spot_imgspot_img
Minggu 26 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 2

Konflik di Banjar Berakhir Damai, Wali Kota Tanggung Biaya Pengobatan Seluruh Korban

0
Banjar, FOKUSJabar.id
Caption: Forkopimda Kota Banjar audiensi dengan Pemuda Pancasila Kota Banjar. (Agus Purwadi/fokusjabar.id)

BANJAR,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Banjar memelopori pertemuan damai guna meredam perselisihan yang sempat memicu ketegangan di Kota Banjar. Pemkot Banjar mengundang Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, serta ormas ke Pendopo Kota Banjar, Sabtu (25/7/2026).

Seluruh elemen masyarakat yang hadir menyepakati komitmen bersama untuk menjaga kondusivitas daerah. Di sisi lain, kepolisian tetap melanjutkan proses hukum terhadap para pelaku secara transparan dan profesional.

Baca Juga: Ratusan Massa Pemuda Pancasila Datangi Kantor Wali Kota Banjar, Ini Tuntutan Mereka

Wali Kota Banjar Tanggung Seluruh Biaya Pengobatan Korban

Wali Kota Banjar, Sudarsono, menegaskan bahwa jajarannya berhasil menyelesaikan gejolak di tingkat masyarakat melalui musyawarah mufakat. Pihaknya berkolaborasi dengan DPRD, Forkopimda, serta Ormas Pemuda Pancasila untuk mengakhiri perselisihan tersebut.

“Saya jamin permasalahan di tingkat masyarakat sudah selesai secara damai. Namun demikian, proses hukum tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku,” ujar Sudarsono.

Sudarsono juga memastikan Pemerintah Kota Banjar mengambil alih seluruh penanganan medis para korban. Pemkot Banjar membebaskan seluruh biaya perawatan dan rawat jalan korban selama menempuh pengobatan di RSUD Kota Banjar.

Perwakilan Masyarakat Batak Sampaikan Permohonan Maaf

Pada forum yang sama, Pembina Perhimpunan Masyarakat Batak Banjar, Lamhok Silalahi, mengutarakan permohonan maaf mendalam atas kegaduhan dan tindakan tidak menyenangkan dari para tersangka.

Lamhok menegaskan komitmennya untuk tidak melindungi oknum warga yang terbukti melakukan keonaran atau pelanggaran hukum.

“Saya pribadi tidak akan membela atau mentolerir warga yang terbukti bersalah. Ke depannya, kami akan memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan Pemuda Pancasila, ormas-ormas lain, serta Pemerintah Kota Banjar agar kejadian serupa tidak terulang,” ungkap Lamhok.

Kuasa Hukum Minta Kepolisian Kembangkan Kasus

Kuasa Hukum Korban, Asep Andryanto SH, menyambut baik respons cepat kepolisian dalam memproses perkara ini. Pihaknya memercayakan penanganan kasus kepada Polres Banjar, tetapi tetap mendesak aparat untuk memperluas penyidikan.

“Kami menyerahkan sepenuhnya proses ini kepada Polres Banjar. Kami berharap ada pengembangan kasus untuk mencari dan menentukan pihak-pihak lain yang harus bertanggung jawab, demi memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi korban,” tutur Asep.

Kepolisian Menjamin Keamanan dan Keadilan

Menanggapi desakan tersebut, Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro memberikan garansi penuh atas keamanan Kota Banjar serta keterbukaan penanganan perkara tindak pidana ini.

“Polres Banjar menjamin Kota Banjar akan tetap aman dan kondusif. Kami juga memastikan proses hukum dijalankan secara profesional, transparan, dan tidak pandang bulu,” tegas Kapolres.

Melalui kesepakatan bersama ini, situasi keamanan di Kota Banjar kini kembali kondusif. Sementara itu, penyidik kepolisian terus bekerja menuntaskan pemeriksaan hingga selesai.

(Agus Purwadi)

Satlantas Polres Tasikmalaya Salurkan Bantuan Kambing dan Ribuan Benih Ikan untuk Panti Asuhan

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Anggota Satlantas Polres Tasikmalaya, saat menaburkan benih ikan di kolam milik Panti Asuhan Anak An-Nur Kec.Padakembang Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tasikmalaya kembali mewujudkan kepedulian sosial melalui aksi nyata. Kepolisian menyalurkan bantuan berupa hewan ternak kambing, ikan konsumsi, serta ribuan benih ikan kepada warga yang membutuhkan.

Satlantas menyasar Panti Sosial Asuhan Anak An-Nur di Kampung Cidoyang, Desa Cilampung Hilir, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Penyerahan bantuan ini mengusung program sosial bertajuk Sedekah untuk Jariah dan Dedikasi untuk Kemanusiaan (SUJUD).

Baca Juga: TPS Dadaha Kota Tasikmalaya Ditutup, Warga Kini Bisa Berolahraga Tanpa Bau Sampah

Inisiasi Program SUJUD dari Menyisihkan Rezeki

Mewakili Kasat Lantas, Kanit Turjawali Satlantas Polres Tasikmalaya, Ipda Dian Mardiana, menjelaskan bahwa para personel Satlantas rutin menyisihkan sebagian penghasilan mereka. Hasil pengumpulan dana tersebut kemudian mengalir untuk kegiatan kemanusiaan setiap hari Jumat.

“Program SUJUD merupakan kegiatan sedekah jariah dan dedikasi untuk kemanusiaan. Para anggota menyisihkan sebagian rezeki setiap bulan untuk disalurkan setiap hari Jumat. Kali Ini bantuan kami berikan beberapa ekor kambing, benih ikan, dan ikan konsumsi kepada Panti Asuhan An-Nur,” ungkap Ipda Dian Mardiana, Sabtu (25/7/2026).

Ipda Dian menegaskan bahwa pemberian ternak dan benih ikan tidak sekadar memasok bahan pangan harian. Langkah ini membawa misi yang lebih besar, yakni membangun kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan di panti asuhan.

“Kami melihat di panti ini sudah ada anak-anak yang beranjak dewasa dan berpotensi mengembangkan ternak kambing. Harapannya kambing ini bisa dikembangbiakkan sehingga menjadi program ketahanan pangan yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi panti. Begitu pula dengan benih ikan, nantinya bisa dibudidayakan, sedangkan ikan konsumsi dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan makan sehari-hari anak-anak,” paparnya.

Respons Pengurus Panti dan Harapan Masa Depan

Pengurus Panti Sosial Asuhan Anak An-Nur Tasikmalaya, Burhanudin, menyambut hangat inisiatif kepolisian tersebut. Ia menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian Satlantas Polres Tasikmalaya.

“Alhamdulillah, mudah-mudahan anak-anak bisa menikmati dan merasakan manfaat dari bantuan ini. Kambing dan benih ikan ini, nantinya bermanfaat untuk kebutuhan panti, bahkan menjadi usaha apabila hasilnya berkembang,” ungkap Burhanudin.

Ia menambahkan, bantuan ini sangat berarti karena anak-anak panti memiliki antusiasme tinggi untuk belajar mengelola peternakan secara langsung.

“Kami sangat berterima kasih dengan bantuan dan dukungan dari bapak-bapak Kepolisian, semoga kebaikan ini menjadi ladang amal bagi kita semua,” ujarnya.

“Anak-anak memang sudah menyampaikan keinginan untuk memelihara kambing. Alhamdulillah sekarang ada kesempatan dan fasilitasnya. Mudah-mudahan ini menjadi kegiatan yang bermanfaat dan bisa menjadi bekal bagi mereka di masa depan,” harap Burhanudin.

(Seda)

TPS Dadaha Kota Tasikmalaya Ditutup, Warga Kini Bisa Berolahraga Tanpa Bau Sampah

0
Tasikmalaya, FOKUSjabar.id
Ket foto : Wali Kota Viman Alfarizi, Bersama sejumlah pejabat lainnya, saat melihat TPS Dadaha yang sudah ditutup Permanen oleh Dinas Terkait (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, mengambil langkah tegas menata Kawasan Olahraga Dadaha. Pemerintah Kota Tasikmalaya menutup total Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) yang selama ini berada di pusat keramaian kompleks tersebut.

