spot_imgspot_img
Jumat 9 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 246

Kehilangan Rumah dan Alat Kerja akibat Kebakaran, 4 Keluarga di Ciamis Terima Bantuan Rp32,5 Juta

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Korban Kebakaran di Margaharja Mulai Bangkit, BAZNAS Ciamis Salurkan Bantuan Rp32,5 Juta

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Empat keluarga korban kebakaran di RT 04 RW 01, Desa Margaharja, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, menerima bantuan untuk menata kembali kehidupan mereka setelah kehilangan rumah dan harta benda.

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis menyalurkan bantuan bernilai total Rp32,5 juta kepada empat kepala keluarga, Selasa (11/8/2026). Penyaluran bantuan tersebut berlangsung usai petugas menyelesaikan asesmen lapangan.

Baca Juga: Karhutla Mengintai Ciamis Saat Kemarau, Polisi Siapkan Langkah Antisipasi

Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Ciamis, Syarief Nurhidayat, berharap bantuan ini mempercepat proses pemulihan para korban. Ia menegaskan, BAZNAS selalu berupaya hadir saat masyarakat mengalami kondisi darurat.

“Bantuan ini sudah melalui asesmen dan pertimbangan. Kami tentu tidak bisa memberikan yang terbaik untuk seluruh kebutuhan korban, tetapi BAZNAS berusaha hadir sesuai kemampuan. Total bantuan yang disalurkan sebesar Rp32,5 juta,” kata Syarief.

Syarief merincikan penyaluran dana tersebut melalui beberapa skema: satu bantuan dari program reguler, dua bantuan skema sharing BAZNAS dan UPZ, serta satu bantuan program kebencanaan. Bantuan tersebut menyasar empat keluarga dengan total sembilan jiwa.

“Prinsipnya dari kita untuk kita. Ketika masyarakat mengalami musibah, BAZNAS berupaya hadir. Kampung Zakat juga milik masyarakat. Jadi bukan hanya berbicara soal nominal, tetapi kepedulian dan manfaat yang bisa dirasakan,” ujarnya.

Duka Korban Kehilangan Rumah dan Alat Kerja

Bagi Kurnia, salah seorang penerima bantuan, musibah kebakaran ini memukul perekonomian keluarganya. Kobaran api tidak hanya menghanguskan tempat tinggal, tetapi juga melalap peralatan kerja yang menjadi sumber penghidupan.

Kurnia menceritakan, api membesar sangat cepat saat ia sedang membungkus kursi.

“Kurang lebih sekitar 10 menit api sudah membesar. Pemadam kebakaran datang sekitar setengah jam kemudian,” tuturnya.

Kecepatan kobaran api menyulitkan proses penyelamatan barang. Alat kerja seperti kompor dan kompresor ikut hangus terbakar.

“Kompor, kompresor, alat kerja, semuanya habis. Barang-barang di dalam rumah juga habis,” katanya.

Saat ini, Kurnia bersama keluarga menumpang di rumah tetangga sambil memanfaatkan bantuan BAZNAS untuk memenuhi kebutuhan mendesak.

“Alhamdulillah, bantuan dari BAZNAS sangat membantu,” ujar Kurnia.

Gotong Royong Warga dan Imbauan Kewaspadaan Kemarau

Kepala Desa Margaharja, Warto, mengapresiasi respons cepat BAZNAS Ciamis dalam membantu warganya.

“Saya sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan BAZNAS Kabupaten Ciamis. Ini sangat bermanfaat bagi warga kami yang menjadi korban,” kata Warto.

Selain bantuan BAZNAS, warga dari berbagai desa di Kecamatan Sukadana turut menggalang bantuan bahan makanan. Warto melihat aksi ini sebagai bukti kuatnya semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Mengingat puncak musim kemarau sedang berlangsung, Warto terus mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan dari potensi kebakaran, seperti menghindari aktivitas membakar sampah sembarangan.

“Saya selalu mengingatkan perangkat desa dan masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan. RT dan RW juga terus mengingatkan warga karena sekarang musim kemarau,” tegasnya.

