spot_imgspot_img
Sabtu 3 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 66

Disdik Garut Dorong Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah

0
disdik garut prasekolah fokusjabar.id
Dinas Pendidikan Kabupaten Garut menggelar Pembinaan dan Manajemen PAUD (Pokja Bunda PAUD)

GARUT, FOKUSJabar.id: Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) gelar Pembinaan dan Manajemen PAUD (Pokja Bunda PAUD) di Aula Musadaddiyah, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Peran Bunda PAUD dalam Mendukung Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah dan Peningkatan APK PAUD.”

BACA JUGA:

Bupati Garut Dorong Budaya Literasi Pelajar

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Iwan Riswandi menekankan pentingnya mempersiapkan anak-anak sejak usia dini agar mampu mengikuti pembelajaran mendalam.

“Salah satunya adalah mempersiapkan anak-anak lebih dini dalam mengikuti pembelajaran mendalam dan bisa bertransformasi melaksanakan digitalisasi pembelajaran,” ucapnya.

Pihaknya berharap, peran Bunda PAUD di tingkat desa dan kelurahan dapat memicu partisipasi aktif masyarakat. Sehingga anak-anak dapat mengikuti pendidikan prasekolah dengan optimal.

Di sisi lain, Disdik Garut saat ini juga tengah merancang grand design wajib belajar 13 tahun sebagai panduan penanganan anak usia prasekolah.

BACA JUGA:

Bupati Garut Dorong Kades Perkuat Integritas dan Cegah Korupsi

Kepala Seksi PAUD, Awat Setiawati menjelaskan, kegiatan rutin tahunan ini menjadi wadah berbagi ilmu dan praktik baik bagi para Bunda PAUD dalam memajukan lembaga di wilayah masing-masing.

“Alhamdulillah bunda-bunda PAUD yang selalu support, selalu mendukung pelaksanaan PAUD yang ada di desa dan kelurahannya masing-masing. Kita bisa sharing, berbagi ilmu, berbagi praktik untuk kemajuan,” kata Awat.

BACA JUGA:

Bupati Garut Siapkan 7 Program Perhutanan Sosial Berbasis IAD

Ia memaparkan, kegiatan ini menghadirkan Bunda PAUD desa dan kelurahan dari 27 kecamatan beserta para mitra strategis.

Melalui pembinaan ini, Disdik Garut optimistis Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD dapat terus meningkat seiring komitmen bersama dalam menyukseskan program wajib belajar satu tahun prasekolah.

(Bambang Fouristian)

Bupati Garut Dorong Budaya Literasi Pelajar

0
Bupati garut fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin membuka Lomba Cerdas Cermat (LCC) Jenjang SMP 2026 di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Kamis (17/9/2026).

Syakur menekankan pentingnya LCC sebagai sarana untuk memotivasi pelajar meningkatkan kemampuan literasi sekaligus membangun suasana kompetitif yang positif di lingkungan sekolah.

BACA JUGA:

Bupati Garut Dorong Kades Perkuat Integritas dan Cegah Korupsi

Menurut Bupati Garut, kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi bagi pelajar dari berbagai wilayah agar saling mengenal dan membangun kolaborasi untuk kemajuan daerah.

“Saya ingin anak-anak kita meskipun asalnya dari Talegong, Malangbong dan juga di Tarogong mereka salaing kenal. Sehingga ada kemauan untuk berkolaborasi silaturahmi untuk kemajuan Garut,” ucap Syakur.

Bupati Garut berharap, kegiatan serupa dapat di gelar lebih meriah dengan melibatkan lebih banyak sekolah.

“Yang pasti harus meriah, dan juga anak-anak akan berkesan di otak mereka kalau ikut kompetisi, apalagi kalau juara. Hadiah juga lumayan. Saya sampaikan ke kepala sekolah kalau sekolahnya berprestasi kita akan memberikan reward,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Asep Wawan Budiman mengatakan, LCC tidak hanya bertujuan mencari juara. Tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan peserta didik untuk membangun budaya literasi, kemampuan berpikir kritis, bernalar, bekerja sama, dan memecahkan masalah.

BACA JUGA:

Standar SPPG Garut Sukawening Sukasono dari Higienis Hingga Gizi Seimbang

“Kami ingin anak-anak Garut tidak hanya pintar menjawab soal. Tetapi juga mampu memahami informasi, berpikir sebelum mengambil keputusan, percaya diri dan tetap memiliki karakter serta sikap yang baik,” ucap Asep.

Sebanyak 358 dari 430 sekolah mengikuti LCC SMP Tahun 2026. Seleksi tingkat subrayon telah di laksanakan pada 26 Agustus 2026 dan menghasilkan 16 regu terbaik yang merupakan juara 1 dan 2 dari 8 wilayah untuk mengikuti kompetisi tingkat kabupaten.

(Bambang Fouristian)

Galuga Bogor Siapkan Fasilitas Waste to Fuel, Sampah Lama Bakal Diolah jadi Solar

0
Galuga Bogor fokusjabar.id
Kawasan Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, dikembangkan sebagai lokasi sarana pengolahan sampah berbasis pirolisis milik TNI Angkatan Darat (TNI AD).

BOGOR, FOKUSJabar.id: Kawasan Galuga Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor Jawa Barat (Jabar) mulai di kembangkan sebagai lokasi fasilitas pengolahan sampah berbasis pirolisis milik TNI Angkatan Darat (TNI AD).

Teknologi tersebut di rancang untuk menerapkan konsep waste to fuel dengan mengubah sampah menjadi bahan bakar yang memiliki nilai guna.

BACA JUGA:

KPK Geledah ATR/BPN Terkait Kasus Suap HGB Summarecon Bogor

Pembangunan fasilitas itu di tandai dengan kegiatan ground breaking PSE Pirolisis TNI AD yang berlangsung di Galuga, Cibungbulang, pada Kamis, 17 September 2026.

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI, Maruli Simanjuntak menyampaikan bahwa fasilitas tersebut akan di kembangkan secara bertahap.

Pada tahap awal, fasilitas pengolahan sampah itu di rancang memiliki kemampuan mengolah hingga 1.000 ton sampah setiap hari.

Sarana tersebut akan di bangun di atas lahan sekitar lima hektare. Dan dari proses pengolahan tersebut di perkirakan dapat menghasilkan bahan bakar hingga 50 kiloliter.

Maruli Simanjuntak menjelaskan, sampah yang masuk tidak langsung di proses seluruhnya, namun terlebih dahulu melalui tahapan pengolahan dan pemilahan.

Material plastik menjadi salah satu jenis sampah yang nantinya di proses menggunakan teknologi pirolisis untuk menghasilkan bahan bakar.

“Pada tahap awal kapasitasnya 1.000 ton per hari. Sampah tersebut akan di olah dan di pilah. Termasuk plastik yang kemudian di proses menjadi solar,” ujar Maruli.

Pembangunan fasilitas tersebut di perkirakan berlangsung sekitar satu tahun. Setelah seluruh proses pembangunan selesai, sarana pengolahan sampah tersebut akan di lanjutkan ke tahap operasional sesuai dengan kesiapan fasilitas.

Maruli menyebut, tahap awal proyek di rencanakan menggunakan skema business to business (B-to-B). Meski demikian, pola tersebut masih terbuka untuk di kembangkan berdasarkan hasil uji kelayakan serta perkembangan proyek ke depan.

Peluang pemanfaatan fasilitas untuk kepentingan publik juga masih terbuka apabila hasil kajian menunjukkan seluruh persyaratan dapat di penuhi.

BACA JUGA:

Hotspot Nasional Turun 558 Titik, Kemenhut Perkuat Penanganan Karhutla

“Kalau memungkinkan dan hasil uji kelayakannya memenuhi persyaratan untuk kepentingan publik, tentu akan kita lakukan,” katanya.

Maruli menyebut, kapasitas pengolahan fasilitas tersebut masih berpotensi di tingkatkan. Namun, untuk tahap awal, TNI AD akan terlebih dahulu memusatkan perhatian pada pembangunan fasilitas yang mampu menangani 1.000 ton sampah per hari.

Dukungan terhadap pembangunan fasilitas tersebut juga di sampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

Ia mengapresiasi keterlibatan TNI AD dalam membantu mengatasi persoalan sampah yang di nilainya membutuhkan penanganan serius serta kerja sama dari berbagai sektor.

“Sampah ini persoalan yang sangat besar dan tidak teratasi. Baru sekarang, di pimpin Pak Prabowo, kita mulai mengurai masalah-masalah sampah ini. Terutama yang darurat,” ujar Zulkifli Hasan.

Menurut Zulkifli, pengolahan menggunakan teknologi pirolisis di Galuga dapat berjalan berdampingan dengan skema Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

PSEL di arahkan untuk memanfaatkan sampah baru sebagai sumber energi listrik. Sedangkan fasilitas pirolisis dapat menangani sampah lama yang sudah menumpuk.

“Ini saling melengkapi. Satu yang baru di olah menjadi listrik, yang lama melalui pirolisis di olah menjadi solar,” katanya.

Kementerian Koordinator Bidang Pangan juga siap membantu menangani berbagai kendala yang berpotensi menghambat pembangunan fasilitas pengolahan sampah tersebut.

Ia meminta, setiap persoalan yang berkaitan dengan bottlenecking segera di sampaikan agar dapat di koordinasikan dan tidak menghambat proses pembangunan maupun investasi.

“Kalau ada hambatan, ada bottlenecking, silahkan kirim surat. Kami akan ajak rapat cepat. Kalau tidak selesai dalam rapat, kami datangi,” ujarnya.

BACA JUGA:

Pemerintah Suriah Sediakan Tanah Gratis untuk Asrama Mahasiswa Indonesia

Zulkifli menilai, kepastian menjadi salah satu hal yang di butuhkan investor dalam menjalankan proyek pengelolaan sampah.

Karena itu, berbagai persoalan yang berpotensi menghambat investasi akan di koordinasikan dan di tindaklanjuti melalui kerja sama lintas kementerian dan lembaga.

“Investor perlu kepastian, perlu surat. Kalau ada masalah-masalah, kirim surat saja. Ada Srikandi kami, Bu Nani. Cepat kita respons,” katanya.

Ia menegaskan, koordinasi antarlembaga di perlukan agar persoalan yang muncul dalam pengembangan proyek dapat segera di tangani.

Dengan koordinasi tersebut, pembangunan fasilitas pengolahan sampah di Galuga di harapkan dapat terus berjalan sesuai dengan tahapan yang telah di rencanakan.

Pengembangan fasilitas waste to fuel di Galuga menjadi salah satu upaya pemanfaatan teknologi dalam menangani persoalan sampah.

Melalui teknologi pirolisis, sampah yang sebelumnya menumpuk. Khususnya sampah lama dan material tertentu seperti plastik, di arahkan untuk di olah menjadi bahan bakar yang memiliki nilai guna.

(Jingga Sonjaya)

KPK Geledah ATR/BPN Terkait Kasus Suap HGB Summarecon Bogor

0
KPK ATR/BPN fokusjbar.id
Kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)

BOGOR, FOKUSJabar.id: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan langkah penyidikan dalam perkara dugaan suap dan gratifikasi di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Pada Kamis, 17 September 2026 kemarin, penyidik KPK mendatangi kantor kementerian tersebut untuk melakukan penggeledahan di sejumlah ruangan.

BACA JUGA:

OTT HGB Bogor, 8 Tersangka Keluar KPK Pakai Rompi Tahanan

Penggeledahan di lakukan setelah KPK menaikkan perkara yang berkaitan dengan dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor Jawa Barat ke tahap penyidikan.

Kegiatan itu di tujukan untuk mencari sekaligus melengkapi alat bukti yang di butuhkan dalam penanganan perkara.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo membenarkan adanya kegiatan tersebut.

“Kamis (17/9/2026), penyidik memulai kegiatan penggeledahan di sejumlah lokasi di lingkungan Kementerian ATR/BPN,” kata Budi.

Salah satu ruangan yang di periksa pada awal penggeledahan adalah ruang Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang ATR/BPN.

Pada perkembangan berikutnya, penggeledahan di ketahui tidak hanya menyasar satu ruangan.

Penyidik memeriksa tiga ruangan Direktur Jenderal, yaitu ruang Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR) Lampri, ruang Dirjen Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang (SPPR) Virgo Eresta Jaya serta ruang Dirjen Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah (PHPT) Asnaedi.

Beberapa ruangan direktorat yang berkaitan dengan perkara juga turut di periksa.

KPK menyatakan, penggeledahan merupakan bagian dari upaya melengkapi pembuktian perkara yang bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Senin, 14 September 2026.

“Penggeledahan tersebut di butuhkan penyidik untuk mencari dan melengkapi alat bukti dalam penyidikan perkara yang bermula dari peristiwa OTT,” ujarnya.

BACA JUGA:

BGN Susun 4 Regulasi Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG

Dari kegiatan penggeledahan tersebut, penyidik kemudian mengamankan sejumlah dokumen serta barang bukti elektronik.

