spot_imgspot_img
Selasa 21 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 2

Kantin SMPN 4 Rancah Ciamis Kebakaran

0
Kantin SMPN 4 Rancah fokusjabar.id
Camat Rancah Nia Kurniawan saat berada di lokasi kejadian

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Kantin SMPN 4 Rancah di Dusun Harjamukti Desa Cisontrol Kecamatan Rancah Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) kebakaran, Selasa (21/7/2026) pagi.

Camat Rancah, Nia Kurniawan menduga penyebab kebakaran kantin SMPN 4 Rancah dari korsleting arus listik.

BACA JUGA:

Bupati Lepas Peserta CGEP ke Kampung Inggris Pare, Siapkan Pelajar Ciamis Berdaya Saing Global

Menurut Camat, tidakada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa kebakaran tersebut. Kerugian di taksir mencapai Rp40 juta.

Nia Kurniawan menyebut, sekitar pukul 05.30 WIB menerima informasi kantin SMPN 4 Rancah mengalami musibah kebakaran.

Selanjutnya Dia langsung berkordinasi dengan pihak Damkar pos WMK Rancah dan melaporkan kejadian itu kepada pimpinan.

“Untuk tindakan pascakebakaran, kami sudah melaporkan ke pimpinan melalui BPBD dan Dinas Sosial,” ucapnya.

Nia melanjutkan, api yang sedang membakar bangunan kantin itu berhasil di padamkan dengan sempurna.

“Saat ini api sudah padam dengan sempurna berkat kesigapan personel Damkar,” jelasnya.

BACA JUGA:

Peduli Kader Posyandu, TP PKK Ciamis Dorong Seluruh Desa Berikan Jaminan Ketenagakerjaan

Sementara itu Kasatpol PP Kabupaten Ciamis, Ega Anggara Alqausar melalui Kasi Pengendalian dan Penanganan Kebakaran, Trisyanto mengatakan, Damkar WMK Rancah mengerahkan satu unit tangki Pancar dan satu unit tangki water suplay.

“Setelah api berhasil di padamkan, Kami mengimbauan dan mengedukasi tentang pemadam kebakaran dan penyelamatan kepada masyarakat,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

Bupati Lepas Peserta CGEP ke Kampung Inggris Pare, Siapkan Pelajar Ciamis Berdaya Saing Global

0
Bupati CGEP Kampung Inggris fokusjabar.id
Bupati Lepas Peserta CGEP ke Kampung Inggris Pare (foto: Ist)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Komitmen meningkatkan kualitas SDM terus di perkuat Pemerintah Kabupaten Ciamis. Salah satunya melalui dukungan terhadap Ciamis Global English Program (CGEP) Holiday Pare Kampung Inggris 2026.

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya secara resmi melepas keberangkatan 10 pelajar menuju Kampung Inggris Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

BACA JUGA:

Peduli Kader Posyandu, TP PKK Ciamis Dorong Seluruh Desa Berikan Jaminan Ketenagakerjaan

Selama dua pekan, para peserta akan mengikuti program pembelajaran bahasa Inggris secara intensif di kawasan yang di kenal sebagai pusat pendidikan bahasa Inggris terbesar di Indonesia.

Program CGEP merupakan inisiatif PC PMII Ciamis melalui PMII Speaking Center yang berkolaborasi dengan Baznas Kabupaten Ciamis serta lembaga kursus di Kampung Inggris Pare.

Kolaborasi tersebut menjadi upaya bersama dalam memperluas kesempatan belajar sekaligus meningkatkan kompetensi generasi muda Ciamis.

Bupati Herdiat mengapresiasi lahirnya program tersebut. Menurutnya, kesempatan belajar di Kampung Inggris menjadi bekal berharga bagi para pelajar untuk menghadapi tantangan dunia yang semakin kompetitif.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada PMII yang telah menghadirkan program ini. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus berkembang. Sehingga semakin banyak pelajar Ciamis yang dapat merasakan manfaatnya,” ujar Herdiat.

Ia menilai, kemampuan berbahasa Inggris merupakan salah satu kompetensi penting yang harus di miliki generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan globalisasi.

Namun demikian, kemampuan tersebut tidak cukup hanya dengan menghafal kosakata. Melainkan harus di bangun melalui latihan dan keberanian untuk berkomunikasi.

“Belajar bahasa Inggris membutuhkan proses. Yang terpenting bukan hanya memahami teori, tetapi juga berani mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari agar kemampuan terus meningkat,” katanya.

BACA JUGA:

Belajar Menabung Lewat Cerita Bergambar, Program Universitas Galuh Sentuh Anak Jalanan

Bupati juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga nama baik Kabupaten Ciamis selama mengikuti program di Pare.

Ia berharap, para pelajar mampu menunjukkan sikap disiplin, sopan santun dan semangat belajar yang tinggi sebagai representasi karakter masyarakat Ciamis.

“Jaga perilaku dan tunjukkan bahwa pelajar Ciamis memiliki akhlak yang baik. Kalian bukan hanya membawa nama pribadi. Tetapi juga membawa nama daerah,” pesannya.

Herdiat berharap, pengalaman belajar selama di Kampung Inggris tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasa Inggris peserta. Namun juga membentuk rasa percaya diri, kemandirian serta wawasan yang lebih luas.

Ia pun mendoakan seluruh peserta di berikan kesehatan dan kelancaran hingga kembali ke Ciamis dengan membawa ilmu yang bermanfaat.

Melalui Ciamis Global English Program, di harapkan lahir generasi muda yang lebih siap menghadapi persaingan global, memiliki kemampuan komunikasi internasional serta mampu menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya dalam meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan dan penguasaan bahasa asing.

(Mia)

Peduli Kader Posyandu, TP PKK Ciamis Dorong Seluruh Desa Berikan Jaminan Ketenagakerjaan

0
kader posyandu ciamis BPJS fokusjabar.id
Ketua TP PKK Ciamis menjenguk kade posyandu di RSOP Ciamis (foto: Ist)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Kepedulian terhadap para kader Posyandu yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat terus di tunjukkan Tim Pembina Posyandu Kabupaten Ciamis.

Ketua TP PKK Kabupaten Ciamis, Kania Ernawati Herdiat mengajak seluruh Pemerintah Desa (Pemdes) untuk memberikan perlindungan jaminan ketenagakerjaan bagi para kader Posyandu.

BACA JUGA:

Baznas Ciamis Perkuat Kesiapsiagaan Warga Lewat Program Kampung Tanggap Bencana

Ajakan tersebut di sampaikan saat Kania bersama Ketua Bidang Kesehatan Tim Pembina Posyandu Kabupaten Ciamis yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, Rizali Sofiyan, unsur Sekretariat Tim Pembina Posyandu dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Banjar menjenguk kader Posyandu Desa Kalijaya, Kecamatan Banjaranyar yang tengah menjalani perawatan di RSOP Ciamis.

Kunjungan itu menjadi wujud kepedulian sekaligus bentuk dukungan kepada kader Posyandu yang selama ini berperan aktif memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat di tingkat desa.

Kania menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Kalijaya yang telah mengikutsertakan para kader Posyandu dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk perhatian nyata terhadap para kader yang telah mengabdikan diri melayani masyarakat.

“Terima kasih kepada pemerintah desa yang telah memiliki kepedulian tinggi terhadap kader Posyandu dengan mendaftarkan mereka sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Manfaat program ini benar-benar di rasakan ketika kader mengalami musibah maupun oleh keluarga yang di tinggalkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan memberikan jaminan apabila kader mengalami risiko kecelakaan saat menjalankan tugas.

Selain itu, apabila peserta meninggal dunia, ahli waris berhak menerima santunan. Sehingga dapat membantu meringankan beban keluarga.

BACA JUGA:

Herdiat Sunarya Ikut Histeris Nonton Final Piala Dunia 2026

Kania berharap, semakin banyak pemerintah desa di Kabupaten Ciamis yang mengikuti langkah tersebut.

Menurutnya, perlindungan bagi kader Posyandu bukan hanya bentuk penghargaan atas dedikasi mereka. Tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan para relawan kesehatan yang setiap hari hadir melayani masyarakat.

Melalui sinergi antara pemerintah desa, BPJS Ketenagakerjaan dan Pemerintah Kabupaten Ciamis, di harapkan seluruh kader Posyandu dapat memperoleh perlindungan yang layak. Sehingga mampu menjalankan tugas dengan rasa aman dan memberikan pelayanan kesehatan yang semakin optimal kepada masyarakat.

(Mia)

DJP Kemenkeu Libatkan TNI/Polri Awasi Wajib Pajak

0
DJP Kemenkeu fokusjabar.id
Ilustrasi (foto: web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) resmi melibatkan TNI dan Polri sebagai instrumen pengawasan potensi Wajib Pajak (WP) di wilayah.

Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang bersifat memaksa berdasarkan UU. Pembayar tidak mendapat imbalan langsung dan dana tersebut di gunakan sepenuhnya untuk keperluan negara demi kemakmuran rakyat.

BACA JUGA:

Prabowo Sebut Digitalisasi Pendidikan Indonesia Diakui Dunia, Target 700 Ribu Smart Panel pada 2026

Mengutip jawapos, unsur TNI dan Polri yang di libatkan adalah Bintara Pembina Desa (Babinsa) serta Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas).

Langkah taktis ini tertuang dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-8/PJ/2026 tentang Pedoman Pengawasan Kepatuhan Wajib Pajak.

Integrasi aparat teritorial tersebut di fokuskan untuk mengoptimalkan pengumpulan data ekonomi serta memperluas basis data perpajakan nasional.

Berdasarkan pedoman terbaru, DJP membagi pengawasan kepatuhan menjadi tiga pilar utama. Yakni pengawasan Wajib Pajak terdaftar, Wajib Pajak belum terdaftar dan pengawasan wilayah.

Pelibatan Babinsa dan Bhabinkamtibmas secara spesifik masuk ke dalam skema pengawasan wilayah guna mendukung efektivitas pengumpulan data lapangan.

Aktivitas ini di lakukan dengan mendatangi langsung tempat tinggal, tempat kedudukan, tempat kegiatan usaha hingga tempat pekerjaan bebas milik Wajib Pajak maupun pihak terkait.

Tujuan utamanya, untuk menemukan subjek dan objek pajak yang belum teradministrasikan dengan baik.

“Kegiatan pengawasan di lakukan dengan berbagai cara dan pendekatan. Di antaranya, visitasi, penyisiran (canvassing), pengamatan langsung, pembangunan jejaring informasi (melalui Bintara Pembina Desa/Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat),” tulis bunyi petikan Bab A angka 2 dalam SE-8/PJ/2026 tersebut.

BACA JUGA:

Presiden Prabowo Gelar Sidang Kabinet Paripurna, Evaluasi Kinerja Pemerintah Jelang Tahun Kedua

Selain mengerahkan pengumpulan data lapangan melalui jejaring aparat, DJP Kemenkeu juga mengombinasikannya dengan pemanfaatan teknologi informasi tingkat lanjut (nonlapangan).

Beberapa metode modern yang turut di adopsi. Di antaranya, penilaian dengan teknologi remote sensing, web scraping, pemanfaatan informasi media hingga analisis data berbasis Business Intelligence serta Compliance Risk Management (CRM).

Untuk memaksimalkan strategi ini, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama di instruksikan menyusun Peta Zona Pengawasan dan Peta Zona Petugas Pengawasan.

Seluruh wilayah kerja KPP Pratama akan di bagi habis dan di alokasikan secara spesifik kepada masing-masing Account Representative (AR) atau petugas pengawasan yang di tunjuk.

Langkah ini di harapkan mampu mempertajam akurasi data monografi fiskal di setiap daerah.

Melalui langkah ini, DJP menargetkan adanya peningkatan akuntabilitas dan efisiensi pengawasan pajak.

