spot_imgspot_img
Jumat 24 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 2

Banting Seribu Wujud Guyub Ngawangun Galuh, ASN Sukadana Ciamis Bantu Keluarga Berisiko Stunting

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Camat Sukadana, Yanti Herayani saat memberikan sambutan

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Penanganan stunting tidak selalu membutuhkan anggaran besar dari pemerintah. Kecamatan Sukadana membuktikan hal tersebut lewat gerakan gotong royong bertajuk “Banting Seribu” (Bantuan untuk Stunting Seribu) dengan mengusung semangat Guyub Ngawangun Galuh.

Lewat program ini, para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kecamatan Sukadana menyisihkan uang senilai Rp1.000 setiap hari untuk membantu keluarga berisiko stunting.

Baca Juga: Gemarikan Hadir di Desa Bunter, Pemkab Ciamis Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Konsumsi Ikan

Camat Sukadana, Yanti Herayani, menggagas gerakan sosial ini setelah melihat kondisi riil di lapangan. Ia menemukan masih banyak warga yang tinggal tanpa fasilitas sanitasi dan air bersih yang layak.

“Di Kecamatan Sukadana kami memiliki program Banting Seribu, yaitu Bantuan untuk Stunting Seribu. Seluruh ASN menyisihkan Rp1.000 setiap hari, kemudian kami kumpulkan untuk membantu keluarga yang membutuhkan,” ujar Yanti.

Pemeriksaan di lapangan mengonfirmasi bahwa keterbatasan jamban sehat dan air minum menjadi salah satu pemicu utama munculnya kasus stunting pada anak. Oleh karena itu, perbaikan sanitasi menjadi target utama bantuan ini.

Dalam kurun waktu sepuluh bulan, pengumpulan dana Banting Seribu berhasil membiayai pembuatan septic tank bagi warga yang membutuhkan di Desa Ciparigi.

“Besar kecilnya bantuan bukan menjadi ukuran. Ketika semua mau menyisihkan sedikit rezekinya dan dilakukan bersama-sama, manfaatnya akan sangat besar bagi masyarakat,” katanya.

Semangat Gotong Royong Melalui Guyub Ngawangun Galuh

Yanti mengajak pemerintah desa, UPTD, dan lembaga lain untuk mengadopsi pola kebersamaan ini agar gerakan sosial serupa terus bermunculan di wilayah lain.

Ia menekankan bahwa penanganan gizi seperti Program Gemarikan harus berjalan seiring dengan perbaikan fasilitas lingkungan dan kepedulian sosial.

“Kalau kita hanya bergantung pada anggaran pemerintah, tentu membutuhkan waktu. Tetapi dengan semangat gotong royong atau Guyub Ngawangun Galuh, persoalan stunting bisa ditangani lebih cepat karena menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Melalui Banting Seribu, Yanti berharap budaya saling peduli dapat terus mengakar kuat demi meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

“Stunting adalah persoalan bersama. Ketika semua pihak bergerak dan saling membantu. Sekecil apa pun kontribusinya akan menjadi kekuatan besar untuk menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas,” pungkasnya.

(Mia)

Gemarikan Hadir di Desa Bunter, Pemkab Ciamis Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Konsumsi Ikan

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Gemarikan Hadir di Desa Bunter, Pemkab Ciamis Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Konsumsi Ikan

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Ciamis terus memperkuat langkah nyata untuk menekan angka stunting melalui Program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Kali ini, pemerintah memusatkan kegiatan tersebut di Desa Bunter, Kecamatan Sukadana. Program ini menyasar langsung keluarga berisiko stunting, ibu hamil, ibu menyusui, hingga anak balita.

Baca Juga: Bupati Ciamis Ungkap Strategi Genjot PAD Tanpa Menambah Beban Masyarakat

Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Ciamis menggandeng Dinas Kesehatan serta Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dalam membagikan paket olahan ikan. Selain membagikan paket gizi, tim gabungan ini juga memberikan edukasi pentingnya konsumsi protein hewani bagi tumbuh kembang anak.

Kepala Disnakkan Ciamis melalui Kepala Bidang Keswan, Kesmavet, Pengolahan, dan Pemasaran, drh. Asri Kurnia menegaskan bahwa ikan menyimpan kandungan nutrisi tinggi seperti omega-3, asam amino esensial, dan zat besi. Nutrisi ini sangat penting, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

“Ikan memiliki kandungan gizi yang sangat baik untuk mendukung tumbuh kembang anak sekaligus mencegah stunting. Karena itu, kami menghadirkan olahan ikan seperti nugget, abon, dan sosis agar lebih mudah anak-anak terima,” ujarnya.

Para peserta tidak hanya menerima paket pangan, tetapi juga mengikuti pelatihan mengolah ikan lokal menjadi sajian sehat, bergizi, dan hemat biaya. Asri menilai, intervensi gizi berbasis pangan lokal menjadi strategi paling ampuh untuk mempercepat penurunan angka stunting.

“Kami berharap konsumsi ikan dapat menjadi kebiasaan masyarakat karena manfaatnya sangat besar bagi kesehatan ibu maupun anak,” katanya.

Camat Sukadana, Yanti Herayani, mengapresiasi penuh kehadiran Program Gemarikan di wilayah kerjanya. Pihaknya menilai program ini melengkapi berbagai langkah yang sedang berjalan di tingkat kecamatan untuk mengikis angka stunting.

Yanti optimistis edukasi ini mampu menggugah kesadaran warga agar rutin menghidangkan ikan di meja makan keluarga, sehingga kualitas gizi anak-anak di Sukadana semakin meningkat.

Pemerintah Daerah Ciamis merancang pelaksanaan Gemarikan secara bertahap di kecamatan lain sebagai wujud komitmen mencetak generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.

(Mia)

Bunda EL Imbau Sinergi Orang Tua dan Sekolah demi Tumbuh Kembang Anak pada HAN 2026

0
Bunda EL Imbau Sinergi Orang Tua dan Sekolah demi Tumbuh Kembang Anak pada HAN 2026
Bunda EL Imbau Sinergi Orang Tua dan Sekolah demi Tumbuh Kembang Anak pada HAN 2026

KUNINGAN,FOKUSJabar.id: Bunda PAUD Kuningan, Ela Helayati (Bunda EL), memaknai Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 sebagai pengingat penting bagi seluruh elemen bangsa. Ia menegaskan bahwa perlakuan terhadap anak hari ini menentukan arah masa depan Indonesia kelak.

Bunda EL menyampaikan pesan menyentuh tersebut saat menghadiri acara Peringatan Hari Anak Nasional di TK Negeri Cigadung, Kabupaten Kuningan, Kamis (23/7/2026).

Baca Juga: Perkuat Ekonomi Daerah, Rumah Sayur Kabupaten Kuningan Wadahi Produk Hortikultura Lokal

Menurut Bunda EL, seluruh lapisan masyarakat memikul tanggung jawab bersama untuk menghadirkan ruang yang aman, nyaman, dan penuh kasih bagi setiap anak. Sekolah, pemerintah, serta lingkungan sosial melengkapi peran orang tua dalam menjamin pemenuhan hak-hak anak.

“Anak adalah anugerah sekaligus harapan terbesar bagi masa depan. Karena itu, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menyayangi, melindungi, dan memastikan setiap anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, bahagia, serta penuh kasih sayang,” ujarnya.

Senyum Anak-Anak Jadi Simbol Harapan Masa Depan

Keceriaan anak-anak yang memadati lokasi kegiatan memberikan kesan mendalam bagi Bunda EL. Ia memandang senyum dan tawa mereka sebagai simbol. Harapan agar setiap anak memperoleh kesempatan yang setara untuk belajar, bermain, serta meraih cita-cita.

Bunda EL menegaskan bahwa keharmonisan keluarga, kedekatan sekolah yang ramah, serta keamanan lingkungan menjadi fondasi utama pembentukan karakter generasi yang cerdas dan sehat. Gagasan ini menyatu dengan tema Hari Anak Nasional 2026, “Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan. Semua Setara, Riang Bersama.”

“Karena masa depan Indonesia yang hebat dimulai dari anak-anak yang tumbuh dengan cinta, perlindungan, dan perhatian,” katanya.

Mengakhiri penyampaiannya, Bunda EL mengucapkan Selamat Hari Anak Nasional 2026 kepada seluruh anak Indonesia. Ia mendoakan agar anak-anak senantiasa menjaga semangat belajar dan berani merajut mimpi. Serta tumbuh menjadi generasi pembawa harum nama keluarga, daerah, dan bangsa.

(KuninganKab/IrfansyahRiza)

Pemkab Bogor Memberhentikan Sementara PNS BAP Terkait Kasus Dugaan Korupsi RSUD Bogor Utara

0
BOGOR, FOKUSJabar.id
Dukung Penegakan Hukum, Pemkab Bogor Berlakukan Pemberhentian Sementara terhadap PNS Berstatus Tersangka

BOGOR,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Bogor mendukung penuh proses penegakan hukum yang bergulir di Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor. Dukungan ini berkaitan dengan penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi pada proyek pembangunan Gedung RSUD Bogor Utara yang bersumber dari Bantuan Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2021.

Penyidik Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor resmi menetapkan dan menahan saudara BAP, seorang PNS di lingkungan Pemkab Bogor, sebagai tersangka. Menyikapi hal tersebut, Pemkab Bogor langsung memberhentikan sementara yang bersangkutan sesuai regulasi perundang-undangan.

Baca Juga: Pemkot Bogor Sisir Lima Titik Rawan Trantibum, Tak Ditemukan Pelanggaran

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor menegaskan bahwa langkah ini murni penegakan aturan kepegawaian dan bukan bentuk keputusan subjektif.

“Pemberhentian sementara ini merupakan bentuk pelaksanaan ketentuan administrasi kepegawaian terhadap PNS yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Langkah ini untuk mendukung kelancaran proses hukum dan bukan merupakan pemberhentian tetap,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor.

Tunggu Putusan Inkrah Sebelum Keputusan Final

Sekda menerangkan bahwa Pemkab Bogor baru dapat memproses pemberhentian tetap apabila majelis hakim telah menjatuhkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkrah). Pemkab Bogor memisahkan secara tegas antara ranah administrasi kepegawaian dan proses hukum pidana di kejaksaan.

“Pemerintah Kabupaten Bogor menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan melaksanakan kewajiban administrasi kepegawaian sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya, dalam Pers Rilis BogorKab, Kamis, (23/7/2026).

Lebih jauh, Sekda memaparkan bahwa pemberhentian sementara ini otomatis membekukan hak-hak kepegawaian tersangka BAP sesuai ketentuan undang-undang. Pemkab Bogor juga bersikap tegas dengan tidak memberikan bantuan hukum kepada PNS yang tersandung kasus korupsi.

“Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen mendukung penegakan hukum dan akan terus bersinergi dengan aparat penegak hukum dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel,” tegas Sekda.

Pemerintah Kabupaten Bogor memastikan bahwa dinamika hukum ini tidak akan mengganggu roda pemerintahan maupun kualitas pelayanan publik bagi masyarakat luas.

(BogorKab/IrfansyahRiza)

Perkuat Ekonomi Daerah, Rumah Sayur Kabupaten Kuningan Wadahi Produk Hortikultura Lokal

0
KUNINGAN, FOKUSjabar.id
Rumah Sayur Kuningan Resmi Diluncurkan, Bupati Dian: Petani Harus Tersenyum dan Sejahtera

KUNINGAN,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Kuningan resmi meluncurkan Rumah Sayur Kabupaten Kuningan di Kompleks Perumda Aneka Usaha Daerah (PDAU) Kuningan, Jalan Siliwangi No. 9, Cirendang, Kamis (23/7/2026). Kehadiran pusat distribusi ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat rantai pasok pangan, menjaga stabilitas harga, serta mendongkrak kesejahteraan petani lokal melalui kolaborasi bersama Rumah Tani Nusantara.

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar memimpin langsung acara peluncuran ini bersama Wakil Bupati Tuti Andriani dan Sekretaris Daerah U. Kusmana. Turut hadir Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon Fikri Widyanugraha, Asisten Deputi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RR. Yuli Sri Wilanti, serta jajaran pejabat daerah.

