spot_imgspot_img
Rabu 16 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pernah Jadi Lokasi Syuting Mak Lampir, Goa Parat di Pangandaran Simpan Makam 2 Penyebar Islam

PANGANDARN,FOKUSJabar.id: Lorong gelap membentang di dalam Goa Parat, kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Pananjung, Kabupaten Pangandaran.

Cahaya dari mulut goa perlahan menghilang saat pengunjung berjalan semakin jauh ke dalam. Dinding goa menampilkan keindahan stalaktit dan stalakmit yang terbentuk alami dari tetesan air selama ratusan tahun.

Baca Juga: Nonton Film Anak hingga Bagi Souvenir, Intip Keseruan Khitanan Massal di Hotel Grand Palma Pangandaran

Goa ini menawarkan daya tarik lebih dari sekadar destinasi wisata di kawasan Pantai Pangandaran. Kedalaman sekitar 50 meter dari pintu masuk menyimpan dua makam yang diyakini warga sebagai makam tokoh penyebar agama Islam di Pangandaran.

Masyarakat mengenali kedua tokoh tersebut sebagai Pangeran Kasepuhan atau Syech Ahmad dan Pangeran Kanoman atau Syech Muhammad.

Anggota BKSDA TWA Cagar Alam Pangandaran, Hadiat Kelsaba, membenarkan keberadaan dua makam bersejarah tersebut.

“Dalam cerita yang berkembang di masyarakat disebut sebagai ksatria pada masa masuknya Islam ke Pangandaran. Namun tidak ada yang mencatat tanggal atau kapannya meninggal kedua tokoh tersebut,” kata Hadiat, Rabu (16/9/2026).

Kisah Keluarga Bangsawan Mesir dan Asal-usul Nama Goa Parat

Hadiat menuturkan bahwa cerita tutur masyarakat menghubungkan keberadaan makam di Goa Parat dengan perjalanan keluarga bangsawan asal Mesir ke Tanah Jawa.

Keluarga Pangeran Maja Agung, Pangeran Sumenda, Pangeran Kasepuhan, serta Pangeran Kanoman menjadikan Goa Parat sebagai lokasi bersemedi pada masa lalu.

Pangeran Maja Agung merupakan ayah dari Syech Ahmad dan Syech Muhammad, sedangkan Pangeran Sumenda adalah kakak dari Pangeran Maja Agung.

Pangeran Maja Agung menugaskan kedua putranya untuk menyebarkan ajaran Islam. Keduanya diyakini menguasai kesaktian dari 10 jimat bernama “konca kaliman”.

Angin membawa perjalanan Pangeran Kasepuhan dan Pangeran Kanoman hingga tiba di TWA Cagar Alam Pananjung.

Pangeran Maja Agung yang merindukan kedua anaknya meminta bantuan Pangeran Raja Sumenda untuk mencari keberadaan mereka. Petunjuk spiritual akhirnya mengarahkan pencarian hingga menemukan keduanya di dalam Goa Parat.

Meskipun demikian, cerita lokal tidak mencatat tujuan pengembaraan kedua pangeran tersebut berikutnya.

“Jadi makam tersebut sengaja penduduk Pangandaran buat saat itu, yang pernah menerima ajarannya dengan tujuan untuk mengenang kedua panutannya yang kepergiannya tidak mereka ketahui,” ungkap Hadiat.

Bekas Lokasi Syuting Sinetron Legendaris dan Rumah Satwa Liar

Goa Parat menyimpan kisah unik lain di luar sejarah penyebaran Islam. Tim produksi sinetron legendaris Misteri Gunung Merapi yang populer dengan karakter Mak Lampir pernah menggunakan goa ini sebagai lokasi pengambilan gambar.

Kata “parat” sendiri memiliki arti tembus, meski Hadiat mengaku tidak mengetahui pihak yang pertama kali memberi penamaan tersebut.

“Cuma sudah sejak lama mendapat sebutan Goa Parat ataupun Goa Keramat,” ujarnya.

Pengunjung dapat menyaksikan bentukan batuan alami berupa stalaktit, stalakmit, serta lorong-lorong sempit di sepanjang goa.

Landak Jawa (Hystrix javanica) turut menghuni lorong-lorong alami Goa Parat. Satwa pengerat berduri keras ini memanfaatkan lorong goa sebagai tempat berlindung tanpa perlu menggali sarang baru.

Petualangan menyusuri Goa Parat menyajikan perpaduan antara keindahan batuan alam, cerita rakyat yang diwariskan turun-temurun, makam penyebar Islam, serta keberadaan satwa liar di habitat aslinya.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru