BOGOR,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Bogor mulai mengarahkan tumpukan sampah di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir (TPA) Galuga untuk memiliki fungsi baru. Pengelola akan memanfaatkan sampah yang selama ini memicu masalah lingkungan tersebut sebagai bahan baku penghasil energi listrik.
Pemerintah merealisasikan pemanfaatan tersebut melalui pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan Menjadi Energi Listrik (PSEL) Galuga. Fasilitas modern ini mampu mengolah sampah volume besar sekaligus memproduksi listrik berkapasitas 15 hingga 40 megawatt (MW).
Baca Juga: 143 dari 199 SPPG di Depok Kini Sudah Mengantongi SLHS
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, menjelaskan bahwa PSEL Galuga sanggup menyerap sekitar 1.500 ton sampah saban hari. Selanjutnya, PT PLN (Persero) bertindak sebagai off-taker untuk menyalurkan energi listrik tersebut ke wilayah-wilayah yang membutuhkan.
“PSEL ini untuk 1.500 ton sampah. Dari 1.500 ton sampah itu menghasilkan 15 sampai dengan 40 megawatt,” ujar Teuku Mulya.
Sistem Distribusi Listrik Lewat Jaringan PLN
Pemerintah daerah tidak akan membagikan listrik hasil olahan PSEL secara langsung kepada warga. PLN mengelola seluruh distribusi listrik ke masyarakat melalui sistem off-taker, khususnya untuk menyuplai kawasan Bogor Barat.
“Yang mengonsumsi nanti melalui mekanisme off-taker-nya PLN. Nanti PLN yang mendistribusikan, tentunya ke wilayah-wilayah sekitar Bogor Barat,” jelasnya.
Mesin PSEL tidak hanya membakar sampah harian kiriman warga Kabupaten Bogor. Pengelola juga akan menyedot gunung sampah lama yang mengendap di TPA Galuga ke dalam pembakaran.
“Produksi sampah kita nanti per hari, plus tumpukan sampah yang sudah ada. Jadi nanti akan diolah ataupun dibakar melalui mekanisme PSEL,” katanya.
Skema ini mendasari perubahan total pola pengelolaan sampah di Kabupaten Bogor. Kawasan TPA yang dahulu sekadar menjadi tempat penampungan akhir kini bertransformasi menjadi pusat produksi energi bersumber sampah.
Siap Groundbreaking 17 September 2026
Pemkab Bogor telah mematangkan seluruh persiapan teknis menjelang peletakan batu pertama (groundbreaking) PSEL Galuga pada 17 September 2026. Pemerintah memastikan keamanan, kelancaran arus lalu lintas, serta stabilitas lokasi pascainsiden kebakaran sampah beberapa waktu lalu.
“Intinya dalam kondisi sekarang alhamdulillah kondusif dan kita siap untuk melakukan groundbreaking pembangunan PSEL,” tandasnya.
Teknologi PSEL mampu menyelesaikan krisis lingkungan sekaligus memberi nilai tambah pada residu sampah. Kapasitas olah 1.500 ton per hari dan daya listrik hingga 40 MW menjadikan PSEL Galuga tonggak penting pengelolaan sampah modern di Kabupaten Bogor.
Dukung Ketahanan Energi Nasional dan Serap Banyak Tenaga Kerja
Senior Vice President Stakeholders Relationship Danantara, Dede Firmansyah, menegaskan bahwa pasokan listrik dari PSEL Galuga akan mengalir ke sistem ketenagalistrikan nasional. PLN menjalankan peran off-taker sesuai amanat Perpres Nomor 109.
Dede menilai keberadaan PSEL memberikan dampak ekonomi yang luas melebihi sekadar penjualan listrik. Fasilitas ini menarik investasi masuk, menuntaskan problem kotoran daerah, memperbaiki kualitas lingkungan, serta membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar.
Proyek ini menandai fase baru bagi TPA Galuga. Lokasi yang dahulu menampung gunungan sampah kini bertransformasi menjadi pusat pengolahan sampah modern berbasis energi listrik, pemantik investasi, serta penggerak ekonomi daerah.
(Jingga Sonjaya)