Baca Juga: Dukung Pelestarian Lingkungan, Pemkab Kuningan Lepas Peserta Diksar AKAR X Tahun 2026

Bupati Dian menegaskan bahwa Rumah Sayur bukan sekadar lokasi transaksi jual beli komoditas hortikultura belaka. Tempat ini menjadi simbol nyata keberpihakan pemerintah dalam memastikan petani memperoleh harga jual yang layak.

“Keberadaan Rumah Sayur ini bukan hanya sekadar tempat jual beli, tetapi bentuk komitmen pemerintah hadir di tengah petani dan masyarakat. Kita ingin memotong rantai distribusi yang selama ini merugikan petani sehingga mereka mendapatkan harga terbaik, sementara masyarakat memperoleh sayuran segar dengan kualitas terbaik,” ujar Dian.

Dian menjelaskan bahwa Kabupaten Kuningan mengantongi modal besar berupa lahan pertanian subur dan pasokan air yang melimpah. Tantangan utamanya kini mengolah potensi tersebut agar berdampak langsung pada tingkat ekonomi para petani.

Ia memproyeksikan Rumah Sayur ini sebagai cikal bakal lahirnya pusat-pusat distribusi pertanian baru di seluruh wilayah Kuningan.

“Kita ingin masyarakat tidak perlu lagi membeli sayuran ke luar daerah. Dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Sayuran yang ditanam petani Kuningan harus menjadi kebanggaan masyarakat Kuningan sendiri,” katanya.

Bupati turut mengimbau para pemilik restoran, hotel, swalayan, hingga pengusaha katering di Kuningan agar mengutamakan penggunaan produk pertanian lokal melalui kemitraan bersama PDAU.

Dukungan Bank Indonesia dan Kemenko Perekonomian

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Fikri Widyanugraha, memberikan apresiasi tinggi atas peresmian Rumah Sayur. Ia menilai terobosan ini sangat krusial dalam menekan laju inflasi daerah sekaligus mengamankan tingkat pendapatan petani.

“Kami menyambut baik hadirnya Rumah Sayur karena pengendalian inflasi harus dilakukan secara terintegrasi, menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan petani tetap sejahtera,” ujarnya.

Satu suara, Asisten Deputi Kemenko Perekonomian, RR. Yuli Sri Wilanti, menilai kehadiran Rumah Sayur berpotensi besar membawa Kabupaten Kuningan menjadi hub distribusi pangan di Jawa Barat maupun nasional.

“Rumah Sayur tidak hanya menjadi ikon baru Kabupaten Kuningan, tetapi juga menjadi inspirasi bagaimana membangun ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir yang mampu menjaga ketersediaan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, pemerintah mengukuhkan Mitra Strategis PDAU Kuningan yang mencakup gabungan kelompok tani (gapoktan), Kelompok Wanita Tani (KWT), BUMDes, koperasi, hingga pelaku UMKM.

Siap Buka 100 Titik di Jakarta dan Serap 20 Ton Sayur Per Hari

Direktur Rumah Sayur sekaligus CEO Rumah Tani Nusantara, Bahtiar, menegaskan komitmennya untuk menampung seluruh hasil panen dari para petani dan KWT di Kabupaten Kuningan. Pihaknya telah menyiapkan gudang penyimpanan (cold storage) kapasitas besar di kawasan Ciloa.

“Semua petani dan KWT di Kabupaten Kuningan bisa memasok hasil panennya kepada kami. Rumah Sayur akan menjadi hub distribusi, apalagi bulan depan kami akan membuka 100 titik Rumah Sayur di Jakarta,” katanya.

Pada tahap awal, Rumah Sayur menargetkan daya serap hingga 15 sampai 20 ton hasil pertanian Kuningan setiap hari. Angka penyerapan ini akan terus melonjak seiring peningkatan kapasitas produksi di tingkat petani.

Bahtiar mengungkapkan bahwa jaringan bisnisnya saat ini menjadi pemasok utama kebutuhan bahan baku bagi korporasi nasional seperti Indofood, Sasa, hingga jaringan restoran Mie Gacoan.

“Kami tidak hanya membeli hasil panen, tetapi juga akan mendampingi petani agar kapasitas produksinya terus meningkat. Harapan kami, Rumah Sayur menjadi rumah bersama bagi petani Kuningan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.

(KuninganKab/IrfansyahRiza)

Dukung Pelestarian Lingkungan, Pemkab Kuningan Lepas Peserta Diksar AKAR X Tahun 2026

0
Kuningan, FOKUSJabar.id
Bupati Dian Buka Pendidikan Dasar AKAR Angkatan X, Cetak Kader Pelestari Alam Berkarakter

KUNINGAN,FOKUSJabar.id: Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, secara resmi membuka Pendidikan Dasar (Diksar) Aktivitas Anak Rimba (AKAR) Angkatan X Tahun 2026 di halaman KIC Kuningan, Kamis (23/7/2026). Panitia mengusung tema “Mengakar dalam Kesetiaan, Menyatu di Alam, Berjuang dengan Fokus, Bijak, Tenang” sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda yang peduli kelestarian alam.

Ketua Pelaksana sekaligus Komandan Diklat, Aep Saepudin, melaporkan bahwa Diksar AKAR berlangsung selama 12 hari mulai 22 Juli hingga 2 Agustus 2026. Peserta akan mengarungi medan latihan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, Waduk Darma, hingga Situ Wulukut.

Baca Juga: Percepat Transformasi Digital, Pemkab Kuningan Susun Arsitektur dan Peta Rencana PEMDI 2026

Sebanyak enam peserta yang terdiri dari dua laki-laki dan empat perempuan mengikuti pendidikan ini setelah melintasi seleksi ketat. Tahapan seleksi meliputi administrasi, tes fisik, psikotes, wawancara, hingga pemeriksaan kesehatan.

Instruktur membekali peserta dengan materi manajemen perjalanan, navigasi darat, kompas, survival, Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), lintas medan, komunikasi lapangan, esarr gunung hutan, ke-AKAR-an, serta pendidikan lingkungan hidup.

Dalam sambutannya, Bupati Dian menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada keluarga besar AKAR yang konsisten merawat idealisme dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga alam.

“Saya atas nama Pemerintah Daerah menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada kawan-kawan AKAR yang senantiasa konsisten melaksanakan pendidikan dasar dan merawat idealisme dengan penuh keikhlasan. AKAR telah membuktikan bahwa idealisme yang dirawat dengan keikhlasan akan memberikan manfaat bagi banyak orang,” ujarnya.

Filosofi Akar dan Keselarasan Visi Kuningan MELESAT

Bupati Dian mengangkat filosofi akar sebagai gambaran pengabdian yang bekerja dalam senyap namun menopang kehidupan secara kokoh.

“Pohon yang rindang tidak berdiri hanya karena batangnya, tetapi karena akar yang bekerja dalam senyap. Jadilah seperti akar yang terus memberi manfaat meski tidak selalu terlihat,” pesannya.

Ia menegaskan bahwa Pendidikan Dasar AKAR bukan sekadar proses bergabung ke dalam organisasi. Melainkan ruang menempa kepemimpinan, kemandirian, empati, dan kepedulian lingkungan.

Langkah ini menyelaraskan diri dengan visi Kuningan MELESAT (Maju, Empowering, Lestari, Agamis, dan Tangguh). Khususnya dalam mengawal pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan.

“Alam bukan warisan, melainkan titipan yang harus kita jaga dan teruskan kepada generasi berikutnya. Pembangunan tidak hanya membangun jalan atau gedung, tetapi juga menjaga keseimbangan dengan alam,” tegasnya.

Mengakhiri pidatonya, Bupati Dian mengimbau seluruh peserta agar senantiasa memegang teguh nilai-nilai dasar kehidupan.

“Jangan pernah bermimpi menjadi pohon yang tinggi, tetapi melupakan akarnya. Pohon yang kehilangan akar pasti akan tumbang. Jadilah pribadi yang memberi manfaat bagi sesama dan lingkungan,” pungkasnya.