(Mia)

Puncak Musim Kemarau, Damkar Pangandaran Tangani Enam Kebakaran Sepanjang Agustus

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto; Anggota Pemadam Kebakaran Pangandaran saat memadamkan api

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Memasuki puncak musim kemarau, Kabupaten Pangandaran mencatat peningkatan kejadian kebakaran. Sepanjang Agustus 2026 saja, petugas Damkar sudah menangani enam kali peristiwa kebakaran di berbagai wilayah.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Pangandaran, Ade Soed, menjelaskan bahwa cuaca yang sangat kering memicu sebagian besar kejadian tersebut.

Baca Juga: Hari Kedua, Pencarian Nelayan Hilang di Pangandaran Terkendala Cuaca Buruk

“Ya, itu kan hutan ada apa daun-daunan, seperti daun kering kayak gitu gitu. Sekarang kan menghadapi musim kemarau panjang Agustus September,” ujar Ade Soed, Selasa (11/8/2026).

Ade menjelaskan, empat dari enam kejadian kebakaran selama Agustus melalap area hutan.

Lonjakan Kasus Kebakaran dan Imbauan Kewaspadaan

Menurut Ade, kondisi ini sejalan dengan prediksi BMKG yang menyebut Agustus hingga September 2026 sebagai puncak kemarau.

“Bisa jadi dampak badai matahari. Sekarang panasnya kan panas-panasnya nyengat gitu,” katanya.

Ia membandingkan angka kejadian ini dengan bulan-bulan sebelumnya. Pada Juni 2026, petugas mencatat tiga kali kejadian kebakaran. Angka tersebut melambung menjadi sembilan kejadian pada Juli seiring mendekatnya puncak kemarau.

Ade mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak mengabaikan potensi kebakaran, baik di kawasan hutan maupun permukiman warga.

“Jangan buang rokok sembarangan, memastikan kompor atau peralatan listrik gitu yang dalam keadaan aman gitu setelah digunakan. Terus itu yang pembakaran sampah atau lahan jangan ada bakar-bakaran lah. Takutnya gede kan karena kelalaian,” tegasnya.

Ia berharap warga dapat bekerja sama mencegah agar musibah kebakaran tidak terulang kembali selama musim kemarau.

“Mudah-mudahan aja enggak terjadi apa-apa gitu, enggak ada lagi kejadian-kejadian yang ya seperti hutan terbakar, rumah terbakar,” pungkasnya.

(Sajidin)

Karhutla Mengintai Ciamis Saat Kemarau, Polisi Siapkan Langkah Antisipasi

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot : Apel gabungan kesiapsiagaan hadapi Karhutla di CiKetpot : Apel gabungan kesiapsiagaan hadapi Karhutla di Ciamisamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Polres Ciamis Polda Jawa Barat bersama unsur TNI, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis, dan instansi terkait memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Ciamis.

Sinergi tersebut tecermin melalui Apel Gelar Pasukan dan Peralatan. Langkah preventif ini bertujuan memastikan seluruh personel beserta sarana pendukung siap bergerak cepat menangani ancaman Karhutla.

Baca Juga: Cadas Ngampar Masuk 10 Besar Desa Wisata Jabar, Kini Bidik 3 Besar dan 10 Besar Nasional

Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar mengungkapkan, memasuki musim kemarau, potensi kebakaran hutan dan lahan terus meningkat. Bencana Karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu perekonomian, kesehatan masyarakat akibat paparan asap, serta kelangsungan ekosistem.

“Apel gelar pasukan dan peralatan ini merupakan bentuk nyata kesiapan kita, baik dari aspek personel, materiel, maupun sarana dan prasarana. Seluruh instansi terkait harus siap bergerak cepat, tepat, dan terpadu dalam menghadapi potensi Karhutla,” katanya, Selasa (11/8/2026).

Gencarkan Patroli dan Pantau Titik Panas

Eko menuturkan, Polri tidak dapat berjalan sendiri dalam mencegah dan menanggulangi Karhutla. Upaya penanganan membutuhkan kolaborasi erat antara TNI-Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, dan seluruh elemen masyarakat.

“Dalam menghadapi Karhutla pentingnya meningkatkan deteksi dini dan patroli secara intensif di kawasan yang rawan terjadi kebakaran. Pemanfaatan informasi titik panas atau hotspot juga perlu dilakukan secara optimal sebagai bagian dari upaya deteksi dini,” ucapnya.

Ia menambahkan, petugas harus terus menggencarkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat serta pelaku usaha perkebunan. Petugas mengimbau warga agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar karena berisiko memicu kebakaran besar yang sulit terkendali.

“Hilangkan ego sektoral. Koordinasi antarinstansi dan antarposko penanganan di lapangan harus berjalan cepat dan lancar. Kita harus memiliki satu pola tindakan dalam menghadapi setiap potensi Karhutla,” jelaskan Eko.

Utamakan Keselamatan Personel di Lapangan

Dalam pelaksanaan penanggulangan Karhutla, Eko mengingatkan seluruh petugas agar selalu mematuhi standar operasional prosedur (SOP) dan mengutamakan keselamatan kerja, terutama saat menghadapi medan berat dan kondisi berisiko tinggi.

“Kami sangat mengapresiasi kepada seluruh personel dan instansi terkait yang telah menunjukkan komitmen dalam mendukung kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla di Kabupaten Ciamis,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

Cadas Ngampar Masuk 10 Besar Desa Wisata Jabar, Kini Bidik 3 Besar dan 10 Besar Nasional

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot : Lokasi wisata air Cadas Ngampar Desa Sadananya Kabupaten Ciamis Jawa Barat terus berbenah untuk masuk juara Nasional

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pengelola Cadas Ngampar Desa Wisata Gunungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menolak cepat berpuas diri. Sukses menembus jajaran 10 besar Desa/Kampung Wisata Jawa Barat justru memacu semangat mereka untuk meraih prestasi lebih tinggi.

Saat ini, pengelola Cadas Ngampar memasang target masuk tiga besar di tingkat Jawa Barat. Tidak hanya itu, mereka juga membidik posisi 10 besar pada ajang Wonderful Indonesia Awards 2026 tingkat nasional.

Baca Juga: 2 Desa Wisata di Ciamis jadi Wakil Jabar di Tingkat  Nasional

Pengelola Cadas Ngampar, Zamzam, menilai pencapaian masuk 10 besar sebagai momentum emas untuk mendongkrak kualitas destinasi. Pihaknya kini mulai mematangkan berbagai persiapan guna menghadapi tahapan penilaian berikutnya.

“Kalau soal target sih jelas target yang terbaik. Kita di provinsi targetnya masuk tiga besar dan untuk nasional masuk 10 besar,” katanya, Selasa (11/8/2026).

Benahi Data, Arsip, dan Kebersihan Lingkungan

Zamzam menjelaskan, pengelola tidak hanya memoles daya tarik wisata, tetapi juga membenahi seluruh data administrasi dan arsip pengelolaan destinasi.

“Sebagian sudah persiapkan tentang data-data, arsip-arsip terus dipersiapkan. Terus kebersihan utamanya, kebersihan,” ucapnya.

Ia menegaskan, aspek kebersihan lingkungan Cadas Ngampar menjadi prioritas utama. Langkah ini sangat krusial mengingat Cadas Ngampar mengandalkan keindahan alam dan jernihnya air sungai sebagai daya tarik utama bagi wisatawan.

“Cadas Ngampar memiliki aliran air yang berasal langsung dari hulu sungai. Kondisi itu menjadi salah satu keunggulan yang terus dijaga pengelola,” jelasnya.

Alternatif Wisata Saat Musim Kemarau

Selain menawarkan kesegaran wisata air, Cadas Ngampar menyajikan beragam aktivitas rekreasi seperti river tubing, camping, hingga penginapan homestay di sekitar kawasan wisata.

Meski demikian, pengelola selalu menyesuaikan operasional kegiatan wisata dengan kondisi alam terkini.

“Saat ini, misalnya aktivitas river tubing sementara dihentikan karena debit air menyusut akibat kemarau panjang. Sebagai gantinya, pengelola mendorong wisatawan untuk menikmati aktivitas camping di kawasan Cadas Ngampar,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

Hadapi Musim Kemarau, Ini Langkah Antisipasi Bupati Garut

0
Bupati Garut kemarau fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin memimpin Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terkait antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan selama musim kemarau, Selasa (11/8/2026).

