spot_imgspot_img
Rabu 25 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 67

Penghuni Perum Garden Permatasari Kawalimukti Mengungsi Diteror Longsor

0
Perum Garden Permatasari fokusjabar.id
TPT Perum Garden Permatasari longsor (foto: Ist)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: TPT sepanjang 30 meter dengan ketinggian 10 meter di lingkungan Perum Garden Permatasari Dusun Singandaru Desa Kawalimukti Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) longsor, Minggu (1/3/2026) malam.

Longsor tersebut mengakibakan tiga rumah yang di huni 18 jiwa mengalami kerusakan dan terancam terseret longsor susulan.

BACA JUGA:

Cuaca Ekstrem Terjang Ciamis, Sejumlah Rumah Warga Rusak dan Terancam Longsor

Dalam peristiwa tersebut tidak memakan korban jiwa maupun luka. Pemilik rumah di kabarkan rugi jutaan rupiah dan terpaksa mengungsi lantaran rawan terbawa longsor.

Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani menduga penyebab TPT longsor akibat tanahnya labil yang secara terus menerus di guyur hujan.

Menurut Ani, pihaknya menerima laporan kejadian TPT Perum Garden Permatasari longsor Minggu (1/3/2026) malam.

Pihaknya langsung menerjunkan petugas ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan dengan melaksanakan asesmen.

“Selain tanah labil karena lokasi terjadinya longsor bekas lahan sawah basah juga pembangunan TPT tidak menggunakan suling- suling,” kata Ani, Senin (2/3/2026).

BACA JUGA:

Kanopi Rumah di Karangpaninggal Ciamis Ambruk

Ani menuturkan, setelah di lakukan asesmen dan di ketahui dugaan penyebabnya, pihaknya langsung berkordinasi dengan pihak berkepentingan untuk melakukan penanganan selanjutnya.

“Material longsoran masih belum di lakukan pembersihan. Kami merekomendasikan supaya TPT itu segera di lakukan pembangunan kembali,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

Pulih dari Sakit, Wali Kota Tasikmalaya Turun Langsung Berbagi Takjil

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan, yang turun langsung membagi-bagikan Takjil kepada sejumlah pengendara yang melintas di ruas Jalan Tamankota Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan kembali menyapa masyarakat setelah beberapa waktu menjalani masa pemulihan akibat sakit tifus. Kemunculan perdananya di ruang publik ia tandai dengan aksi sosial berbagi takjil di bulan suci Ramadan.

Kegiatan bertajuk Ngabagikeun Takjil di Jalan (Ngabatalan) berlangsung di ruas protokol Jalan HZ Mustafa, tepatnya di kawasan Tamankota Tasikmalaya sekitar Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Minggu (1/3/2026) sore.

Baca Juga: KADIN Tasikmalaya Salurkan Rp100 Juta untuk Rumah Tahfidz Daarul Khoir

Dengan suasana hangat dan penuh keceriaan, Viman bersama sang istri Elvira Kamarrow Putri turun langsung membagikan aneka makanan berbuka puasa kepada warga dan pengguna jalan yang melintas. Ia menyapa pengendara, menghampiri pejalan kaki, hingga meladeni ajakan bersalaman dan swafoto dari masyarakat yang antusias.

Beberapa warga bahkan memanggilnya dengan sebutan “Pa Wali” sembari memperlambat laju kendaraan untuk menerima takjil. Kehadiran orang nomor satu di Kota Tasikmalaya itu pun menjadi perhatian. Kemudian menambah semarak suasana ngabuburit di kawasan ikon kota tersebut.

Aksi Ngabatalan ini melibatkan unsur Aparatur Sipil Negara (ASN) dan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Ribuan paket takjil disiapkan dan dibagikan secara gratis, yang dalam waktu singkat langsung habis diserbu masyarakat.

Viman menjelaskan, Ngabatalan merupakan program kolaboratif yang rutin dijalankan OPD sebagai wujud kepedulian sosial pemerintah kepada warga, khususnya selama Ramadan.

“Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah dan media. Terlebih kolaborasi bersama masyarakat dan santri untuk berbagi kebaikan serta keberkahan di bulan suci,” ujar Viman, Minggu (1/3/2026).

Menurutnya, kegiatan berbagi takjil tidak hanya untuk mempererat interaksi antara pemerintah dan masyarakat. Namun juga menumbuhkan rasa syukur, kepedulian sosial, serta memperkuat silaturahmi.

“Ini bagian dari komitmen kami menghadirkan program yang mendekatkan pelayanan dan kebersamaan dengan warga. Sekaligus mengisi Ramadan dengan aktivitas yang positif dan bermanfaat,” tuturnya.

(Seda)

Pemprov Jabar Dukung Ngabuburit Jadi Warisan Budaya Takbenda UNESCO

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Suasana Ngabuburit di Padaherang Pangandaran.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan dukungan penuh terhadap pengusulan tradisi Ngabuburit atau Iftar sebagai nominasi Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO. Dukungan ini menegaskan komitmen daerah dalam menjaga dan mempromosikan tradisi Ramadan yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.

Langkah tersebut menindaklanjuti surat Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX Nomor 48/L6.10/KB.00/2026 tertanggal 9 Februari 2026. Dalam surat itu disebutkan bahwa Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia akan mengusulkan tradisi berbuka puasa atau ngabuburit sebagai nominasi ekstensi dalam daftar ICH UNESCO.

Baca Juga: DPC PDIP Pangandaran Tegaskan Evaluasi Serius Program MBG

Dukungan resmi Pemprov Jawa Barat tertuang dalam surat yang telah terbit melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat. Pemerintah provinsi menyatakan persetujuan penuh terhadap pengajuan elemen budaya berbuka puasa sebagai karya budaya bertajuk Iftar and its socio-cultural traditions yang sebelumnya telah resmi menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) tahun 2026.

“Dengan ini kami mendukung pengajuan elemen budaya berbuka puasa sebagai nominasi ekstensi dan. Kemudian menjadi budaya Iftar and its socio-cultural traditions yang telah terdaftar di UNESCO,” demikian kutipan dalam surat dukungan tersebut.

Pemprov Jabar meyakini dukungan ini akan memperkuat upaya pelestarian sekaligus memperluas promosi kekayaan budaya daerah di tingkat internasional. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Iendra Sofyan menandatangai surat tersebut di Bandung pada 20 Februari 2026.

Menanggapi kebijakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pangandaran menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh. Kepala Bidang Kebudayaan Pemkab Pangandaran Sugeng menilai pengusulan ngabuburit sebagai langkah strategis. Tentunya untuk menjaga tradisi lokal agar tetap hidup dan relevan.

“Kami sangat mendukung tradisi ngabuburit masuk nominasi ICH UNESCO. Ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bersama untuk melestarikannya,” ujar Sugeng melalui pesan WhatsApp kepada FOKUSJabar.id, Minggu (1/3/2026).

Ia berharap pengakuan tersebut dapat menambah daftar warisan budaya Jawa Barat. Tentunya sekaligus mendorong generasi muda untuk terus merawat tradisi Ramadan sebagai bagian dari identitas budaya daerah.

(Sajidin)

Cuaca Ekstrem Terjang Ciamis, Sejumlah Rumah Warga Rusak dan Terancam Longsor

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Longsor yang menimpa wilayah Wangunjaya Cisaga Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Hujan deras berintensitas tinggi yang berlangsung lama disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Ciamis dalam beberapa hari terakhir. Kondisi cuaca ekstrem tersebut memicu berbagai kejadian bencana dan merusak rumah warga di sejumlah kecamatan.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis mencatat beberapa rumah mengalami kerusakan akibat pohon tumbang. Kemudian ambrolnya tembok penahan tanah, hingga kerusakan bangunan karena struktur yang sudah rapuh.

Baca Juga: Pasar Takjil Taman Cimaragas Jadi Magnet Ngabuburit Warga Ciamis

Di Kecamatan Lakbok, hujan deras dan angin kencang merobohkan pohon yang menimpa dua rumah warga di Desa Baregbeg. Rumah milik Sansuarjo Sapon yang dihuni dua jiwa serta rumah Sanbari dengan tiga penghuni mengalami kerusakan ringan pada bagian atap.

“Kondisi kedua rumah hanya mengalami kerusakan ringan. Terutama di bagian atap akibat tertimpa pohon,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis Ani Supiani, Minggu (1/3/2026).

Ancaman lebih serius muncul di Kecamatan Cisaga. Ambrolnya tembok penahan tanah di Dusun Cempaka, Desa Wangunjaya, membuat rumah milik Taryo Hendrs berpenghuni lima orang berada dalam kondisi rawan longsor. Jarak rumah dengan titik longsoran kini hanya tersisa sekitar dua meter.

Sementara itu, di Kecamatan Tambaksari, hujan dengan curah tinggi memperparah kondisi bangunan warga. Kanopi salah satu rumah ambruk karena struktur bangunan yang sudah lapuk tidak mampu menahan terpaan cuaca.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui BPBD langsung menyalurkan bantuan logistik darurat kepada warga terdampak. BPBD juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan longsor dan pohon tumbang selama cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.

(Husen Maharaja)

Kadin Tasikmalaya Salurkan Rp100 Juta untuk Rumah Tahfidz Daarul Khoir

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Penyerahan simbolis Bantuan KADIN kepada pimpinan Rumah Tahfidz Quran Daarul Khoir Mangkubumi (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Komitmen dunia usaha dalam mendukung pendidikan keagamaan kembali terlihat. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Tasikmalaya bersama Arfan Foundation menyalurkan bantuan keuangan sebesar Rp100 juta kepada Rumah Quran Daarul Khoir, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya.

Penyerahan bantuan berlangsung secara simbolis dalam agenda buka puasa bersama di Horison Hotel Tasikmalaya. Acara tersebut dihadiri jajaran pengurus Kadin, para pengusaha, Kepala SPPG se-Priangan Timur, serta sejumlah mitra strategis.

Baca Juga: Satgas MBG Kabupaten Tasikmalaya Imbau SPPG Lengkapi Perizinan

Ketua Kadin Tasikmalaya Asep Saepulloh menyampaikan, bantuan ini bertujuan memperkuat sarana dan prasarana operasional rumah tahfidz agar mampu melahirkan lebih banyak generasi penghafal Al-Qur’an.

Ia menjelaskan, dana santunan berasal dari kontribusi para anggota Kadin yang mengelola usaha MBG dan memiliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah. Sebagian keuntungan usaha tersebut mereka sisihkan untuk kegiatan sosial dan keagamaan.

“Nilai bantuan bukan sekadar angka. Kami ingin menunjukkan bahwa KADIN tidak hanya fokus pada bisnis. Namun juga berperan aktif mendukung pembangunan daerah dan kualitas sumber daya manusia,” ujar Asep, Minggu (1/3/2026).

Menurutnya, Rumah Tahfidz Daarul Khoir memegang peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda islami yang berjiwa Qur’ani. Peran tersebut sejalan dengan visi mewujudkan Kota Tasikmalaya sebagai daerah religius.

“Kami ingin lembaga seperti ini terus tumbuh dan berkembang sebagai pusat pendidikan akhlak dan sosial. Terlebih menjadi nilai religius di tengah masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Pimpinan Rumah Tahfidz Daarul Khoir Andi Nur Falah menyampaikan apresiasi atas dukungan KADIN dan Arfan Foundation. Ia memastikan bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk penguatan fasilitas penunjang kegiatan belajar-mengajar.

“Insyaallah bantuan ini kami gunakan untuk membangun sarana prasarana yang kami butuhkan agar proses pembinaan santri tahfidz berjalan optimal,” ungkapnya.

Ia berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan membawa keberkahan. Sekaligus meningkatkan kualitas para penghafal Al-Qur’an agar mampu menjadi teladan dan penggerak lingkungan yang religius serta berakhlak mulia.

(Seda)

Pasar Takjil Taman Cimaragas Jadi Magnet Ngabuburit Warga Ciamis

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Caption: Suasana warga berburu takjil saat bulan ramadhan di Taman Cimaragas, Ciamis.

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Menjelang waktu berbuka puasa, Taman Cimaragas Kabupaten Ciamis menjelma menjadi titik keramaian warga. Sejak sore, masyarakat dari berbagai kalangan berdatangan untuk mengisi waktu ngabuburit sambil berburu aneka takjil khas Ramadan.

Deretan pedagang kaki lima memenuhi area taman dengan beragam pilihan menu. Gorengan hangat, kolak manis, es buah segar, hingga jajanan tradisional Sunda tersaji menggoda. Aroma makanan berpadu dengan hiruk-pikuk percakapan pengunjung yang antusias memilih hidangan untuk berbuka puasa.

Baca Juga: Coklat Kita Silatusantren Ramaikan Ramadan di Pesantren Darussalam Ciamis

Salah seorang mahasiswa, Rina (20), mengaku sengaja menghabiskan waktu sore bersama teman-temannya di lokasi tersebut. Selain mencari makanan, ia ingin merasakan suasana Ramadan yang lebih hidup.


“Ngabuburit di sini rasanya lebih seru, ramai, dan banyak pilihan takjil,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).

Tidak hanya menjadi pusat kuliner musiman, taman ini juga berfungsi sebagai ruang interaksi sosial. Keluarga, anak muda, hingga komunitas kecil tampak duduk santai, bercengkerama, dan menikmati suasana sore sambil menunggu adzan magrib berkumandang.

Fenomena ngabuburit di Cimaragas mencerminkan wajah Ramadan di Kabupaten Ciamis. Selain memperkuat nilai ibadah, bulan suci ini juga menghadirkan momen kebersamaan, kegembiraan, dan kehangatan di tengah masyarakat.

(Budiana Martin)

Coklat Kita Silatusantren Ramaikan Ramadan di Pesantren Darussalam Ciamis

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Pengisi acara, pimpinan Pesantren Darussalam, serta perwakilan Coklat Kita berfoto usai acara Silatusantren - Nikmatnya Ramadan

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Ramadan 1447 Hijriah menjadi momentum istimewa bagi Coklat Kita untuk kembali menjalin kedekatan dengan dunia pesantren. Melalui program lanjutan Coklat Kita Silatusantren, perusahaan ini mengawali rangkaian kegiatan bertema “Nikmatnya Ramadan” di Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, Sabtu (28/2/2026).

Silatusantren 2026 tidak berhenti di Ciamis. Setelah agenda pembuka, kegiatan berlanjut ke Pondok Pesantren Al Hikamussalafiyah Cipulus pada 5 Maret 2026 dan ditutup di Pondok Pesantren Al Ittihad Cianjur pada 7 Maret 2026.

Baca Juga: Kanopi Rumah di Karangpaninggal Ciamis Ambruk

Dakwah, Seni, dan Kebersamaan dalam Satu Panggung

Di lokasi perdana, Coklat Kita menghadirkan rangkaian kegiatan yang memadukan kepedulian sosial, edukasi, dan hiburan. Panitia membagikan takjil serta hidangan berbuka puasa, lalu menggelar talkshow inspiratif bersama Zastrouw Al Ngatawi, Budi Setiawan atau Budi Dalton, serta ulama setempat Fadlil Yani Ainusyamsi.

Acara yang dipandu Prima Ramadhan dan Bhatara Sena Sunandar ini ditutup dengan lantunan salawat bersama Ai Khodijah and Friend, menciptakan suasana religius sekaligus hangat.

Pesantren sebagai Pusat Ketahanan Budaya

Budi Dalton menilai Silatusantren tidak sekadar menjadi ajang temu, tetapi juga ruang belajar sosial bagi santri. Ia menekankan pentingnya kesadaran diri sebagai fondasi pembentukan karakter, selaras dengan nilai pesantren yang mengajarkan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam.

Sementara itu, Zastrouw Al Ngatawi melihat pesantren sebagai sumber utama “vaksin kultural” di tengah derasnya arus budaya global. Menurutnya, Silatusantren berhasil menghidupkan kembali nilai, tradisi, dan sistem sosial pesantren. Tujuannya agar dapat diwariskan kepada generasi muda secara relevan dan kontekstual.

Seni Budaya sebagai Perekat Umat

Pimpinan Pesantren Darussalam Ciamis, KH. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi, menegaskan bahwa seni dan budaya memiliki peran strategis dalam dakwah, terutama bagi generasi muda. Ia menyebut kolaborasi dengan Coklat Kita sebagai bukti keterbukaan pesantren terhadap pendekatan kreatif tanpa meninggalkan nilai keislaman.

Menurutnya, pesantren tidak hanya menjadi ruang belajar kitab klasik, tetapi juga wadah pengembangan seni budaya Islam. Dukungan Coklat Kita membuka ruang kolaborasi yang lebih luas sehingga kegiatan semacam Silatusantren dapat terus berlanjut.

Alasan Ciamis Jadi Titik Awal

Perwakilan Coklat Kita, Yudi Wate Angin, menjelaskan pemilihan Pesantren Darussalam sebagai lokasi pembuka karena pengaruh dan jejaring luas pesantren tersebut di Jawa Barat. Ia juga mengapresiasi para tokoh dan alumni Darussalam yang aktif menjalin kolaborasi lintas pesantren dan perguruan tinggi.

Silatusantren 2026 terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan Ramadan. Selain memperkuat kebersamaan santri, kegiatan ini juga menumbuhkan kepedulian sosial melalui aksi berbagi dan buka puasa bersama.

Antusiasme Santri

Dari kalangan santri, Doni Rizwanto mengaku antusias mengikuti Silatusantren. Ia menilai kegiatan seni budaya sejalan dengan tradisi pesantren yang telah lama mengajarkan marawis, puisi, dan musikalitas.

Hal serupa diungkapkan santriwati Kayla Azka Nadhifah. Ia menilai Silatusantren selalu menghadirkan konsep acara yang segar dan relevan. Terutama karena pendekatan dakwah melalui musik religi telah menjadi ciri khas Pesantren Darussalam.

(Ageng)