spot_imgspot_img
Kamis 17 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Hotspot Nasional Turun 558 Titik, Kemenhut Perkuat Penanganan Karhutla

NASIONAL,FOKUSJabar.id: Jumlah titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi secara nasional mengalami penurunan hingga Rabu malam (16/9/2026). Data SiPongi Kementerian Kehutanan dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 mencatat 479 hotspot high confidence, berkurang 558 titik dari hari sebelumnya.

Sumatera Selatan masih mencatat titik panas terbanyak yaitu 123 titik, disusul Kalimantan Tengah dengan 102 titik. Sementara itu, Kalimantan Barat mencatat 21 titik, Jambi 12 titik, Kalimantan Selatan 11 titik, dan Riau 11 titik.

Baca Juga: Doa untuk 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau Menggema di Alun-alun Ciamis

Meski angka hotspot menyusut, pemerintah tetap memperkuat patroli, groundcheck, pemadaman, hingga pendinginan di lapangan. Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan dan bukan berarti satu titik kebakaran pasti, sehingga pemeriksaan langsung tetap wajib berjalan.

Puluhan Armada Udara dan Bantuan Helikopter Chinook Disiagakan

Pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melibatkan Manggala Agni, TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, hingga dunia usaha. Untuk menunjang operasi darat, pemerintah mengerahkan 53 unit armada udara yang terdiri dari 34 armada water bombing serta 19 armada patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Tiga helikopter CH-47 Chinook bantuan dari Jepang turut mendukung operasi udara tersebut. Namun, BNPB mengimbau pengoperasian armada tetap mengutamakan keselamatan penerbangan, terutama saat kabut asap tebal di Kalimantan Barat menurunkan jarak pandang.

Penyelamatan Puluhan Satwa Liar Terdampak Kebakaran

Kebakaran lahan turut mengancam keselamatan satwa liar yang terpaksa keluar dari habitat aslinya. Balai KSDA Kalimantan Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) mencatat telah mengevakuasi 21 orangutan serta 12 satwa liar lainnya seperti trenggiling, bekantan, lutung kelabu, kukang Kalimantan, dan musang tenggalung.

Kementerian Kehutanan meminta masyarakat tidak mengevakuasi satwa secara mandiri, melainkan segera menghubungi layanan darurat BKSDA terdekat:

  • BKSDA Kalimantan Barat: 0811-577-6767
  • BKSDA Kalimantan Tengah: 0811-5218-500
  • BKSDA Kalimantan Timur: 0821-1333-8181

Kualitas Udara dan Imbauan Waspada Kabut Asap

Pemantauan kualitas udara PM2,5 menunjukkan kondisi bervariasi dari sedang hingga sangat tidak sehat di sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan. BMKG mencatat jarak pandang penerbangan pada Rabu (16/9/2026) berada di kisaran 5 km di Pontianak, 8 km di Pekanbaru, 9 km di Jambi, serta 10 km atau lebih di Palangka Raya, Banjarmasin, dan Palembang.

BMKG memperingatkan potensi udara kabur pada Kamis pagi (17/9/2026) di area Pelabuhan Dwikora Pontianak dengan jarak pandang sekitar 1 km. Pemerintah mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker, serta melarang keras praktik pembukaan lahan dengan cara membakar.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru