spot_imgspot_img
Kamis 16 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 2

Kemenag Ajak Masyarakat Cek Arah Kiblat Lewat Fenomena Istiwa A’zam 15–16 Juli 2026

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Istimewa

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kementerian Agama (Kemenag) mengajak masyarakat di seluruh Indonesia memanfaatkan fenomena Istiwa A’zam yang berlangsung 15–16 Juli 2026. Momen langka ini menjadi waktu terbaik untuk memastikan kembali akurasi arah kiblat di rumah, masjid, musala, maupun tempat ibadah lainnya.

Melalui Gerakan Rashdul Kiblat 2026, Kemenag mendorong masyarakat luas melakukan verifikasi arah kiblat secara serentak pada pukul 16.27 WIB. Pada menit tersebut, matahari berada tepat di atas Ka’bah. Fenomena astronomi ini mempermudah warga mengecek kiblat secara ilmiah, sederhana, dan akurat hanya dengan memanfaatkan bayangan matahari.

Baca Juga: Aksi Heroik Warga Ciamis Berakhir Pilu, Tangan Robek Saat Kebakaran Pabrik Kopra

Gerakan Rashdul Kiblat sendiri merupakan program nasional Kementerian Agama untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya ketepatan arah kiblat. Fenomena alam ini menyapa Indonesia dua kali dalam setahun, sehingga siapa saja bisa memanfaatkannya tanpa harus memiliki peralatan khusus yang rumit.

6 Tahapan Praktis Memverifikasi Arah Kiblat

Kementerian Agama membagikan panduan praktis agar masyarakat dapat mempraktikkan verifikasi arah kiblat ini secara mandiri dan benar:

1. Menyiapkan Alat Pendukung Masyarakat cukup menyediakan tongkat atau tiang lurus berdiameter kecil, benang berbandul (lot), spidol atau kapur, meteran atau penggaris, serta jam atau telepon genggam yang memiliki waktu akurat. Pastikan tongkat berdiri tegak lurus menggunakan bantuan lot atau waterpass jika ada.

2. Memilih Lokasi Terbuka Area pengamatan wajib menerima sinar matahari langsung, memiliki permukaan tanah yang rata, serta terbebas dari halangan bayangan bangunan, pohon, maupun benda-benda besar lainnya saat pukul 16.27 WIB.

3. Menegakkan Tongkat Secara Sempurna Posisikan tongkat atau benang berbandul tegak lurus di atas permukaan yang rata. Posisi yang lurus sempurna dan tidak miring akan menghasilkan proyeksi bayangan yang jauh lebih presisi.

4. Memperhatikan Arah Cahaya Matahari Sebelum waktu pengamatan tiba, cermati posisi matahari. Cahaya matahari akan membentuk bayangan di sisi yang berlawanan dengan arah datangnya sinar.

5. Mengamati Bayangan Tepat Pukul 16.27 WIB Saat jam menunjukkan pukul 16.27 WIB, segera tarik garis lurus dari ujung bayangan menuju ke pangkal tongkat. Kementerian Agama menyarankan warga mulai bersiap beberapa menit sebelumnya agar tidak kehilangan momentum emas ini.

6. Memberi Tanda Arah Kiblat Garis lurus yang lahir dari proyeksi bayangan tersebut menunjukkan arah langsung menuju Ka’bah. Pengurus masjid atau pemilik rumah dapat menandai garis itu secara permanen sebagai acuan kiblat utama untuk seterusnya.

Kementerian Agama menaruh harapan besar agar masyarakat luas menyambut antusias Gerakan Rashdul Kiblat 2026 ini. Langkah kolektif ini tidak hanya membumikan penerapan ilmu falak dalam kehidupan sehari-hari, melainkan juga menjadi ikhtiar bersama umat muslim untuk meningkatkan kualitas dan kekhusyukan ibadah.

(Mia)

Pemkab dan DPRD Sumedang Bahas Tindak Lanjut Pencegahan Penyimpangan Perilaku Seksual LGBT

0
SUMEDANG, FOKUSJabar.id
Pemkab Sumedang bersama DPRD Rapat Tindak Lanjut Pencegahan Penyimpangan Perilaku Seksual LGBT di Gedung DPRD, Rabu (15/7/2026). Sumber Gambar: sumedangkab.go.id

SUMEDANG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang bersama DPRD Sumedang menggelar rapat penting untuk membahas langkah lanjutan terkait upaya pencegahan penyimpangan perilaku seksual LGBT. Kedua lembaga legislatif dan eksekutif ini menggelar pertemuan tersebut di Gedung DPRD Sumedang, Rabu (15/7/2026).

Rapat tersebut menjadi wadah strategis untuk menampung berbagai aspirasi dan usulan mengenai langkah-langkah konkret pencegahan. Salah satu poin yang mencuat kuat dalam forum adalah usulan penyusunan regulasi daerah guna melandasi pelaksanaan kebijakan tersebut secara hukum.

Baca Juga: Karantina Moka Sumedang 2026 Dimulai, 30 Finalis Ditempa Menuju Grand Final

Kedua lembaga sengaja merancang pembahasan ini secara bersama-sama agar langkah-langkah yang mereka rumuskan tetap selaras dengan ketentuan hukum positif serta kondisi riil masyarakat di Kabupaten Sumedang.

Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, memimpin langsung jalannya rapat koordinasi tersebut. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk mengawal nilai-nilai agama, moral, dan budaya yang selama ini melandasi identitas sosial masyarakat Sumedang.

“Kami ingin memastikan generasi muda Sumedang tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, serta berlandaskan nilai-nilai agama dan akhlak yang baik. Upaya pencegahan harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan keluarga, sekolah, masyarakat, organisasi keagamaan, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Fajar.

Langkah Preventif Pemkab Sumedang

Sebagai bagian dari langkah preventif, Pemkab Sumedang akan mengintensifkan berbagai program edukasi serta pembinaan ketahanan keluarga melalui perangkat daerah terkait. Dalam merealisasikan program ini, Pemkab menggandeng Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A).

Menanggapi desakan mengenai pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang pencegahan penyimpangan perilaku seksual, Fajar mengingatkan bahwa setiap penyusunan produk hukum daerah wajib bersandar pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi serta melewati kajian hukum secara komprehensif.

“Penyusunan Perda harus sesuai dengan kewenangan daerah dan tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Karena itu, seluruh usulan akan dikaji terlebih dahulu bersama bagian hukum dan pihak terkait,” jelas Fajar.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sumedang akan terus menempuh berbagai upaya mitigasi melalui penguatan pendidikan karakter anak. Kemudian pembinaan internal keluarga, perlindungan perempuan dan anak, serta mempererat kolaborasi bersama organisasi kemasyarakatan maupun keagamaan.

“Sumedang dikenal sebagai daerah yang agamis, menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan persaudaraan. Karena itu, seluruh ikhtiar yang berjalan bertujuan melindungi masyarakat dan generasi penerus agar tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter. Terlebih pribadi berakhlak mulia, serta mampu membawa kebanggaan bagi Sumedang,” kata Fajar.

Proteksi Generasi Muda di Ruang Digital

Menariknya, Pemkab Sumedang juga menerapkan langkah progresif lain berupa kebijakan yang melarang serta menonaktifkan akun media sosial bagi anak berusia di bawah 16 tahun. Langkah berani ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan optimal bagi generasi muda saat berselancar di dunia maya.

“Kebijakan ini menargetkan platform seperti YouTube, TikTok, hingga Roblox. Bertujuan untuk melindungi generasi muda dari konten negatif, pornografi, perundungan siber, dan predator online,” pungkas Fajar.

(Jingga Sonjaya)

Karantina Moka Sumedang 2026 Dimulai, 30 Finalis Ditempa Menuju Grand Final

0
SUMEDANG, FOKUSJabar.id
Papilon Pasanggiri Mojang Jajaka (Moka) Sumedang Tahun 2026. Sumber Gambar: sumedangkab.go.id

SUMEDANG,FOKUSJabar.id: Sebanyak 30 finalis Pasanggiri Mojang Jajaka (Moka) Sumedang Tahun 2026 tengah melakoni masa karantina intensif sebagai bagian dari rangkaian seleksi menuju malam puncak kompetisi. Mereka mengikuti kegiatan tersebut di Gedung Sumedang Creative Center yang menjadi fase krusial untuk menempa kapasitas para peserta sebelum melangkah ke tahapan berikutnya.

Selama dua hari penuh, seluruh finalis melahap berbagai sesi pembelajaran dan pembekalan yang bertujuan meningkatkan kapasitas serta kesiapan mereka sebagai calon duta daerah. Masa karantina ini memberikan kesempatan emas bagi peserta untuk memperdalam pengetahuan sekaligus mengasah berbagai keahlian penting guna mengarungi ajang Pasanggiri Moka.

Baca Juga: Pemkab Bogor Tanam 45.152 Pohon di 40 Kecamatan

Penyelenggara juga telah menyiapkan rangkaian agenda padat setelah masa karantina berakhir. Para finalis bakal unjuk gigi menampilkan bakat terbaik mereka dalam agenda Unjuk Kabisa di Mal Asia Plaza Sumedang, sebelum akhirnya bertarung memperebutkan gelar juara pada malam Grand Final di Aula Tampomas, Sekretariat Daerah (Setda) PPS.

Di sela-sela masa karantina, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyempatkan hadir untuk memberikan arahan sekaligus membakar motivasi seluruh finalis. Ia menegaskan bahwa seorang Mojang dan Jajaka tidak boleh sekadar mengandalkan penampilan fisik yang menarik, melainkan harus mampu menjadi sosok pembuat perubahan yang menginspirasi generasi muda lainnya.

“Finalis Moka tidak hanya berfokus pada penampilan fisik. Melainkan harus mampu menjadi teladan yang inspiratif bagi generasi muda di Sumedang. Khususnya dalam hal pola pikir dan pola sikap,” kata Dony, Rabu (15/7/2026).

Dalam wejangannya, Dony menekankan empat nilai utama yang wajib melekat pada setiap finalis. Yaitu membiasakan diri merasakan hal-hal positif, berpikir positif, bertutur kata positif, serta menunjukkan tindakan dan perilaku yang positif dalam kehidupan sehari-hari.

“Aksi positif yang berlangsung secara terus-menerus akan menjadi sebuah kebiasaan. Kemudian kebiasaan itulah yang kelak akan mengakar menjadi karakter kita ke depannya,” tegas Dony.

Pentingnya Kendali Diri untuk Menatap Masa Depan

Selain membangun pondasi karakter yang kuat, Bupati juga mengingatkan para finalis mengenai pentingnya kemampuan mengendalikan diri. Menurutnya, setiap individu memegang kendali penuh atas pilihan nasib dan tindakan yang mereka ambil sepanjang menjalani kehidupan.

“Harus bisa mengendalikan diri, karena kendali ada pada diri sendiri. Sebuah tindakan, apakah itu berujung positif atau negatif, sangat bergantung pada langkah dan keputusan yang diambil,” ujarnya.

Melalui proses pembekalan selama masa karantina ini, panitia berharap para finalis tidak hanya siap memenangi kompetisi. Tetapi juga mampu menularkan nilai-nilai positif yang mereka dapatkan ke dalam lingkungan sosial dan kehidupan sehari-hari.

Pemerintah Kabupaten Sumedang menaruh harapan besar terhadap penyelenggaraan Pasanggiri Mojang Jajaka Tahun 2026. Ajang tahunan ini memikul misi penting untuk melahirkan duta-duta daerah yang cerdas dan berwawasan luas. Serta berkarakter mulia demi mengharumkan nama Kabupaten Sumedang di tingkat yang lebih tinggi.

(Jingga Sonjaya)

Pemkab Bogor Tanam 45.152 Pohon di 40 Kecamatan

0
BOGOR, FOKUSJabar.id
45.152 pohon telah ditanam di kawasan hutan kota dengan total luasan mencapai 156,44 hektare yang tersebar di 40 kecamatan. Sumber Gambar: bogorkab.go.id

BOGOR,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus memperluas upaya pelestarian lingkungan melalui pembangunan hutan kota yang merambah ke berbagai wilayah. Program strategis tersebut menjadi salah satu langkah nyata pemerintah dalam mendongkrak luasan ruang terbuka hijau sekaligus menjaga kualitas lingkungan hidup bagi masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Bupati Bogor Rudy Susmanto, pemerintah daerah terus menggenjot pengembangan hutan kota secara bertahap di seluruh kecamatan. Hingga pertengahan tahun 2026, jajaran pemkab telah menanam ribuan pohon sebagai bentuk komitmen kuat dalam menciptakan kawasan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Baca Juga: Kepala Disdik Bekasi Tegaskan MPLS 2026 Harus Bebas Kekerasan dan Perpeloncoan

Berdasarkan data resmi, pihak pemkab telah menanam sebanyak 45.152 pohon pada kawasan hutan kota yang membentang seluas 156,44 hektare. Seluruh area hijau tersebut menempati 40 kecamatan di Kabupaten Bogor sebagai wujud investasi lingkungan untuk masa depan.

Bupati Rudy Susmanto menegaskan kembali komitmen tersebut saat mengikuti kegiatan olahraga bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor pada Selasa (14/7/2026). Dalam kesempatan itu, mereka memadukan olahraga dengan aksi bebersih serta perawatan Hutan Kota Pakansari. Rudy menilai pembangunan hutan kota bukan sekadar aktivitas penghijauan seremonial, melainkan langkah jangka panjang demi mewariskan lingkungan yang sehat kepada generasi berikutnya.

“Pagi ini kita berolahraga sekaligus melaksanakan aksi bebersih dan merawat Hutan Kota Pakansari, menjaga ruang hijau yang menjadi sumber kehidupan bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Rudy.

Strategi Pemkab Bogor Memperluas Ruang Terbuka Hijau

Rudy mengungkapkan rasa syukurnya karena Hutan Kota Pakansari yang mereka tanami sekitar delapan bulan lalu kini menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Kawasan tersebut perlahan berubah menjadi paru-paru hijau yang menyumbang manfaat besar bagi kualitas udara sekaligus menjaga kelestarian ekosistem sekitar.

“Alhamdulillah, kawasan yang kita tanami sekitar delapan bulan lalu kini mulai tumbuh menjadi hutan kota yang hijau. Ini menjadi bukti bahwa apa yang kita tanam hari ini akan memberikan manfaat besar di masa depan,” katanya penuh syukur.

Menurut Rudy, pembangunan hutan kota masuk dalam strategi utama Pemerintah Kabupaten Bogor untuk memperluas ruang terbuka hijau. Selain menjaga keseimbangan ekosistem, langkah ini juga memperkuat upaya mitigasi dampak perubahan iklim global.

Ajak Elemen Masyarakat Bahu-Membahu Rawat Pohon

Hingga pertengahan tahun 2026, program pembangunan hutan kota telah menyentuh seluruh kecamatan di Kabupaten Bogor. Dengan total luas mencapai 156,44 hektare dan tabungan 45.152 pohon, kawasan ini memikul harapan besar untuk menjadi penyangga kualitas lingkungan sekaligus menciptakan kawasan perkotaan yang lebih sejuk dan nyaman.

Meski demikian, Rudy mengingatkan bahwa keberhasilan program penghijauan tidak melulu bersandar pada proses penanaman awal. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat memegang peran yang sangat krusial dalam menjaga dan merawat pohon-pohon tersebut agar publik dapat memetik manfaatnya dalam jangka panjang.

“Mari kita jaga, rawat, dan lestarikan bersama. Karena setiap pohon yang kita tanam hari ini adalah warisan untuk masa depan. Dengan harapan menghadirkan udara yang lebih baik bagi generasi mendatang,” tegas Rudy.

Ia berharap kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga alam terus bertumbuh subur. Dengan begitu, keberadaan hutan kota tidak sekadar menjadi ruang terbuka hijau biasa. Melainkan menjelma sebagai simbol sinergi manis antara pemerintah dan warga dalam mewujudkan Kabupaten Bogor yang hijau, sehat, dan berkelanjutan.

(Jungga)

Aksi Heroik Warga Ciamis Berakhir Pilu, Tangan Robek Saat Kebakaran Pabrik Kopra

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot istimewa : Korban yang terkena pecahan kaca saat melakukan pemadaman mandiri sedang ditangani tim medis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Aksi heroik Ii Ibadi Rohman (46), warga Dusun Bunirasa, Desa Pawindan, Kecamatan/Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, berujung pilu. Ia menderita luka sobek serius di tangan kirinya akibat hantaman pecahan kaca dari bangunan yang sedang membara.

Luka sobek yang cukup panjang dan dalam tersebut memaksa tim medis memberikan penanganan intensif dengan mendaratkan 20 jahitan pada tangan kiri korban.

Baca Juga: Pabrik Kopra di Ciamis Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Pembakaran Batok Kelapa

Kasatpol PP Kabupaten Ciamis, Rd. Ega Anggara Alqausar, melalui Kasi Pengendalian dan Penanganan Kebakaran, Trisyanto, menjelaskan bahwa korban mendapat luka tersebut saat bahu-membahu bersama pemilik bangunan pengolahan kopra melancarkan aksi pemadaman mandiri.

“Saat korban membantu untuk menyeret sepeda motor yang ada didalam bangunan tiba tiba kaca bangunan itu pecah karena panas oleh api,” kata Trisyanto, Rabu (15/7/2026).

Trisyanto menuturkan, serpihan kaca tajam itu seketika merobek kulit tangan korban hingga mengucurkan darah segar. Melihat kondisi tersebut, warga sekitar langsung melarikan korban menuju posko medis terdekat guna menyelamatkan nyawanya.

Selain melukai seorang warga yang berniat menolong, amukan si jago merah juga melahap habis aset penting di dalam bangunan.

“Akibat dari kebakaran itu selain membuat luka seorang warga juga penguna bangunan mengalami kerugian materi sekitar Rp 150 juta,” jelas Trisyanto.

Kelalaian Bakar Tempurung Kelapa Jadi Pemicu

Trisyanto melanjutkan, hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa api bermula dari tumpukan batok kelapa kering di dalam area pengolahan kopra tersebut. Kelalaian pengguna bangunan yang pergi begitu saja saat proses pembakaran berlangsung memicu malapetaka ini.

“Dugaan kebakaran itu dari api yang merembet membakar tempurung Kelapa yang sudah kering,” ungkap Trisyanto.

(Husen Maharaja)

Kabar Gembira, Dedi Mulyadi Umumkan Kelahiran Cucu Pertama dari Wakil Bupati Garut

0
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi umumkan kelahiran cucu pertamanya dari Wakil Bupati Garut. (Foto: Instagram Dedi Mulyadi)

GARUT,FOKUSJabar.id: Suasana bahagia tengah menyelimuti keluarga besar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Karena orang nomor satu di Jabar ini mengumumkan kelahiran cucu pertamanya. Kebahagiaan ini kian spesial karena sang cucu lahir dari putra sulungnya, Maula Akbar Mulyadi, yang berpasangan dengan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina.

