spot_imgspot_img
Sabtu 31 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Hidup di Gubuk Reyot Bersama Cucu, Kakek Nana di Tasikmalaya Akhirnya Didatangi Dedi Mulyadi

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyambangi Kota Tasikmalaya, Sabtu (31/10/2026). Tokoh yang akrab disapa KDM ini mendatangi kediaman seorang kakek penghuni gubuk reyot.

Dedi menemui Nana Kustaman (74), seorang kakek penarik becak. Nana tinggal bersama cucunya yang berkebutuhan khusus, Seka Firmansyah (12), di Kampung Sindanghayu, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya.

Baca Juga: Setelah Lama Vakum, Pesawat Rimbun Air Mendarat di Bandara Wiriadinata Tasikmalaya

Ratusan warga menyambut meriah kedatangan Gubernur Jabar di lokasi. Tanpa buang waktu, KDM langsung menemui Kakek Nana dan mengajak berbincang akrab.

Dedi merasa sangat prihatin menyaksikan kondisi rumah Kakek Nana yang berdinding plastik, bocor, serta berdiri tepat di samping area pemakaman.

“Terus terang, saya sebagai Gubernur tidak mau melihat ada warga saya yang mengalami kesulitan hidup, dan Kakek Nana ini yang hidup di gubuk reyot seperti ini bertahun-tahun, sangat memprihatikan sekali,”ungkapnya dengan nada sedih.

Dedi mengakui potret kemiskinan ini menjadi bahan instrospeksi bagi jajaran kepemimpinan tingkat provinsi.

“Kenapa saya sering berkeliling ke daerah, sering masuk ke gang-gang kampung, itu karena ingin melihat dan mengetahui langsung kondisi kehidupan warga saya, sehingga kalau ada yang mengalami kesulitan dan kesusahan, secepatnya kita bisa berikan bantuan,”ungkap orang yang sering dipanggil Bapak Aing itu.

Ia menilai realitas ini memberikan pelajaran penting bagi seluruh aparatur pemerintah daerah agar rajin turun menyapa warga.

“Pak Nana, yang sabar dan tenang saja, untuk bantuan sudah kita siapkan, dan itu sudah diserahkan 2 hari yang lalu oleh tim saya, dan insyaallah mulai hari minggu depan rumah bapak akan mulai dibangun, nanti tim saya segera ke Kota Tasikmalaya,”tuturnya.

Peluncuran Layanan Rumah Aing dan Kritik Kinerja Birokrasi

Dedi memaparkan program anyar Pemerintah Provinsi Jawa Barat bernama layanan Rumah Aing. Program ini memfasilitasi pengusulan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) via aplikasi Sapa Warga.

Ia menyayangkan lambatnya respons birokrasi tingkat bawah hingga kasus Kakek Nana baru terungkap melalui pemberitaan media.

“Kami menyadari bahwa banyak persoalan yang warga hadapi, tidak bisa aparat pemerintah temukan di tingkat bawah, namun jika aparat pemerintah bisa rajin turun ke tengah-tengah masyarakat, tentu apa yang kakek Nana lami ini sudah tertangani sejak awal, ini malah kita ketahui dari pemberitaan media,”pungkasnya.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru