spot_imgspot_img
Kamis 8 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8256

Hindari Maksiat, Ini Komponen Pentingnya

0
Maksiat
(FOKUSJabar/Riza M Irfansyah)

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Tokoh Ulama Kabupaten Ciamis sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam, Fadlil Yani Ainusyamsi (Ang Icep) menegaskan, ada tiga komponen penting yang harus menjadi perhatian masyarakat agar terhindar dari jurang kemaksiatan.

Ketiga poin tersebut, pola didik di rumah, lingkungan sekolah dan pola didik di lingkungan masyarakat.

Menurutnya, Ciamis merupakan wilayah yang menjadi persinggahan antara Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah. Letak geografis ataupun lokasi semacam ini kerap dijadikan tempat orang lalu lalang, persinggahan. Dengan begitu, jalur maksiat dan narkoba bisa masuk melalui orang-orang yang tidak jelas. Bahkan, human trafficking bisa terjadi.

BACA JUGA: Sering Dipakai Maksiat, Ratusan Bangunan di Eks Terminal Cilembang Dibongkar

” Maka penting bagi kita sebagai umat Islam menjaganya dengan tiga poin tersebut. Satu saja diantara pola didik diabaikan, maka jurang kemaksiatan menanti kita,” ungkap Ang Icep, Sabtu (21/4/2018)

Ulama yang kerab berdakwah melalui lantunan terapi musik Sufi, Qasidah Al Burdah itu berharap, masyarakat Ciamis bisa membentengi diri terutama untuk generasi muda supaya tidak terjerumus dalam jurang kemaksiata dengan menerapkan tiga pola didik tersebut.

(Riza M Irfansyah/Bam’s)

Herdiat Bentuk Perbup Perda Bernuansa Islam

0
Perda
(FOKUSJabar/Riza M Irfansyah)

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Sedikitnya 1.300 ulama dan Kiyai se-Kabupaten Ciamis gelar Halaqah di Gedung Nadwatul Ummah Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, Sabtu (21/4/2018).

Pada kesempatan itu, Pasangan Calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati Ciamis Herdiat-Yana berjanji, jika terpilih akan merancang Perbup dan Perda bernuansa Islam.

Janji tersebut tertuang dalam 26 poin tuntutan Kiyai dan Ulama Kabupaten Ciamis yang tertulis dalam surat dan ditandatangani Paslon no1.

Herdit menegaskan, siap mundur dari jabatanya jika tidak mampu melaksanakan 26 poin tuntutan para Ulama dan Kiyai yang tertera dalam surat perjanjian tersebut.

BACA JUGA: Pemkot Padang Rancang Perda Covid-19, DPRD: Kebijakan Positif dan Wajib Didukung

” Jika saya terpilih, siap mundur dengan terhormat jika saya tidak mampu merealisasikan Perbup dan Perda bernuansa Islam di Kabupaten Ciamis,” katanya.

Sementara itu Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, Fadlil Yani Ainusyamsi menjelaskan, seorang pemimpin harus memiliki keteguhan hati dan amanah.

” Pemimpin harus teguh berpendirian dengan dasar – dasar akhlak Islam yang baik. Teguh untuk menjadi penyeimbang serta sanggup mengemban amanah yang diberikan Allah dengan memimpin umat,” ucap dia.

Terkait keberpihakan, lanjut dia, Darussalam adalah lembaga yang netral. Hal itu sesuai prinsip karakter Darussalam mencetak Muslim Moderat, Mukmin Demokrat dan Muhsin Diplomat.

” Sampai sejauh ini tidak ada yang berani mengarahkan Darussalam dalam hal pesta demokrasi ataupun kontestasi politik. Kami terbuka untuk siapapun yang ingin hadir untuk melakukan proses demokrasi. Kita membuka kesempatan kepada siapapun yang ingin mengenalkan diri pada umat, karena Darussalam adalah milik umat,” jelasnya.

(Riza M Irfansyah/Bam’s)

Cagub PDI-P Klaim Sejalan dengan Jokowi

0
PDI-P
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Calon Gubernur (Cagub) Jawa Barat, TB Hasanudin mengklaim sejalan dengan Presiden Jokowi dalam membangun program pemberdayaan perempuan untuk lima tahun ke depan.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi dipastikan akan kembali maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

“Memang ini menjadi keajiban Negara dan kami selaras dengan program – program yang dilaunching Pak Jokowi. Insya Allah, beliau akan maju untuk kedua kalinya. Jadi klop lah,” ujar TB Hasanudin di Bandung Jawa Barat, Sabtu (21/4/2018).

Menurutnya, jika keduanya terpilih di Pilgub Jabar dan Pilpres 2019, program pemberdayaan perempuan akan terkendali baik di tingkat pusat maupun provinsi.