Langkah tersebut di lakukan menindaklanjuti arahan Pemerintah Pusat agar pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.

BACA JUGA:

Pemkab-Forkopimda Garut Perkuat Pengawasan Obat Terlarang

Bupati Garut menegaskan, penanganan bencana membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Termasuk Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Syakur mengungkapkan, kawasan Gunung Guntur menjadi salah satu titik yang perlu di waspadai.

Sepanjang Juli 2026, terjadi lima kali kebakaran yang menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Seluruh kejadian tersebut telah berhasil di tangani.

Selain itu, kebiasaan warga membakar lahan secara sembarangan juga menjadi perhatian.

Pemkab Garut akan segera menerbitkan surat imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

Untuk menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian, Pemkab Garut telah membagikan 98 unit pompa air dan menyiagakan bantuan pompa dari Kodim apabila terjadi kekurangan air di area persawahan.

Hingga saat ini, dampak kebakaran di laporkan belum merembet ke lahan pangan produktif.

Pemkab Garut juga telah menetapkan Keputusan Bupati tentang Penetapan Status Siaga Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026 yang berlaku mulai 1 Juli hingga 30 September 2026.

BACA JUGA:

Bupati Garut Dorong Pelayanan Publik dan Pembangunan Desa

Berdasarkan laporan BPBD, kebakaran hutan dan lahan tercatat sebanyak 303 kejadian.

285 kejadian telah di tangani dan 18 kejadian lainnya masih dalam proses pengawasan. Khusus kebakaran lahan, tercatat 135 kejadian akibat dampak musim kemarau.

Dalam penanganan krisis air bersih, BPBD telah mendistribusikan 125.000 liter air bersih ke delapan desa/kelurahan di enam kecamatan terdampak. Yakni, Tarogong Kaler, Pasirwangi, Cigedug, Cibatu, Sucinaraja dan Karangpawitan.

Untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang, Pemkab Garut juga telah mengajukan bantuan pembangunan 100 titik sumur bor serta armada mobil tangki air tambahan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Meski terjadi peningkatan intensitas bencana, BPBD memastikan penanganan masih berjalan melalui koordinasi lintas perangkat daerah dan hingga saat ini belum menaikkan status menjadi Tanggap Darurat.

(Bambang Fouristian)

Pemkab-Forkopimda Garut Perkuat Pengawasan Obat Terlarang

0
Pemkab garut fokusjabar.id
Bupati dan Kapolres Garut

GARUT, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memperkuat pengawasan peredaran obat terlarang serta pemberlakuan jam malam bagi anak di bawah umur.

Langkah tersebut di bahas dalam Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah di Ruang Rapat Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Selasa (11/8/2026).

BACA JUGA:

Bupati Garut Dorong Pelayanan Publik dan Pembangunan Desa

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin mengatakan, Surat Edaran (SE) mengenai penanganan obat terlarang telah selesai dan mendapat tanggapan positif dari jajaran Forkopimda.

“SE Obat Terlarang sudah siap, nanti kita tandatangani, kita presentasi ke teman-teman Forkopimda. Alhamdulillah tidak ada koreksi yang mendasar,” ucapnya.

Selain pengawasan obat terlarang, Pemkab Garut bersama Forkopimda juga memperkuat pemberlakuan jam malam bagi anak di bawah umur untuk mengantisipasi berbagai kejadian yang tidak di inginkan.

BACA JUGA:

Pemkab Garut Siapkan SE Pencegahan dan Pengawasan Narkoba

Kapolres Garut, AKBP Niko N. Adi Putra menuturkan, pihaknya siap mengoptimalkan patroli penertiban jam malam. Khususnya mulai pukul 21.00 WIB.

Penertiban tersebut di lakukan untuk melindungi anak di bawah umur dari potensi menjadi korban maupun pelaku tindak kejahatan.

“Intinya kami mengamankan bukan untuk menangkap, tapi untuk menghindarkan supaya mereka tidak menjadi korban ataupun mungkin menjadi salah satu pelaku yang memang beberapa waktu ke belakang sudah ada 22 tersangka yang kami coba amankan,” ucapnya.

Kapolres Garut menegaskan, pengamanan tersebut merupakan upaya pencegahan dan perlindungan bagi generasi muda. Namun, apabila terdapat pelanggaran pidana yang melibatkan anak di bawah umur, proses hukum tetap di lakukan sesuai dengan sistem peradilan pidana anak.

“Semuanya di proses, hukum acaranya saja nanti yang berbeda karena dia anak di bawah umur. Tetapi kaitan dengan masalah prosesnya tetap di proses. Ada Bu Kajari yang nanti akan menerima berkas kami, sehingga kolaborasi antara Polri dan Kejaksaan akan kita intenskan,” tegas Kapolres Garut.

BACA JUGA:

Bupati Garut Dorong Guntara dan Gemas Perkuat Akhlak Generasi Muda

Untuk memperkuat upaya pencegahan, Polres Garut juga akan menjalankan program Police Go to School mulai pekan depan. Program tersebut akan menyasar seluruh sekolah.

Selain langkah preventif, Polres Garut juga melakukan penindakan terhadap gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Polres Garut mencatat telah mengamankan 22 tersangka yang terlibat aksi geng motor serta 28 tersangka terkait kasus minuman keras (miras) dan narkotika.

Langkah tersebut di harapkan dapat memperkuat pengawasan, mencegah penyalahgunaan obat terlarang serta memberikan perlindungan yang lebih baik bagi anak dan generasi muda di Kabupaten Garut.

(Bambang Fouristian)

Bupati Garut Dorong Pelayanan Publik dan Pembangunan Desa

0
Bupati garut fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin (kanan)

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin melantik tiga Kepala Desa terpilih hasil Pemilihan Antarwaktu (PAW) di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Selasa (11/8/2026).

Ketiga Kepala Desa tersebut, Hedi Kuswandi (Kades Sukamulya Kecamatan Pakenjeng), Asep Hindarsah (Kades Caringin Kecamatan Karang Tengah) dan Falah Ramdani, Kepala Desa Cimanganten Kecamatan Tarogong Kaler.

BACA JUGA:

Bupati Garut Dorong Guntara dan Gemas Perkuat Akhlak Generasi Muda

Bupati Garut mengucapkan selamat kepada para Kepala Desa yang baru di lantik.

Dia menegaskan, jabatan tersebut merupakan amanah besar yang harus di manfaatkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Nah ini kesempatan kita semua untuk memberikan kontribusi, memberikan hikmah kita kepada masyarakat,” kata Syakur.

Dia mengingatkan jajaran pemerintah desa agar mengedepankan komitmen melayani masyarakat melalui program dan tindakan yang nyata.

“Terapkan di benak kita bahwa kita ingin melayani masyarakat dengan kontribusi yang baik dan melaksanakan kegiatan yang konkret,” tegasnya.

Bupati Garut juga menyampaikan sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian para Kepala Desa. Khususnya dalam aspek kesehatan, pendidikan dan ekonomi.

Di bidang kesehatan, ia meminta pemerintah desa ikut menangani angka kematian ibu dan anak (AKI/AKB), meningkatkan cakupan vaksinasi anak, serta mendorong penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Di bidang pendidikan, pemerintah desa di minta membantu menangani anak putus sekolah agar kembali memperoleh akses pendidikan yang layak.

Sementara di bidang ekonomi, Kepala Desa di dorong meningkatkan produktivitas masyarakat dan memperkuat program pemberdayaan ekonomi lokal.

BACA JUGA:

Pemkab Garut Siapkan SE Pencegahan dan Pengawasan Narkoba

Bupati juga meminta para Kepala Desa tidak ragu menghadapi tantangan pembangunan selama menjalankan tugas dengan ikhlas, tulus, serta melibatkan masyarakat.

“Tentu saja Pak Kades jangan khawatir ya pak, kalau kita niat ikhlas dan tulus selalu ada orang yang membantu, tidak usah khawatir. Serta tidak kalah penting bagaimana partisipasi masyarakat,” tuturnya.

(Bambang Fouristian)