Penutupan TPS ini bertujuan mengembalikan kenyamanan warga yang rutin berolahraga serta mendukung aktivitas para pedagang lokal. Sebelum mengeksekusi kebijakan tersebut, Wali Kota memimpin Apel Gabungan di kawasan TPS lalu meninjau lokasi bersama jajaran dinas terkait.

Baca Juga: Sinergi OJK Tasikmalaya dan Pemda Sumedang Dorong Pelajar Gemar Menabung Melalui Progam Kejar

Langkah Awal Menata Jantung Kota Tasikmalaya

Wali Kota menjelaskan bahwa keberadaan sampah di kawasan olahraga kerap memicu bau tidak sedap. Kondisi ini menggangu warga yang sedang memanfaatkan fasilitas publik tersebut.

“Hari ini kita gelar apel gabungan di kawasan olahraga Dadaha, agar bisa melihat dan mengetahui secara langsung kondisi dan penataan kawasan Dadaha sesuai harapan dan lebih tertib,” ungkap Viman Alfarizi Ramadhan, Sabtu (25/7/2026).

Viman menegaskan bahwa pemerintah daerah harus menjamin kenyamanan masyarakat. Penutupan TPS Dadaha ini menjadi pintu masuk penataan fasilitas publik lain di Kota Tasikmalaya secara menyeluruh.

“Selama ini banyak warga yang beraktivitas atau sedang berolahraga merasa terganggu dan tidak nyaman karena selalu mencium aroma busuk dari sampah yang ada di TPS Dadaha ini,” ujarnya.

“Awalnya, TPS Dadaha ini ditutup sebagai bentuk langkah penataan, dan kedepan menyusul penataan-penataan sarana publik lainnya seperti penataan Pedagang Kaki Lima (PKL), penataan area parkir, termasuk penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ada di kawasan Dadaha, sehingga menghadirkan rasa nyaman bagi semuanya,” tegas Viman.

Guna melenyapkan sisa bau menyengat di lokasi, Wali Kota menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya untuk menyemprotkan cairan eco enzyme dan membersihkan seluruh area bekas TPS.

Dinas Lingkungan Hidup Siapkan Skema Pengangkutan Baru

Kepala DLH Kota Tasikmalaya, Sandi Lesmana, menyambut positif instruksi penutupan tersebut. Menurut catatannya, TPS Dadaha menampung volume sampah yang sangat besar setiap hari sebelum resmi tutup.

“Sebelum ditutup, volume sampah yang dibuang ke TPS Dadaha ini mencapai 30 hingga 40 kubik per hari. Jumlah ini tentu cukup besar, dan berpotensi menimbulkan aroma tidak sedap, serta bisa mengganggu terhadap kesehatan jika tidak dikelola dengan baik,” ungkap Sandi.

Untuk mencegah penumpukan sampah pasca-penutupan, DLH mengalihkan pembuangan warga ke beberapa TPS alternatif terdekat. Beberapa titik penampungan tersebut melingkupi:

  • Pasar Lama
  • Pasar Pancasila
  • TPS Cikalang
  • TPS Taman Harapan
  • Depo Mayasari
  • Balewiwitan

DLH juga mengerahkan petugas keliling (mobiling) menggunakan kendaraan Cator (sumber angkut roda tiga) untuk menjemput sampah langsung dari rumah-rumah warga.

“Walau TPS Dadaha ini tutup permanen, namun masyarakat sekitar kawasan komplek Dadaha tidak perlu khawatir, pengangkutan sampah tetap jalan normal, hanya sistemnya yang kita ubah supaya lebih tertata dan tidak menumpuk di satu tempat,” tegas Sandi.

Dorong Pemilahan Sampah Mandiri dari Rumah

DLH Kota Tasikmalaya mengimbau masyarakat agar meningkatkan kesadaran mengelola sampah secara mandiri dari skala rumah tangga. Langkah ini bisa memangkas beban pembuangan akhir ke TPA Ciangir.

“Kalau di setiap rumah tangga, mau mengolah sampahnya secara mandiri, volume sampah yang akan dibuang di TPS pasti berkurang, dengan demikian, sampah yang diangkut dari TPS-TPS untuk dibuang ke TPA Ciangir volumenya pun bisa menurun,” terangnya.

Pemerintah menargetkan warga mampu mengolah 70% sampah secara mandiri, sementara sisanya 30% baru menuju TPA.

“Target kita, 70% bisa mengelola sampah mandiri, dan sisanya 30% baru dibuang ke TPA Ciangir. Maka fokus kita sekarang adalah menekankan pengolahan, pengurangan, dan pemilahan sampah mulai dari rumah tangga masing-masing,” pungkasnya.

(Seda)

Inovasi Muharam Karya Penyuluh Ciamis Dongkrak Hasil Panen Padi dari 3 Ton Jadi 7,5 Ton per Hektare

0
CIAMIS, FOKUSjabar.id
Ketfot: Penyuluh Pertanian Kecamatan Purwadadi, Jaja Sukmana

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Jaja Sukmana, seorang Penyuluh Pertanian Kecamatan Purwadadi, menciptakan inovasi Muharam (Mutiara Hitam Suburkan Alam). Langkah ini berhasil mendongkrak produktivitas padi di lahan rawa dan tadah hujan hingga 7,5 ton per hektare, dari angka awal yang hanya 3 ton.

Inovasi tersebut menggabungkan ekstrak organik dengan teknologi PMAS dari Kementerian Pertanian. Kolaborasi ini memberikan jawaban nyata atas tantangan kondisi lahan ekstrem di wilayah Purwadadi, Kabupaten Ciamis.

Baca Juga: Swasembada Pangan, Ciamis Perkuat Sinergi Penyuluh dan Petani Capai Target LTT

Mengatasi Tantangan Lahan Rawa dan Tadah Hujan

Jaja merancang metode ini setelah memetakan potensi wilayah binaannya. Lahan pertanian setempat memiliki dua karakteristik utama: lahan rawa yang banjir saat musim hujan, serta lahan tadah hujan yang mengalami kekeringan ekstrem saat kemarau.

“Dari situ saya berpikir bagaimana menghadirkan solusi agar lahan dengan kondisi seperti ini tetap mampu menghasilkan. Kebetulan ada program PMAS dari Kementerian Pertanian yang menurut saya memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi,” ujar Jaja usai sosialisasi Percepatan LTT di Aula Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Ciamis, Sabtu (25/07/2026).

Penerapan teknologi gabungan ini terbukti memicu kembali semangat para petani untuk mengolah sawah. Lonjakan hasil panen memberi dampak positif langsung pada tingkat pendapatan mereka.

“Artinya ada peningkatan produksi yang cukup besar. Dampaknya bukan hanya pada hasil panen, tetapi juga terhadap kesejahteraan petani karena mereka memperoleh tambahan hasil yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Peran Ekstrak Muharam dan Teknologi PMAS

Penyuluh asal Purwadadi ini mengintegrasikan PMAS dengan berbagai metode budidaya populer. Beberapa di antaranya meliputi System of Rice Intensification (SRI), tanam dangkal, metode Haston, tabela, dan sistem jajar legowo.

Guna memperkuat metode tersebut, Jaja menyuntikkan inovasi Muharam yang pernah menembus ajang lomba inovasi tingkat nasional pada 2024. Ekstrak kompos pupuk kandang ini mengandungkan tiga senyawa penting:

  • Asam humat
  • Asam fulvat
  • Humin

Ketiga unsur alami tersebut memperbaiki struktur tanah sekaligus mempercepat tanaman menyerap nutrisi. Dampaknya, petani bisa memangkas pemakaian pupuk kimia sintetis secara signifikan.