BACA JUGA: Fraksi PDI-P NTT Minta Pemprov Jelaskan Pelaksanaan New Normal

“Presidennya nanti Pak Jokowi, kemudian gubernurnya saya dengan Pak Anton, sehinggap program itu selaras, sejalan dan saling menguatkan,” katanya.

TB menjelaskan, program yang dijalankan untuk lima tahun ke depan dipastikan akan memberikan kepastian untuk kesetaraan bagi perempuan di segala sektor.

“Untuk program unggulan untuk perempuan saya kira basisnya tetap mengedepankan melindungi hak azazi dalm konteks persamaan hak yang memang dicita – citakan Kartini,” katanya.

“Hak untuk mendapatkan pekerjaan, hak untuk hidup layak, hak untuk mendapatkan sekolah yang baik, kami akan perjuangan itu,” tambahnya.

(Adie/Bam’s)

Perangi Hoax, Ulama Santri Ciamis Bertabayun

0
Hoax
Tokoh Ulama Kabupaten Ciamis sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, K.H. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi, MBA., M.Ag. (FOKUSJabar/Riza M Irfansyah)

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Hoax adalah Namimah (Adu domba) yang dapat memecah belah umat, demikian disampaikan Tokoh Ulama Kabupaten Ciamis sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam setempat, KH. Fadlil Yani Ainusyamsi (Ang Icep), Sabtu (21/4/2018).

Menurutnya, kemajuan tekhnologi bukan suatu yang negatif. Namun harus benar-benar dimanafaatkan dengan baik.  Alat informasi tersebut bisa digunakan untuk dakwah mencerdaskan akhlak umat.

” Ada tiga faktor yang harus diperhatikan. Yakni, melalui pola didik dari keluarga, sekolah dan lingkungan dengan menerapkan dasar-dasar nilai akhlak keislaman yang baik dan benar,” katanya.

Ulama dan Santri lanjut dia, sepakat untuk menerapkan konsep Tabayun dalam menangkap segala informasi yang tersebar melalui media sosial.

BACA JUGA: Penghina Presiden dan Penyebar Hoax asal Cianjur Dikenakan Wajib Lapor

” Kita sepakat untuk menerapkan konsep Tabayun. Cari tahu dulu kebenaran dari informasi yang tersebar, dan klarifikasi agar tidak menyesatkan, mengadu domba hingga timbul fitnah serta menjadi paham-paham tidak baik yang dapat merugikat umat,” paparnya.

Ketua MUI Ciamis, Achmad Hidayat mengungkapkan, pihaknya mendukung jajaran kepolisian untuk memberantas Hoax. Pasalnya, banyak madarat yang tercipta dari informasi – informasi yang tidak jelas sumbernya dan dapat merugikan umat.

” Dalam Al-Qur’an dijelaskan jika tidak paham tentang sesuatu janganlah berbicara, lebih baik diam, disini menegaskan bahwa jangan menyebar informasi yang kita sendiri tidak tahu kebenaranya seperti apa, maka dari itu lebih baik diam, dan jika mendapat suatu informasi bertabayunlah, cari kebenaranya dari sumber yang terpercaya,” tegasnya.

(Riza M Irfansyah/Bam’s)

Cagub PDI-P Ogah Pikirin Hasil Survei

0
Cagub
(FOKUSJabar/Adie)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Calon Gubernur (Cagub) Jawa Barat, TB Hasanudin mengaku tidak terpengaruh dengan perkembangan survei tingkat elektabilitas yang memposisikan peringkat buncit.

Pada survei yang dirilis Kamis (19/4/2018) lalu, Indo Barometer menyebutkan, Pasangan Calon (Paslon) yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) berada dalam persentase 3,4 persen.

” Sudah tahulah saya, sini ke sini, yang biayai si ini,” tegas TB Hasanudin disela acara memperingati Hari Kartini di Kota Bandung Jawa Barat, Sabtu (21/4/2018).

BACA JUGA: Ini lokasi mencoblos Pasangan Cagub-Cawagub Jabar Besok

Seperti diketahui, dalam beberapa hasil survei, calon yang dipasangkan dengan mantan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol (purn) Anton Charliyan, selalu berada di bawah Cagub Deddy Mizwar maupun Ridwan Kamil.

Dalam ekpose survei pada Selasa 13 Februari 2018 di Bandung Jawa Barat, Indo Barometer juga menyebutkan tingkat kesukaan publik pada pasangan TB Hasanudin – Anton Charliyan masih rendah dengan indikator tingkat pengenalan publik kepada Hasanudin hanya 10,6 persen dan Anton Charliyan 15,5 persen.

“Nggak lah, saya tidak mau (komentar). Gak usah survei, data intelejen sama saya boleh ditanya,” terangnya.

(Adie/Bam’s)

Hak Perempuan di Lanjutkan Asyik sebagai Ide Utama

0
Hak Perempuan
(FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) menempatkan kaum perempuan sebagai motor pembangunan.

Menurut Ketua Bidang Humas DPP PKS, Ledia Hanifa Amaliah, Asyik akan menaruh perhatian besar pada perempuan di Jabar didasari alasan umtuk melanjutkan dan mengimplementasikan kebijakan memperjuangkan hak-hak perempuan yang telah digagas Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher).

“Salah satunya, provinsi pertama yang punya Perda Ketahanan Keluarga adalah Provinsi Jabar, perda itu digagas Pak Aher. Saya yakin betul ini pasti akan dilanjutkan dan diimplementasikan oleh pasangan Asyik,” ujar Ledia usai acara Senam Asyik Perempuan Jabar dalam rangka peringatan Hari Kartini di Monumen Perjuangan, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Minggu (21/4/2018)., Sabtu (21/4/2018).

BACA JUGA: KOPRI: Omnibus Law Bertentang dengan Hak Perempuan

Anggota Komisi X DPR RI ini mengatakan, pasangan Asyik yang diusung Gerindra, PKS, dan PAN itu menyadari betul bahwa perempuan sebagai motor pembangunan, khususnya di Jabar.

Ledia juga mengungkapkan, jumlah perempuan dan laki-laki di Jabar seimbang. Bagi Asyik, kata Ledia, perempuan adalah salah satu ujung tombak kemajuan.

“Pasangan Asyik akan memberikan perhatian yang sangat besar bagi seluruh perempuan di Jabar,” pungkasnya.

Diakui Ledia, hingga kini, Jabar masih dihadapkan pada berbagai persoalan terkait perempuan, mulai perdagangan manusia (human traficking) hingga kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Berbagai persoalan tersebut, kata Ledia, akan menjadi perhatian pasangan Asyik untuk dituntaskan jika terpilih sebagai pemimpin Jabar.

Tidak hanya menuntaskan persoalan perempuan Jabar, Ledia pun menyatakan, pasangan Asyik akan berupaya meningkatkan kesejahteraan perempuan di Jabar.

Terlebih, tidak sedikit perempuan di Jabar yang menjadi penopang keluarga. Kesejahteraan perempuan di Jabar, salah satunya akan diupayakan melalui program Asyik Preuneur, agar tercipta enterpreuneur-enterpreuneur perempuan andal.

“Kita berharap, lewat kebijakan yang dihasilkan Asyik, akan menghasilkan kebaikan-kebaikan bagi seluruh keluarga di Jabar,” tandasnya.

(Ibenk/Bam’s)

Ini Makna Peringatan Hari Kartini Bagi Istri TB Hasanudin

0
(FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Di Hari Kartini ini, Sabtu 21 April, Ika Eviolina Hasanudin istri dari Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 2 T.B. Hasanudin melaksanakan kegiatan peringatan hari Kartini bersama Perempuan Hasanah di Balai Sartika Buah Batu, Kota Bandung.

Menurut Ika, yang juga ketua komunitas juang perempuan, Sarinah Provinsi Jawa Barat, peringatan Hari Kartini adalah momentum untuk mengingatkan kembali para perempuan Indonesia khususnya di Jawa pada zaman dahulu.

“Semoga momentum ini mengingatkan kembali pada kita untuk tidak melampaui batas sebagai wanita. Kita melihat ke belakang bagaimana susahnya mendapat kebebasan wanita zaman dahulu. Dengan begitu, kita harus mengingat siapa sebenarnya jati diri kita ini,” ujarnya.

Dia meyakini semangat juang Raden Ajeng Kartini masih hidup di setiap dada wanita Indonesia saat ini. Kami, kata Ika, mau memperjuangkan hak dan cita-cita perempuan Parahyangan untuk lebih mandiri di bidang ekonomi.

Ika bercerita selama tiga bulan ini mengikuti suaminya berkeliling daerah di Jawa Barat. Dia bertemu dengan perempuan berbagai latar belakang yang ada di Parahyangan.

“Begitu indah sekali, saya mendapati bahwa perempuan itu memiliki sesuatu yang tidak biasa. Begitu kompleks. Perempuan ada yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga, berkarier dengan mengurus anak dan suami dan banyak lagi. Dari sana saya melihat bahwa Tuhan yang Maha Esa mengagungkan kaum perempuan,” ucap Ika.

Dia juga menyebut, ada banyak perempuan di Jawa Barat yang menjadi contoh. Bahkan mereka ikut melawan penjajahan Belanda seperti Dewi Sartika dalam bidang pendidikan dan ada istri Presiden Sukarno, Inggit Garnasih.

“Saya yakin, ke depan perempuan-perempuan yang berangkat dari tanah Sunda akan menjadi wanita-wanita hebat ikut membantu kemajuan bangsa dan negara Indonesia,” pungkasnya.

(Ibenk/Bam’s)