spot_imgspot_img
Kamis 8 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

1 Desa 1 Sarjana, Bupati Majalengka: Kuliah Sambil Kerja di Jepang

MAJALENGKA, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka Jawa Barat (Jabar) kembali meluncurkan program Satu Desa Satu Sarjana.

Pada periode kedua, program tersebut menyasar 100 mahasiswa dengan konsep baru. Yakni mahasiswa dapat menjalani kuliah sekaligus bekerja di Jepang. Program tersebut diluncurkan pada Kamis (8/10/2026).

BACA JUGA:

Dugaan Bullying Santriwati Al-Ghozali Majalengka Diklarifikasi, Ini Penjelasan Keluarga

Bupati Majalengka, Eman Suherman mengatakan, konsep kuliah sambil bekerja menjadi pembeda dengan pelaksanaan program pada tahun sebelumnya yang diikuti 70 mahasiswa.

“Anak-anak kita kuliah ditambah bekerja. Otomatis ilmu dapat, kalau bekerja dapat juga cuan,” kata Eman kepada FOKUSJabar.

Menurutnya, perubahan konsep tersebut dilakukan agar mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan tidak hanya memperoleh gelar. Tetapi juga memiliki pengalaman kerja.

Pemkab Majalengka tahun ini bekerja sama dengan Universitas Teknologi Bandung (UTB) untuk menjalankan konsep kuliah sambil bekerja di Jepang.

Eman menyebut, program Satu Desa Satu Sarjana akan terus dilanjutkan hingga target 343 desa dan kelurahan di Kabupaten Majalengka dapat tercapai.

Dengan 70 mahasiswa pada periode pertama dan 100 mahasiswa pada periode kedua, saat ini total penerima program mencapai 170 mahasiswa.

“Kami harapkan ini berlanjut sebelum target kita tercapai,” ujarnya.

Program tersebut diprioritaskan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang masuk desil 1 sampai desil 4.

BACA JUGA:

Bawa 106 Botol Miras dalam Avanza, Pengemudi Diciduk Polisi di GGM Majalengka

Bupati mengatakan, kebijakan itu dibuat karena masih banyak anak dari keluarga kurang mampu yang memiliki kemampuan dan keinginan untuk kuliah, tetapi terkendala kondisi ekonomi orang tua.

Untuk pembiayaan, Eman memastikan program Satu Desa Satu Sarjana menggunakan APBD Kabupaten Majalengka.

Sementara proses seleksi dilakukan melalui kerja sama dengan Dinas Sosial dan pendamping PKH, dengan mengacu pada kelompok desil 1 sampai 4.

BACA JUGA:

Ratusan Ribu Liter Air Bersih Didistribusikan Pemkab Majalengka

Eman juga berharap, pengembangan program pendidikan tersebut dapat mendukung cita-cita menjadikan Majalengka sebagai kabupaten pendidikan.

Menurutnya, pendidikan perlu didukung ilmu, keterampilan dan sikap yang baik agar masyarakat Majalengka semakin profesional.

“Harapannya kita seperti itu,” pungkas Eman.

(Jilly Ortega)

spot_img

Berita Terbaru