CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kekecewaan mendalam melanda para suporter terhadap performa minor PSGC Ciamis. Sejumlah pendukung Laskar Singacala menyuarakan tuntutan pembenahan tim bahkan sebelum laga melawan PSMS Medan usai.
Aksi penyampaian aspirasi ini berlangsung di halaman Stadion Galuh Ciamis, Sabtu (31/10/2026).
Baca Juga: Disaksikan 8.171 Penonton, PSGC Ciamis Gagal Tundukkan PSMS Medan
Suporter menggelar orasi sebagai bentuk kepedulian atas perjalanan PSGC dalam kompetisi Pegadaian Championship 2026-2027.
Massa mendesak manajemen melakukan evaluasi total terhadap komposisi pemain dan jajaran pelatih. Desakan ini semakin membuncah usai PSGC takluk di kandang sendiri dengan skor 1-2 kontra PSMS Medan.

CEO PSGC Ciamis langsung menemui para suporter usai pertandingan berakhir guna merespons aspirasi tersebut. Ia berdialog secara terbuka dan menyampaikan komitmen tegas terkait masa depan tim.
Di hadapan para pendukung, CEO berjanji mengevaluasi total tubuh tim, termasuk melakukan pergantian pelatih.
“Saya akan mengevaluasi tim secara menyeluruh. Pertama, pelatih saya ganti,” tegasnya.
Manajemen bahkan siap menanggung konsekuensi mundur apabila janji pembenahan tersebut gagal terealisasi.
“Kalau itu tidak bisa dilaksanakan, tidak didengar, semua saya, jajaran manajemen mundur,” lanjutnya.
CEO meminta waktu dan kesempatan kepada suporter agar manajemen leluasa merombak tim menyongsong putaran kedua.
“Kalau kalian ingin melangkah bersama, berikan waktu, kesempatan untuk mengevaluasi. Putaran kedua kita maju sama-sama,” ujarnya.
Ia menegaskan komitmennya untuk tidak lari dari tanggung jawab serta menyampaikan permohonan maaf atas hasil buruk yang tercipta.
“Saya sangat menghargai perjuangan, kecintaan kalian pada Galuh. Sangat menghargai kasih sayang kalian kepada Galuh, kepada PSGC, yang sudah menyatu dengan jiwa kalian,” ungkapnya.
Ia mengimbau massa suporter membubarkan diri secara tertib dan aman.
“Tahan, kita evaluasi. Saya atas nama jajaran manajemen mohon maaf yang sebesar-besarnya. Kalian semua pulang dengan tertib, dengan aman. Tunggu putaran kedua, janji saya,” tuturnya.
Respon Balad Galuh dan Komitmen Pengawalan Tim
Ketua DPP Balad Galuh Dian Gozin turut memberikan tanggapan atas pernyataan sikap manajemen tersebut. Gozin menghargai iktikad baik manajemen, namun tetap menuntut realisasi janji evaluasi.
Gozin menyoroti aspek kinerja pemain dan jajaran pelatih yang menjadi fokus utama kekecewaan suporter.
“Kita pegang janji. Kita hargai manajemen yang sudah berusaha sama seperti kita. Yakin, manajemen darahnya tetap darah Galuh, mereka pasti membela kita. Tapi pemain dan pelatih yang belum tentu hatinya untuk Galuh,” ujarnya.
Balad Galuh berkomitmen mengawal ketat proses pembenahan tim hingga putaran kedua kompetisi bergulir.
“Saya dari DPP akan terus mengawal perjuangan ini. Tadi sudah berbicara bahwa ada satu kali pertandingan lagi di musim pertama. Kita lihat di putaran kedua beliau akan mengevaluasi. Apa yang kita tuju sudah tersampaikan,” katanya.
Perwakilan suporter mengajak seluruh massa aksi membubarkan diri dengan tertib demi menjaga kondusivitas daerah.
“Mari kita membubarkan diri dan jaga keselamatan kalian. Jangan sampai ada kekerasan atau situasi yang tidak nyaman. Kita jaga Galuh kita agar tetap aman dan nyaman,” serunya.
Kini, publik menunggu pembuktian janji manajemen untuk merombak skuad Laskar Singacala agar bangkit pada putaran kedua Pegadaian Championship 2026-2027.
(Mia)