“Kalau tanah sudah memiliki kandungan asam humat, asam fulvat, dan humin, fungsinya hampir sama seperti memberikan humus ke dalam tanah sehingga penyerapan unsur hara menjadi lebih optimal,” jelas Jaja.

Strategi Menghadapi Musim Kemarau

Keberhasilan inovasi ini juga memacu keberanian petani di Desa Kutawaringin, Kecamatan Purwadadi. Petani kini tak ragu menggunakan mesin pompa air untuk mengairi sawah saat musim kemarau.

Bahkan, sebagian petani berani mengalihfungsikan kembali lahan kacang hijau mereka menjadi tanaman padi. Hasil panen yang tinggi terbukti sanggup menutup biaya operasional BBM pompa air.

“Harapannya peningkatan produksi dapat mengganti biaya yang dikeluarkan petani untuk pompanisasi sekaligus memberikan keuntungan yang lebih baik. Dengan begitu, produktivitas tetap terjaga meskipun menghadapi musim kemarau,” kata Jaja.

(Mia)

Swasembada Pangan, Ciamis Perkuat Sinergi Penyuluh dan Petani Capai Target LTT

0
swasembada pangan ciamis fokusjabar.id
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, Ape

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) terus memperkuat sinergi antara penyuluh pertanian dan petani untuk mempercepat pencapaian target Luas Tambah Tanam (LTT) sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan nasional.

Komitmen tersebut di tegaskan dalam sosialisasi percepatan LTT yang di gelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis bersama Kementerian Pertanian, Sabtu (25/7/2026).

BACA JUGA:

De-Sille Barber Goes To School, Inovasi Dinsos Ciamis Hadirkan Layanan Cukur Rambut di Sekolah

Kegiatan yang di ikuti jajaran UPTD Pertanian dan Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) se-Kabupaten Ciamis itu menjadi forum penyamaan persepsi sekaligus penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengawal percepatan tanam di seluruh wilayah.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, Ape mengatakan, Kabupaten Ciamis mendapat kepercayaan dari Kementerian Pertanian sebagai salah satu daerah pendukung swasembada pangan.

Karena itu, seluruh jajaran pertanian di daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan target yang di berikan dapat tercapai.

Menurutnya, keberhasilan program LTT tidak hanya di tentukan oleh kebijakan pemerintah. Tetapi juga oleh kuatnya kolaborasi antara penyuluh pertanian dengan para petani di lapangan.

“Penyuluh menjadi ujung tombak pemerintah dalam mendampingi petani. Mereka berperan memastikan proses tanam berjalan sesuai target, sekaligus membantu menyelesaikan berbagai kendala yang di hadapi petani,” ujar Ape.

Ia menambahkan, penyuluh pertanian melalui Balai Penyuluhan Pertanian memiliki peran strategis dalam memantau perkembangan luas tanam, melakukan pendampingan teknis hingga memastikan seluruh program pemerintah dapat di terapkan secara optimal di tingkat petani.

Karena itu, Ape meminta seluruh Koordinator BPP di Kabupaten Ciamis terus menjalin komunikasi yang intensif dengan Dinas Pertanian maupun Kementerian Pertanian apabila menemukan hambatan di lapangan.

“Kalau ada kendala, segera laporkan. Dengan koordinasi yang baik, persoalan bisa cepat di selesaikan. Sehingga target tanam tidak terganggu,” katanya.

BACA JUGA:

Anjar Asmara Siap Jadi Wakil Bupati Ciamis Jika Dipercaya, Kesepakatan Koalisi Jadi Kunci

Ape juga menyoroti masih terbatasnya sarana transportasi operasional bagi penyuluh pertanian. Menurutnya, kondisi itu cukup memengaruhi mobilitas petugas dalam melakukan pendampingan. Terutama di wilayah yang memiliki akses cukup jauh.

“Padahal, penyuluh di tuntut untuk rutin turun ke lapangan melakukan pendampingan, verifikasi data hingga memantau perkembangan luas tanam di setiap wilayah binaan,” tuturnya.

Untuk mendukung optimalisasi tugas tersebut, Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap, Kementerian Pertanian dapat memberikan bantuan kendaraan operasional maupun fasilitas pendukung lainnya agar kinerja penyuluh semakin maksimal.

Target LTT Kabupaten Ciamis mencapai 4.649 hektare. Target tersebut merupakan bagian dari kontribusi Kabupaten Ciamis dalam meningkatkan produksi pangan nasional serta memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan pangan.

Pemerintah Kabupaten Ciamis optimistis target tersebut dapat di capai melalui sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian dan para petani.

BACA JUGA:

Jaenal Aripin Sebut AHY Jadi Kekuatan Utama Partai Demokrat

“Kolaborasi seluruh pihak di nilai menjadi kunci agar program percepatan LTT berjalan efektif, sekaligus memperkokoh posisi Ciamis sebagai salah satu daerah penyangga swasembada pangan nasional,” pungkasnya.

(Mia)

Sinergi OJK Tasikmalaya dan Pemda Sumedang Dorong Pelajar Gemar Menabung Melalui Progam Kejar

0
OJK Tasikmalaya Program Kejar fokusjabar.id
Kepala Ojk Tasikmalaya Nofa Hermawati, melakukan kesepakatan bersama dengan TPAD Sumedang dalam meningkatkan edukasi literasi dan Inklusi keuangan untuk masyarakat dan pelajar (ist OJK Tasikmalaya)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Kabupaten Sumedang terus memperkuat sinergi dalam memperluas akses keuangan masyarakat. Khususnya di kalangan pelajar melalui Surat Edaran Bupati Sumedang Nomor 41 Tahun 2026 tentang Program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar).

Kebijakan tersebut menjadi langkah strategis untuk mempercepat kepemilikan rekening tabungan bagi peserta didik.  Mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK).

BACA JUGA:

Optimalkan Pendapatan Daerah, Pemkab Garut-OJK Bersinergi

Selain itu memperluas akses terhadap layanan keuangan formal sebagai bagian dari penguatan literasi dan inklusi keuangan.

Selain mendorong pembukaan rekening di sektor perbankan, Pemerintah Kabupaten Sumedang juga melibatkan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) untuk memperluas akses layanan keuangan formal.

Melalui koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), implementasi Program Kejar di perkuat dengan pendampingan hingga tingkat satuan pendidikan.

Bentuk inovasi yang di terapkan adalah melalui pembagian wilayah pendampingan sekolah. Sehingga koordinasi, pembukaan rekening, pemantauan dan evaluasi capaian dapat di lakukan secara efektif dan berkelanjutan.

Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati mengapresiasi langkah dan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam memperluas akses keuangan bagi pelajar melalui penguatan implementasi program Kejar.

Harapannya, bisa membangun kemandirian finansial dan pengetahuan perencanaan keuangan sejak dini.

Ia mengatakan, keberhasilan Program Kejar di Sumedang menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, industri jasa keuangan (IJK) dan seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat dan pelajar.

BACA JUGA:

OJK Tasikmalaya Edukasi Mahasiswa Unigal Ciamis soal Investasi Legal dan Pasar Modal

“Pemkab Sumedang membuktikan, jika keberhasilan Program Kejar tidak hanya di tentukan oleh jumlah rekening yang di buka. Tetapi juga oleh kuatnya kepemimpinan daerah, sinergi lintas pemangku kepentingan serta sistem monitoring yang berjalan efektif,” kata Nofa Hermawati, Sabtu (25/7/2026).

Ia menjelaskan, Surat Edaran Bupati, pelibatan TPAKD, pembagian wilayah pendampingan sekolah hingga keterlibatan lembaga keuangan formal menjadi praktik baik yang dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mempercepat inklusi keuangan generasi muda.

“Komitmen Pemda Sumedang perlu menjadi contoh bagi daerah lain untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi lapisan masyarakat. Khususnya bagi generasi penerus bangsa agar menumbuhkan budaya menabung untuk perencanaan keuangan di masa depan,” jelas Nofa Hermawati.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir mengungkapkan, Program Kejar merupakan investasi jangka panjang untuk membentuk generasi muda yang mandiri dan bijak secara finansial.

“Menabung bukan sekadar menyimpan uang. Tetapi membangun karakter disiplin, tanggung jawab dan membangun kemampuan untuk merencanakan finasial di masa depan,” ungkap Bupati.

Pemerintah Kabupaten Sumedang berkomitmen untuk menghadirkan kebijakan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat dan peserta didik. Mulai dari PAUD hingga SMA/SMK.

Selain itu akan memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar budaya menabung menjadi gerakan bersama.

“Melalui sinergi Pemda dan TPAKD serta IJK, Kabupaten Sumedang berhasil membangun ekosistem yang mendorong kepemilikan rekening sejak usia dini. pada Semester I Tahun 2026, Program Kejar sukses menghasilkan 4.761 rekening baru (Number of Accounts/NoA) dengan total nominal sekutar Rp2,46 miliar,” imbuhnya.

BACA JUGA:

OJK Kukuhkan Duta Literasi Keuangan Syariah, Siap Edukasi Warga hingga Pelosok

Melihat keberhasilan ini, OJK akan terus memperkuat kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Sumedang, TPAKD dan seluruh pemangku kepentingan melalui edukasi keuangan yang berkelanjutan, perluasan akses terhadap layanan keuangan formal, serta penguatan implementasi Program Kejar.

“Upaya dan komitmen dari semua pihak di harapkan semakin meningkatkan edukasi literasi dan inklusi keuangan di tengah-tengah masyarakat dan pelajar sejak dini. Hal ini untuk mendukung terwujudnya ekosistem keuangan yang inklusif, sehat dan berkelanjutan,” pungkas Nofa Hermawati.

(Seda)

TPU Eureunsono Dipagar Pemdes Sukaluyu, Ini Harapan Warga

0
TPU Eureunsono Sukaluyu fokusjabar.id
Pemagaran TPU Eureunsono Desa Sukaluyu

GARUT, FOKUSJabar.id: Pemerintah Desa (Pemdes) Sukaluyu Kecamatan Sukawening Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar), melakukan pemagaran Tempat Pemakaman Umum (TPU) Eureunsono.

Kegiatan tersebut untuk menjaga kehormatan makam dan mencegah matrial tanah timpah ke badan jalan Desa Sukaluyu.

BACA JUGA:

Bupati Garut Dorong Percepatan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK RI

Kasi Kesra Desa Sukaluyu, Sukma Rahayu mengatakan, anggaran pembangunan bersumber dari Dana Desa (DD) senilai Rp23.212.500.

Menurut Sukma, pembangunn tersebut merupakan lanjutan tahun lalu. Di mana pekerjaannya belum rampung karena efisiensi anggaran.

“Tahun kemarin pengerjaannya belum tuntas karena efisiensi anggaran. Tahun 2026 di lanjutkan dengan Kode Rekening (Kodrek) berbeda,” kata Sukma kepada FOKUSJabar, Sabtu (25/7/2026).

Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), Safira Nur Fadillah menambahkan, pelaksanaan kegiatan ini melibatkan unsur masyarakat Dusun 1.

BACA JUGA:

Disdik Garut Dorong Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah

“Semua pekerja asli warga Sukaluyu dari golongan ekonomi menengah ke bawah,” singkatnya.

Di tempat yang sama, sejumlah tokoh masyarakat Kampung Eureunsono berharap, setelah pembangunan pagar rampung, Pemdes Sukaluyu mengalokasikan anggaran untuk Penerangan jalan Umum (PJU).

“Besar harapan kami, Pemdes Sukaluyu kembali menganggarkan untuk pemasangan PJU di sepanjang jalan menuju TPU,” imbuh Mereka.

(Andian)