TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Prestasi membanggakan kembali lahir dari pelajar asal Tasikmalaya selatan (Tasela). Nur Rahma, siswi SMKN Bantarkalong, sukses terpilih sebagai Brand Ambassador International Diplomat Model United Nations (MUN) dan bersiap mewakili Indonesia di Colombo, Sri Lanka.
Remaja asal Kecamatan Pancatengah yang belum genap berusia 17 tahun ini membuktikan bahwa keterbatasan wilayah tidak menghalangi langkahnya menembus panggung dunia.
Baca Juga: Cuma Persoalan Batas Lahan, Cekcok Dua Tetangga di Tasikmalaya Berakhir Tragis
“Insya Allah, keberangkatan dijadwalkan antara bulan September atau Mei 2027 mendatang ke Colombo, Sri Lanka,” kata Nur Rahma.
Perjalanan Panjang Dari Ketua OSIS Hingga Ajang Global
Keberhasilan Nur Rahma mengalir dari proses panjang kepemimpinannya di sekolah. Ia mengawali kiprah organisasinya sebagai Ketua OSIS SMKN Bantarkalong sebelum aktif di tingkat kabupaten hingga provinsi.
Kiprahnya makin bersinar saat ia terpilih menjadi Duta Siswa Indonesia dan mengikuti Konferensi Pemuda Nasional di Universitas Gadjah Mada (UGM).
“Semua tidak terjadi begitu saja. Saya hanya mencoba mengambil satu kesempatan, lalu belajar dari kesempatan berikutnya—dari memimpin di sekolah, tingkat kabupaten, provinsi, nasional, hingga kini bersiap menuju forum internasional,” kata Nur Rahma.
Incar Fakultas Hukum UI dan Pantang Menyerah Belajar Bahasa
Nur Rahma bakal mengikuti simulasi sidang PBB seperti UNICEF, UNHRC, UNEP, dan UNGA di Colombo nanti. Siswi yang bercita-cita menembus Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) ini tetap rendah hati walau masih terus mengasah kemampuan bahasa Inggrisnya.
“Saya tidak ingin menunggu sampai merasa benar-benar siap. Terlebih Saya ingin belajar melalui pengalaman ini, berani berkomunikasi, berani melakukan kesalahan, dan terus memperbaikinya. Saya mungkin menjadi salah satu peserta termuda, dan saya datang bukan merasa paling hebat, melainkan untuk membawa nama Indonesia dengan sebaik mungkin,” kata Nur Rahma.
Pesan Semangat Untuk Generasi Muda Indonesia
Nur Rahma berharap kisah perjalanannya dari pelosok Tasikmalaya menuju panggung internasional dapat memantik keberanian pelajar lain untuk bermimpi besar.
“Langkah besar selalu dimulai dari sesuatu yang kecil. Dari sekolah, dari organisasi, dari keberanian berbicara dan mengambil tanggung jawab. Kita tidak perlu menunggu dewasa untuk mulai memberikan dampak,” kata Nur Rahma.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada kedua orang tuanya serta Kepala Sekolah SMKN Bantarkalong, Drs. Agus Setiadi, M.Si, beserta jajaran guru yang terus mendukung tumbuh kembang prestasinya.
(Abdul Latif)



