spot_imgspot_img
Jumat 2 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tasikmalaya Didorong Jadi Pusat Ekonomi Digital Priangan Timur, Kreator hingga Brand Mulai Terhubung

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kota Tasikmalaya menyimpan potensi raksasa di sektor ekonomi digital. Kondisi ini mendorong berbagai pihak untuk memperkuat posisi kota ini sebagai pusat pertumbuhan ekosistem media dan konten kreator di wilayah Priangan Timur.

Gagasan ini mengemuka dalam Sharing Session bertajuk “Masa Depan Media & Ekonomi Kreatif di Era Kolaborasi” di Cordela Hotel Tasikmalaya, Jumat (2/10/2026). Forum ini mempertemukan praktisi media, konten kreator, pelaku usaha, penggiat industri event, komunitas digital, serta perwakilan brand.

Baca Juga: Tasik Muslim Fair 2026 Resmi Buka, Targetkan Transaksi Rp10 Miliar dan 50 Ribu Pengunjung

Media Gentra.id menginisiasi acara ini melalui kolaborasi bersama Local Media Community dan IDN Times. Dalam perhelatan tersebut, Gentra.id sekaligus memperkenalkan platform GenCreatorHub.com yang berfungsi menghubungkan brand dengan kreator lokal.

CEO Gentra.id, Usama Ahmad Rizal, menegaskan bahwa Tasikmalaya memiliki syarat lengkap untuk memimpin ekosistem digital Priangan Timur.

“Kota Tasikmalaya memiliki banyak media, konten kreator, komunitas digital, dan pelaku usaha yang terus berkembang. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi bisa terhubung menjadi sebuah ekosistem yang saling mendukung,” ungkap Usama Ahmad Rizal, Jumat (2/10/2026).

Usama menambahkan, integrasi lintas sektor ini akan membuka jalan bagi para pelaku industri lokal untuk menembus pasar nasional hingga mancanegara.

“Kami ingin membangun jalur koneksi dari daerah menuju nasional, dan bahkan internasional. Dan pelaku Media dan kreator di Priangan Timur bisa mendapatkan akses yang lebih luas untuk mewujudkan harapan itu. Sementara brand dan industri juga bisa mendapatkan akses terhadap potensi lokal yang ada di sini,” ujarnya.

Adaptasi Media Massa dan Kekuatan Kolaborasi Kreator

Senior Editor IDN Times, Yogi Pasha, menilai pergeseran pola konsumsi informasi memaksa perusahaan media untuk terus memutar otak dan beradaptasi.

“Audiens sekarang mendapatkan informasi dari banyak sumber, bukan hanya media. Ada kreator, komunitas, media sosial, dan berbagai platform digital. Karena itu, media perlu terus beradaptasi dan mencari bentuk kolaborasi yang relevan dengan perubahan tersebut,” ungkap Yogi Pasha.

Yogi menjelaskan bahwa penggabungan karakter media arus utama dan konten kreator justru menciptakan formula distribusi informasi yang makin efektif.

“Media memiliki pengalaman dalam jurnalistik dan pengelolaan informasi, sementara kreator memiliki kedekatan dengan audiens dan komunitas. Ketika keduanya berkolaborasi, ada banyak kemungkinan formula dan distribusi konten yang bisa dikembangkan untuk membangun informasi digital yang berkelanjutan,” paparnya.

Dukungan serupa datang dari Founder Payung Entrepreneur Sukapura, Asep Saepuloh. Ia melihat sinergi ini memberikan dampak langsung bagi ekspansi dunia usaha di Kota Tasikmalaya.

“Pelaku usaha membutuhkan komunikasi, informasi dan akses pasar, di sisi lain, media dan kreator memiliki kemampuan untuk membangun awareness serta menghubungkan produk dengan masyarakat, ini merupakan ruang kolaborasi yang sangat menjanjikan untuk memperluas jangkauan bisnis,” jelas Asep Saepuloh.

“Kalau media, kreator, komunitas dan dunia usaha bisa saling terhubung, Kota Tasikmalaya bisa memiliki ekosistem kreatif yang lebih kuat dan memberikan dampak yang luas, bukan hanya untuk Kota Tasikmalaya, namun wilayah Priangan Timur,” tuturnya.

Penguatan Industri Event dan Profesionalisme Konten Kreator

Sekjen DPP Industri Event Indonesia (IVENDO), Evan Saepul Rohman, menandaskan bahwa industri kreatif membutuhkan dukungan penuh dari rantai pasok ekonomi digital.

“Event tidak berdiri sendiri, ada media, kreator, brand, venue, komunitas, UMKM, dan berbagai industri pendukung lainnya. Kalau semuanya terhubung, nilai ekonomi dan dampak yang dihasilkan juga bisa semakin menyakinkan,” ujar Evan Saepul.

Ia meminta seluruh pemangku kepentingan untuk menyingkirkan ego sektoral demi membangun ekosistem yang berkelanjutan.

“Kita tidak harus mengerjakan semuanya sendiri, justru kekuatan industri kreatif ada pada kemampuan untuk menggabungkan berbagai kompetensi menjadi satu kolaborasi demi menghasilkan kesuksesan yang maksimal,” tegasnya.

Sementara itu, Influencer Gen Creator Hub, Ova Nova, mengingatkan para pembuat konten untuk meningkatkan standar profesionalisme saat berhubungan dengan dunia industri.

“Pelaku konten Kreator sekarang tidak cukup hanya memiliki followers, kreator perlu memahami kebutuhan brand, mampu membuat konten yang berkualitas, dan bekerja secara profesional,” ujarnya.

Ova menyambut positif kehadiran platform penghubung yang menjembatani kreator dengan peluang bisnis yang menguntungkan.

“Brand membutuhkan kreator yang profesional, sementara kreator membutuhkan akses terhadap peluang usaha, karena itu, keberadaan platform yang bisa mempertemukan keduanya menjadi penting,” imbuhnya.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru