spot_imgspot_img
Rabu 22 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 2

Lemhannas Kirim 25 Kepala Daerah ke Singapura Disorot Ketua DPR

0
Lemhannas kepala daerah fokusjabar.id
Ketua DPR RI, Puan Maharani (foto: web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) mengirim 25 kepala daerah ke Singapura untuk mengikuti pelatihan atau capacity building.

Kebijakan Lemhannas di sorot Ketua DPR RI, Puan Maharani. Dia  mempertanyakan urgensi capacity building tersebut.

BACA JUGA:

Ini Alasan Naniek Sudaryati Deyang Mundur dari Kepala BGN

Puan mengatakan, DPR RI bakal meminta penjelasan secara perinci dari Lemhannas mengenai tujuan pengiriman kepala daerah ke luar negeri.

“Nanti kami akan meminta penjelasan secara detail, di saat masa efisiensi dan situasi global seperti ini. Apakah memang di butuhkan untuk mengirim kepala daerah untuk peningkatan capacity building ke luar negeri,” kata Puan di kutip kompas.com.

Menurut dia, alat kelengkapan dewan di DPR yang membidangi urusan terkait juga akan meminta penjelasan kepada Lemhannas mengenai program tersebut.

“Jadi, nanti mungkin komisi terkait yang akan meminta penjelasan terkait dengan hal tersebut,” kata Puan Maharani.

Sebelumnya Gubernur Lemhannas RI, TB Ace Hasan Syadzily mengatakan, 25 kepala daerah mengikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan III pada 15-28 Juli 2026.

Program tersebut adalah kerja sama Lemhannas dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Purnomo Yusgiantoro Center.

Menurut Ace, para peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari Aceh hingga Papua.

Selama enam hari pertama, para kepala daerah mengikuti pembelajaran di Lemhannas dan Purnomo Yusgiantoro Center.

Materi yang di berikan meliputi wawasan kebangsaan, penguatan kepemimpinan, pembangunan integritas hingga pendidikan antikorupsi yang menghadirkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai salah satu pemateri.

Setelah itu, para peserta di jadwalkan mengikuti pelatihan selama sepekan di Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore.

Ace menjelaskan, Singapura di pilih karena di nilai memiliki praktik terbaik dalam pelayanan publik.

“Kita tahu bahwa hingga saat ini saya kira Singapura merupakan negara yang memiliki best practices dalam hal pelayanan publik,” ungkap Ace.

BACA JUGA:

Menkeu dan BGN Bahas Efisiensi Program MBG, Anggaran Berpotensi Menyusut

Dia menyebut, selama berada di Singapura, para kepala daerah akan mempelajari praktik pelayanan publik. Di antaranya, pengelolaan pendidikan, layanan kesehatan, pengelolaan sampah hingga pemanfaatan teknologi digital dalam pemerintahan.

Mereka juga di jadwalkan mengunjungi sejumlah institusi pemerintah di negara tersebut.

Setelah kembali ke Indonesia, seluruh peserta wajib menyusun proyek unggulan yang akan di terapkan di daerah masing-masing.

Proyek tersebut kemudian di presentasikan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri sebagai tindak lanjut hasil pelatihan.

(Bambang Fouristian)

Batik Tasikmalaya Dilirik Universitas Malaysia

0
Batik Tasikmalaya fokusjabar.id
Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan, berfoto bersama dengan delegasi dari UTM Malaysia di area Promosi kerajinan gedung PPIK Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya menerima kunjungan istimewa delegasi dari Universiti Teknologi Mara (UTM) Malaysia di Gedung Pusat Pengembangan Industri Kreatif (PPIK), Jalan Letjen Mashudi Cibeureum, Selasa (21/7/2026).

Kedatangan tamu tersebut dalam rangka menjajaki kerja sama strategis dalam penelitian dan pengembangan batik berbahan dasar recycle.

BACA JUGA:

Bukan Sekadar KKN, Ribuan Mahasiswa Ini Punya Misi Menuntaskan Masalah Sampah di Tasikmalaya

Rombongan delegasi di sambut Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan bersama Kepala Dinas Koperasi UMKM, Sofian Zaenal Mutaqien, Kadis Kominfo Amran Saefullah, Kadis Lingkungan Hidup Sandi Lesmana.

Kunjungan tersebut sebagai wujud kolaborasi budaya dan transfer pengetahuan terkait sejarah, filosofi dan teknik pembuatan batik sekaligus membangun kerja sama internasional.

Viman mengatakan, kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan batik Tasikmalaya ke kancah internasional. Pengenalan tidak hanya sebatas nilai sejarah dan budaya, tetapi juga potensi ekonomi dan pengembangan produksi.

“Selama ini batik Tasik di kenal karena motif dan filosofinya. Melalui kolaborasi ini kita ingin mengangkat juga sisi ekonominya. Bagaimana batik bisa menjadi produk yang berdaya saing, ramah lingkungan dan memberi dampak ekonomi yang baik terhadap para pengrajin,” ungkap Viman Alfarizi Ramadhan.

Selain membahas potensi pengembangan industri batik, pertemuan itu juga menyinggung peluang kerja sama di bidang ekonomi kreatif, perguruan tinggi dan riset.

“Kami berharap kolaborasi dan kerja Internasional yang terjalin bisa di rasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Khususnya para pelaku UMKM dan akademisi di Kota Tasikmalaya,” ujarnya.

“Kita tentu terbuka untuk menjalin kerja sama yang saling menguntungkan. Baik itu riset bersama, pertukaran mahasiswa maupun pengembangan produk industri kreatif daerah. Tujuannya satu, bagaimana ekonomi kreatif di Tasikmalaya bisa naik kelas dan pengrajinnya semakin sejahtera,” Viman menambahkan.

Dia mengaku, melalui penelitian filosofi batik dan kerja sama, produk-produk kreatif dari Tasikmalaya. Khususnya industri batik bisa semakin di kenal dan mampu go internasional. Dengan begitu, pemasarannya bisa semakin luas dan meningkat.

Gedung PPIK Kota Tasikmalaya sebagai lokasi pertemuan delegasi penting itu, karena menjadi pusat pengembangan industri kreatif di Tasikmalaya.

BACA JUGA:

Guru PAUD Tasikmalaya Dibekali Cara Baru Menanamkan Disiplin dan Kemandirian pada Anak

Di tempat ini para pengrajin batik bisa mendapat pendampingan, pelatihan hingga akses pasar.

Viman Alfarizi berharap, industri batik Tasikmalaya bisa menjadi pelopor batik yang berkelanjutan. Selain menjaga warisan budaya dan filosofinya, inovasi ini juga untuk menjawab tantangan isu lingkungan.

Viman menyebutkan, Jika kolaborasi lintas negara seperti ini terus di kembangkan dan di perkuat melalui kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah dan pengrajin, maka batik Tasikmalaya tidak hanya sebagai ikon dan dan ciri khas. Nmaun menjadi potensi lokal yang mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Assistent Vice -Chencellor Entrepreneurship Development Universiti Teknologi Mara Malaysia, Badrul Isa mengaku senang berkunjung ke Kota Tasikmalaya.

Dia menilai, daerah ini memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan industri kreatif batik.

Ia menuturkan, industri batik perlu mendapat dukungan dalam pengembangannya. Sehingga dapat memiliki dampak ekonomi yang menjanjikan.

BACA JUGA:

Tembus Bukit dan Jalan Terjal, Kodim 0612/Tasikmalaya Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis Door to Door di Parungponteng

“Saya melihat produk batik dari Tasikmalaya permintaan pasarnya sudah cukup luas. Baik domestik maupun global terus meningkat. Namun ia mengingatkan agar pengembangannya tidak mengabaikan aspek kelestarian lingkungan,” katanya.

Menurutnya, Batik Tasikmalaya punya nilai ekonomi bagus. Tapi kita juga harus jaga kelestarian alam.

“Kami berkunjung ke sini sangat tertarik meneliti produksi batik dengan bahan recycle dari limbah bisa menghasilkan sesuatu yang memiliki ciri khas serta bernilai ekonomi,” ujarnya.

Pihaknya berharap, kunjungan ini menjadi awal kerja sama yang baik dan kuat antara UTM Malaysia dan Pemkot Tasikmalaya.

