spot_imgspot_img
Sabtu 18 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 2

Nadin Amizah Beri Tamparan Keras Terkait Fenomena Perundungan Transpuan di Medsos

0
nadin amizah
Nadin Amizah. (Foto: Web)

FOKUSJabar.id: Penyanyi sekaligus penulis lagu Nadin Amizah menyampaikan pandangannya mengenai gelombang serangan yang belakangan menyasar perempuan trans (trans women) melalui unggahan di Instagram Story, Jumat, 17 Juli 2026. Unggahan tersebut kemudian menjadi perhatian warganet karena membahas isu keamanan komunitas queer di tengah maraknya perundungan dan ujaran kebencian di media sosial.

Pernyataan itu disampaikan saat ruang digital tengah diramaikan oleh berbagai konten yang dinilai menyerang identitas perempuan trans. Dalam unggahannya, Nadin menyoroti bahwa persoalan tersebut tidak berhenti hanya karena konten yang dianggap bermasalah telah dihapus dari platform.

Melalui pesannya, Nadin mengajak publik untuk melihat isu tersebut dari sisi kemanusiaan. Menurutnya, hilangnya sebuah unggahan di media sosial tidak serta-merta menghapus ancaman ataupun rasa tidak aman yang masih dapat dirasakan oleh kelompok yang menjadi sasaran.

BACA JUGA: Cuaca Panas Saat Musim Kemarau? Ini 5 Tips Memilih Outfit agar Tetap Adem dan Stylish

Nadim Amizah: Kekerasan Tidak Dapat Dibenarkan

Dalam unggahan tersebut, Nadin menulis, “them (or instagram) deleting their posts does not mean queers’ safety are guaranteed. violence is violence, no matter what sides you’re in.”

Lewat pernyataan itu, Nadin menegaskan bahwa kekerasan tidak dapat dibenarkan dalam situasi apa pun maupun dilakukan oleh pihak mana pun. Ia juga menilai bahwa menghapus konten yang mengandung kebencian bukanlah solusi yang secara otomatis menjamin keamanan komunitas queer dari dampak yang telah ditimbulkan.

Unggahan tersebut menjadi salah satu topik yang banyak diperbincangkan di media sosial. Sejumlah pengguna turut membagikan kembali isi pesannya sehingga pembahasan mengenai perlindungan kelompok rentan di ruang digital semakin meluas.

Berdasarkan informasi yang beredar pada hari yang sama, fokus utama unggahan Nadin bukan ditujukan kepada individu tertentu. Ia lebih menyoroti pentingnya memastikan rasa aman bagi komunitas queer yang menjadi sasaran serangan di media sosial, sekaligus mengingatkan bahwa persoalan tersebut tidak selesai hanya karena sebuah unggahan telah dihapus.

Pesan yang disampaikan Nadin juga menunjukkan pandangannya bahwa tindakan intimidasi, ujaran kebencian, maupun bentuk kekerasan lainnya tetap harus dipandang sebagai persoalan kemanusiaan. Menurutnya, tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan tanpa melihat siapa pelaku maupun pihak yang menjadi sasarannya.

BACA JUGA: ARMY Bersiap, BTS Tambah Jadwal Konser Ketiga di SUGBK

Isi unggahan itu telah memicu berbagai diskusi mengenai pentingnya menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi seluruh pengguna, termasuk kelompok rentan. Percakapan yang berkembang juga menyoroti perlunya mencegah penyebaran ujaran kebencian dan berbagai bentuk kekerasan di media sosial.

Pernyataan yang disampaikan Nadin, menjadi pengingat bahwa menghapus sebuah unggahan tidak serta-merta menghilangkan dampak yang telah dirasakan oleh kelompok yang menjadi sasaran. Melalui pesannya, ia menegaskan bahwa persoalan utama terletak pada tindakan kekerasan itu sendiri, yang menurutnya harus ditolak tanpa memandang pihak yang terlibat.

(Jingga Sonjaya)

Manfaatkan Momen MPLS, Diskominfo Kuningan Ajak Ratusan Siswa Perangi Judol

0
KUNINGAN, FOKUSJabar.id
Diskominfo Kuningan Bekali Ratusan Pelajar, Ingatkan Bahaya Judol dan Pinjol

KUNINGAN,FOKUSJabar.id: Rentetan persoalan akibat judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) kini menjelma sebagai ancaman serius yang tidak lagi memandang usia. Fenomena gelap ini bahkan mulai menyasar kalangan pelajar di institusi pendidikan.

Merespons kondisi mengkhawatirkan tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kuningan bergerak cepat menyelipkan agenda edukasi.

Baca Juga: Sungai Ciwidey Hitam Pekat, Dedi Mulyadi Berang dan Buru Pelaku Pembuang Limbah

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Nana Suhendra, memberikan literasi digital secara marathon kepada ratusan pelajar yang tengah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Jumat (17/7/2026).

Nana menggelar kegiatan edukatif ini di dua lokasi berbeda secara bergantian, yaitu SMK Automatsuda dan SMAN 2 Kuningan.

Mengusung tema “Rentetan Bahaya Judi Online (Judol) dan Pinjaman Online (Pinjol)”, agenda ini bertujuan mempertebal kesadaran para siswa baru terhadap berbagai ancaman nyata di ruang digital.

Dalam pemaparannya, Nana mengupas tuntas keterkaitan erat antara judi online dan pinjaman online ilegal.

Banyak kasus menunjukkan korban awal mulanya tergiur oleh judol, kemudian nekat mengakses pinjol ilegal demi menambal kerugian finansial akibat kalah taruhan.

“Judi online tidak hanya menghabiskan uang, tetapi juga menghancurkan masa depan. Ketika seseorang kalah, muncul keinginan untuk terus bermain demi mengejar kerugian. Saat tidak memiliki uang, pinjaman online ilegal datang menawarkan solusi instan. Di situlah banyak orang akhirnya terjerat kecanduan judi sekaligus lilitan utang,” ujarnya.

Kecanduan Psikologis yang Mencabut Kendali Diri

Nana menilai dampak judol jauh melampaui kerugian materi semata. Efek samping yang paling merusak adalah lahirnya kecanduan psikologis yang mencabut kendali diri seseorang.

“Ketika sudah kecanduan, pikiran akan terus dipenuhi keinginan untuk bermain lagi meski sudah berkali-kali kalah. Inilah yang membuat judi online sangat berbahaya,” tutur Nana menjelaskan kepada para peserta.

Situasi ini kian memprihatinkan lantaran jeratan digital tersebut kini aktif membidik para remaja sekolah yang saban hari akrab dengan gawai, media sosial, serta internet.

Ia mewanti-wanti bahwa kombinasi judol dan pinjol membawa efek domino yang luas.

Selain menguras dompet, kedua hal ini terbukti menurunkan prestasi akademik, memicu kebiasaan berbohong kepada orang tua, merusak kesehatan mental, hingga mendorong tindakan kriminal demi mendapatkan modal kilat.

“Tekanan akibat kekalahan berjudi dan beban utang dapat memicu stres, kecemasan, depresi, bahkan dalam kondisi tertentu mendorong seseorang melakukan tindakan yang membahayakan dirinya sendiri,” cetus Nana.

Oleh karena itu, ia mengetuk kesadaran para pelajar agar memiliki ketegasan untuk menolak segala bentuk taruhan digital, walau hanya bermula dari rasa penasaran atau bujuk rayu teman sebaya.

“Jangan pernah mencoba judi online hanya karena penasaran atau ikut-ikutan. Sekali masuk, risikonya sangat besar dan bisa merusak masa depan,” tegasnya.

Pemanfaatan Teknologi Ke Arah Positif, Bijak dan Produktif

Bukan cuma meminta siswa menjauhi lingkaran setan tersebut, Nana juga membimbing para murid untuk mengalihkan pemanfaatan teknologi ke arah yang lebih positif, bijak, dan produktif.

Ia meminta para pelajar tidak menutup diri atau sungkan mencari bantuan apabila telanjur menghadapi masalah pelik di jagat maya.

“Jangan memendam masalah sendirian. Ceritakan kepada orang tua, guru BK, atau pihak sekolah. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang untuk keluar dari jeratan tersebut,” pesannya.

Pada forum tersebut, Nana turut membagikan potret keseriusan pemerintah dalam memberantas perjudian siber.

Merujuk data resmi Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), perwakilan eksekutif sukses memblokir (take down) sekitar 3,1 juta situs dan konten bermuatan judi online sejak 20 Oktober 2024 hingga 12 Juli 2026.

Capaian masif itu lahir berkat kolaborasi ketat lintas kementerian, lembaga negara, aparat penegak hukum, hingga industri jasa keuangan. Namun, Nana mengingatkan bahwa aksi blokir situs saja belum cukup kuat menjadi solusi tunggal.

“Hal paling penting adalah membangun kesadaran kita, terutama generasi muda, agar tidak tergoda untuk mencoba judi online. Literasi digital menjadi upaya utama dalam mencegah lahirnya korban-korban baru,” terangnya memungkasi materi.

Melalui program literasi digital ini, Diskominfo Kabupaten Kuningan menaruh harapan besar agar para pelajar mampu menggunakan teknologi secara cerdas, aman, produktif, dan penuh tanggung jawab.

(Diskominfo Kuningan/Irfansyahriza)

Genjot Pembiayaan Ritel & SME, BPKH dan Bank Muamalat Perkuat Kolaborasi Lewat Synergy Roadshow 2026 di Bandung

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Caption: Synergy Roadshow 2026 BPKH dan Bank Muamalat di Bandung

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama PT Bank Muamalat Indonesia terus memperkokoh sinergi strategis guna mendorong pertumbuhan ekosistem syariah di Indonesia.

Komitmen ini diwujudkan melalui gelaran Synergy Roadshow 2026 di Kota Bandung, Jumat (17/7/2026). Bandung menjadi kota ketiga dari rangkaian evaluasi kinerja bisnis. Menjadi penguatan kolaborasi nasional setelah sebelumnya sukses digelar di Jakarta dan Surabaya. Nantinya, acara akan terus bergulir ke tiga kota besar lainnya, seperti Yogyakarta, Makassar, dan Medan.  

Baca Juga: Sungai Ciwidey Hitam Pekat, Dedi Mulyadi Berang dan Buru Pelaku Pembuang Limbah

Dirut Bank Muamalat, Imam Teguh Saptono mengatakan, Synergy Roadshow menjadi wadah penting bagi para pimpinan. Terlebih tim penjualan di tingkat regional untuk menyelaraskan arah bisnis. Melalui forum tersebut, manajemen menyampaikan strategi dan prioritas bisnis guna meningkatkan kapabilitas tim di lapangan.  

“Kami mengidentifikasi setiap peluang pertumbuhan lokal agar tercipta optimisme kuat dalam menghadapi semester kedua tahun ini. Di tengah kondisi perekonomian nasional yang menantang dan dinamika global yang masih bergejolak,” kata  Imam.  

Fokus Segmen Ritel & SME Kunci Resiliensi Bisnis

Di tengah situasi makro ekonomi yang dinamis, Bank Muamalat secara konsisten menerapkan strategi pertumbuhan berkelanjutan. Fokus bisnis mengarah pada segmen ritel, termasuk consumer dan Small Medium Enterprise (SME). Hal itu terbukti memiliki daya tahan (resilience) tinggi, tanpa mengabaikan pengembangan segmen korporasi yang sehat.


Strategi ini, kata dia, membuahkan hasil luar biasa yang tecermin dalam kinerja kuartal pertama tahun 2026. Pembiayaan Solusi Emas Hijrah mencatatkan lonjakan drastis hingga lebih dari 11 kali lipat secara tahunan year on year (yoy), mencapai Rp1,7 triliun per akhir Maret 2026. Hal itu juga diikuti kenaikan tajam jumlah rekening nasabah sebesar 274 persen yoy.  

Di saat yang sama, Bank Muamalat juga memacu pembiayaan ke sektor SME. Hingga Maret 2026, outstanding pembiayaan SME sukses menembus angka Rp3,1 triliun, tumbuh 33 persen berbanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Imam menilai sektor SME memegang peranan krusial sebagai penopang stabilitas ekonomi nasional karena memiliki mitigasi risiko yang sangat baik.  

Integrasi Digital Ekosistem Haji dan Umrah

Sinergi erat antara Bank Muamalat dan BPKH mampu memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat Indonesia.

Salah satu langkah konkret kolaborasi ini adalah peluncuran Kartu Haji Indonesia. Kartu untuk menggantikan penggunaan uang tunai (cashless), yang rancangannya untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan jemaah selama beribadah di Tanah Suci.  

Kemudahan pendaftaran haji kini juga semakin fleksibel berkat integrasi multi-kanal. Selain melalui jaringan kantor cabang Bank Muamalat dan kerja sama dengan PT Pos Indonesia di seluruh Tanah Air, masyarakat kini bisa mendaftar langsung lewat aplikasi mobile banking Muamalat DIN.

Aplikasi ini lengkap dengan fitur khusus “Bank Haji” yang memungkinkan nasabah melakukan pendaftaran. Kemudian pelunasan biaya haji, hingga memantau riwayat pendaftaran serta nilai manfaat haji secara real-time.  

Kepercayaan BPKH terhadap kapabilitas Bank Muamalat juga semakin memguat dengan penunjukkan bank syariah pionir ini sebagai salah satu penyedia jasa layanan kustodian resmi.

Ke depan, kedua belah pihak berkomitmen melanjutkan pelaksanaan acara bersama. Tentunya dalam berbagai program nasional maupun internasional terkait sosialisasi dan kemaslahatan umat.

“Dengan memanfaatkan kapabilitas digital dan jejaring yang kami miliki, sinergi ini harapannya tidak hanya meningkatkan kualitas layanan bagi calon jemaah haji dan umrah, tetapi juga memperkuat peran ekonomi syariah dalam mendukung kemaslahatan umat secara lebih luas,” kata Imam.

(LIN)

Sungai Ciwidey Hitam Pekat, Dedi Mulyadi Berang dan Buru Pelaku Pembuang Limbah

0
Gubernur jabar Persib sungai ciwidey fokusjabar.id
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (foto: jabarprov.go.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Kondisi memprihatinkan menimpa aliran Sungai Ciwidey, tepatnya di kawasan Leuwi Kurey, Kabupaten Bandung. Air sungai yang biasanya mengalir jernih tiba-tiba berubah warna menjadi hitam pekat akibat dugaan pembuangan limbah industri.

Merespons laporan tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, langsung mengambil tindakan tegas dan menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat untuk mengusut tuntas pelaku pencemaran lingkungan ini pada Jumat (17/7/2026).

Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Dedi Mulyadi mengecam keras tindakan tidak bertanggung jawab yang merusak ekosistem sungai tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam dan siap menyeret pihak yang terlibat ke jalur hukum.

BACA JUGA: Dedi Mulyadi Sebut Kecanduan Gawai Picu Penyakit Kronis pada Anak

“Siapa yang buang limbah menghitam begitu di Leuwi Kurey Sungai Ciwidey? Ayo ngaku! Ngaku enggak ngaku, kita akan proses hukum. Tim kita sudah berada di lokasi sekarang untuk mengambil sampel air. Nanti juga akan teridentifikasi siapa dalangnya,” tegas Dedi dengan nada berang.

Gubernur juga mengingatkan para pelaku industri di Jawa Barat agar mengelola operasional pabrik mereka dengan benar, terutama terkait sistem pengolahan air limbah.

“Jangan mau untung sendiri! Limbah itu dikelola dengan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) yang baik, jangan main buang-buang aja. Kamu kalau disuruh minum limbahnya mau enggak?” ketusnya.

Dedi berharap insiden ini menjadi peringatan keras bagi seluruh sektor industri di Jabar agar memiliki kesadaran tinggi dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.

DLH Jabar Terjunkan Tim PPLH dan Uji Sampel Laboratorium

Sementara itu, Kepala DLH Jawa Barat, Ai Saadiyah Dwidaningsih, memastikan bahwa jajarannya bergerak cepat sesaat setelah menerima informasi mengenai pencemaran di Leuwi Kurey. Tim Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH) telah diterjunkan ke lapangan untuk menyisir bantaran sungai dan mencari titik awal pembuangan limbah.

“Tadi pagi kami mendapat informasi dan tim langsung turun ke lokasi. Petugas saat ini sedang menyisir area untuk mencari sumber utama dugaan pencemaran air limbah hitam tersebut,” kata Saadiyah, Jumat (17/7/2026).

BACA JUGA: Kabar Gembira, Dedi Mulyadi Umumkan Kelahiran Cucu Pertama dari Wakil Bupati Garut

Meski demikian, pihak DLH belum bisa memberikan keterangan lebih rinci mengenai jenis zat kimia atau nama perusahaan yang diduga kuat menjadi dalang di balik peristiwa ini. Saadiyah menjelaskan bahwa pembuktian secara ilmiah memerlukan waktu.

“Masih on process (sedang berjalan). Kami harus melakukan pengujian laboratorium secara klinis terhadap sampel air untuk mengetahui kandungan pastinya. Namun yang pasti, tim PPLH DLH Jawa Barat sudah mengawal penuh kasus ini di lapangan,” pungkasnya.

(Anthika Asmara)

Persib Perpanjang Kontrak Tiga Pemain Asing Jelang Musim 2026/2027

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Foto: Persib perpanjang kontrak tiga pemain asingnya. (media officer Persib)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Menjelang bergulirnya kompetisi musim 2026/2027, Persib Bandung resmi memperpanjang masa bakti tiga pemain asing andalan mereka hingga tahun 2028.

Ketiga pemain tersebut adalah bek tengah Patricio Matricardi (Argentina), serta duo penyerang asal Brasil, Uilliam Barros Pereira dan Ramon “Tanque” De Andrade Souza.

Baca Juga: Gabriel Mutombo Langsung Betah di Persib Bandung, Sebut Suasana Tim Seperti Satu Keluarga

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, menjelaskan bahwa keputusan memperpanjang kontrak ini merupakan buah dari evaluasi menyeluruh.

Langkah manajemen ini juga merujuk langsung pada rekomendasi tim pelatih yang menyesuaikan dengan kebutuhan tim saat ini.

“Persib membutuhkan kedalaman skuad yang semakin kuat karena musim ini kami akan berkompetisi setidaknya di empat ajang berbeda,” kata Adhitia, Jumat (17/7/2026).

“Untuk menjaga konsistensi performa sepanjang musim, kami membutuhkan pemain berkualitas di setiap lini. Sehingga tim memiliki daya saing yang optimal pada setiap pertandingan,” ujarnya.

Adhitia memaparkan selain faktor kebutuhan taktis, tim pelatih menilai ketiga legiun asing tersebut sukses menyuguhkan performa yang konsisten sepanjang musim lalu.

Karakter Bermain yang Kuat

Mereka dinilai unggul baik dari aspek teknis di lapangan, karakter bermain yang kuat, maupun komitmen tinggi terhadap lambang di dada.

Rapor impresif itu yang akhirnya mendasari keputusan tim pelatih Persib Bandung untuk mengikat ketiganya lewat kerja sama jangka panjang.

Sebagai catatan, pada musim 2025/2026, Matricardi menjelma sebagai tembok kokoh di lini belakang Maung Bandung. Ia mencatatkan 31 penampilan dan menyumbang 2 gol di ajang Super League.

Saat membela Persib di kancah Asia, tepatnya pada AFC Champions League Two, bek tangguh asal Argentina itu juga turun dalam 9 pertandingan, termasuk fase play-off.

Sementara itu, Barros sukses mengomandoi lini serang Persib lewat kontribusi nyata berupa 8 gol dari 32 penampilan di liga domestik.

Ia juga menunjukkan taringnya di kompetisi Asia dengan membukukan 9 penampilan dan melesakkan 2 gol.

Ramon Tanque tidak mau kalah dengan memberikan kontribusi tajam di barisan depan setelah mencetak 8 gol dari 28 laga Super League.

Pemain berjuluk “Tanque” ini juga mencatatkan 8 penampilan dan melesakkan 1 gol pada ajang AFC Champions League Two.

“Kami berharap Matricardi, Barros, dan Ramon Tanque dapat terus berkembang dan menjaga konsistensi performa. Serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi Persib,” tutur Adhitia.

“Tantangan musim ini tentu akan semakin besar, baik di kompetisi domestik maupun Asia. Karena itu, kami percaya pengalaman dan kualitas yang mereka miliki akan menjadi bagian penting. Tentunya dalam perjalanan tim meraih target-target terbaik,” pungkasnya.

(Arif)

Tugu Koperasi Tasikmalaya Bersolek Sambut Menkop Ferry Juliantono, Revitalisasi Total Segera Dimulai

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan, bersama sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemkot Tasikmalaya, saat melakukan peninjauan di kawasan Tugu Koperasi, di Jalan Mohammad Hatta Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kawasan Tugu Koperasi mulai bersolek menjelang kunjungan Menteri Koperasi (Menkop) Republik Indonesia, Ferry Juliantono, ke Kota Tasikmalaya untuk meninjau tempat bersejarah cikal bakal lahirnya perkoperasian di tanah air tersebut.

Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Tasikmalaya langsung bergerak membersihkan kawasan itu.

Baca Juga: Siloka Sunda Warnai Rakerda PAN Kota Tasikmalaya, Budi Mahmud Tekankan Pentingnya Budi Pekerti

Mulai dari pejabat eselon II hingga staf di tingkat kecamatan dan kelurahan memadati area Tugu Koperasi di Jalan Mohammad Hatta, Kalangsari, Cipedes, Jumat (17/7/2026).

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, memimpin langsung aksi bakti sosial tersebut.

Para peserta bergotong royong membersihkan rumput liar, mengumpulkan sampah plastik, serta merapikan dahan pohon yang berserakan di sekitar monumen.

Sebelum aksi bersih-bersih berlanjut, seluruh peserta mengikuti senam bersama. Agenda ini merupakan wujud implementasi program Tasik Gemas (Gerakan Masyarakat Sehat), Tasik Resik, dan Indonesia Asri demi mewujudkan lingkungan yang sehat.

Berkat aksi kompak tersebut, wajah kawasan Tugu Koperasi kebanggaan warga Tasikmalaya ini seketika berubah menjadi jauh lebih bersih, rapi, dan indah.

Rangkaian Peringatan Hari Koperasi

Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan menjelaskan bahwa aksi resik-resik ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Koperasi ke-79 tingkat Kota Tasikmalaya tahun 2026.

Menurut Viman, Hari Koperasi ke-79 tahun ini mengemban makna yang sangat strategis bagi Tasikmalaya.

Sebab, Menkop RI Ferry Juliantono menjadwalkan hadir secara langsung untuk melihat dari dekat monumen awal berdirinya perkoperasian Indonesia tersebut.

“Kenapa aksi bersih-bersih hari ini dipusatkan di kawasan Tugu Koperasi, supaya kawasan tugu ini menjadi bersih dan indah. Pasalnya, insyaallah bapak Menteri Koperasi akan berkunjung ke sini pada tanggal 26 Juli 2026 minggu depan,” ungkap Viman Alfarizi Ramadhan.

Viman menilai kehadiran Menkop RI membawa keberkahan sekaligus momentum penting yang akan memicu kemajuan bagi Tugu Koperasi sebagai ikon sejarah nasional.

“Kedatangan Pak Menteri Koperasi tentu akan membawa berkah bagi masyarakat Tasikmalaya. Selain bersilaturahmi, beliau juga akan melakukan peletakan batu pertama (ground breaking) sebagai tanda dimulai revitalisasi total Tugu bersejarah Indonesia tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa proyek revitalisasi total ini merupakan wujud perhatian besar dari pemerintah pusat.

Langkah ini bertujuan agar Tugu Koperasi tidak sekadar menjadi simbol masa lalu. Melainkan menjelma sebagai ruang edukasi dan destinasi wisata sejarah yang memperkenalkan nilai gotong royong kepada generasi muda.

Tugu Koperasi Tengan Dalam Kajian Sebagai Cagar Budaya Nasional

Viman juga membagikan kabar baik bahwa saat ini Tugu Koperasi tengah masuk dalam proses pengkajian intensif untuk ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional.

Pihaknya sedang menunggu terbitnya Surat Keputusan (SK) resmi pengesahan dari pemerintah pusat yang rencananya keluar dalam waktu dekat.

“Kalau sudah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional, ini akan memperkuat posisi Tasikmalaya. Tentunya sebagai kota bersejarah bagi gerakan lahirnya perkoperasian di Indonesia,” paparnya.

Ia menegaskan bahwa peran besar Kota Tasikmalaya dalam linimasa sejarah pergerakan ekonomi nasional sudah tidak terbantahkan lagi.

Sebab, Kota Tasikmalaya sukses menggelar Kongres Koperasi Indonesia pertama pascakemerdekaan pada 12 Juli 1947 silam.

“Bulan ini masih suasana hari koperasi, dan Tasikmalaya harus menegaskan kembali jati dirinya sebagai bagian dari lahirnya perkoperasian di Indonesia. Tugu Koperasi ini adalah warisan sejarah bangsa yang harus kita jaga dan teruskan cita-citanya,” kata Viman.

