBG Tetap Berjalan Normal

Kegiatan ini di ikuti oleh pengelola data dan asesor Reformasi Birokrasi dari seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis.

Sosialisasi menjadi langkah awal untuk menyamakan pemahaman mengenai pelaksanaan Evaluasi Reformasi Birokrasi Perangkat Daerah Tahun 2026 melalui Sistem Pengukuran Reformasi Birokrasi Terintegrasi (Surabi) Jabar 3.0. Khususnya pada indikator Indeks Pembangunan Statistik.

Kepala Diskominfo Kabupaten Ciamis, Enda Hidayat menegaskan, keberhasilan peningkatan IPS tidak dapat di capai oleh satu perangkat daerah. Melainkan butuh sinergi seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, data yang berkualitas merupakan fondasi utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel.

BACA JUGA:

94 Kebakaran Terjadi di Ciamis Sepanjang 2026, Korsleting Listrik Jadi Penyebab Utama

“Statistik sektoral memiliki peran strategis dalam mendukung proses perencanaan pembangunan, pengambilan kebijakan, pelaksanaan program hingga monitoring dan evaluasi. Karena itu, kualitas data harus menjadi perhatian bersama seluruh perangkat daerah,” ujarnya.

Ia juga menekankan, pemenuhan dokumen pendukung dalam evaluasi Reformasi Birokrasi bukan sekadar memenuhi aspek administrasi. Tetapi menjadi bagian dari upaya membangun budaya pengelolaan data yang lebih baik.

“Kolaborasi antara produsen data, Walidata, Pembina Data, serta seluruh perangkat daerah dinilai menjadi kunci dalam menghasilkan data yang akurat, mutakhir, terstandar, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tuturnya.

Pada sesi teknis, Bidang Statistik Diskominfo memaparkan instrumen Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral yang menjadi dasar penilaian ips.

“Materi yang di sampaikan meliputi pemenuhan Standar Data Statistik sesuai Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 10 Tahun 2023, penyusunan metadata melalui aplikasi Indah (Indonesia Data Hub), pengisian data prioritas pada Portal Satu Data Ciamis hingga ketepatan waktu pemutakhiran dan publikasi data,” jelasnya.

Peserta juga mendapatkan informasi mengenai jadwal konsultasi dan pendampingan sebagai upaya memastikan setiap perangkat daerah mampu memenuhi indikator penilaian secara optimal.

BACA JUGA:

ULD Ciamis Resmi Dilantik, Line Dance Siap Menjangkau Seluruh Kecamatan

Untuk memperkaya pemahaman peserta, kegiatan menghadirkan narasumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ciamis, Ilham Teguh P., Statistisi Ahli Muda BPS Kabupaten Ciamis.

Ilham menjelaskan pentingnya metadata sebagai elemen utama dalam menjamin kualitas statistik sektoral.

“Pemanfaatan aplikasi Romantik BPS dan Indah BPS sebagai sarana pengelolaan metadata dan data statistik yang lebih sistematis,” katanya.

Melalui sosialisasi ini, Pemkab Ciamis berharap terbangun komitmen bersama dalam memperkuat tata kelola data di seluruh perangkat daerah.

“Dengan meningkatnya kualitas statistik sektoral, IPS Kabupaten Ciamis di harapkan terus mengalami peningkatan. Sehingga mampu mendukung penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran, berbasis bukti dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

(Mia)

Kepala BGN Pecat 261 Pegawai Non ASN dan Tenaga Ahli

0
Kepala BGN fokusjabar,id
Kepala BGN, Sudaryono (foto: web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono (Mas Dar) usau di lantik Presiden Prabowo Subianto langsung membuat gebrakan dengan melakukan perombakan besar-besaran.

Dia memberhentikan sedikitnya 224 pegawai non-ASN dan 37 tenaga ahli.