Kabar baik ini Dedi Mulyadi langsung umumkan melalui akun media sosial resminya. Unggahan tersebut langsung banyak ucapan selamat dan doa dari warganet serta tokoh masyarakat.

Momen Haru Sambut Anggota Keluarga Baru

Dalam unggahan yang menarik perhatian publik, Dedi Mulyadi tampak mendampingi sang anak dan menantunya di rumah sakit. Wajah sumringah tidak bisa disembunyikan dari pria yang akrab disapa Kang Dedi ini saat melihat sang cucu untuk pertama kalinya.

“Ini kabar gembira, A Ula sudah punya anak, perempuan ya, waduh cantik banget. Aduh ges jadi aki urang yeuh. A mirip aa, berati nu bogoh pisa ka aa teh Puteri,” kata Dedi Mulyadi dalam postingannya, Rabu (15/7/2026).  

Hadirnya sang buah hati dari pasangan Maula Akbar Mulyadi dan Putri Karlinan ini tentu menjadi pelengkap kebahagiaan di tengah kesibukan sang putra memimpin Kabupaten Garut.

BACA JUGA: Setara Ciater Subang, Dedi Mulyadi Siapkan Rencana Revitalisasi Kawasan Cipanas Cianjur

Kelahiran anak pertama ini menandai babak baru bagi Maula Akbar Mulyadi. Di usianya yang masih muda, ia tidak hanya memikul tanggung jawab besar sebagai anggota DPRD Jawa Barat, tetapi kini resmi menyandang status sebagai seorang ayah.

Banyak pihak berharap, kehadiran sang buah hati dapat menjadi motivasi tambahan bagi Putri Karlina untuk terus memberikan dedikasi terbaiknya dalam membangun Garut ke depan.

Banjir Doa dan Ucapan Selamat dari Warganet

Tidak butuh waktu lama setelah kabar tersebut diunggah, kolom komentar media sosial Dedi Mulyadi maupun Akbar langsung dipenuhi oleh ribuan ucapan selamat. Mulai dari kalangan pejabat, selebritas, hingga masyarakat biasa turut mendoakan kesehatan sang bayi dan ibunya.

BACA JUGA: Mengenal Honda CRF1100L Africa Twin, Motor Yang Ditunggangi Dedi Mulyadi

“Selamat Kang Dedi atas kelahiran cucu pertamanya! Semoga menjadi penyejuk hati keluarga.”

“Selamat untuk Pak Wakil Bupati Garut atas kelahiran putra/putrinya. Semoga menjadi anak yang hebat seperti ayah dan kakeknya!” tulis salah satu netizen.

(Anthika Asmara)

Kepala Disdik Bekasi Tegaskan MPLS 2026 Harus Bebas Kekerasan dan Perpeloncoan

0
BEKASI, FOKUSJabar.id
Hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMP Negeri 1 Tambun Selatan, Jalan Pendidikan II No.100, Desa Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Rabu (15/07/2026).

BEKASI,FOKUSJabar.id: Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Bekasi menyuguhkan suasana hangat dan penuh semangat. Pemandangan menarik ini salah satunya tampak di SMP Negeri 1 Tambun Selatan yang menempati Jalan Pendidikan II No.100, Desa Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Rabu (15/7/2026).

Sejak pagi hari, para peserta didik baru mulai berdatangan ke sekolah bersama orang tua yang mengantarkan mereka. Kehadiran keluarga pada hari pertama sekolah ini memicu suasana penuh antusias sekaligus menandai awal perjalanan pendidikan bagi para siswa yang menapaki jenjang baru.

Baca Juga: Disnaker Depok Bekali Peserta Pelatihan Content Creator 2026 dengan Ilmu Affiliate hingga BNSP

Momentum ini sekaligus menjadi pengingat penting bagi semua pihak untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah sepanjang pelaksanaan MPLS. Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi menginstruksikan seluruh sekolah agar menjamin kegiatan pengenalan lingkungan berjalan selaras dengan tujuan pendidikan tanpa adanya tindakan yang merugikan peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Faturochman, menyebut hari pertama sekolah sebagai pengalaman yang sangat berharga bagi peserta didik. Menurutnya, kepedulian orang tua yang bersedia mengantarkan anak ke sekolah menjadi energi penyemangat sekaligus memori indah yang akan terus melekat dalam ingatan anak.

“Hari pertama ini saya melihat aura kebahagiaan dari para orang tua yang mengantarkan putra-putrinya ke sekolah. Mudah-mudahan momen ini menjadi kenangan yang indah sekaligus motivasi bagi anak-anak dalam memulai Tahun Ajaran 2026/2027,” ujar Imam.

Ia menjelaskan bahwa MPLS memegang peran sebagai gerbang awal yang sangat krusial bagi siswa baru untuk mengenali lingkungan sekolah mereka, sekaligus beradaptasi dengan budaya belajar yang akan mereka jalani selama menempuh masa pendidikan.

“Kami menghimbau semua pihak untuk menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi siswa selama menjalani masa pengenalan lingkungan sekolah,” ujarnya.

Ancam Sanksi Tegas Jika Ada Perpeloncoan dan Kekerasan

Imam menegaskan bahwa seluruh kepala sekolah, guru, serta panitia MPLS memikul tanggung jawab penuh untuk mengawal seluruh rangkaian kegiatan agar berlangsung secara edukatif. Ia melarang keras segala bentuk praktik perpeloncoan maupun tindakan kekerasan yang mencederai esensi penyelenggaraan MPLS.

“Pastikan tidak ada perpeloncoan, tidak ada tindakan kekerasan, dan tidak ada hal-hal yang mencederai tujuan MPLS. Guru, tenaga kependidikan, serta siswa harus bersama-sama membangun lingkungan sekolah yang positif,” tegas Imam.

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan MPLS bukan sekadar urusan seberapa jauh peserta didik mengenali fasilitas fisik sekolah. Keberhasilan sejati justru bersandar pada tumbuhnya rasa aman, nyaman, serta rasa percaya diri siswa di lingkungan pendidikan yang baru.

“Mari kita dampingi murid-murid dengan hati dan penuh empati sehingga MPLS Ramah 2026 benar-benar terwujud di Kabupaten Bekasi,” ungkapnya.

Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi juga menjamin akan menelusuri dan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat mengenai dugaan pelanggaran selama MPLS sesuai regulasi yang berlaku.

“Apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, tentu akan kami tindak lanjuti sesuai dengan ketentuan. Namun kami berharap dengan dukungan dan kolaborasi semua pihak, kejadian seperti itu tidak terjadi,” jelas Imam.

Soroti Daya Tampung Sekolah dan Peran Sekolah Swasta

Di sisi lain, Imam juga merespons isu keterbatasan daya tampung sekolah negeri yang sempat memicu perhatian publik selama proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Ia mengakui bahwa rasio ruang kelas, fasilitas penunjang, serta jumlah tenaga pendidik di Kabupaten Bekasi saat ini memang belum mencapai angka ideal.

“Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik. Peran sekolah swasta juga sangat penting untuk memperluas akses pendidikan. Karena memang belum semua siswa dapat tertampung di sekolah negeri,” ungkapnya jujur.

Meski demikian, ia memastikan bahwa instansinya telah merampungkan berbagai kendala yang sempat muncul sebelumnya. Ia berharap seluruh proses kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru ini berjalan mulus. Hal itu demi mengatrol kualitas layanan pendidikan di Kabupaten Bekasi.

“Alhamdulillah persoalan yang sempat muncul sudah dapat diselesaikan. Mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi hal-hal seperti itu sehingga layanan pendidikan di Kabupaten Bekasi semakin baik,” pungkas Imam.

(Jingga Sonjaya)