Guna melanjutkan semangat tersebut, ia akan mendorong seluruh jajaran OPD dan elemen masyarakat untuk menghidupkan kembali nilai ekonomi kerakyatan berbasis gotong royong.

Selain itu, Viman juga menyoroti tantangan berat kelembagaan koperasi di era digital.

Menurut pandangannya, koperasi tidak akan mampu bertahan jika hanya mengandalkan model konvensional, melainkan wajib bertransformasi mengikuti laju perkembangan teknologi terkini.

“Anak muda sekarang hidupnya serba digital. Kalau koperasi ingin tetap relevan, harus bertransformasi. Manfaatkan teknologi, permudah akses, dan buat produk yang menarik bagi generasi muda,” imbuhnya.

Ia berharap perayaan Hari Koperasi tahun ini melahirkan momentum kebangkitan koperasi modern di Tasikmalaya. Di mana lembaga ini mampu bertindak sebagai motor penggerak sektor UMKM dan industri kreatif.

“Dengan semangat hari koperasi Indonesia, kita jadikan Kota Tasikmalaya sebagai contoh gerakan koperasi yang maju dan sehat. Terlebih berdaya saing yang mampu beradaptasi dengan zaman,” ucap Viman mengakhiri penjelasan.

(Seda)

Rancangan APBD 2027, Bupati Garut Prioritaskan Pemerataan Layanan Dasar dan Produktivitas

0
bupati garut apbd 2027 fokusjabar.id
Bupati dan Pimpinan DPRD Garut

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin menyampaikan Nota Pengantar Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2027.

Hal itu bupati sampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Garut Masa Sidang III Tahun Sidang 2026 di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Jumat (17/7/2026).

BACA JUGA:

Kementan-IFAD Evaluasi Program Upland, Garut jadi Percontohan Pengembangan Kentang

Syakur mengapresiasi pimpinan dan anggota DPRD, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta seluruh elemen masyarakat atas sinergi yang terjalin.  Sehingga roda pemerintahan dan pembangunan daerah dapat berjalan dengan baik.

Penyusunan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020.

Dia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Garut mengambil langkah proaktif dengan menyampaikan dokumen KUA-PPAS sesuai jadwal agar pembahasan bersama DPRD dapat berlangsung tepat waktu.

“Maka, meskipun perubahan RKPD Tahun Anggaran 2027 belum terbit, kami tetap berinisiatif menyampaikan rancangan KUA dan PPAS TA 2027 kepada DPRD yang sesuai dengan ketentuan paling lambat di sampaikan pada minggu kedua bulan Juli untuk di bahas dan di sepakati bersama pada bulan Agustus,” kata Bupati Garut.

Rancangan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 di susun dengan berpedoman pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang mengusung tema “Pemerataan Akses Layanan Dasar dan Peningkatan Produktivitas Daerah.”

Fokus pembangunan di arahkan pada penguatan sektor pertanian, peternakan, pariwisata serta ekonomi kreatif sebagai sektor potensial yang di harapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Kebijakan anggaran tersebut juga di selaraskan dengan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Nasional Tahun 2027. Termasuk berbagai asumsi ekonomi yang memengaruhi penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

BACA JUGA:

Pemekaran CDOB Garut Utara: Perjuangan Nyata, Bukan Sekadar Narasi

Bupati Garut menjelaskan, proyeksi keuangan daerah Tahun Anggaran 2027 yang meliputi pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah.

Total pendapatan daerah di proyeksikan mencapai Rp4,76 triliun. Terdiri atas PAD sebesar Rp803,47 miliar, pendapatan transfer Rp3,95 triliun serta lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp12,6 miliar.

Sementara itu, belanja daerah di rencanakan sebesar Rp4,86 triliun yang di prioritaskan untuk belanja wajib, program prioritas daerah serta belanja modal dan infrastruktur.

Adapun defisit anggaran sebesar Rp100 miliar di rencanakan di tutup melalui penerimaan pembiayaan yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya.

Bupati Garut berharap, pembahasan Rancangan KUA dan PPAS APBD Tahun Anggaran 2027 bersama DPRD dapat menghasilkan kebijakan anggaran yang semakin berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami berharap pembahasan bersama ini dapat menyempurnakan rancangan yang ada. Sehingga APBD 2027 dapat secara optimal memberikan kebermanfaatan. Khususnya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Garut,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)