BACA JUGA:

Jadi Kepala BGN, Sudaryono Bilang Begini

“Kami mencoba untuk bersih-bersih. Per Senin (27/7/2026) kami telah memberhentikan 224 pegawai non-ASN dan 37 tenaga ahli,” kata Sudaryono saat memberikan keterangan di Kantor BGN, Jakarta Pusat.

Menurut Kepala BGN, mayoritas pegawai yang di berhentikan di duga melakukan pelanggaran kedisiplinan selama menjalankan tugas.

“Pegawai non-ASN ini karena di duga adanya pelanggaran, tidak disiplin dan lain-lain,” ucapnya.

Pihaknya juga tengah memproses sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang di duga melakukan pelanggaran disiplin berat.

Mereka yang terbukti melakukan pelanggaran berat dapat di kenai sanksi hingga pemberhentian dari status kepegawaiannya.

“Kami telah memproses temuan pelanggaran berat atau disiplin berat. Mereka adalah ASN dan PPPK. Besar kemungkinan yang bersangkutan akan kami proses pemecatan,” ungkap Sudaryono.

Dia menyebut, terdapat sembilan pegawai yang di duga melakukan pelanggaran disiplin berat. Mereka berasal dari unsur ASN dan PPPK.

BGN juga menemukan 39 kasus pelanggaran disiplin ringan. Terhadap pegawai yang melakukan pelanggaran tersebut, pihaknya memberikan sanksi sesuai tingkat kesalahan.

Langkah penertiban tersebut di lakukan sebagai bagian dari upaya BGN memperkuat kedisiplinan dan memastikan seluruh pegawai menjalankan tugas sesuai standar yang telah di tetapkan lembaga.

BACA JUGA:

PWI dan Dewan Pers Kecam Hotman Paris, JMSI Sumut Pasang Badan Bela Profesi Wartawan

Sebelumnya Kepala BGN menindak tegas ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang membangkang aturan.

Langkah berani ini menjadi bagian dari strategi BGN untuk memperketat pengawasan program pemenuhan gizi di berbagai daerah

“Ada 833 dapur yang kami suspend hari ini,” kata Sudaryono, Senin (27/7/2026).

Penutupan operasional dapur ini mencakup berbagai wilayah di Indonesia. Tim BGN membekukan 98 dapur SPPG di wilayah Sumatera serta 424 dapur di area Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Bali, NTB, NTT hingga Papua.

Sementara itu, 311 dapur lainnya berada di kawasan Jawa dan Madura.

Pihaknya memutus total alokasi dana dan tidak menyalurkan pembayaran kepada seluruh dapur tersebut karena terbukti mengabaikan standar operasional prosedur (SOP).

Berbagai temuan pelanggaran meliputi penyajian makanan yang tidak higienis, munculnya kasus keracunan, penurunan kualitas makanan di bawah standar hingga buruknya pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

(Bambang Fouristian)

Koordinator BGN Ciamis Pastikan Tak Ada SPPG Ditutup, Operasional MBG Tetap Berjalan Normal

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ket Fot Dokumen FOKUSJabar.id: Koordinator BGN Wilayah Kabupaten Ciamis, Eggy Armand Ramdani

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Kabupaten Ciamis, Eggy Armand Ramdani, memastikan tidak ada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Ciamis yang dihentikan operasionalnya menyusul kebijakan BGN Pusat yang menutup ratusan dapur bermasalah di sejumlah daerah.

Hal tersebut disampaikan Eggy saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Selasa (28/7/2026), menanggapi kebijakan BGN Pusat terkait penutupan 833 dapur SPPG yang dinilai tidak memenuhi ketentuan.

Baca Juga: 94 Kebakaran Terjadi di Ciamis Sepanjang 2026, Korsleting Listrik Jadi Penyebab Utama

“Di Ciamis tidak ada pemberhentian SPPG. Kami mengikuti arahan pimpinan terkait berbagai perbaikan dari BGN. Seluruh operasional di Ciamis berjalan normal,” ujar Eggy.

Ia menjelaskan, seluruh SPPG di Kabupaten Ciamis yang sebelumnya sempat mengalami status suspend kini telah kembali aktif setelah melakukan pembenahan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Sudah semua dicabut status suspend-nya. Saat ini seluruh SPPG di Ciamis tetap beroperasi,” katanya.

Menurut Eggy, penutupan maupun pemberian sanksi terhadap SPPG di tingkat nasional berdasarkan tingkat pelanggaran yang BGN temukan. Bentuk pelanggaran tersebut dapat berupa tidak terpenuhinya standar instalasi pengolahan air limbah (IPAL), kejadian luar biasa (KLB), maupun pelanggaran teknis lainnya sesuai hasil evaluasi BGN.

“Tergantung jenis pelanggarannya, misalnya terkait IPAL, KLB, dan pelanggaran lainnya. Setiap kasus memiliki penanganan dan sanksi yang berbeda sesuai ketentuan,” jelasnya

181 Dapur SPPG di Ciamis Beroprasi Menjalankan Program MBG

Hingga saat ini, lanjut Eggy, terdapat 199 SPPG aktif di Kabupaten Ciamis, dengan 181 di antaranya telah beroperasi melayani program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebagai tindak lanjut atas evaluasi yang berjalan secara nasional, seluruh SPPG di Ciamis terus melakukan pembenahan sesuai petunjuk teknis serta arahan dari BGN Pusat.

“Setiap SPPG melakukan pembenahan sesuai juknis yang berlaku dan arahan pimpinan,” ungkapnya.

Untuk memastikan seluruh layanan tetap memenuhi standar operasional prosedur (SOP), pengawasan berlansung secara terpusat oleh BGN melalui Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN).

“Pengawasan berlansung terpusat oleh BGN melalui sistem SIPGN, sehingga setiap pelaksanaan dapat dipantau dan dievaluasi secara berkelanjutan,” katanya.

Eggy juga mengungkapkan, saat ini tantangan utama dalam pelaksanaan Program MBG di Ciamis bukan pada operasional dapur. Melainkan penyempurnaan data penerima manfaat berbasis by name by address (BNBA).


Menurutnya, masih terdapat sejumlah penerima manfaat, khususnya kelompok 3B, yang belum memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK). Sehingga memerlukan proses pendataan lebih lanjut.

“Saat ini BGN fokus pada pembenahan data penerima manfaat by name by address (BNBA). Kendalanya, beberapa penerima manfaat terutama kelompok 3B belum memiliki NIK,” jelasnya.

Terkait pengembangan layanan, Eggy menyebut hingga kini belum ada penambahan SPPG baru di Kabupaten Ciamis. Karena BGN masih memberlakukan moratorium pembentukan dapur baru.

“Sampai saat ini masih berlangsung moratorium SPPG oleh BGN, sehingga belum ada penambahan SPPG baru,” ujarnya.

Ia berharap seluruh SPPG di Kabupaten Ciamis dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kepatuhan terhadap seluruh standar yang berlaku. Sehingga Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

(Mia)

Ratusan Guru di Tasikmalaya Dibekali Misi Besarkan Bahasa Indonesia

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Kegiatan diseminasi bahasa dan kesastraan yang digelar Kemendikdasmen RI di Horison Hotel Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Ratusan peserta yang terdiri atas guru SD, SMP, SMA, penulis, serta pegiat bahasa se-Kota dan Kabupaten Tasikmalaya menghadiri kegiatan Diseminasi Program Bidang Kebahasaan dan Kesastraan.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen RI menginisiasi acara ini bersama Anggota Komisi X DPR RI H. Ferdiansyah di Horison Hotel Tasikmalaya, Senin (27/7/2026). Para peserta menyambut jalannya kegiatan dengan antusiasme tinggi.

