CIAMIS,FOKUSJabar.id: Perjalanan panjang Vico Noer Faizal, warga Karanganyar, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, menuju Mekkah akhirnya mencapai garis finis pada momen istimewa. Setelah berjalan kaki selama 17 bulan melintasi 17 negara, Vico menuntaskan ekspedisinya tepat pada 17 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bagi Vico, perjalanan ini bukan sekadar ujian fisik menuju Tanah Suci. Ia mengemban misi memperkenalkan Ciamis dan Jawa Barat kepada masyarakat dunia sekaligus menyelesaikan penulisan Al-Qur’an sepanjang rute perjalanan.
Baca Juga: Polres Ciamis Tanam Bawang Putih di Sukamantri, Dorong Swasembada dan Kurangi Impor
“Saya mempersiapkan semuanya, mulai birokrasi, uang yang harus disimpan, riset jalur sampai visa. Saya sadar ini ekspedisi bukan ekspedisi biasa,” kata Vico pada Rabu (19/8/2026).
Kombinasi Unik Angka 17 Terbentuk Secara Alami
Kombinasi angka 17 bulan, 17 negara, dan finis tanggal 17 Agustus sejatinya tidak dirancang Vico sejak awal. Jalur antar-perbatasan antarnegara membentuk jumlah tersebut secara alami.
“Untuk 17-17-17 bulan sama 17 negara itu tidak direncanakan. Border to border biasanya ada negara yang memang tidak mungkin terlewati. Akhirnya menjadi 17 negara dengan durasi 17 bulan,” tutur Vico.
Vico terpaksa menyesuaikan rute perjalanan pulang karena kondisi wilayah di kawasan Timur Tengah tidak memungkinkan untuk dilalui dengan berjalan kaki. Ia mengambil penerbangan menuju Thailand, lalu melanjutkan perjalanan darat menuju Malaysia hingga menyelesaikan ekspedisinya.
Vico sengaja menyiapkan bendera Merah Putih untuk dikibarkan di setiap negara persinggahan. Ia menyandingkan bendera Indonesia dengan bendera lokal sebagai simbol persahabatan antarnegara.
“Intinya niat kita baik, dijalani dengan baik, insyaallah hasilnya baik,” ujar Vico.
Uzbekistan Beri Kesan Mendalam Hingga Bertemu Presiden Erdogan
Uzbekistan menjadi salah satu tempat yang paling membekas bagi Vico karena kehangatan sambutan warga setempat. Ekspedisi ini bahkan membawanya bertemu langsung dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melalui undangan Wali Kota Şile, Istanbul.
Sejumlah media internasional seperti stasiun televisi Uzbekistan dan NST Malaysia juga mewawancarai Vico secara khusus. Ia memanfaatkan seluruh kesempatan tersebut untuk mempromosikan kebudayaan Ciamis.
“Alhamdulillah, saya bisa mengkampanyekan kearifan lokal yang ada di Kabupaten Ciamis,” ungkap Vico.
Vico menganggap semua tantangan dan cibiran orang lain selama perjalanan sebagai bahan evaluasi serta penambah semangat.
“Yang jelas semuanya maslahat bagi saya, tidak ada yang mudarat. Orang-orang yang julid di awal justru menjadi acuan dan menambah giroh dalam perjalanan,” jelas Vico.
Tuntaskan Penulisan Al-Qur’an dan Buka Peluang Ekspedisi Al-Aqsa
Vico berhasil menuntaskan misi menulis ayat-ayat Al-Qur’an di setiap titik persinggahan bersamaan dengan berakhirnya perjalanan ini.
“Karena kemarin saya fokusnya lebih menulis Al-Qur’an. Setiap crossing saya menulis Al-Qur’an beberapa ayat dan alhamdulillah ditutup dengan finis. Al-Qur’an itu saya selesaikan,” kata Vico.
Beberapa pihak kini menawarkan kerja sama untuk membukukan pengalaman 17 bulan tersebut. Meski begitu, Vico justru tengah mengarahkan fokusnya untuk bersiap menuju target ekspedisi berikutnya, yaitu Masjid Al-Aqsa.
“Program lanjutannya insyaallah mungkin satu atau dua tahun lagi. Sudah banyak call dari berbagai negara dan ada beberapa sponsor ke depannya untuk mengejar satu masjid lagi, yaitu Al-Aqsa,” tutup Vico.
(Mia)



