spot_imgspot_img
Kamis 8 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8257

Aher Minta Pembinaan Khilafah MTQ oleh LPTQ Dimaksimalkan

0
SUKABUMI, FOKUSJabar.id : Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) meminta Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) di setiap kabupaten/kota memaksimalkan perannya dalam membina para khilafahnya.

Demikian dikatakan Aher seusai menutup MTQ ke -35 di Palabuhan Ratu,  (20/4/2018) malam.

Pembinaan itu penting untuk meningkatkan prestasi agar bisa merata.

“Ini menunjukan pembinaan yang baik di setiap daerah, ” kata Aher.

Menurut dia,  semangat berjuang dan bersaing menjadi yang terbaik adalah penting. Namun, dalam MTQ yang terpenting adalah pengamalan dalam kehidupan sehari-hari.

“Terpenting,  membumikan Al Quran dalam kehidupan sehari hari,” jelas dia.

Aher pun mengungkapkan bahwa para peserta dan pemenang dalam acara MTQ ke -35 tidak hanya didominasi dari kalangan pesantren.  Tapi,  lembaga pendidikan umumpun ikut mengambil bagian.

“Sekarang tidak hanya pesantren,  tapi anak sma dan perguruan tinggi juga banyak yang hafiz al-Qur’an. Seperti anak SMA 3 Bandung kelas 2 yang hafiz 30 juz, ” pungkas Aher.

(Budi/LIN)

Diduga Sopir Mengantuk, Sedan Tabrak Mobil Bak dan Pohon

0

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Diduga sopir mengantuk, sebuah mobil sedan menabrak mobil bak terbuka bernopol Z 8735 WB yang dikemudikan Engkus di Jalan Ciamis-Cirebon, Kawali, Kabupaten Ciamis, Sabtu (21/4/2018).

Saksi mata Ayep mengatakan, saat kejadian sedan esteem melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Ciamis menuju Cirebon.

“Setibanya di lokas kejadian, diduga pengemudi sedan tidak tahu jalan, seharusnya berbelok, ini justru lurus. Alhasil menabrak mobil bak terbuka yang muncul dari arah Rajadesa,” kata Ayep.

Tidak sampai di situ, mobilpun menabrak pohon yang ada di pinggir jalan.

Diduga, pengemudi sedan mengantuk dan tidak mengetahui jalan dan tidak melihat tikungan.

(Husen Maharaja/LIN)

KPPU Intip Proses Tender Pengadaan Barang dan Jasa Pemilu

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id: Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan mengawasi pengadaan barang dan jasa yang dilakukan KPU menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 dan Pemilu tahun 2019.

Hal itu akan dilakukan, mengingat pengadaan barang dan jasa rentan terhadap tindakan persekongkolan dari para pelaku usaha.

Ketua KPPU Syarkawi Rauf mengaku sudah mendapatkan beberapa pelaku usaha yang menduga ada monopoli oleh pengusaha tertentu dalam pengadaan kertas dan kotak suara di beberapa KPU di daerah.

Untuk itu, pihaknya mengimbau setiap KPU agar melakukan proses tender pengadaan barang dan jasa secara transparan dan objektif sehingga tidak menjadi ‘sumber dana politik’.

“Jadi kita harapkan, tender yang dilakukan tidak ada unsur persengkokolan di dalamnya yang hanya memprioritaskan pelaku usaha tertentu untuk pengadaan kertas suara atau kotak suara. Kami mengimbau ini kepada setiap KPU, karena kami sudah menangani beberapa kasus terkait dugaan persengkokolan dalam pengadaan kotak suara dan kertas suara ini,” ungkap Syarkawi usai acara Forum Jurnalis di Bandung, Jumat (20/4/2018) malam.

Beberapa kasus tersebut, kata dia, sudah ditangani KPPU dan ditemukan unsur persekongkolan dalam penunjukkan pelaku usaha untuk pengadaan kertas suara.

Bahkan pihaknya sudah menjatuhkan sanksi hukuman kepada pelaku usaha yang terbukti sudah melanggar hukum tersebut.

“Kalau proses selanjutnya kami belum tahu, karena si pelaku usaha tersebut bisa mengajukan keberatan ke Pengadilan Negeri atau Mahkamah Agung. Beberapa kasus yang sudah kami tangani di antaranya dari wilayah Indonesia Timur seperti di Sulawesi, Kalimantan dan Maluku,” terangnya.

Terkait dugaan yang sama di wilayah Jawa, Syarkawi mengaku sudah mendapatkan beberapa laporan. Namun, pihaknya belum menemukan bukti terkait persekongkolan yang dilakukan dalam proses tender pengadaan barang dan jasa Pemilu tersebut.

“Untuk lokasi tepatnya di wilayah Jawa itu, kita belum bisa sebutkan. Tapi kalau ternyata terbukti ada persekongkolan, kami akan lakukan penindakan hukum,” tegas dia.

Adapun sanksi yang dikenakan bagi pelaku usaha yang melanggar hukum, yakni denda sekurang-kurangnya Rp1 milyar dan setinggi tingginya Rp25 milyar.

Kedua, KPPU pun bisa rekomendasi kepada instansi terkait untuk melakukan blacklist terhadap pelaku usaha yang bersangkutan, seperti tidak dibolehkan mengikuti tender-tender di waktu tertentu, di daerah tertentu atau di seluruh wilayah Indonesia.

“Sanksi paling berat yang bisa kita kenakan yakni dengan merekomendasaikan pencabutan izin bagi pelaku usaha yang terbukti melanggar,” kata dia.

(Ageng/LIN)

Jelang Ramadhan 1439 H, KPPU Awasi Pasokan dan Harga 11 Komoditas Pangan

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Menjelang bulan suci Ramadhan 1439 Hijrian dan Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan melakukan pengawasan terhadap perkembangan pasokan dan harga komoditas pangan strategis. Hal ini dilakukan sebagai upaya menjaga pasokan dan harga komoditas pangan strategis menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

Ketua KPPU Syarkawi Rauf menuturkan, ada 11 komoditas pangan strategis diantaranya beras, daging sapi, daging ayam, bawang putih, minyak goreng, gula pasir, dan cabe rawit. Komoditas ini akan jadi fokus pengawasan terutama soal  pasokan maupun harganya di pasaran.

“Komoditas pangan strategis ini akan kita awasi terus dan pantau perkembangan pasokan berikut harganya. Untuk itu kita imbau para pelaku usaha mulai dari importir hingga pedagang untuk tetap menjaga pasokan komoditas pangan strategis ini tetap mencukupi di pasaran sehingga harganya tidak mengalami kenaikan,” ujar Syarkawi usai acara Forum Jurnalis di Bandung, Jumat (20/4/2018) malam.

Dengan pengawasan yang dilakukan, lanjut Syarkawi, pihaknya berharap situasi pasokan dan harga komoditas pangan tersebut menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1439 Hijriyah bisa terjaga dan stabil. Dengan demikian, situasi harga dan pasokan pangan strategis selama Ramadhan dan Idul Fitri 1439 Hijriyah minimal bisa sama dengan kondisi saat tahun 2017.

“Berdasarkan pemantauan serta hasil monitoring yang dilakukan Bank Indonesia, situasi harga dan pasokan pangan strategis selama Ramadhan dan Idul Fitri pada tahun 2017 itu menjadi yang terbaik dibandingkan delapan tahun sebelumya. Semoga saja di tahun ini kondisinya bisa lebih baik atau paling tidak sama dengan tahun 2017,” tegasnya.

(ageng/DAR)

Mars Banser “Yalal Wathon” Sambut Hasan di Cirebon

0

CIREBON, FOKUSJabar. co. id: Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama Cirebon menyambut calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 2 TB Hasanuddin (Kang Hasan).

Hasan disambut dengan mars Banser ‘Yalal Wathon’ pada kegiatan Diklatsar Banser Angkatan XII, di Padepokan Anti Galau Albustomi, Desa Sinarrancang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jumat (20/4/2018).

Sambutan itu dilakukan Banser karena Hasan dianggap sosok yang telah berjuang dan teruji menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan mengayomi berbagai kepentingan ulama.

Bahkan dalam acara yang juga dihadiri oleh para kiyai dan penasehat Ansor Cirebon itu, ratusan anggoat Banser mengacungkan angka 2 sebagai dukungan terhadap pasangan Hasanah.

Dukungan spontan para kader Banser ini tidak terlepas dari sikap Ketua GP Ansor Kyai Ujang Bustomi yang terlebih dahulu memberikan dukungan secara personal kepada sosok Hasan untuk menjadi Gubernur terpilih Jawa Barat.

Kiyai Ujang pun mengungkapkan kesiapannya memperjuangkan kemenangan Hasanah di Kabupaten Cirebon dan menghantarkan Hasan untuk memimpin Jawa Barat lima tahun ke depan.

Kiyai Ujang menilai bahwa Hasan dan Anton adalah sosok yang tak diragukan lagi jiwa nasionalisme dan kecintaannya terhadap NKRI. Kesamaan Visi itulah yang mendorongnya mendukung pasangan Hasanah ini.

“Kang Hasan itu perpaduan merah dan hijau. Saya all out dukung Hasanah di Jabar,” jelas dia.

Hasan yang didapuk untuk membuka kegiatan tersebut menyampaikan bahwa Banser merupakan barisan yang siap menjaga keutuhan NKRI serta menjaga ideologi Pancasila. Menurut dia, adanya Banser sebagai pasukan yang siap membela agama tanpa pamrih, perlu diapresiasi dan menjadi contoh, bagi setiap generasi Islam nusantara.

“Banser dengan gagah berani dan tulus hati menjalankan misi kemanusiaan, tanpa mengharapkan bayaran, itu patut kita acungkan jempol,” kata Hasan dihadapan ratusan anggota Banser.

Hasan menambahkan bahwa Banser Jawa Barat harus terus berkontribusi dalam membangun daerah Jawa Barat.

(LIN)

Diduga Lakukan Black Campaign, Yudi Kamsut Dilaporkan ke Panwaskab Garut

0
Akibat tulisan dalam gambar Paslon Rudy-Helmi, Yudi Kamsut dilaporkan ke Panwaskab Garut

GARUT, FOKUSJabar.id : Menyikapi laporan dari Mulyadi warga Desa Babakanloa, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, Yudi Aulia (Yudi Kamsut) menegaskan, sebagai warga negara yang baik dan taat hukum, dirinya akan memenuhi undangan klarifikasi dari Panwaskab setempat.

“ Sebagai warga negara yang baik dan taat hukum, saya akan penuhi undangan klarifikasi dari pihak Panwaskab Garut,” kata Yudi Kamsut kepada FOKUSJabar.id, Jumat (20/4/2018) malam.

Yudi dilaporkan Mulyadi yang didampingi Pengacara tim relawan Helmi Budiman ke Panwaskab karena dianggap melakukan black campaign (kampanye hitam) terhadap Pasangan Calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati Garut no1.

Laporan tersebut terkait tulisan yang dibuat Yudi dalam gambar Paslon Rudy-Helmi, yakni, “ Menuju Garut Banjir, Rumah Sakit Kumuh, Gunung Beak.”

(Andian/Bam’s)

‎Herrie Pastikan Persib Siap Hadapi Borneo FC

0
(FOKUSJabar/Arif)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Asisten pelatih Persib Bandung, Herrie Setyawan memastikan timnya sudah siap untuk menghadapi Borneo FC pada pertandingan kandang kompetisi Liga 1 2018, Sabtu (21/4/2018).

Menurut Jose sapaan akrabnya, menjelang petandingan yang akan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Banung ini, hanya Dedi Kusnandar yang dipastikan absen.

Pemain asal Jatinangor, Kabupaten Sumedang ini harus diistirahatkan, karena kondisinya masih cedera setelah mengalami benturan dengan salah seorang pemain Arema FC.

“Kita sudah menyiapkan itu semua, pemain siap kecuali Dedi masih ada kendala dengan kakinya,” kata Herrie di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Jumat (20/4/2018).

Asisten pelatih yang sudah mengantongi lisensi kepelatihan A AFC ini menambahkan, melihat persiapan yang dilakukan, peluang pasukannya meraih kemenangan sangat terbuka lebar.

“Insha Allah kerja keras pemain hasilnya maksimal dan memudahkan lancar setiap pemain insha Allah tiga poin,” tegas mantan pemain Persib ini.

(Arif)