spot_imgspot_img
Rabu 16 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pemerintah Suriah Sediakan Tanah Gratis untuk Asrama Mahasiswa Indonesia

NASIONAL,FOKUSjabar.id: Pemerintah Suriah menyampaikan tawaran tanah kepada Pemerintah Indonesia untuk mendukung pembangunan asrama bagi mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di negara tersebut. Pembahasan rencana ini mengemuka dalam pertemuan antara perwakilan diplomasi Indonesia dan Kementerian Agama.

Duta Besar RI untuk Suriah, Lukman Hakim Siregar, menyampaikan langsung tawaran tersebut saat beraudiensi dengan Menteri Agama Nasaruddin Umar di Ruang Audiensi Menag, Jakarta, pada Rabu (16/9/2026).

Baca Juga: Kemenag dan Baznas Rilis Pesantren Nyaman Belajar, Siapkan Anggaran Rp17,5 Miliar

Saat ini, sekitar 300 mahasiswa Indonesia sedang menimba ilmu di Suriah. Pembangunan asrama ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hunian yang layak bagi para mahasiswa selama masa studi.

Lukman menjelaskan bahwa Menteri Awqaf Suriah, Mohammed Abu al-Khair Shukri, menginisiasi langsung tawaran hibah tanah tersebut. Pemerintah Suriah menyerahkan lahan tersebut agar pihak Indonesia dapat membangun fasilitas tempat tinggal mahasiswa.

“Pemerintah Suria itu ingin, katakanlah, mewakafkan atau memberikan tanah kepada pemerintah Indonesia. Tanah itu nanti dimohonkan kira-kira Indonesia bisa membangunnya untuk asrama mahasiswa,” ujar Lukman pada Rabu (16/9/2026).

Menag Nasaruddin Umar Sambut Baik Rencana Pembangunan Asrama

Menteri Agama Nasaruddin Umar merespons positif tawaran tersebut. Ia menilai skema pembangunan asrama di Suriah memiliki kesamaan dengan fasilitas pendidikan yang telah terbangun untuk mahasiswa Indonesia di Mesir.

Menag mengungkit keberhasilan Indonesia mendirikan tiga unit asrama mahasiswa di Mesir sebagai perbandingan.

“Oh bagus sekali itu, kalau untuk bangun asrama, seperti di Mesir ya, kita sudah bangun 3 asrama mahasiswa di Mesir,” ujar Menag.

Penguatan Kerja Sama Keagamaan dan Rencana Kunjungan ke Damaskus

Selain membahas hunian mahasiswa, audiensi tersebut memperkuat agenda kerja sama keagamaan antara Indonesia dan Suriah. Lukman mengungkapkan bahwa kedua negara telah menyusun nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Agama.

Pihak Suriah berharap kedua belah pihak dapat menandatangani dokumen kerja sama tersebut secara langsung di Damaskus.

“Kan kita ada MOU Pak dengan Kementerian Agama. Beliau berharap kalau bisa ditandatangani langsung di Suriah sana kira-kira,” kata Lukman.

Lukman turut menyampaikan undangan resmi dari Menteri Agama Suriah kepada Menag Nasaruddin Umar untuk melawat ke Damaskus. Pihaknya akan memproses rencana kunjungan kerja ini melalui jalur diplomatik resmi.

Dalam kesempatan yang sama, Lukman memaparkan peta keamanan di Damaskus berdasarkan pengalamannya bertugas selama sembilan bulan. Ia menilai situasi ibu kota Suriah tersebut relatif kondusif, meski pihak KBRI tetap menyertakan catatan kewaspadaan.

Selain rencana kunjungan Menag, forum keagamaan di Indonesia juga berpeluang menghadirkan Imam Besar Masjid Umawiyah beserta deputinya dalam waktu dekat.

Pertemuan strategis ini tidak hanya mematangkan rencana pembangunan asrama mahasiswa, tetapi juga mempererat jalinan diplomasi keagamaan kedua negara.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru