BANJAR,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Banjar memelopori pertemuan damai guna meredam perselisihan yang sempat memicu ketegangan di Kota Banjar. Pemkot Banjar mengundang Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, serta ormas ke Pendopo Kota Banjar, Sabtu (25/7/2026).
Seluruh elemen masyarakat yang hadir menyepakati komitmen bersama untuk menjaga kondusivitas daerah. Di sisi lain, kepolisian tetap melanjutkan proses hukum terhadap para pelaku secara transparan dan profesional.
Baca Juga: Ratusan Massa Pemuda Pancasila Datangi Kantor Wali Kota Banjar, Ini Tuntutan Mereka
Wali Kota Banjar Tanggung Seluruh Biaya Pengobatan Korban
Wali Kota Banjar, Sudarsono, menegaskan bahwa jajarannya berhasil menyelesaikan gejolak di tingkat masyarakat melalui musyawarah mufakat. Pihaknya berkolaborasi dengan DPRD, Forkopimda, serta Ormas Pemuda Pancasila untuk mengakhiri perselisihan tersebut.
“Saya jamin permasalahan di tingkat masyarakat sudah selesai secara damai. Namun demikian, proses hukum tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku,” ujar Sudarsono.
Sudarsono juga memastikan Pemerintah Kota Banjar mengambil alih seluruh penanganan medis para korban. Pemkot Banjar membebaskan seluruh biaya perawatan dan rawat jalan korban selama menempuh pengobatan di RSUD Kota Banjar.
Perwakilan Masyarakat Batak Sampaikan Permohonan Maaf
Pada forum yang sama, Pembina Perhimpunan Masyarakat Batak Banjar, Lamhok Silalahi, mengutarakan permohonan maaf mendalam atas kegaduhan dan tindakan tidak menyenangkan dari para tersangka.
Lamhok menegaskan komitmennya untuk tidak melindungi oknum warga yang terbukti melakukan keonaran atau pelanggaran hukum.
“Saya pribadi tidak akan membela atau mentolerir warga yang terbukti bersalah. Ke depannya, kami akan memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan Pemuda Pancasila, ormas-ormas lain, serta Pemerintah Kota Banjar agar kejadian serupa tidak terulang,” ungkap Lamhok.
Kuasa Hukum Minta Kepolisian Kembangkan Kasus
Kuasa Hukum Korban, Asep Andryanto SH, menyambut baik respons cepat kepolisian dalam memproses perkara ini. Pihaknya memercayakan penanganan kasus kepada Polres Banjar, tetapi tetap mendesak aparat untuk memperluas penyidikan.
“Kami menyerahkan sepenuhnya proses ini kepada Polres Banjar. Kami berharap ada pengembangan kasus untuk mencari dan menentukan pihak-pihak lain yang harus bertanggung jawab, demi memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi korban,” tutur Asep.
Kepolisian Menjamin Keamanan dan Keadilan
Menanggapi desakan tersebut, Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro memberikan garansi penuh atas keamanan Kota Banjar serta keterbukaan penanganan perkara tindak pidana ini.
“Polres Banjar menjamin Kota Banjar akan tetap aman dan kondusif. Kami juga memastikan proses hukum dijalankan secara profesional, transparan, dan tidak pandang bulu,” tegas Kapolres.
Melalui kesepakatan bersama ini, situasi keamanan di Kota Banjar kini kembali kondusif. Sementara itu, penyidik kepolisian terus bekerja menuntaskan pemeriksaan hingga selesai.
(Agus Purwadi)









