spot_imgspot_img
Selasa 29 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kemendikdasmen dan Golkar Dorong Penguatan Pancasila dalam Revisi UU Sisdiknas

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Fraksi Partai Golkar MPR RI sepakat menguatkan pendidikan Pancasila dalam sistem pendidikan nasional. Kebijakan ini berfokus pada pembentukan karakter serta perilaku sehari-hari para siswa.

Kesepakatan tersebut mengemuka dalam diskusi dan lokakarya penguatan Pancasila di Kota Bandung.

Baca Juga: Pasar Ciroyom Bandung Mulai Direvitalisasi, Instalasi Listrik Jadi Sorotan Utama

Tiga Fokus Strategis Kemendikdasmen

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa program ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam menumbuhkan jiwa nasionalisme generasi muda.

“Kami merasa apa yang dilakukan Fraksi Partai Golkar ini sejalan dengan arah kebijakan kami ke depan tentang penguatan karakter bangsa, menumbuhkan jiwa nasionalisme, rasa cinta tanah air, serta memastikan Pancasila tidak hanya menjadi mata pelajaran di sekolah, tetapi terinternalisasi dalam jatidiri murid dan melembaga sebagai budaya sekolah maupun masyarakat,” kata Abdul Mu’ti, Selasa (29/9/2026).

Pemerintah menyiapkan tiga langkah strategis untuk memperkuat posisi Pancasila di sekolah.

Pertama, pemerintah siap memperjuangkan mata pelajaran Pancasila secara formal, termasuk terbuka pada usulan penggunaan kembali nama Pendidikan Moral Pancasila (PMP).

Kedua, pembelajaran menerapkan metode deep learning dan hidden curriculum melalui kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka, Paskibraka, serta kadet.

“Pembelajaran Pancasila tidak sekadar terkait aspek pengetahuan, tetapi berkaitan dengan konteks nilai yang tercermin dalam perilaku keseharian melalui penguatan hidden curriculum,” jelasnya.

Ketiga, pemerintah meluncurkan program ‘Tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat’ agar nilai Pancasila melembaga dalam kehidupan bermasyarakat.

Dorong Klausul Pancasila Masuk Revisi UU Sisdiknas

Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Melchias Marcus Mekeng, menilai pembekalan ideologi Pancasila sangat krusial demi menyongsong Indonesia Emas.

“Kita ini bangsa besar dengan penduduk 280 juta dan sedang menyongsong Indonesia Emas. Namun, itu semua bisa goyah kalau anak didik kita tidak dibekali dasar dan falsafah negara, yaitu Pancasila,” tegas Mekeng.

Mekeng mendorong penanaman nilai Pancasila sejak tingkat sekolah dasar melalui pembiasaan riil, seperti tutur kata santun hingga kesadaran menjaga kebersihan lingkungan.

Fraksi Partai Golkar berkomitmen memasukkan klausul penguatan pendidikan Pancasila ini secara resmi ke dalam draf revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas).

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru