spot_imgspot_img
Rabu 12 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 68

Mariano Peralta Bangga Gabung Persib Bandung

0
Mariano Peralta Persib fokusjabar.id
Mariano Peralta (foto: Persib.co.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Penyerang asal Argentina, Mariano Peralta bersykur dan bangga menjadi bagian dari keluarga besar Persib Bandung.

Menurut Dia, bergabung dengan Persib Bandung merupakan langkah penting dalam perjalanan kariernya. Pasalnya, Pangeran Biru merupakan salah satu klub terbesar di Indonesia yang memiliki sejarah, prestasi dan dukungan suporter yang luar biasa.

BACA JUGA:

Igor Tolic Ungkap Alasan Absennya Henhen Herdiana di Piala Presiden 2026

Komitmen tersebut di tandai dengan penandatanganan kontrak yang berlangsung di Graha Persib, Rabu, 29 Juli 2026.

Prosesi tersebut turut di saksikan Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar bersama Komisaris Utama PT PERSIB Bandung Bermartabat, Zaenuri Hasyim.

“Saya sangat senang berada di sini. Persib adalah klub yang sangat besar di Indonesia, memiliki banyak suporter dan merupakan klub juara. Itulah alasan utama saya memilih bergabung,” jelas Mariano Peralta.

Predikat sebagai Pemain Terbaik Super League 2025/2026 tidak membuat Peralta cepat berpuas diri. Sebaliknya, ia justru melihat kesempatan bergabung dengan Maung Bandung sebagai tantangan baru untuk terus berkembang sekaligus memberikan kontribusi terbaik bagi tim.

Menurutnya, keberhasilan Persib meraih tiga gelar liga secara beruntun bukanlah sebuah tekanan, melainkan sumber motivasi untuk bekerja lebih keras dan menjaga tradisi kemenangan yang telah di bangun klub.

BACA JUGA:

Mariano Peralta Gagal Debut Bersama Persib vs DPMM FC

“Itu bukan beban bagi saya. Justru saya semakin termotivasi karena Persib memiliki standar yang sangat tinggi. Saya ingin mempertahankan bahkan meningkatkan apa yang sudah saya capai pada musim lalu,”  ungkapnya di kutip persib.co.id.

Dengan semangat baru bersama Pangeran Biru, Peralta berharap dapat segera beradaptasi, membangun chemistry bersama rekan-rekan setim serta memberikan kontribusi maksimal agar mampu terus bersaing di level tertinggi dan kembali mempersembahkan prestasi bagi Bobotoh.

(Bambang Fouristian)

Garut International Kite Festival 2026 Ajang Promosi Wisata dan Persahabatan Dunia

0
Garut International Kite Festival 2026 fokusjabar.id
Welcome Dinner Garut International Kite Festival 2026 yang digelar di Cisurupan, kaki Gunung Papandayan

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin menyebut, penyelenggaraan Garut International Kite Festival 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi pariwisata.

Selain itu, mempererat persahabatan antarbangsa melalui seni budaya layang-layang.

BACA JUGA:

Bupati Garut Apresiasi Bedah Rumah WFI

Bupati Garut mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta layang-layang internasional, nasional, panitia, sponsor dan tamu undangan yang telah hadir di Kota Intan.

“On behalf of the Government and the people of Garut Regency, I extend our warmest greetings to all international kite flyers, national participants, organizers, sponsors, and distinguished guests who have traveled from near and far to join us.”

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Garut, saya menyampaikan salam hangat dan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta layang-layang internasional, nasional, panitia, sponsor serta para tamu kehormatan yang telah datang dari berbagai daerah dan negara,” kata Bupati.

Syakur merasa terhormat menjadi tuan rumah penyelenggaraan festival internasional yang di gelar di kawasan Cisurupan. Tepatnya di kaki Gunung Papandayan.

Kawasan tersebut di kenal memiliki panorama alam yang memukau, udara pegunungan yang sejuk, kekayaan hayati serta masyarakat yang ramah.

Karena itu, para peserta di harapkan tidak hanya menikmati rangkaian festival. Namun juga mengenal budaya, tradisi dan destinasi wisata yang di miliki Kabupaten Garut.

Bupati Garut mengatakan, layang-layang tidak hanya menjadi bagian dari seni dan olahraga. Tetapi juga memiliki makna sebagai simbol kebebasan, kreativitas, persahabatan dan harapan yang mampu menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang.

“Layang-layang melambangkan kebebasan, kreativitas, persahabatan dan harapan. Layang-layang mengingatkan kita bahwa meskipun berasal dari negara, budaya dan bahasa yang berbeda, kita semua berbagi langit yang sama. Melalui festival ini, kita tidak hanya merayakan seni layang-layang. Tetapi juga semangat persahabatan internasional, pertukaran budaya, perdamaian dan saling menghormati,” katanya.

Syakur menambahkan, Kabupaten Garut memiliki beragam potensi unggulan. Mulai dari keindahan alam, hasil pertanian, industri kreatif, kuliner, kerajinan tangan hingga destinasi wisata.

Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan berskala internasional seperti Garut International Kite Festival akan memberikan dampak positif bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan, penguatan ekonomi lokal, pemberdayaan masyarakat sekaligus memperkenalkan Garut kepada masyarakat dunia.

BACA JUGA:

Bupati Garut-PT Asri Indah Lestari Bahas Pengembangan TWA Papandayan

Bupati Garut juga mengapresiasi kepada panitia penyelenggara, relawan, masyarakat, instansi pemerintah, aparat keamanan serta seluruh mitra yang telah bekerja sama. Sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

Dia berharap, seluruh peserta memperoleh pengalaman yang menyenangkan selama berada di Garut serta turut mempromosikan keindahan daerah ini kepada masyarakat internasional.

BACA JUGA:

Bupati juga berharap, Garut International Kite Festival dapat semakin memperkuat hubungan persahabatan antarbangsa dan menjadi inspirasi untuk terus membangun perdamaian, harmoni serta pembangunan berkelanjutan.

“Finally, let this festival strengthen the friendship among nations and inspire us to continue working together for peace, harmony, and sustainable development.”

“Akhirnya, semoga festival ini semakin mempererat persahabatan antarbangsa dan menginspirasi kita untuk terus bekerja sama dalam mewujudkan perdamaian, keharmonisan dan pembangunan yang berkelanjutan,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)

Bupati Garut Apresiasi Bedah Rumah WFI

0
Bupati garut WFI fokusjabar.id
Foto bersama Bupati Garut dan WFI

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin hadir dalam acara penyerahan Bantuan Sosial Bedah Rumah bersama Wanita Filantropi Indonesia (WFI) di Kampung Paledang, Kelurahan Kotakulon, Kecamatan Garut Kota.

Pihaknya mengapresiasi kepada komunitas WFI yang telah menunjukkan kepedulian nyata bagi warga Garut.

BACA JUGA:

Bupati Garut-PT Asri Indah Lestari Bahas Pengembangan TWA Papandayan

Bupati Garut menilai, kehadiran WFI tidak hanya membawa misi kemanusiaan. Namun berdampak positif bagi pariwisata dan geliat Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal.

“Alhamdulillah kita kedatangan wanita-wanita hebat yang mencintai sesama manusia yang tergabung dalam kelompok WFI,” katanya.

Menurut Bupati Garut, kolaborasi tersebut berjalan sangat fleksibel. Selain dana dari WFI, Pemkab Garut turut menyalurkan bantuan material bangunan melalui dinas terkait.

Melihat kondisi rumah penerima manfaat yang sangat memprihatinkan, Bupati Garut menginstruksikan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) segera menginventarisasi rumah tidak layak huni (Rutilahu) di wilayah tersebut serta mencari berbagai alternatif sumber pendanaan lain.

“Kondisi rumah mereka sangat memprihatinkan. Saya minta Dinas Perkim untuk inventarisasi,” ungkapnya.

Ketua WFI, Jesmawati Tanjung menjelaskan, komunitas yang dia nakhodai merupakan wadah inklusif bagi perempuan dari berbagai latar belakang suku, agama dan profesi.

Dia mengungkapkan, sebelum berkegiatan di Kabupaten Garut, WFI telah menyalurkan bantuan bakti sosial dan bedah rumah di berbagai wilayah di Indonesia hingga luar negeri. Di antaranya, Aceh, Sumba, Lampung hingga Palestina.

BACA JUGA:

BUMD Penggerak Kemandirian Ekonomi DOB Garut Utara

“Di mana idenya itu awalnya muncul dari pembina kami yaitu Ibu Nurhayati. Beliau mengajak kolaborasi dengan Pemda untuk melakukan bedah rumah di Garut,” katanya.

Pada kesempatan kali ini, bantuan yang di serahkan meliputi bantuan tunai sebesar Rp25 juta dan tambahan Rp10 juta serta sumbangan langsung secara tunai dari para anggota WFI di lokasi acara.

(Bambang Fouristian)

Pemkab Sumedang Lacak dan Nonaktifkan Akun Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun

0
SUMEDANG, FOKUSJabar.id
Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila saat menghadiri penutupan SPARTAN 3X3 SPENDASU Basketball 2026 memperingati Hari Ulang Tahun ke-70 SMP Negeri 2 Sumedang, di GOR SMPN 2 Sumedang, Rabu (29/7/2026).

SUMEDANG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang memperketat perlindungan anak di era digital melalui langkah preventif terhadap penggunaan media sosial bagi anak-anak di bawah usia 16 tahun. Kebijakan ini bertujuan menciptakan ekosistem digital yang aman dan sehat bagi tumbuh kembang generasi muda.

Pemkab Sumedang menempuh opsi pelacakan hingga pemblokiran akun media sosial milik anak-anak yang belum mencukupi batas usia. Langkah tegas ini berfokus memangkas potensi dampak buruk paparan konten digital tanpa pengawasan orang tua.

Baca Juga: Disdukcapil Bekasi Hadirkan Layanan Rekam KTP-el Langsung di Sekolah

Pemerintah daerah menganggap proteksi dini sangat krusial mengingat anak-anak semakin mudah mengakses berbagai platform digital. Peran pendampingan keluarga dan lingkungan sekitar menjadi benteng utama dalam mengawal tumbuh kembang anak di era pesatnya teknologi.

“Anak-anak yang berusia di bawah 16 tahun sudah dapat mengakses media sosial dengan sangat mudah. Yang kami khawatirkan adalah apabila akses tersebut dilakukan tanpa pendampingan dan pengawasan orang tua, maka dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi tumbuh kembang mereka,” ujar Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila saat menghadiri penutupan SPARTAN 3X3 SPENDASU Basketball 2026 memperingati Hari Ulang Tahun ke-70 SMP Negeri 2 Sumedang, di GOR SMPN 2 Sumedang, Rabu (29/7/2026).

Fajar menilai anak-anak berusia di bawah 16 tahun belum memiliki tingkat kedewasaan yang cukup untuk menyaring informasi di media sosial. Oleh karena itu, aktivitas mereka di ruang digital memerlukan pengawasan ketat agar tidak mudah terpengaruh konten negatif.

Fajar membeberkan bahwa Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosanditik) Kabupaten Sumedang terus berkoordinasi intensif dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk melacak akun media sosial milik anak di bawah umur.

“Anak-anak belum sepenuhnya mampu memfilter mana informasi yang baik dan mana yang tidak baik. Oleh karena itu, langkah ini merupakan bentuk perlindungan sejak dini agar mereka tidak terpapar konten-konten yang dapat memengaruhi perkembangan karakter maupun perilakunya,” jelasnya.

Strategi Mitigasi Risiko Secara Preventif

Ia menegaskan bahwa langkah ini menjadi bagian dari strategi mitigasi risiko secara preventif. Pemkab Sumedang memilih bertindak lebih awal guna membendung dampak negatif sebelum meluas menjadi persoalan sosial yang lebih berat.

“Kami terus berkolaborasi dengan pemerintah pusat untuk melacak akun-akun media sosial yang digunakan oleh anak-anak di bawah umur. Ini adalah upaya pencegahan agar mereka dapat tumbuh dalam lingkungan digital yang lebih aman dan sehat,” tegasnya.

Di samping isu digital, Fajar menyampaikan apresiasi tinggi atas suksesnya pergelaran SPARTAN 3X3 SPENDASU Basketball 2026. Menurutnya, ajang ini menjadi wadah positif dalam menggembleng potensi serta minat bakat generasi muda di bidang olahraga.

Ia memandang kompetisi yang melibatkan siswa kelas VI SD dan kelas VII SMP ini efektif menanamkan nilai sportivitas serta membina karakter peserta didik sejak dini.

“Kegiatan seperti ini harus terus berkembang karena mampu melahirkan generasi yang sehat, kuat, disiplin, dan berkarakter. Anak-anak tidak hanya disibukkan oleh dunia digital, tetapi juga memiliki ruang untuk beraktivitas, berolahraga, dan berinteraksi secara positif,” katanya.

Fajar menambahkan bahwa keseimbangan antara aktivitas fisik dan pemanfaatan teknologi menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi unggul di masa depan. Anak-anak membutuhkan ruang gerak yang seimbang baik secara fisik maupun mental.

“Kalau badannya sehat, pikirannya kuat. Anak-anak yang aktif berolahraga akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, tangguh, serta mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab,” tuturnya.

(Jingga Sonjaya)

Disdukcapil Bekasi Hadirkan Layanan Rekam KTP-el Langsung di Sekolah

0
BEKASI, FOKUSjabar.id
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bekasi terus memperluas layanan administrasi kependudukan melalui Program Kampus 17. Kali ini, pelayanan perekaman KTP Elektronik (KTP-el) dilaksanakan secara langsung bagi para siswa di SMAN 3 Cikarang Utara, Rabu (29/7/2026).

BEKASI,FOKUSJabar.id: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bekasi menyambangi lingkungan sekolah guna memberikan pelayanan administrasi kependudukan secara langsung. Jajaran petugas menyasar para siswa SMAN 3 Cikarang Utara untuk melayani perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el).

Layanan jemput bola ini menjadi bagian dari Program Kampus 17 yang digulirkan Disdukcapil Kabupaten Bekasi demi menjangkau para pelajar yang baru memasuki usia wajib KTP.

Baca Juga: Sebanyak 100 Kebakaran Terjadi di Depok, Damkar Ungkap Penyebab Terbanyak

Inovasi ini memangkas birokrasi sehingga para siswa tidak perlu menyita waktu mendatangi kantor pelayanan. Petugas menggelar seluruh rangkaian perekaman langsung di area sekolah pada Rabu (29/7/2026).

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bekasi, Carwinda menjelaskan bahwa jajarannya rutin menggelar perekaman KTP-el ke sekolah-sekolah setiap pekan dengan menyesuaikan kondisi lapangan.

“Hari ini kami melaksanakan kegiatan jemput bola perekaman KTP elektronik bagi anak-anak usia 16 sampai 17 tahun. Kegiatan ini memang rutin kami lakukan ke sekolah-sekolah sebagai bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat,” ujar Carwinda usai memantau kegiatan di SMAN 3 Cikarang Utara, Rabu (29/7/2026).

Carwinda menegaskan bahwa Program Kampus 17 secara khusus membidik peserta didik tingkat SMA, SMK, hingga Madrasah Aliyah, baik negeri maupun swasta di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi.

“Program Kampus 17 kami laksanakan dengan berkeliling ke sekolah-sekolah SLTA, termasuk sekolah di bawah Kementerian Agama. Tujuannya agar anak-anak yang memasuki usia wajib KTP dapat segera memiliki identitas kependudukan,” katanya.

Pusat Pelayanan di 23 Kecamatan

Ia mengimbau para pelajar berusia 16 hingga 17 tahun agar memanfaatkan kemudahan fasilitas ini secara maksimal. Pihaknya juga tetap menyiagakan pusat pelayanan di 23 kecamatan, tujuh titik gerai pelayanan, serta kantor dinas bagi masyarakat umum.

“Kami berharap seluruh masyarakat, termasuk yang sudah berusia dewasa tetapi belum pernah melakukan perekaman KTP elektronik, segera melakukan perekaman karena KTP merupakan identitas resmi sebagai warga negara Indonesia,” ujarnya.

Kepala SMAN 3 Cikarang Utara, Saepuloh mengapresiasi langkah progresif Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Disdukcapil. Ia menilai program ini amat membantu para siswa mendapatkan hak identitas resminya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Disdukcapil Kabupaten Bekasi atas pelayanan perekaman KTP elektronik di sekolah kami. Ini sangat bermanfaat karena KTP merupakan identitas yang wajib dimiliki setiap warga negara Indonesia,” kata Saepuloh.

Ia berharap kolaborasi antara Pemkab Bekasi dan jajaran sekolah menengah dapat terus berlanjut demi memperlancar pemenuhan dokumen kependudukan para generasi muda.

Salah seorang siswa kelas XII SMAN 3 Cikarang Utara, Alfata Raditya (17) merespons positif kehadiran tim Disdukcapil di sekolahnya. Ia merasa sangat terbantu dalam mengurus dokumen negara tanpa mengganggu jam belajar.

“Tanggapan dari saya, sangat baik ya. Karena mempermudah siswa siswi juga untuk bikin KTP Elektronik, agar mendapat pengakuan sebagai warga negara Indonesia,” ungkapnya.

Siswa lainnya, Kevin Adrian Sihombing (17) turut mengutarakan kegembiraannya. Kehadiran Program Kampus 17 menghindarkan pelajar dari kerepotan mengantre di kantor kecamatan.

“Dari saya sih positif ya. Mungkin kan gak perlu jauh ke kecamatan. Dari sekolah bisa langsung ya bikin KTP itu,” ucapnya.

(Jingga Sonjaya)

Sebanyak 100 Kebakaran Terjadi di Depok, Damkar Ungkap Penyebab Terbanyak

0
DEPOK, FOKUSjabar.id
Momen saat petugas Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok memadamkan api yang membakar rumah makan padang di Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere.

DEPOK,FOKUSJabar.id: Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok mencatat 100 insiden kebakaran sepanjang semester pertama tahun 2026. Data akumulasi petugas merekam rentetan peristiwa tersebut dalam kurun Januari hingga Juni.

Gangguan instalasi listrik atau arus pendek menyumbang porsi terbesar sebagai pemantik utama kebakaran. Temuan ini menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bahaya korsleting listrik.

Baca Juga: Tiga Desainer Lokal Angkat Batik Gong Si Bolong di IFW 2026

Selain memetakan jumlah kejadian, Damkar Kota Depok giat mengevaluasi efektivitas penanganan musibah. Petugas berhasil mempertajam indikator waktu tanggap (response time) saat menerima panggilan darurat dari warga.

Kepala Bidang Operasional Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Tesy Haryati membeberkan bahwa jajarannya menangani 52 musibah kebakaran pada periode Januari–Maret 2026. Angka tersebut melandai menjadi 48 kejadian pada periode April–Juni.

“Dari total 100 kejadian tersebut, sebanyak 71 kasus dipicu oleh arus listrik, sehingga masih menjadi penyebab paling dominan. Selain itu, terdapat 15 kasus akibat kebocoran tabung gas atau kompor, 12 kasus karena kelalaian manusia, sedangkan sisanya dipicu faktor lainnya dalam jumlah yang relatif kecil,” ujarnya, Rabu (29/7/2026).

Rincian data menunjukkan arus pendek menguasai porsi penyebab dengan 71 kasus. Kebocoran tabung gas serta kompor menyumbang 15 kejadian, sementara faktor kelalaian manusia memicu 12 musibah lainnya. Sebagian kecil peristiwa sisanya bersumber dari faktor luar yang tidak signifikan.

Akselerasi Kualitas Pelayanan Publik

Guna melengkapi langkah pencegahan, Damkar Kota Depok terus mengakselerasi kualitas pelayanan publik melalui percepatan tindakan di lapangan. Upaya ini membuahkan penurunan durasi rata-rata penanganan.

Pada triwulan pertama (Januari–Maret 2026), armada pemadam mencatatkan rata-rata waktu tanggap 10,57 menit. Tim pemadam lantas berhasil memangkas durasi tersebut menjadi rata-rata 8,26 menit pada triwulan kedua (April–Juni).

Tesy menyebutkan hanya enam insiden yang mencatatkan waktu tanggap melebihi 15 menit selama semester pertama. Capaian ini membuktikan lonjakan kesiapsiagaan personel saat merespons laporan warga.

Kendati durasi respons makin tangkas, Tesy menekankan bahwa keberhasilan penanggulangan kebakaran membutuhkan peran aktif masyarakat. Keterlibatan warga dalam memberikan informasi secara cepat memegang peranan krusial guna menghentikan penjalaran api.

“Semakin cepat laporan diterima, semakin besar peluang kebakaran dapat dikendalikan sebelum meluas. Kami berharap masyarakat semakin peduli terhadap upaya pencegahan karena kebakaran bukan hanya merugikan secara materi, tetapi juga dapat mengancam keselamatan jiwa,” tutupnya.

(Jingga Sonjaya)

Lola Nelria Oktavia dan Bank bjb Salurkan Bantuan untuk Panti Asuhan Yamuti Tasikmalaya

0
Tasikmalaya, FOKUSjabar.id
Ket foto : Penyerahan bantuan secara simbolis, dari Bank Bjb Tasikmalaya kepada Ketua Yayasan Panti Asuhan Yamuti Tasikmalaya (fokusjabar/Seda

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kolaborasi lintas sektor kembali mewujudkan kepedulian nyata bagi anak-anak yatim piatu. Anggota DPR RI Lola Nelria Oktavia merangkul Bank bjb Cabang Tasikmalaya untuk menyerahkan bantuan keuangan kepada Yayasan Mutiara Titipan Ilahi (Yamuti) Kota Tasikmalaya.

Prosesi penyerahan bantuan berlangsung di sela-sela kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Kantor Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Rabu (29/7/2026).

Baca Juga: Lola Nelria Oktavia: Tunggu Saja, Akan Ada Gebrakan Baru untuk Masyarakat Tasikmalaya

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Dicky Candra Negara, Pimpinan Bank bjb Tasikmalaya Fina Petrina Ahmad, Senator Alfiansyah Komeng, serta Direktur SPHP Bapanas RI Maino Dwi Hartanto menyaksikan langsung momen penyerahan bantuan tersebut.

Pihak penyelenggara tidak memberikan dana tunai puluhan juta rupiah itu secara langsung, melainkan menyalurkannya ke dalam rekening tabungan Tanda Mata Bank bjb atas nama Yayasan Yamuti Kota Tasikmalaya. Langkah ini bertujuan menanamkan literasi keuangan serta edukasi pengelolaan dana yang sehat sejak dini di lingkungan panti asuhan.

Pimpinan Bank bjb Tasikmalaya Fina Petrina Ahmad menegaskan bahwa aksi sosial ini mencerminkan komitmen bersama untuk menyokong anak-anak yatim dan yatim piatu. Bank bjb sebagai BUMD memegang teguh komitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial.

“Bantuan keuangan ini bentuk kepedulian sosial dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) serta program Bjb Berbagi Untuk sesama,” ungkap Fina Petrina Ahmad, Rabu (29/7/2026).

Bantuan untuk Kebutuhan Jangka Panjang Panti Asuhan

Fina menjelaskan bahwa Lembaga Kemanusiaan Sosial Yamuti mengasuh puluhan anak yatim, piatu, kaum duafa, lansia, hingga bayi terlantar yang membutuhkan uluran tangan. Kolaborasi bersama Anggota DPR RI Lola Nelria Oktavia memuluskan penyaluran bantuan hingga sampai ke tangan Ketua Yayasan Yamuti Tasikmalaya, Irma Arliyanti.

“Kami ingin bantuannya tidak hanya bermanfaat saat ini, tapi juga bisa dikelola dengan baik untuk kebutuhan jangka panjang adik-adik kami di Panti Asuhan Yamuti,” ujarnya.

Sinergi antara unsur legislatif, pemerintah daerah, dan lembaga perbankan ini membuktikan aksi nyata kepedulian bagi anak-anak yang membutuhkan dukungan.

“Ini bentuk sinergi. Dari pemerintah, legislatif bersama perbankan, kita hadir untuk memastikan anak-anak kita di Panti Asuhan, mendapat dukungan. Terlebih menumbuhkan semangat dalam menjalani hidup. Mudah-mudahan bantuan ini bisa memenuhi kebutuhan anak-anak panti dan kebutuhan operasional yayasan,” terang Fina.

Ketua Yamuti, Irma Arliyanti mengutarakan rasa terima kasih mendalam kepada Bank bjb, Lola Nelria, dan Komeng atas kepedulian mereka. Ia mengaku bantuan dana tersebut menyokong operasional panti serta pemenuhan kebutuhan harian anak-anak, seperti pangan dan pakaian.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada Ibu Lola, dan Bank bjb. Bantuan ini sangat membantu kami dalam mengurus anak-anak. Semoga menjadi amal jariyah dan berkah untuk semuanya,” ungkap Irma.

Panti Asuhan Yamuti saat ini membina puluhan anak yatim piatu serta bayi terlantar. Kebutuhan operasional yang tinggi setiap bulan membuat pihak pengelola membuka pintu bagi dukungan dari berbagai pihak.

Pemerintah Kota Tasikmalaya terus mendorong agar aksi kepedulian sosial seperti ini meluas hingga melibatkan unsur DPR RI, DPD, DPRD, serta dunia usaha.

“Semoga bantuan ini menjadi pendorong, agar kepedulian sosial bagi sesama ini terus berkelanjutan. Anak-anak Panti Asuhan Yamuti adalah masa depan kita. Mari bersama kita bantu, agar anak-anak Panti ini, tumbuh menjadi generasi muda yang bermanfaat bagi bangsa dan negara,” tutup Fina.

(Seda)