TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya meluncurkan program inovatif bernama “Mang Sabers” (Mangkubumi Selasa Bersedekah Sampah). Langkah ini bertujuan mengurangi volume sampah dan mengedukasi masyarakat sejak dari rumah tangga.
Program unik ini menjadi terobosan baru untuk mengurai krisis sampah di Kota Tasikmalaya. Gerakan ini mengubah sampah bernilai rendah menjadi barang berdaya guna tinggi.
Baca Juga: Dari Lebaksiuh ke Cisurupan, Kisah Pelarian Gubernur Sewaka yang Jarang Terungkap
Camat Mangkubumi Slamet menyampaikan penjelasan mengenai teknis program. Pihaknya menggalang program Mang Sabers secara rutin setiap hari Selasa setelah apel pagi.
Setiap peserta apel pagi mulai dari pegawai kecamatan, kelurahan, satpam, hingga tamu wajib membawa sampah terpisah dari rumah. Mereka kemudian menyumbangkan sampah tersebut ke Bank Sampah setempat.
“Program Mang Sabers dilakukan setelah apel pagi gabungan, peserta apel membawa sampah yang sudah dipilah dari rumah untuk disumbangkan ke Bank Sampah di wilayah Mangkubumi, ini gerakan kita untuk mewujudkan program prioritas Wali Kota Tasikmalaya, yakni Tasik Resik dan Tasik Nyaman,”ungkap Slamet, saat acara peringatan hari jadi ke-25 Kota Tasikmalaya tingkat Kecamatan Mangkubumi, Rabu (28/10/2026).
Staf Ahli Wali Kota Tasikmalaya Hesti Widiawati membuka langsung peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya di Mangkubumi. Acara mengusung tema “Mangkubumi Bersholawat, Jalan Santai Bersedekah” dan menyedot ribuan warga.
Peserta Wajib Pilah Sampah Organik dan Anorganik
Slamet menuturkan peserta harus memilah sampah dari rumah terlebih dahulu. Sampah anorganik seperti plastik, kertas, botol, dan kardus memiliki nilai jual tinggi. Sementara itu, warga bisa mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos.
“Sampah-sampah yang terkumpul tersebut,lalu kemudian kita disetorkan ke pengelola Bank Sampah yang sudah berjalan di beberapa kelurahan di wilayah Kecamatan Mangkubumi,”ujarnya.
Slamet mencatat beberapa Bank Sampah aktif yang menjadi mitra program. Lokasi tersebut tersebar di Kelurahan Sambongpari, Cipawitra, Sambongjaya, dan Karikil Mangkubumi.
“Alhamdulillah, bank sampah di sejumlah kelurahan ini sudah berjalan dengan baik, dan mampu mengurangi volume sampah yang terbuang sia-sia, dan semoga bisa menjadi contoh untuk kelurahan lainnya, agar sampah di Kota Tasikmalaya volumenya semakin berkurang,”ujarnya.
Program Berjalan Empat Bulan dan Raih Antusiasme Warga
Program Mang Sabers telah berjalan selama empat bulan dan menunjukkan hasil signifikan. Antusiasme pegawai dan warga terus meningkat hingga Bank Sampah kebanjiran muatan.
“Program ini ternyata berjalan dengan baik. Awalnya hanya diikuti oleh pegawai kecamatan saja, tapi sekarang sudah mulai diikuti oleh warga sekitar yang dengan sukarela ikut bersedekah sampah saat apel pagi gabungan,”papar Slamat.
Ia menegaskan program ini tidak sekadar mengurangi pembuangan sampah ke TPA Ciangir. Gerakan ini membangun kesadaran dan tanggung jawab mandiri warga atas sampahnya.
“Mengelola sampah dari rumah adalah kunci utama dalam mengatasi krisis dan persolan sampah di Kota Tasikmalaya. Jika setiap rumah tangga atau individu sadar dan mampu memilah sampahnya, maka pembuangan sampah ke TPA Ciangir akan jauh lebih berkurang,”tegasnya.
Ia berharap program Mang Sabers terus meluas ke lingkungan RW, RT, sekolah, hingga pondok pesantren.
“Kami berharap program ini terus berkelanjutan dan menjangkau lebih meluas lagi di lingkungan masyarakat. Sedekah tidak harus selalu dengan uang, dengan sampah yang dikelola dengan baik pun, kita sudah bersedekah untuk mewujudkan ekosistem lingkungan yang sehat dan bersih, demi masa depan anak cucu kita,” imbuhnya.
(Seda)