Pengawasan terhadap WP yang belum terdaftar kini tidak hanya bertujuan untuk menerbitkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) baru.

Melainkan juga mengawal kepatuhan material mereka secara berkelanjutan setelah masuk ke dalam sistem inti administrasi perpajakan.

BACA JUGA:

Harga Cabai Rawit Merah Masih Tinggi, Simak Daftar Harga Pangan Nasional Terbaru

Penyusunan Surat Edaran SE-8/PJ/2026 ini di harapkan menjadi kompas bagi seluruh pegawai fiskus di tingkat Kantor Pusat, Kantor Wilayah (Kanwil) hingga KPP.

Dengan basis data wilayah yang semakin kuat dan valid, Kemenkeu optimistis dapat merealisasikan penerimaan pajak nasional yang optimal demi mendukung stabilitas keuangan negara.

(Bambang Fouristian)

Belajar Menabung Lewat Cerita Bergambar, Program Universitas Galuh Sentuh Anak Jalanan

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Belajar Menabung Lewat Cerita Bergambar, Program Universitas Galuh Sentuh Anak Jalanan

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Program Pengabdian kepada Masyarakat Dosen Pemula (PKM-DP) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Galuh merajut kerja sama dengan Komunitas Sekolah Alternatif. Kedua pihak menggelar aksi sosial bertajuk “Membangun Literasi Finansial kepada Generasi Muda melalui Kegiatan Membaca Cergam pada Sekolah Alternatif Anak Jalanan Ciamis”, Senin (20/7/2026).

Rifki Abdul Malik, S.E., M.Ak., Ak., seorang dosen penerima hibah PKM-DP, memimpin langsung agenda edukasi ini. Ia bergerak bersama Ketua Komunitas Sekolah Alternatif, Intan Nur Permatasari, untuk merangkul para anak jalanan di wilayah perkotaan Ciamis.

Baca Juga: Baznas Ciamis Perkuat Kesiapsiagaan Warga Lewat Program Kampung Tanggap Bencana

Merangkul Anak Pedagang Kaki Lima dan Komunitas Cosplay

Sebanyak 17 anak dari keluarga pedagang kaki lima serta komunitas cosplay di sekitar Alun-Alun Kabupaten Ciamis antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Penyelenggara menerapkan metode membaca cerita bergambar (cergam) yang interaktif dan menyenangkan untuk menanamkan pemahaman dasar keuangan sejak dini.

Para pengajar memberikan materi praktis yang mudah masuk ke pikiran anak-anak. Mereka mengajarkan pentingnya menyisihkan uang saku, mengenalkan jenis-jenis mata uang, serta memandu proses pembuatan celengan sederhana.

Mengajarkan Etika dan Tanggung Jawab Menggunakan Uang

Tidak berhenti pada materi menabung, tim pengabdi juga menanamkan etika penting terkait uang. Mereka menjelaskan tata cara bersikap saat kehilangan atau meminjam uang, sekaligus memberi panduan merawat uang kertas dan logam agar tidak cepat rusak.

Anak-anak secara aktif mengikuti sesi diskusi dan berbagai permainan edukatif. Pendekatan santai ini membuat peserta menyerap seluruh pelajaran tanpa merasa bosan atau tertekan.

Melalui kolaborasi strategis ini, para penyelenggara ingin menumbuhkan kesadaran mengelola uang secara sederhana sejak usia muda. Kebiasaan menabung dan rasa tanggung jawab ini kelak menjadi bekal berharga bagi anak-anak saat menghadapi tantangan hidup di masa depan.

(IrfansyahRiza)

Baznas Ciamis Perkuat Kesiapsiagaan Warga Lewat Program Kampung Tanggap Bencana

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Peresmian Kampung Tanggap Bencana Baznas Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis terus memperkuat upaya membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana.

Langkah nyata tersebut terwujud melalui peluncuran Program Kampung Tanggap Bencana (KATANA) di Desa Payungagung, Kecamatan Panumbangan, Senin (20/7/2026).

Baznas RI menginisiasi program ini untuk meningkatkan kapasitas warga dalam menghadapi potensi bencana melalui pendekatan berbasis komunitas.

Baca Juga: Herdiat Sunarya Ikut Histeris Nonton Final Piala Dunia 2026

Aula Kantor Desa Payungagung menjadi lokasi peluncuran yang menghadiri jajaran Baznas Ciamis, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, relawan, serta unsur masyarakat.

Usai acara peluncuran, panitia melanjutkan kegiatan dengan sosialisasi pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Pengurangan Risiko Bencana. Pokja ini bakal menjadi motor penggerak mitigasi dan kesiapsiagaan di tingkat desa.

Ketua Baznas Kabupaten Ciamis, KH Lili Miftah, menjelaskan bahwa pihaknya menjalankan Program KATANA melalui armada Baznas Tanggap Bencana (BTB).

Personel yang Siap Terjun ke Berbagai Operasi Kemanusiaan

Saat ini, Baznas Ciamis menyiagakan 28 personel BTB yang siap terjun ke berbagai operasi kemanusiaan. Dukungan Baznas RI melalui KATANA menjadi pijakan awal untuk memperluas pembentukan desa tangguh bencana di Ciamis.

“Insya Allah ke depan Baznas Kabupaten Ciamis akan mengembangkan program serupa secara mandiri. Kami menargetkan pembentukan satu hingga dua Kampung Tanggap Bencana setiap tahun di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi,” ungkapnya.

KH Lili Miftah menegaskan bahwa pembangunan desa tangguh bencana membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Budaya infak, sedekah, gotong royong, dan kepedulian sosial menjadi modal utama dalam mendukung ketahanan warga.

Baznas Ciamis memilih Desa Payungagung karena kawasan tersebut memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi berdasarkan rekam jejak kejadian sebelumnya.

“Program Kampung Tanggap Bencana tidak hanya berfokus pada pembentukan organisasi, tetapi juga membangun kemampuan masyarakat dalam mengenali potensi risiko, melakukan langkah pencegahan, hingga merespons kondisi darurat secara cepat dan tepat,” jelasnya.

Ia membeberkan bahwa Desa Payungagung menjadi lokasi ketujuh di Jawa Barat yang menjalankan Program KATANA dari Baznas RI.

“Setelah pembentukan Pokja, tahapan berikutnya adalah simulasi kebencanaan agar masyarakat lebih memahami tindakan yang harus dilakukan saat terjadi bencana,” ujarnya.

Ia berharap keberadaan Pokja dapat mempercepat alur informasi darurat, memperkuat koordinasi antarwarga, serta meminimalkan dampak akibat bencana.

Sementara itu, Camat Panumbangan, Irfan Hielmi, menyampaikan apresiasi tinggi atas hadirnya program mitigasi tersebut di wilayahnya.

Ia menilai keberadaan kelompok terlatih sangat membantu proses edukasi, pencegahan, evakuasi, hingga penanganan awal sebelum bantuan luar tiba.

“Kami berharap masyarakat semakin siap dan tanggap dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan,” pungkasnya.

(Mia)

Siap-Siap Bernostalgia! Indonesian Legendary Songs Bakal Guncang Tasikmalaya 28 Agustus 2026

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Satu Panggung Seribu Kenangan, Siap Guncang Kota Tasikmalaya dengan Lagu-Lagu Legendaris (ist)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pecinta musik di Kota Tasikmalaya bersiap menggelar malam nostalgia lewat pagelaran musik bertajuk Indonesian Legendary Songs: “Satu Panggung, Seribu Kenangan”.

Resto & Cafe Swasana Tasikmalaya akan menjadi tempat penyelenggaraan acara hangat dan intim ini pada 28 Agustus 2026 mendatang.

Panitia penyelenggara, Andi Ibo, membeberkan bahwa konsep acara ini berangkat dari keyakinan bahwa musik merupakan bahasa universal yang mampu menyatukan perbedaan.

Baca Juga: Ribuan Warga Nobar Final Piala Dunia 2026 di Tasikmalaya, Viman Siap Gelar Nobar Persib

“Musik adalah bahasa yang mampu menyatukan perbedaan, membangkitkan nostalgia, dan menghidupkan kembali setiap kisah dalam kehidupan. Indonesian Legendary Songs hadir sebagai pertunjukan spesial yang mengajak penonton menikmati kembali karya-karya terbaik Indonesia. Karya yang sudah menjadi bagian perjalanan musik dari berbagai generasi,” ungkap Andi Ibo, Senin (20/7/2026) sore.

Ia menuturkan, acara ini menyajikan konsep musikal yang jauh lebih dekat dengan penonton ketimbang panggung musik pada umumnya.

Para musisi dan penyanyi Tasikmalaya akan membawakan deretan lagu legendaris tanah air dengan aransemen segar, tanpa menghilangkan keaslian karya aslinya.

“Setiap lagu bukan sekadar hiburan. Ini adalah cerita yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan melalui melodi yang tak lekang oleh waktu,” ujarnya.

Lirik-lirik lagu yang Menemani Perjalanan Hidup

Ia menjelaskan, pertunjukan ini mengajak penonton bernyanyi bersama sambil mengenang lirik-lirik lagu yang pernah mengiringi perjalanan hidup mereka. Mulai dari kisah jatuh cinta, patah hati, hingga semangat perjuangan.

Sederet musisi dan penyanyi kebanggaan Tasikmalaya akan memandu kemeriahan malam tersebut. Deretan pengisi acara mencakup Andi Ibo, Nana, Rusly, Raisa ZP, Agus Ibo. Kemudian ada juga Kiki Azizi, Ayus, Nita Anita, Danceu Latupeirisa, Poppy, hingga Alfie.

paduan suara dan instrumen mereka bakal menyatu dengan kolaborasi Capulet Band yang beranggotakan Jidoy, Atun Syahranie, Aziz, dan Asep Bima. Penampilan mereka juga makin sempurna berkat sentuhan additional player Ted Kameshwara dan Alma Maheltra, serta aransemen musik racikan Jon Krisna.

Musisi Tasikmalaya ini menegaskan bahwa kolaborasi lintas generasi tersebut bertujuan memberikan pengalaman musikal yang apik, emosional, serta sarat makna.

Ia menggarisbawahi bahwa Indonesian Legendary Songs berfungsi sebagai ruang apresiasi nyata bagi para pencipta lagu, musisi, dan pencinta karya legendaris Indonesia.

“Akan menampilkan Sejumlah karya terbaik dari para musisi Indonesia seperti Nike Ardilla, Inka Cristy, Anggun C Sasmi, Amy Search. Kemudian juga legenda Koes Plus, Gito Rollies, Sheila Majid, Andi Mariem Mattalatta, Alda, Lydia Imaniar, Ahmad Albar, Utha Likumahuwa, Iwan Fals, Rafika Duri, Andromeda, Anita Sarawak, Ari Lasso, Atiek Cb, Slank, Malyda, Broery Pesolina, serta Harry Tasman,” paparnya.

“Satu panggung ini, adalah malam yang mempertemukan komunitas, seniman, dan penikmat musik. Tentunya dalam semangat persaudaraan, kreativitas, serta kecintaan terhadap warisan musik Nusantara,” imbuhnya.

Mengenang Setiap Kisah

Ia menaruh harapan besar agar panggung acara ini terus mengingatkan masyarakat akan tempat istimewa musik Indonesia di hati pendengarnya.

“Mari menjadi kenangan dari malam penuh inspirasi ini. Bernyanyi bersama, mengenang setiap kisah di balik lagu, dan merayakan karya-karya yang akan terus hidup sepanjang masa,” terangnya.

Andi Ibo lantas menutup perbincangan hangat tersebut dengan kutipan yang memuat semangat utama panggung tersebut.

“Setiap Lagu Adalah Perjalanan, Setiap Lirik Adalah Makna, dan Setiap Melodi Adalah Kenangan yang Tak Pernah Hilang,” pungkasnya.

(Seda)