Budi menjelaskan, barang-barang tersebut berkaitan dengan proses dan mekanisme layanan yang ada di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

“Untuk barang bukti yang di amankan, sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik yang tentunya berkaitan dengan proses dan mekanisme layanan-layanan yang ada di Kementerian ATR/BPN,” ucap Budi.

Selanjutnya, barang bukti itu akan di analisis untuk mendukung penyidikan perkara.

Penggeledahan berlangsung hingga sore hari. Setelah keluar dari salah satu gedung Kementerian ATR/BPN sekitar pukul 18.23 WIB, tim penyidik terlihat membawa tiga koper.

Sementara itu, laporan lain menyebut proses penggeledahan secara keseluruhan berlangsung sekitar tujuh jam dan sejumlah penyidik terlihat membawa koper saat meninggalkan gedung.

Dalam penggeledahan pada Kamis, 17 September 2026, ruangan Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid tidak termasuk lokasi yang di periksa.

KPK menyatakan, penyidik berfokus pada tiga ruangan direktur jenderal serta sejumlah ruangan direktorat terkait.

“Untuk saat ini, penggeledahan di lakukan di tiga ruangan direktur jenderal dan ruangan-ruangan direktorat yang terkait,” kata Budi Prasetyo.

Dalam perkara tersebut, KPK menduga terdapat persoalan terkait proses pengurusan dan pembukaan blokir HGB. Termasuk proses pertanahan lain yang berkaitan dengan lahan yang di kelola perusahaan tersebut.

BACA JUGA:

Beberapa Jam Sebelum Dicopot, Purbaya Siapkan Rp31,1 Triliun untuk Gaji PPPK

Sehari setelah OTT, KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka.

Mereka adalah Lampri selaku Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang ATR/BPN, Sontang Coin Manurung selaku Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I, Adrianto Pitojo Adhi selaku Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk/

Rizal Pahlevi selaku pihak swasta atau perantara Summarecon serta Arif Sugiyanto, Fahd El Fouz alias Fahd Arafiq, Erwin dan Muhammad Fakhry.

KPK menyebut, Arif, Fahd, Erwin dan Muhammad Fakhry di duga merupakan orang kepercayaan Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.

KPK kemudian menahan kedelapan tersangka sejak 15 September 2026. Perkara tersebut juga berkembang pada dugaan penerimaan lain yang berkaitan dengan layanan pertanahan, mutasi dan promosi di lingkungan ATR/BPN.

KPK sebelumnya menyebut adanya dugaan pemberian uang sekitar Rp300 juta pada Maret 2026 yang di duga berkaitan dengan proses HGB di lahan yang di kelola Summarecon.

“Dugaan suap yang di lakukan oleh PT Summarecon kepada oknum-oknum di lingkungan Kementerian ATR/BPN di duga ini bukan pemberian yang pertama,” kata Budi.

BACA JUGA:

Menteri Keuangan Suahasil Nazara Bicara Soal Efisiensi APBN

“Sebelumnya di duga sekitar bulan Maret ada pemberian uang sejumlah Rp300 juta yang ini juga di duga berkaitan dengan proses-proses HGB di lingkungan atau di lahan-lahan yang di kelola PT Summarecon,” ungkapnya.

KPK juga akan menelusuri aliran dana tersebut.

“Nanti akan di lakukan follow the money. Kita akan ikuti aliran uang itu ke mana saja,” ujar Budi.

Dalam OTT tersebut, KPK turut mengamankan uang tunai dan barang bukti elektronik dengan nilai keseluruhan sekitar Rp106,3 miliar.

Dengan penggeledahan pada Kamis, 17 September 2026, KPK masih melanjutkan proses pengumpulan dan pemeriksaan alat bukti untuk mengungkap rangkaian dugaan korupsi di lingkungan ATR/BPN.

KPK menyatakan, kegiatan penggeledahan tersebut dapat berlanjut sesuai kebutuhan penyidikan.

“Kita tunggu perkembangan dari kebutuhan penyidikan karena ini masih pertama untuk kegiatan penggeledahan pascaperkara ini ke tahap penyidikan,” katanya.

(Jingga Sonjaya/berbagai sumber)

Perjuangan Karsem Warga Pangandaran Merawat Suami dan Anak yang Kena Kanker

0
Karsem kanker Pangandaran fokusjabar.id
Karsem dan suaminya Mansur

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Sudah jatuh tertimpa tangga. Kondisi inilah yang di alami Karsem (60), warga Blok Warung Bungur, RT01/06, Dusun Empangsari Desa/Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran Jawa Barat (Jabar).

‎Di usia yang tak lagi muda, Karsem harus menjadi tumpuan keluarga. Suaminya, Mansur (65) menderita tumor ganas yang sudah di idap sekitar 1,5 tahun.

‎BACA JUGA:

Pangandaran Dapat 240 Becak Listrik, Transportasi Wisata Naik Kelas

‎Penyakit itu perlahan menguras apa yang mereka miliki. Kebun yang selama ini menjadi sumber penghidupan terpaksa di jual. Dua sepeda motor pun ikut di lepas demi membiayai pengobatan Mansur.

Ujian Karsem belum berhenti. Anaknya juga tengah berjuang melawan kanker di bagian lidah dan harus menjalani operasi.

Dia hanya bisa menarik napas panjang. Dua orang yang di cintainya kini sama-sama membutuhkan perawatan.

‎”Ya Allah, ujian ini berat-berat amat,” ucap Karsem.‎

‎Selama 1,5 tahun, Dia merawat suaminya dan harus bolak-balik mengantar Mansur menjalani pemeriksaan ke Rumah Sakit Margono, Jawa Tengah.

‎Keterbatasan biaya membuat perjalanan menuju rumah sakit menjadi perjuangan tersendiri.

‎Dulu, ketika masih memiliki uang, Dia menyewa mobil untuk mengantar suaminya. Biayanya sekitar Rp600 ribu sekali perjalanan.

‎Kini, jangankan menyewa mobil, memenuhi kebutuhan sehari-hari pun harus di hitung dengan cermat.

‎Karsem dan Mansur akhirnya terpaksa menggunakan sepeda motor. Mereka berangkat dari rumah sekitar pukul 04.00 WIB dan tiba di rumah sakit sekitar 07.30 WIB.

‎”Kalau pakai mobil sudah enggak ada dana. Jadi pakai motor, gantian. Berangkat dari sini subuh,” tuturnya.

‎BACA JUGA:

Bikin Haru! Kisah Mansur Penyintas Tumor Ganas di Pangandaran

‎Bahkan, biaya sewa mobil yang pernah di gunakan untuk berobat masih menyisakan utang sekitar Rp3,5 juta.

‎”Masih ada utang bekas sewa mobil Rp3,5, juta,” katanya.

‎Meski begitu, Karsem memilih tidak menyerah. Ia bersyukur masih di beri kesehatan untuk mendampingi suaminya.

‎”Alhamdulillah saya masih di kasih kesehatan buat antar-jemput,” ujarnya.

‎Di tengah kondisi tersebut, Dirinya berusaha mencari penghasilan seadanya dengan membuat keripik gadung.

Bahan bakunya tidak mudah di dapat. Dia harus masuk ke kawasan hutan yang cukup jauh untuk mencari gadung.

‎Sambil mencari gadung, ia juga mengumpulkan lidi untuk di buat sapu.

‎Bahan baku Gadung Dia olah bersama Mansur yang kondisinya masih sakit.

‎”Kalau saya bikin keripik gadung. Gadungnya nyari ke alas, jauh. Sambil nyari sapu lidi. Nanti di rumah Pak Mansur yang ngerautin,” kata Karsem.

‎Keripik gadung itu di jual sekitar Rp60 ribu per kilogram. Tidak selalu banyak, tetapi cukup untuk membantu menyambung kebutuhan keluarga.

‎”Kalau ada yang pesan di jual,” ujarnya.

‎Sebagai informasi, Mansur sebelumnya bekerja sebagai sopir pengangkut gula.

‎Di tengah kondisi sakit, Dia kerap memaksakan diri membantu mencari uang dengan menambal ban. Bukan karena keinginan, melainkan terbentur keadaan.

‎”Kalau nambal ban masih bisa maksain. Kalau nyuci mobil belum sanggup,” kata Karsem.

‎Untuk memenuhi ongkos perjalanan ke rumah sakit, Karsem terkadang harus meminjam uang kepada orang lain.

‎Ia baru bisa mengembalikan pinjaman setelah mendapatkan bantuan sosial yang di terimanya.

‎Bantuan sosial yang di terimanya kemudian harus di bagi untuk berbagai kebutuhan.