Baca Juga: Musik Karaoke Liar di Situ Cibeureum Tasikmalaya Tuai Protes Warga, Kelurahan Siapkan Aturan Tegas

Forum keilmuan ini menyediakan ruang penguatan kapasitas bagi para tenaga pendidik. Harapannya agar mereka sanggup menerapkan penggunaan bahasa secara proporsional dan bijak, baik dalam kegiatan pembelajaran maupun interaksi sehari-hari.

Plt. Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Badan Bahasa Kemendikdasmen RI Hidayat Widiyanto memaparkan empat program prioritas lembaga yang terus meluas ke masyarakat demi menempatkan fungsi bahasa secara tepat.

Ia menekankan bahwa masyarakat harus mengutamakan dan melestarikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara.

“Bahasa Indonesia ini memiliki khasanah yang sangat vital yakni sebagai Penguatan Literasi, Pemaslahatan Bahasa, Perlindungan Bahasa Daerah dan Penginternasionalan Bahasa Indonesia,” ungkap Hidayat Widiyanto.

Produk dari Badan Bahasa

Ia menjelaskan, pihak Badan Bahasa sudah menyediakan berbagai produk serta layanan penunjang yang mudah publik akses. Seperti Budi (Buku Digital), KBBI, UKBI, EYD, SPAI, Ensiklopedia, hingga Penjaring.

“Kita menyiapakan sejumlah rangkaian kegiatan untuk menyambut Bulan Bahasa dan Sastra pada Oktober mendatang. Seperti penganugerahan Penghargaan Sastra, AdiBahasa, dan berbagai agenda kebahasaan lainnya. Rangkaian kegiatan guna mengangkat bahasa Indonesia sebagai sebagai bahasa persatuan serta jati diri negara,” ujarnya.

Dalam kesempatan sama, Sekretaris Badan Bahasa Kemendikdasmen Dr. Ganjar Harimansyah menggarisbawahi pentingnya bimbingan bertutur santun di tengah masyarakat untuk membangun komunikasi dan ilmu pengetahuan.

“Saat mengajar atau berpidato di muka umum, pergunakan Bahasa Indonesia yang formal. Namun saat situasi santai, tidak masalah menggunakan bahasa daerah atau nonformal,” ungkapnya.

Ganjar menyayangkan kecenderungan masyarakat yang masih sering mencampuradukkan bahasa (gado-gado) sehingga mengaburkan identitas bangsa.

“Harapannya guru mampu murenahkeun (menempatkan) bahasa sesuai kondisi dan situasi. ‘Baik’ itu sesuai kondisi tempat dan lawan bicara, sedangkan ‘benar’ itu sesuai dengan kaidah,” paparnya.

Kesadaran Berbahasa Indonesia yang Ideal Masih Kurang

Ia menambahkan, tingkat kesadaran masyarakat umum hingga generasi muda dalam berbahasa Indonesia yang ideal masih tergolong kurang. Sehingga membutuhkan dorongan secara konsisten.

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI H. Ferdiansyah menegaskan tiga pilar utama kegiatan diseminasi ini. Yaitu memahami fungsi bahasa sebagai pengantar pendidikan, menggunakan bahasa yang baik dan benar, serta memperkokoh bahasa sebagai simbol kedaulatan negara.

Ferdiansyah menargetkan Bahasa Indonesia mampu menembus jajaran 5 besar bahasa dunia yang paling banyak digunakan pada tahun 2045.

“Saat ini pengguna Bahasa Indonesia sudah mencapai 199 juta jiwa. Potensi ini bisa menguat dengan mengapitalisasi kekayaan kosakata bahasa daerah di ASEAN seperti Sunda, Jawa, Minang, Batak, dan Bugis ke dalam Bahasa Indonesia,” terang Ferdiansyah.

Ia mengusulkan sinergi antara pemerintah guna membentuk jaringan “Kampung Indonesia” di luar negeri untuk memperluas jangkauan literasi nasional.

“Dalam Diseminasi program bahasa ini, figur guru, penulis, dan pegiat media menjadi peserta merupakan langkah strategis. Guru berperan sebagai sosok yang digugu dan ditiru. Sementara media dan penulis bertugas menyampaikan edukasi tentang pentingnya berbahasa e yang baik dan benar,” tegasnya.

Melalui pembekalan ini, para peserta harapannya mampu mengemban peran sebagai Duta Kebahasaan di lingkungan keluarga. Terlebih di lingkungan sekolah demi menumbuhkan kegemaran berbahasa Indonesia.

(Seda)

Lantik Pejabat Definitif, Wali Kota Bogor Dedie Rachim Tekankan Pelayanan Publik Tanpa Pilih Kasih

0
BOGOR, FOKUSjabar.id
Isi Jabatan Definitif Pemkot Bogor, Dedie Rachim Tegaskan Pejabat Utamakan Pelayanan Publik

BOGOR,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memprioritaskan kepentingan warga dalam pengisian posisi jabatan strategis. Pemkot Bogor resmi mengganti sejumlah posisi Pelaksana Tugas (Plt) dengan melantik pejabat definitif.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim memimpin langsung prosesi pengangkatan jabatan administrator dan pengawas tersebut di Paseban Suradipati, Balai Kota Bogor, Senin (27/7/2026).

Baca Juga: Lewat Program ‘Kami Mendengar’, Bupati Bogor Pastikan Menu MBG Tepat Sasaran

Pelantikan tersebut mengisi posisi Kepala Bagian Kesra Setda Kota Bogor, Kepala Bagian PBJ Setda Kota Bogor, Wakil Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan, dan Penunjang RSUD Kota Bogor, Kabid Penetapan dan Pengelolaan Data Bapenda, serta Kasi Pengembangan Kapasitas Satpol PP Kota Bogor.

Dedie Rachim menginstruksikan para pejabat baru agar mendedikasikan seluruh tugas demi kemaslahatan warga Kota Bogor.

“Untuk di bidang Kesra ini nomor satu yang paling penting adalah keadilan, transparansi, akuntabilitas dalam menentukan siapa yang benar-benar berhak dibantu dan diberikan bantuan. Jadi jangan karena siapa, hubungannya apa, tapi betul-betul dengan data dan fakta lapangan,” tegasnya.

Ia berharap pengelolaan anggaran daerah memberikan dampak langsung yang nyata bagi publik. Dedie juga memandatkan Bagian Kesra untuk memelihara hubungan harmonis dengan seluruh pemeluk agama.

Peningkatan Kredibilitas dan Kelengkapan Administrasi

Kepada Kepala Bagian PBJ, Dedie memaparkan tantangan pembinaan pengusaha lokal agar mampu bersaing secara kompetitif melalui peningkatan kredibilitas dan kelengkapan administrasi.

Ia turut menyoroti skema pengadaan operasional kantor yang kerap berjalan serentak. Dedie mendorong efisiensi anggaran agar porsi dana pembangunan masyarakat menjadi lebih luas.

“Ini salah satu tantangan kita di bidang Pengadaan Barang dan Jase. Nah, jadi memang kita harus berubah ke depan. Ini tantangan dari perencanaan sampai dengan pelaksanaan,” ungkap Dedie Rachim.

Mengenai tata kelola RSUD Kota Bogor, Dedie menggarisbawahi pentingnya penerapan manajemen kesehatan secara profesional.

Ia meminta jajaran tenaga medis mengasah sense of crisis saat menangani pasien guna mengejar penanganan golden hour.

“Jadi kalau mendapati pasien urgent atau emergency segera lakukan langkah apa yang bisa dilakukan,” ujarnya.

Ia mengimbau penguatan integrasi layanan darurat PSC Gesit 119 guna mencegah penumpukan antrean pasien di satu rumah sakit.

“Apa fungsi dari 119 itu? Kan dispatching, kan gitu kan, untuk menyalurkan. Nah, di situlah fungsi. Ada kerja sama dengan semua rumah sakit. Ini memang jadi tugas kita semua, mulai dari bagaimana membangun infrastruktur yang memudahkan akses bagi disabilitas, bagaimana masyarakat normal, masyarakat difabel, lanjut usia, ibu hamil, anak-anak,” tutur Dedie Rachim.

Dedie juga mendorong konsep pelayanan medis holistik serta promotif guna menekan penggunaan obat-obatan yang tidak perlu.

Sementara untuk Bapenda Kota Bogor, Dedie menyebut kecukupan anggaran sebagai kunci utama peningkatan pembangunan, sehingga optimalisasi pendapatan daerah wajib terus berjalan.

Kepada Satpol PP, Dedie meminta rotasi penempatan personel lapangan serta tindakan tegas berupa Sanksi dan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) demi menegakkan Perda secara konsisten.

(PemkotBogor/IrfansyahRiza)

Lewat Program ‘Kami Mendengar’, Bupati Bogor Pastikan Menu MBG Tepat Sasaran

0
BOGOR, FOKUSJabar.id
Rudy Susmanto Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Berjalan Optimal (Foto: BogorKab)

BOGOR,FOKUSJabar.id: Bupati Bogor Rudy Susmanto memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bogor berjalan secara optimal melalui pemantauan langsung ke sekolah-sekolah.

Kunjungan lapangan tersebut menjadi bagian integral dari program “Kami Mendengar“. Inisiatif ini memfasilitasi Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menyerap aspirasi warga sekaligus mengawal program-program prioritas daerah.

Baca Juga: Bangkit Pasca Kebakaran, Bupati Bogor Resmikan Gedung Rawat Inap Puskesmas Mangkuluhur Citeureu

Saat mendatangi SD Negeri 05 Lulut, Desa Lulut, Kecamatan Klapanunggal, Senin (27/7/2026), Rudy memeriksa kelayakan sarana prasarana sekolah sembari berdialog akrab dengan para siswa penerima manfaat MBG.

Rudy menegaskan bahwa pendapat para murid memegang peranan vital dalam proses evaluasi program keberlanjutan tersebut.

“Kami juga memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan dengan baik. Tadi kami mendengar langsung dari para siswa bahwa mereka berharap program MBG terus dilaksanakan. Anak-anak menyampaikan pendapat mereka dengan jujur dan apa adanya. Ketika kami bertanya tanpa memberikan arahan apa pun, meeka menjawab sesuai dengan apa yang mereka rasakan,” ujar Rudy.

Ia memaparkan alasan di balik kunjungan kerja secara langsung guna mengumpulkan fakta nyata mengenai realisasi program di tingkat tapak.

Sebelum memasuki periode libur sekolah, jajaran Pemkab Bogor menggelar pemantauan serentak ke lebih dari 100 sekolah untuk memetakan kualitas infrastruktur hingga efektivitas program pemerintah.

Rudy menilai penguatan kualitas sumber daya manusia wajib berjalan selaras dengan penyediaan fasilitas pendidikan yang mumpuni, mengingat Kabupaten Bogor menyangga populasi terbesar serta jumlah SD dan SMP negeri yang amat melimpah.

“Kabupaten Bogor memiliki jumlah penduduk terbesar di Indonesia dan jumlah SD serta SMP negeri yang sangat banyak. Karena itu, ketika kita ingin mempercepat pembangunan sumber daya manusia, kita harus melihat langsung kondisi yang sebenarnya di lapangan,” jelasnya.

Rudy menggarisbawahi, kesuksesan Program Makan Bergizi Gratis membutuhkan dukungan kelengkapan sarana sekolah. Tujuannya agar para siswa dapat menimba ilmu dalam lingkungan yang sehat dan nyaman.

(BogorKab/IrfansyahRiza)