“Harapannya, ada pendidikan untuk para pengrajin, transfer ilmu dan tetap menjaga kelestarian lingkungan untuk masa depan anak cucu kita nanti. Kerajinan batik di sini sudah memiliki nilai budaya yang tinggi. Tinggal di kuatkan dari sisi inovasi dan kerja sama,” paparnya.

(Seda)

Ini Alasan Naniek Sudaryati Deyang Mundur dari Kepala BGN

0
Naniek Sudaryati Deyang
Naniek Sudaryati Deyang

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Naniek Sudaryati Deyang menyatakan mundur dari jabatannya. Keputusan tersebut di ambil lantaran kondisi kesehatannya yang memerlukan penanganan medis serius di luar negeri.

Mengutip Media Indonesia, Naniek mengungkapkan bahwa dirinya harus menjalani pengobatan jantung. Langkah itu sebagai upaya mendapatkan opini medis kedua (second opinion) demi pemulihan yang optimal.

BACA JUGA:

Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet Jadi Sorotan, Ini Penjelasan Istana

“Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak presiden untuk melakukan pengobatan di LN untuk jantung saya, rencananya hari ini, Rabu (22/7) saya berangkat,” tulis Naniek dalam unggahannya.

Dia menjelaskan, keputusannya mundur telah di konsultasikan langsung dengan Presiden. Meski melepaskan jabatan struktural, ia menyebut Presiden tetap memintanya untuk memberikan kontribusi dalam fungsi pengawasan di lembaga tersebut.

“Saya sampaikan ke presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya. Dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya di minta tetap ikut mengawasi BGN,” ungkapnya.

Naniek Sudaryati Deyang tetap memberikan pembelaan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini menjadi fokus BGN.

Dia menepis tudingan bahwa program tersebut memiliki motif politik terselubung untuk pemilu mendatang.

Naniek menekankan, selama 14 tahun mendampingi Presiden, ia memahami betul bahwa program ini murni merupakan intervensi gizi untuk menciptakan generasi emas Indonesia.

Dia juga memberikan argumen logis terkait sasaran penerima manfaat yang mayoritas adalah anak-anak usia dini.

“Kalau untuk tujuan politis, yang sekarang mayoritas penerima manfaat kan anak-anak Balita sampai SD. Tiga tahun lagi tahun 2029 mereka belum nyoblos. Jadi kalau ada yg bilang 82 juta penerima manfaat itu untuk Pemilu 2029 mohon di luruskan pemikiran itu,” tegas Naniek.

BACA JUGA:

Presiden Prabowo Bakal Resmikan Motor Listrik Nasional Buatan Indonesia

Naniek menutup pernyataannya dengan harapan agar masyarakat dapat menerima program MBG sebagai langkah mulia untuk masa depan bangsa.

Dia juga sempat berkelakar mengenai trauma mengelola anggaran secara langsung. Sehingga lebih memilih peran pengawasan di masa depan.

(Bambang Fouristian)

Bupati Garut Minta Truk ODOL dan Parkir Liar Ditertibkan

0
bupati garut truk odol fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin usai Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) di Jalan Merdeka, Kecamatan Tarogong Kidul, Selasa (21/7/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Garut memperkuat koordinasi dalam menjaga infrastruktur jalan sekaligus meningkatkan ketertiban lalu lintas dan pengelolaan parkir.

BACA JUGA:

Ketum PM Gatra: Filosofi Menunggang Kuda Melatih Kepercayaan, Kesabaran dan Keberanian

Bupati Garut menyoroti keberadaan kendaraan Over Dimension and Over Load (ODOL) atau kendaraan dengan dimensi dan muatan berlebih yang melintas di wilayahnya.

Menurutnya, kendaraan ODOL di larang melintasi jalan kabupaten karena berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas serta mempercepat kerusakan infrastruktur jalan.

Syakur meminta jajaran Dishub segera mengambil langkah konkret dengan memasang rambu batas tonase di ruas-ruas jalan yang memiliki pembatasan beban.

Langkah tersebut di nilai penting sebagai bentuk pengawasan sekaligus memberikan kepastian kepada pengguna jalan.

“Jadi saya dari dulu mulai mikir, kenapa tidak ada kegiatan yang konkret. Dishub bikin pengumuman atau imbauan bahwa jalan ini hanya kuat menampung sekian ton dengan sumbu sekian. Nanti pasti masyarakat akan menunggu bagaimana reaksi kita. Jangan di biarkan begitu saja,” kata Bupati Garut.

Syakur juga menyoroti keberadaan parkir liar yang masih menjadi keluhan masyarakat.

BACA JUGA:

Bupati Garut Dorong Bapenda Optimalkan PAD

Penataan parkir di nilai perlu segera di lakukan karena berkaitan dengan kenyamanan masyarakat, kelancaran arus lalu lintas serta wajah tata kota.

“Ini sudah menjadi atensi seluruh masyarakat terkait dengan kemampuan kita dalam mencegah kesemrawutan lahan parkir,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Perhubungan akan terus memperkuat sinergi dengan Inspektorat dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dalam pengelolaan sektor perparkiran.

Tujuan kolaborasi tersebut untuk meningkatkan pengawasan, mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta memastikan retribusi dan pajak parkir di kelola secara transparan dan akuntabel.

(Bambang Fouristian)

Bukan Sekadar KKN, Ribuan Mahasiswa Ini Punya Misi Menuntaskan Masalah Sampah di Tasikmalaya

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat, lepas ribuan mahasiswa, mereka diharapkan mampu mengimplementasikan keilmuan dari kampus untuk menjadi agen perubahan di Masyarakat (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jawa Barat resmi melepas 1.120 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dari 8 perguruan tinggi se-Tasikmalaya Raya, Senin (21/7/2026).

Pelepasan ribuan agen perubahan tersebut berlangsung meriah di Lapangan Upacara Kampus Universitas Perjuangan (Unper). Jajaran pemerintah daerah, para rektor, dosen, hingga camat turut menghadiri acara ini.

Baca Juga: Tembus Bukit dan Jalan Terjal, Kodim 0612/Tasikmalaya Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis Door to Door di Parungponteng

Sebanyak 903 mahasiswa Unper menyebar di 9 kecamatan dan 69 desa di Kabupaten Tasikmalaya. Sementara itu, sisanya mengabdi di wilayah Kecamatan Cibunigeulis Bungursari, Kota Tasikmalaya.

Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat, Dr. Lukman, menjelaskan bahwa KKN tahun ini mengusung isu strategis daerah. Mahasiswa akan fokus mengawal dua program utama, yakni Sampah Tuntas dan Ekonomi Sirkular.

“Mahasiswa diharapkan menjadi agen dan penggerak perubahan di tengah-tengah masyarakat. Ia diharapkan dapat merubah mindset masyarakat, bahwa sampah bukan sesuatu yang menjijikkan, tapi bisa dikelola sehingga bisa memiliki nilai rupiah,” ungkap Lukman.

Ia menekankan bahwa regulasi saat ini sudah tidak mengenal konsep pembakaran sampah atau sekadar membuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Target utamanya, masyarakat harus mampu mengelola sampah secara mandiri dari skala rumah tangga.

“Mahasiswa KKN ini, harus mampu mendorong pengelolaan sampah berbasis komunitas di lingkungan masyarakat. Pilah dari rumah, bisa menjadi inovatif untuk mengolah jadi sesuatu sehingga mampu memberikan bermanfaat,” ujarnya.

Program Ekonomi Sirkulat

Mengenai program ekonomi sirkular, mahasiswa siap mendampingi penguatan UMKM agar usaha warga memiliki nilai tambah dan berdikari.

“Targetnya, usaha ekonomi masyarakat betul-betul memiliki nilai lebih. Bukan hanya jualan, tapi produknya bisa berkembangnya serta naik kelas,” paparnya.

Dr. Lukman juga berpesan agar seluruh peserta KKN selalu menjaga etika dan moral selama menjalankan program pengabdian di tengah masyarakat.

“Keberhasilan KKN bukan dilihat seberapa lama pengabdian, tetapi seberapa besar perubahan yang ada di masyarakat,” jelasnya.

Sekda Kota Tasikmalaya Asep Goparulloh menyambut positif pergerakan KKN Tematik ini. Pihaknya mendorong mahasiswa bersinergi dengan program prioritas Pemkot, seperti Tasik Pintar dan Tasik Resik.

“Program tematik dalam KKN dengan fokus dalam pengelolaan sampah harus dari hulu sampai hilir, dan ini sesuai dengan program prioritas Pemerintah Kota (Pemkot); yakni Tasik Pintar dan Tasik Resik,” ujarnya.

Ia menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi perguruan tinggi dalam menyelesaikan masalah sosial di daerah.

“KKN ini bukan hanya kegiatan seremonial untuk mendapatkan kelulusan mahasiswa, tapi menjadi saudara pengabdian nyata seluruh mahasiswa untuk menciptakan perubahan serta kemajuan daerah,” ujarnya.

Adapun delapan kampus yang menerjunkan mahasiswanya meliputi Unper, Unsil, UMTAS, Universitas Mandiri, STIKes BTH, STIE Latifah Mubarokiyah, STHG, dan Politeknik Triguna.

Melalui sebaran lokasi yang luas, LLDIKTI IV optimistis kehadiran mahasiswa memberikan dampak nyata serta meninggalkan perubahan perilaku positif di tengah warga.

(Seda)

Diikuti 621 Orang dari 32 Kecamatan, Pemkab Kuningan Gelar MTQ Ke-50 untuk Cetak Generasi Qur’ani

0
KUNINGAN, FOKUSJabar.id
Bupati Dian Resmi Buka MTQ Ke-50, Ajak Masyarakat Jadikan Al-Qur’an Inspirasi Membangun Kuningan Melesat

KUNINGAN,FOKUSJabar.id: Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., meresmikan pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-50 Tingkat Kabupaten Kuningan Tahun 2026 di Alun-alun Desa Sindangagung, Selasa (21/7/2026).

Bupati memanfaatkan momentum emas ini untuk mengajak seluruh warga menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Ia juga mendorong Al-Qur’an sebagai inspirasi utama dalam membangun daerah yang religius, berkarakter, dan harmonis.

Baca Juga: Belum Kantongi Izin, Satpol PP Kuningan Segel Tempat Usaha di Bundaran Cijoho

Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, S.H., M.Kn., unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah U. Kusmana, S.Sos., M.Si., serta ratusan undangan dan alim ulama turut memadati arena pembukaan.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh hanya membaca Al-Qur’an, melainkan wajib menghayati dan mengamalkannya dalam aktivitas harian.

“Ketika Al-Qur’an hanya berhenti di bibir, ia hanya akan menjadi bacaan yang indah. Namun ketika ia meresap ke dalam hati, ia akan menjadi cahaya kehidupan. Dan ketika diwujudkan dalam perilaku, ia akan menjadi sebuah peradaban yang membawa kemaslahatan bagi umat,” ujar Dian.

Ia menilai MTQ bukan sekadar panggung kompetisi bagi para qari, qariah, maupun hafiz terbaik. Lebih dari itu, acara ini menjadi ikhtiar bersama dalam membumikan nilai-nilai suci di tengah masyarakat.

“MTQ adalah ruang bagi kita untuk menanamkan cinta terhadap Al-Qur’an, menumbuhkan generasi Kuningan yang Qur’ani, serta membangun nilai-nilai peradaban,” katanya.

Al-Qur’an Menjadi Fondasi Penting

Bupati memaparkan bahwa tema “Al-Qur’an Sebagai Inspirasi Moral Menuntun Peran dan Harmoni Umat Menuju Kuningan Melesat” mengandung pesan mendalam. Al-Qur’an menjadi fondasi penting untuk memupuk kejujuran, kesederhanaan, dan persatuan demi memajukan daerah.

“Saya berharap seluruh peserta tidak hanya berorientasi menjadi juara, tetapi datang untuk menjadi duta-duta Al-Qur’an. Kemenangan yang hakiki adalah mampu menghadirkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.

Di depan dewan hakim, Bupati menekankan pentingnya menjunjung tinggi integritas lewat prinsip “OOJA” (Objektif, Orisinil, Jujur, dan Adil) agar hasil penilaian melahirkan pemenang berkualitas.

“Membangun daerah tidak hanya berbicara soal jalan atau jembatan, tetapi juga harus diimbangi dengan pembangunan jiwa. MTQ menjadi bagian penting dalam membentuk masyarakat yang religius dan berakhlak mulia,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Kabag Kesra Setda Kuningan, Emup Muplihudin, menjelaskan bahwa perhelatan ke-50 ini melombakan lima cabang utama, seperti seni baca, hafalan, Syarhil Qur’an, kaligrafi, hingga karya tulis ilmiah. Panitia juga menyajikan Festival Kasidah Rebana Tradisional untuk memeriahkan syiar.

Ajang ini menyerap 621 peserta dan ofisial dari 32 kafilah kecamatan se-Kabupaten Kuningan. Para peserta akan bersaing selama dua hari di 20 venue yang tersebar di wilayah Kecamatan Sindangagung.

(KuninganKab/IrfansyahRiza)

Belum Kantongi Izin, Satpol PP Kuningan Segel Tempat Usaha di Bundaran Cijoho

0
KUNINGAN, FOKUSJabar.id
Bangunan Usaha di Bundaran Cijoho Disegel Satpol PP Kuningan

KUNINGAN,FOKUSJabar.id: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kuningan menyegel sebuah bangunan tempat usaha di kawasan Bundaran Cijoho, Selasa (21/7/2026). Petugas mengambil tindakan tegas ini karena pemilik bangunan belum melengkapi dokumen perizinan dan legalitas sesuai Peraturan Daerah.

Tim Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal), Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) turut mengawal aksi penertiban di lokasi.

Baca Juga: Pemkab Majalengka Tutup MPLS Lewat Aksi Ekologi dan Deklarasi Anti-Kekerasan

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Gakda) Satpol PP Kabupaten Kuningan, Allex Dolfianza, S.H., menegaskan bahwa penyegelan ini hanya menghentikan aktivitas pembangunan untuk sementara waktu hingga pemilik mengurus seluruh izin.

“Bangunan ini belum memiliki kelengkapan legalitas sesuai Perda Trantibum, khususnya Pasal 19 dan Pasal 25. Setiap orang atau badan yang akan melakukan pembangunan harus memiliki legalitas terlebih dahulu,” kata Allex di lokasi.

Stiker penyegelan mengindikasikan indikasi pelanggaran terhadap Peraturan Daerah Kabupaten Kuningan Nomor 3 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Perda Nomor 3 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat.

Allex menjelaskan bahwa tindakan ini bukan penutupan permanen. Pihaknya masih memberi ruang bagi pemilik bangunan untuk melengkapi berkas administrasi, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

“Kalau legalitasnya sudah terpenuhi, pengelola dapat mengajukan permohonan pembukaan segel. Setelah diverifikasi, segel akan dibuka sehingga pembangunan bisa dilanjutkan,” ujarnya.

Petunjuk Teknis Mengenai Tata Ruang

Ia menekankan agar tidak ada lagi kegiatan tukang selama stiker segel masih menempel di lokasi proyek.

“Tujuan pemasangan segel ini agar tidak ada aktivitas sebelum seluruh legalitas terpenuhi,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Tata Ruang DPUTR Kabupaten Kuningan, Dony Handono, S.T., M.M., memaparkan bahwa pihaknya sudah memberi petunjuk teknis mengenai tata ruang, terutama soal penyesuaian garis sempadan bangunan.

Menanggapi tindakan tersebut, perwakilan pemilik bangunan, Nandang, menyatakan kesiapannya untuk mematuhi aturan dan segera mengurus perizinan resmi. Ia mengakui adanya arahan khusus dari DPUTR terkait posisi fisik bangunan.

“Memang ada arahan terkait perubahan tata letak bangunan dari pihak DPUTR. Kami akan mengikuti seluruh prosedur yang berlaku,” ujar Nandang.

Melalui tindakan ini, seluruh pengerjaan fisik di lokasi Bundaran Cijoho berhenti total sampai pemerintah daerah memverifikasi ulang kelengkapan izin dan tata letak bangunan.

(KuninganKab/IrfansyahRiza)