‎Ia bersyukur beberapa waktu lalu keluarganya juga mendapatkan bantuan beras.

‎Belum selesai mendampingi suaminya, Karsem kembali harus menghadapi kenyataan pahit.

‎Anaknya kini menderita kanker di bagian lidah dan di sebut akan menjalani operasi. Kondisi itu membuat beban Dia semakin berat.

‎Ia tahu, pengobatan membutuhkan biaya. Sementara kemampuan ekonominya semakin terbatas setelah kebun dan dua sepeda motor di jual untuk membiayai pengobatan suaminya.

BACA JUGA:

Pernah Jadi Lokasi Syuting Mak Lampir, Goa Parat di Pangandaran Simpan Makam 2 Penyebar Islam

‎Baginya, selama tubuh masih mampu bergerak, ia akan terus berusaha. Harapannya satu, kesembuhan suami dan anaknya.

‎Kini kehidupan Karsem sederhana. Mencari gadung, mengiris hingga mengolahnya menjadi keripik. Selain itu, mengumpulkan lidi, merawat suami dan mendampingi anak menjadi kesehariannya.

‎Harta benda telah banyak berpindah tangan demi mempertahankan hidup orang-orang yang di cintainya.

‎Yang tersisa adalah tenaga, keyakinan dan harapan.

‎Di usia 60 tahun, Karsem masih memilih berdiri. Bukan karena hidup memberinya banyak pilihan, tetapi karena di rumah ada dua orang yang masih membutuhkan dirinya.

‎”Berjuang saja, berjuang sendiri. Mudah-mudahan ada kesembuhan,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

(Sajidin)

‎

Kapolda Jabar Beri Pesan Penting untuk Warga Ciamis

0
pesan kapolda jabar fokusjabar.id
Kapolda Jabar, Irjen Pol Pipit Rismanto (kiri)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Kunjungan kerja Kapolda Jawa Barat (Jabar) Irjen Pol Pipit Rismanto ke Kabupaten Ciamis tidak hanya menjadi agenda silaturahmi dengan jajaran kepolisian dan pemerintah daerah.

Di balik kunjungan tersebut, Pipit menyampaikan pesan kepada masyarakat Ciamis agar terus menjaga toleransi, memperkuat kepedulian sosial dan bersama-sama mempertahankan kondusivitas daerah.

BACA JUGA:

Kejar Tikus hingga Atap Rumah, King Kobra Lebih dari 3 Meter Berhasil Dievakuasi Damkar Ciamis

Pesan itu di sampaikan Kapolda Jabar saat mengunjungi Mapolres Ciamis, Kamis (17/9/2026) kemarin.

Ia berdiskusi dengan Forkopimda, tokoh agama dan tokoh masyarakat terkait berbagai persoalan yang berkembang di wilayah Ciamis.

Pipit menilai, masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman. Menurutnya, kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Kalau kita ingin Jawa Barat tetap aman, tentunya harus kita jaga dan rawat bersama,” kata Pipit.

Kapolda juga memberikan perhatian khusus terhadap karakter masyarakat Ciamis yang di kenal sebagai kota santri dengan kehidupan sosial yang santun.

“Saya yakin di sini adalah kota santri. Masyarakatnya santun. Saya ingin di pertahankan karena Ciamis merupakan salah satu kabupaten yang memiliki toleransi tinggi terhadap keberagaman agama dan suku,” katanya.

Pipit berharap, Ciamis tidak hanya di kenal sebagai kota santri. Tetapi juga sebagai daerah yang mampu menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman.

“Kita harus jaga bersama. Jadikan Ciamis ini terkenal karena kabupaten yang sangat toleran kepada siapapun,” katanya.

Selain persoalan toleransi, Pipit mengingatkan jajaran kepolisian agar semakin peka terhadap kebutuhan masyarakat.

Ia menegaskan, kehadiran polisi harus dapat di rasakan secara langsung. Termasuk ketika masyarakat menghadapi persoalan sosial.

BACA JUGA:

Tertimpa Musibah hingga Gerobak Rusak Ditabrak Mobil, Pedagang Cilok Ciamis Dapat Hadiah dari Kapolda Jabar

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Jabar menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan gerobak usaha kepada sejumlah warga Ciamis.

Pipit mengatakan, bantuan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian kepolisian sekaligus upaya mendekatkan institusi Polri dengan masyarakat.

Ia juga menyoroti persoalan kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Jawa Barat. Masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih di minta tidak ragu menyampaikan kebutuhannya kepada kepolisian.

“Saat ini sedang kekeringan di wilayah kita. Tentunya masyarakat Jawa Barat yang membutuhkan, silakan hubungi kepolisian,” ujarnya.

Pipit menegaskan, jajaran kepolisian harus mampu bekerja secara adaptif, responsif dan kolaboratif dalam menghadapi berbagai persoalan masyarakat.

Semangat tersebut menjadi bagian dari tagline yang di bawanya. Yakni “Jaga dan Rawat Jawa Barat” (Jawara).

Melalui kunjungan ke Ciamis, Pipit juga mendorong terbangunnya komunikasi yang lebih kuat antara kepolisian, pemerintah daerah dan masyarakat sebagai bagian dari upaya bersama menjaga keamanan serta kehidupan sosial yang harmonis.

(Mia)

Abdul Karim Bergerak Cepat Usai Terpilih Ketua Kadin Tasikmalaya, Temui Wali Kota Viman

0
TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id
Ket foto : Ketua Kadin Kota Tasikmalaya Muhamad Abdul Karim bersama tim, melakukan pertemuan dengan Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan di ruang kerja Viman Alfarizi Ramadhan (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tasikmalaya terpilih periode 2026–2031, Muhamad Abdul Karim, bergerak cepat usai memenangi Musyawarah Kota (Muskot) V. Abdul Karim bersama tim formatur menggelar pertemuan strategis dengan Walikota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, di Kantor Balekota Tasikmalaya, Kamis (17/9/2026) sore.

Pertemuan resmi ini menjadi momentum perkenalan jajaran pengurus baru sekaligus menyerahkan dokumen Surat Keputusan (SK) penetapan dari Kadin Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga: Nurul Awalin Kembali Bertarung Pimpin Golkar Kota Tasikmalaya, Didukung 9 PK dan 7 Organisasi

Walikota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menyambut baik kedatangan jajaran pengurus baru Kadin. Viman menegaskan bahwa pelaksanaan Muskot V telah berjalan sesuai aturan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi di bawah supervisi langsung Kadin Jawa Barat.

“Tadi kita bertemu dengan pengurus Kadin, dan Ketua terpilih Pak Abdul Karim memperlihatkan SK yang ditandatangani Ketua KADIN Provinsi Jawa Barat. Prosesnya sudah sesuai aturan,” ungkap Viman, Kamis (17/9/2026).

Viman menilai Kadin merupakan mitra strategis Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk memajukan perekonomian daerah. Terkait polemik yang sempat muncul saat Muskot V, Viman menegaskan hal tersebut menjadi ranah kewenangan internal Kadin Jawa Barat. Pemkot Tasikmalaya menghormati seluruh keputusan organisasi dan siap menandatangani SK guna persiapan pelantikan.

“Kami mengajak, pengurus baru Kadin Kota Tasikmalaya, bisa bersama-sama membangun Kota Tasikmalaya yang lebih maju dan berkembang. Terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tegas Viman.

Kadin Siap Jadi Rumah Besar Pengusaha dan Dorong Ekonomi Riil

Ketua Kadin Kota Tasikmalaya terpilih, Muhamad Abdul Karim, menyatakan bahwa silaturahmi ini bertujuan memperkuat sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah sejak awal masa jabatan.

“Pertemuan hari ini adalah ajang silaturahmi dan perkenalan pengurus baru. Kami ingin KADIN hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong kemajuan sektor usaha di daerah,” ujar Karim.

Karim memilih fokus menyusun program kerja organisasi ketimbang meratapi dinamika Muskot V. Ia mengajak seluruh elemen pengusaha di Kota Tasikmalaya bersatu menghadapi tantangan ekonomi yang kian kompleks.

“Kami mengajak seluruh jajaran pengusaha yang tergabung dalam organisasi Kadin Kota Tasikmalaya. Tentunya mengajak untuk bersama-sama memikirkan sistem perekonomian yang lebih riil di tengah tantangan ekonomi yang cukup berat saat ini. Kita harus kompak, bergerak dan berdampak,” kata Karim.

Ia menambahkan, Kadin Kota Tasikmalaya siap memfasilitasi seluruh pelaku usaha agar lebih adaptif dan inovatif. Serta kolaboratif dalam menumbuhkan perekonomian Kota Tasikmalaya.

(Seda)