spot_imgspot_img
Sabtu 25 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 2

Sumedang Gandeng Seoul National University Cetak ASN Muda Berdaya Saing Global

0
Sumedang, FOKUSJabar.id
Pemerintah Kabupaten Sumedang mengundang Director of Global R&DB Center Seoul National University (SNU) Republic of Korea Prof Junseok Ioseph Hwang untuk memberikan pembekalan tentang transformasi digital kepada ratusan ASN muda di Pendopo PPS, Jumat (24/7/2026). Sumber Gambar: sumedangkab.go.id

SUMEDANG,FOKUSjabar.id: Pemerintah Kabupaten Sumedang terus memperkuat kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN) muda melalui peningkatan kapasitas di bidang transformasi digital. Pemerintah daerah menghadirkan pakar internasional asal Korea Selatan guna membagikan pengalaman dan pengetahuan secara langsung.

Guna mengisi agenda pembekalan tersebut, Pemkab Sumedang mengundang Director of Global R&DB Center Seoul National University (SNU) Republic of Korea, Prof Junseok Ioseph Hwang. Ratusan ASN muda menghadiri sesi penguatan kapasitas yang berlangsung di Pendopo PPS, Jumat, (24/7/2026).

Baca Juga: Pemkab Bogor Memberhentikan Sementara PNS BAP Terkait Kasus Dugaan Korupsi RSUD Bogor Utara

Langkah ini mempertegas komitmen Pemkab Sumedang dalam mencetak ASN yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Peningkatan kualitas SDM ini bertujuan untuk mengoptimalkan pelayanan publik demi mendukung kesejahteraan warga.

Saat memaparkan materi, Prof Hwang mengajak para peserta untuk memandang transformasi digital secara holistik. Ia menegaskan bahwa kemajuan suatu daerah tidak melulu bergantung pada kecanggihan infrastruktur digital.

“Keberhasilan sebuah negara atau kota tidak semata-mata ditentukan oleh kecanggihan teknologi maupun infrastruktur digital, melainkan oleh kualitas sumber daya manusia yang dibangun melalui pendidikan dan pengetahuan,” katanya.

Prof Hwang menggarisbawahi bahwa kesuksesan transformasi digital bertumpu pada kapasitas SDM. Literasi digital, etika, pola pikir kritis, serta kemampuan berkolaborasi menjadi fondasi utama dalam menggerakkan ekosistem digital.

“Dari pengamatan saya, Sumedang memiliki banyak keunggulan. Komunitasnya baik dan ASN yang bekerja juga cerdas. Dibandingkan beberapa kota besar seperti Jakarta, Bali, maupun Bandung, saya melihat Sumedang telah menerapkan konsep Smart City dengan baik,” ujar Prof Hwang.

Percontohan Smart City

Melihat potensi besar tersebut, Prof Hwang optimistis Sumedang mampu memimpin percontohan Smart City hingga ranah internasional.

“Saya berharap Sumedang menjadi model global yang sukses dalam penerapan smart city, smart civilization, smart citizenship, smart training, dan smart education,” katanya.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyambut baik kehadiran Prof Hwang. Dony menilai momentum ini memberi kesempatan emas bagi para ASN muda untuk menyerap wawasan langsung dari pakar dunia.

“Prof Hwang hadir memberikan sharing knowledge dan sharing experience kepada ratusan ASN muda kami. Saya yakin inovasi, penelitian, dan pengalaman beliau akan menginspirasi, memotivasi, serta membentuk para pemimpin masa depan di Kabupaten Sumedang,” ujarnya.

Dony menambahkan, Pemkab Sumedang siap mempererat kerja sama dengan Seoul National University melalui berbagai program strategis. Salah satunya lewat ASEAN Smart City Professional Program (ASPP) yang memfasilitasi ASN Sumedang untuk mengikuti pelatihan intensif selama dua minggu di Korea Selatan.

Dony menegaskan bahwa program internasional ini menjadi batu loncatan untuk memperluas jangkauan jejaring serta mengasah kompetensi para pegawai.

“Ini cara kami membangun jejaring agar ASN terus meningkatkan kompetensi, pengetahuan, dan pengalamannya. Namun yang paling penting, output dari seluruh kegiatan ini adalah meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” kata Bupati Dony.

Melalui kemitraan berkelanjutan bersama Seoul National University dan program ASPP, Pemkab Sumedang menargetkan percepatan akselerasi Smart City. Inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan tata kelola pemerintahan yang inovatif, adatif, serta berfokus pada pelayanan publik yang prima.

(Jingga Sonjaya)

Harga Beras di Pangandaran Diprediksi Naik, Kemarau dan Ancaman Gagal Panen Jadi Pemicu

0
Pangandaran, FOKUSjabar.id
Poto: by web

PANGANDARAN,FOKUSjabar.id: Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUKMPP) Kabupaten Pangandaran memprediksi potensi lonjakan harga beras di pasaran lokal. Risiko kekeringan musim kemarau serta tingginya permintaan bahan baku menjadi pemicu utama ancaman kenaikan tersebut.

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan dan Kemetrologian DKUKMPP Kabupaten Pangandaran, Supendi, mengonfirmasi bahwa instansinya mulai menyiapkan langkah antisipasi jika musim kemarau berlangsung dalam jangka waktu lama.

Baca Juga: Bupati Pangandaran Ajak Masyarakat Saksikan Kejurnas Pacuan Kuda Indonesia Derby 2026 di Legok Jawa

“Tidak hanya akibat faktor kemarau yang berpotensi menyebabkan gagal panen, tetapi permintaan bahan bakunya juga sudah tinggi. Jadi, harga beras berpotensi naik,” ujar Supendi di kantornya, Jumat (24/7/2026).

Pemantauan pasar oleh DKUKMPP menunjukkan harga beras saat ini masih berada dalam taraf stabil. Para pedagang melepas beras medium di kisaran Rp13.500 hingga Rp14.000 per kilogram, sedangkan beras kualitas premium bertahan di rentang Rp14.900 sampai Rp16.000 per kilogram.

Kendati demikian, Supendi memperingatkan risiko fluktuasi harga jika kekeringan parah melanda kawasan pertanian.

“Kalau terjadi kekeringan berkepanjangan, kemungkinan harga beras akan naik lagi,” katanya.

Supendi turut membeberkan fenomena unik terkait pasokan komoditas pangan ini. Sebagian besar pedagang di Pangandaran justru mendatangkan beras dari luar wilayah karena para petani lokal condong menjual gabah kering ke pedagang luar daerah. Setelah penggilingan luar mengolahnya menjadi beras, distributor memasok kembali produk tersebut ke pasar Pangandaran.

“Banyak petani di Pangandaran menjual gabah kering ke luar daerah. Setelah diolah menjadi beras, produk itu kemudian kembali dipasok ke Pangandaran. Jadi, beras yang beredar di pasar sebagian besar berasal dari luar,” ucapnya.

Dampak Dari Kemarau

Dampak kemarau kini menghampiri para petani di lapangan. Dadi (49), seorang petani asal Kecamatan Padaherang, mengeluhkan kondisi sawahnya yang terancam gagal panen akibat krisis pasokan air.

Lahan pertanian miliknya mengalami retak-retak tanah karena air irigasi yang sangat terbatas harus terbagi dengan area persawahan lain.

“Padahal tanaman padi sekarang sudah mulai berbuah sehingga sangat membutuhkan air. Namun air irigasi tidak maksimal karena harus dibagi-bagi, sementara tanah sawah sudah pecah-pecah akibat kekeringan,” ujarnya.

DKUKMPP Pangandaran menegaskan komitmennya untuk terus mengawasi pergerakan harga serta ketersediaan pasokan beras guna mencegah lonjakan ekstrem di masyarakat.

(Sajidin)

MCK Reyot yang Dipakai Warga dan Santri Akhirnya Dibongkar Satgas TMMD Tasikmalaya

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Keterangan foto: Semangat kebersamaan terpancar saat Satgas TMMD Ke-129 bersama warga membongkar bangunan lama MCK di Desa Parungponteng.

TASIKMALAYA,FOKUSjabar.id: Personel Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0612/Tasikmalaya meruntuhkan bangunan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) umum yang tak layak di Kampung Cilintung, Desa Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya. Aksi gotong royong bersama warga setempat ini resmi bergulir pada Jumat, 24 Juli 2026.

Langkah ini menjadi bentuk nyata ikhtiar bersama dalam merestorasi kesehatan lingkungan serta mengembalikan akses sanitasi yang bermartabat bagi masyarakat desa.

Baca Juga: HIMAGEO Unsil Gelar Pengabdian Masyarakat, Bangun Desa Tangguh Bencana di Tasikmalaya

Selama ini, MCK umum di Kampung Cilintung berada dalam kondisi yang memprihatinkan. Padahal, fasilitas tersebut memegang peranan sangat vital untuk aktivitas harian warga lokal serta puluhan santri yang menimba ilmu di Madrasah Diniyah Rohmat.

Kepala Madrasah Diniyah Rohmat, Asep Bustopa, mengutarakan rasa syukurnya saat menyaksikan langsung pembongkaran fasilitas tua tersebut.

“Selama ini MCK umum sudah sangat memprihatinkan, padahal setiap hari warga dan anak-anak santri pakai. Alhamdulillah, melalui TMMD Ke-129, harapan kami mulai terwujud. Semoga pembangunan ini berjalan lancar sehingga masyarakat dan para santri dapat menikmati fasilitas yang bersih, sehat, dan nyaman,” ungkapnya Jumat (24/7/2026).

Di lokasi kegiatan, prajurit TNI dan masyarakat menyatu tanpa sekat. Mereka meratakan reruntuhan, menggali fondasi baru, serta menyiapkan struktur bangunan sanitasi yang jauh lebih higienis.

Pembangunan MCK ini menjadi sarana investasi kesehatan jangka panjang. Langkah ini secara langsung mendukung penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Sekaligus menjamin kenyamanan para santri saat beraktivitas harian di madrasah.

(Abdul Latif)

Sungai Bukan Tempat Sampah, SSC Garut Ajak Warga Jaga Lingkungan

0
SSC Garut fokusjbar.id
Kegiatan bersih-bersih sungai Cibau

GARUT, FOKUSJabar.id: Sekolah Sungai Cimanuk (SSC) Garut Jawa Barat (Jabar) bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Sukatani Kecamatan Cisurupan turun ke lapangan. Mereka melakukan pembersihan dan pemeliharaan sungai Cibau anak sungai Cimanuk.

Selain itu, Sekolah Sungai Cimanuk gelar sosialisasi antisipasi dampak kemarau   dari bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kampung Barukuray Desa Sukatani.

BACA JUGA:

HAN 2026, Ketum PM Gatra: Keselamatan Anak Harga Mati

Menurut Direktur SSC Garut, Mulyono Khaddafi, kegiatan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik dan Indah (ASRI) tersebut sebagai langkah mencegah banjir dan penyebaran penyakit saat musim hujan tiba.

“Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa Tahun 2026,” kata Mulyono, Jumat (24/7/2026).

SSC Garut fokusjabar.id
Direktur Sekolah Sungai Cimanuk, Mulyono Khaddafi

Dia menyebut, sungai merupakan sumber kehidupan warga. Namun selama ini banyak yang membuang sampah sembarangan.

“Lewat aksi ini kami ingin mengajak masyarakat menjaga sungai bersama. Sampah paling banyak di temukan berupa plastik kemasan, popok, ban bekas, hingga ranting pohon,” ungkapnya.

Sosialisasi Karhutla

Direktur Sekolah Sungai Cimanuk Garut juga mengingatkan masyarakat bahwa kebakaran hutan bukan semata karena cuaca panas. Namun karena kecerobohan manusia. Mulai dari membuang puntung rokok sembarangan dan membakar lahan untuk berkebun.

BACA JUGA:

Disdik Garut Dorong Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah

“Jangan membuang puntung rokok sembarangan dan membakar lahan untuk berkebun,” pesan Mulyono.

Gerakan Indonesia ASRI itu sendiri di gagas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama pemerintah daerah.

Tujuan dan Fokus Gerakan

Budaya Kebersihan

Membangun kebiasaan sehari-hari agar masyarakat peduli terhadap lingkungan, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Pengelolaan Sampah

Penanganan sampah secara berkelanjutan di fasilitas umum, sekolah, pesisir, dan lingkungan sekitar.

Pelestarian Alam

Aksi nyata berupa gotong royong membersihkan lingkungan, penanaman pohon hingga penataan ruang terbuka hijau.

(Bambang Fouristian)

HIMAGEO Unsil Gelar Pengabdian Masyarakat, Bangun Desa Tangguh Bencana di Tasikmalaya

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Keterangan foto : HIMAGEO Unsil melakukan praktik langsung sosialisasi pengolahan sampah rumah tangga menjadi pupuk kompos bernilai ekonomis bersama warga setempa

TASIKMALAYA,FOKUSjabar.id: Akademisi muda dari Himpunan Mahasiswa Geografi (HIMAGEO) Universitas Siliwangi (Unsil) menginisiasi aksi nyata lewat program Pengabdian Masyarakat pada 20 hingga 23 Juli 2026. Mereka mendampingi Desa Mandalamekar, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya, untuk bertransformasi menjadi Desa Tangguh Bencana.

Selama empat hari, tim mahasiswa menyelenggarakan serangkaian kegiatan lapangan guna membangun kesadaran lingkungan, memperkuat sistem mitigasi bencana, serta menggerakkan ekonomi warga lewat pengelolaan sampah mandiri.

Baca Juga: Di Balik Meriahnya Hari Anak Nasional, KPAD Kota Tasikmalaya Ungkap Fakta Memprihatinkan tentang Kekerasan Anak

Mahasiswa mengawali gerakan inspiratif ini dari ruang kelas SD Negeri Mandalamekar lewat program Pendidikan Lingkungan interaktif. Mereka mengemas materi belajar sambil bermain untuk mengajak para siswa memahami pemilahan sampah serta pentingnya menjaga kebersihan alam sejak dini.

Pihak lokal menyambut hangat kehadiran para akademisi muda ini di tengah-tengah pemukiman.

“Kegiatan ini sangat menginspirasi masyarakat dan sangat berguna bagi masyarakat. Kami merasa terbantu dengan adanya edukasi yang diberikan serta keterlibatan mahasiswa yang langsung turun dan berbaur bersama warga,” ujar Asep, selaku Kepunduhan Desa Mandalamekar, dengan penuh apresiasi.

Aksi berlanjut ke area rawan pergerakan tanah. Mahasiswa bersama warga menanam 30 bibit pohon konservatif dan produktif guna memperkuat struktur tanah sekaligus menjaga kelestarian ekosistem lokal.

Sampah Organik Bernilai Ekonomi

Selain mencegah risiko longsor, mahasiswa membagikan keterampilan mengolah limbah rumah tangga menjadi pupuk kompos berkualitas tinggi. Inovasi ini mengubah sampah organik yang semula menumpuk menjadi produk ramah lingkungan yang bernilai ekonomi bagi warga.

Ketua HIMAGEO Unsil, Dadang Setia Permana, menegaskan bahwa program pengabdian ini merupakan wujud penerapan ilmu geografi secara langsung di tengah masyarakat.

“Pengabdian masyarakat bukan hanya tentang hadir dan melaksanakan program kerja, tetapi bagaimana kami dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ungkap Dadang pada Jumat (24/7/2026).

Dadang berharap edukasi lingkungan, penanaman pohon, dan pengolahan limbah ini menjadi fondasi kuat dalam membangun kesadaran kolektif warga. Sinergi antara mahasiswa dan warga Mandalamekar ini membuktikan bahwa langkah kecil di tingkat lokal mampu menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.

(Abdul Latif)

Begal dan Curanmor Marak di Bandung Raya, Farhan Ungkap Strategi Baru Pemprov Jabar

0
Bandung, FOKUSjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyepakati sejumlah langkah strategis bersama pemerintah daerah se-Bandung Raya dan jajaran kepolisian guna menekan maraknya kejahatan jalanan. Pihak berwenang menargetkan penanganan intensif pada kasus begal serta pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan kesepakatan tersebut usai menghadiri rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat. Pertemuan ini menghadirkan perwakilan Pemkot Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, beserta jajaran kepolisian.

Baca Juga: Farhan Tegaskan Bandung Command Center Tak Perlu Di-upgrade, Fokus Perangi Begal 24 Jam

Farhan mengulas data kepolisian yang menunjukkan sebaran kasus kejahatan tergolong merata di empat wilayah Bandung Raya, terutama pada kawasan perbatasan.

“Pada intinya memang berdasarkan data, ternyata jumlah kejadian pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan atau yang kita sebut begal, kemudian juga tindakan kriminal lainnya di empat wilayah Bandung Raya ini merata di mana-mana. Sehingga terjadilah di berbagai macam daerah perbatasan,” kata Farhan Jumat (24/7/2026).

Farhan menyoroti dua jenis kejahatan paling meresahkan, yakni begal dan curanmor. Hasil rapat juga mengungkap fenomena memprihatinkan terkait pelajar SMP yang belajar membobol motor memakai kunci T, serta tingginya konsumsi minuman keras.

Menanggapi fenomena tersebut, pemerintah bakal melibatkan peran aktif orang tua. Para kepala sekolah nantinya akan meminta orang tua menandatangani surat pernyataan komitmen untuk membimbing anak agar menjauhi perilaku berisiko.

“Kita akan melibatkan orang tua. Nanti kepala sekolah akan meminta orang tua membuat surat pernyataan bahwa akan mencegah anaknya melakukan mulai dari rokok sampai ke minuman keras,” katanya.

Satgas Kamtibmas di tiap Polres se-Bandung Raya

Di samping itu, aparat bersama pemerintah daerah siap memperketat patroli serta mempercepat respons aduan masyarakat. Khusus di Kota Bandung, pemerintah kota memaksimalkan fungsi CCTV dan Command Center lewat pemasangan speaker peringatan serta pengoperasian 24 jam.

“Kota Bandung tentu kebagian CCTV dan command center yang kita punya, ada yang punya Dishub dan ada yang punya Kominfo, untuk dilengkapi dengan speaker lagi, memberikan peringatan di titik-titik yang memang kita lihat rawan. Dan piket di Dishub maupun command center itu akan dilakukan 24 jam lagi,” ujarnya.

Farhan membeberkan faktor utama pendorong aksi kriminalitas berdasarkan temuan polisi, seperti penyalahgunaan obat-obatan, pengaruh miras, jeratan utang judi online, serta tekanan lingkungan. Kombinasi miras, obat terlarang, dan utang judol menjadi pemicu paling dominan.

Sebagai langkah konkret di lapangan, Polda Jawa Barat telah membentuk Satgas Kamtibmas di tiap Polres se-Bandung Raya. Satgas ini mengusung pendekatan community policing dengan menggalakkan kembali tradisi Siskamling.

“Konsep ini bukan konsep baru. Kita mengenalnya lewat kata Siskamling, warga jaga warga. Pak Gubernur mengingatkan agar narasi warga jaga warga dan Siskamling aktif kembali. Tentu saja kami akan mengikuti dan mendukung langkah tersebut,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Farhan Tegaskan Bandung Command Center Tak Perlu Di-upgrade, Fokus Perangi Begal 24 Jam

0
BANDUNG, FOKUSjabar.id
Petugas Bandung Command Center (BCC) di Balai Kota Bandung (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan keandalan sistem pengawasan berbasis teknologi milik pemerintah kota dalam mendukung upaya pencegahan aksi begal dan kriminalitas jalanan. Atas dasar itu, Pemerintah Kota Bandung belum memprioritaskan peningkatan sistem (upgrade) pada Bandung Command Center.

Farhan memilih fokus mengoptimalkan operasional Command Center selama 24 jam penuh. Selain itu, pihak pemkot juga memperluas sosialisasi layanan darurat serta menambah perangkat pendukung di titik-titik rawan kejahatan.

Baca Juga: Jelang Piala Presiden Elite 2026, Panitia Puji Pelayanan Imigrasi Sambut Tiga Klub Asing

Saat ini Kota Bandung mengoperasikan tiga pusat pemantauan utama, yaitu Command Center Dinas Perhubungan di Gedebage, Area Traffic Control System (ATCS) di Balai Kota, serta Bandung Command Center (BCC) di Balai Kota. Farhan menilai pemkot hanya perlu menambah personel agar seluruh pusat kendali tersebut dapat beroperasi penuh sepanjang hari.

“Sebetulnya kita enggak pernah berhenti, 24 jam. Tapi memang yang perlu ditambah shift-nya adalah yang punya Dishub. Kita punya tiga, yaitu di Dishub Gedebage, ATCS di Balai Kota, dan Bandung Command Center di Balai Kota. Yang di Dishub dan ATCS perlu ditambah shift-nya sehingga bisa 24 jam,” kata Farhan di Sport Jabar Arcamanik Kota Bandung Jumat (24/7/2026).

Sosialisasi Layanan Darurat

Di samping memperkuat fungsi Command Center, Pemkot Bandung terus menggencarkan sosialisasi layanan darurat kepada warga. Farhan mengamati masih banyak warga yang belum memahami keberadaan nomor kontak darurat nasional maupun fitur Panic Button di aplikasi resmi Pemkot Bandung.

“Panic Button sebetulnya ada di aplikasi. Mungkin sosialisasinya belum masif. Bahkan banyak masyarakat yang belum tahu nomor 112. Padahal 112 untuk berbagai macam pengaduan, 113 khusus kebakaran, dan 119 untuk kegawatdaruratan kesehatan. Itu berlaku nasional,” katanya.

Farhan menegaskan infrastruktur teknologi Pemkot Bandung saat ini tidak memerlukan perombakan atau peningkatan sistem secara mendasar. Pemerintah kota hanya perlu menjalankan pemeliharaan rutin serta memasang pengeras suara (speaker) di area rawan, sesuai masukan Gubernur Jawa Barat.

“Enggak perlu upgrading. Maintenance perlu, tapi upgrading enggak perlu. Tinggal nambah saja. Usulan Pak Gubernur untuk menambah speaker di beberapa titik rawan akan kita tambahkan,” katanya.

Menutup penjelasannya, Farhan menyebut penanganan aksi begal menuntut pendekatan terpadu dari berbagai lini. Penanggulangan kejahatan jalanan membutuhkan sinergi erat antara pemerintah daerah, aparat kepolisian, serta partisipasi aktif warga.

“Tidak mungkin kita menemukan satu cara ajaib yang membuat semua langsung selesai. Jadi semua dikerahkan, pasang lampu, pasang CCTV, gerakkan siskamling. Pak Gubernur punya cara, kepolisian juga punya cara sesuai kewenangannya. Kita harus bergerak bersama-sama,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)