(KuninganKab/IrfansyahRiza)

Percepat Transformasi Digital, Pemkab Kuningan Susun Arsitektur dan Peta Rencana PEMDI 2026

0
KUNINGAN, FOKUSJabar.id
Diskominfo Kuningan Perkuat Transformasi Digital Melalui Bimtek Penyusunan Arsitektur dan Peta Rencana Pemerintahan Digital

KUNINGAN,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kuningan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Arsitektur dan Peta Rencana Pemerintahan Digital (PEMDI). Langkah ini menjadi upaya nyata dalam memperkuat Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) serta mengakselerasi transformasi digital di lingkungan pemerintah daerah.

Bidang Aplikasi Teknologi Informatika (Aptika) mengomandoi pelaksanaan kegiatan ini di Aula Wisma Permata Kuningan, Kamis (23/7/2026).

Baca Juga: Permudah Layanan Warga, Pemkab Kuningan Gelar SIPP Ke-24 Jemput Bola di Desa Partawangunan

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kuningan, Drs. H. Ucu Suryana, M.Si., membuka agenda resmi ini bersama Kepala Bidang Infrastruktur TIK dan Kepala Bidang Aptika. Sebanyak 40 perwakilan perangkat daerah serta bagian di Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan mengikuti bimtek ini, dengan menghadirkan narasumber dari KemenPANRB, Ikhsan Ramadhan.

Dalam sambutannya, Ucu Suryana menegaskan bahwa penyusunan Arsitektur Pemerintahan Digital menjadi pijakan strategis untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, terintegrasi, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Arsitektur ini berfungsi sebagai blueprint yang menyatukan proses bisnis, data, infrastruktur, aplikasi, hingga keamanan informasi demi membagun pemerintahan digital yang efisien dan berkelanjutan.

“Arsitektur Pemerintahan Digital menjadi fondasi dalam menyelaraskan layanan digital pemerintah sehingga seluruh perangkat daerah memiliki arah yang sama dalam membangun layanan yang saling terintegrasi. Melalui penyusunan arsitektur ini diharapkan tidak lagi terjadi silo system, pemanfaatan layanan bersama (shared services) dapat dioptimalkan, serta penggunaan anggaran teknologi informasi menjadi lebih efektif dan efisien,” ujar Ucu.

Peta Rencana Lima Tahun Jadi Panduan Nyata

Ucu memaparkan bahwa setiap perangkat daerah wajib menyusun Peta Rencana (Roadmap) Pemerintahan Digital sebagai acuan eksekusi. Dokumen lima tahunan ini mencakup penetapan target, tahapan kerja, kebutuhan sumber daya, hingga jadwal pelaksanaan. Peta rencana tersebut tidak sekadar menjadi tumpukan dokumen administratif, melainkan pedoman transformasi digital yang berdampak nyata bagi warga.

Ucu mengajak seluruh peserta agar memanfaatkan forum ini secara maksimal melalui diskusi aktif bersama narasumber KemenPANRB. Tentunya demi menyelaraskan dokumen dengan kebutuhan tiap instansi.

Wujudkan Layanan Publik yang Transparan dan Cepat

Sementara itu, Kepala Bidang Aplikasi Teknologi Informatika, Roro Ening Hartini, M.Kom., menyampaikan bahwa bimtek ini memberi pemahaman mendasar bagi perangkat daerah dalam membangun layanan pemerintahan berbasis digital.

Melalui kegiatan ini, seluruh instansi dapat mengacu pada panduan yang sama untuk menciptakan integrasi data dan aplikasi. Serta meningkatkan efisiensi kerja pemerintah melalui teknologi informasi.

“Penyusunan Arsitektur dan Peta Rencana Pemerintahan Digital harapannya mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih cepat. Terlebih mudah, transparan, dan akuntabel, sekaligus mendukung percepatan transformasi digital serta implementasi SPBE di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan,” jelasnya.

Pelaksanaan bimtek ini menegaskan komitmen Pemkab Kuningan dalam membangun ekosistem digital yang terencana, terpadu, serta adaptif menghadapi tuntutan era digital.

(KuninganKab/IrfansyahRiza)