spot_imgspot_img
Kamis 8 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tak Hanya Wisata Religi, Pemkot Bandung Dorong Hotel hingga Museum Ramah Muslim

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendorong para pelaku usaha pariwisata agar menyediakan fasilitas pendukung bagi wisatawan muslim. Fasilitas ini mencakup ruang salat, area wudu, serta sajian makanan halal.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, mengimbau penerapan konsep Muslim Friendly Tourism secara luas. Konsep ini tidak hanya menyasar objek wisata religi semata.

Baca Juga: Dugaan Keracunan Korea 88 Seoul Bandung, Manajemen Minta Maaf

Adi menilai pengelola hotel, pusat perbelanjaan, tempat kuliner, hingga museum wajib menyediakan sarana ibadah yang mudah pengunjung jangkau.

“Jadi tempat salatnya harus bagus, tempat mandi dan wudu nyaman. Tentu makanan juga harus halal karena mereka mencari destinasi yang aman, nyaman, dan berkesan,” kata Adi saat menghadiri kegiatan Indonesia Travel and Halal Fair 2026 di Festival Citylink, Kota Bandung, Kamis (8/10/2026).

Pentingnya Tempat Salat dan Wudu yang Nyaman di Hotel serta Mal

Adi menyoroti sektor perhotelan karena para pelancong membutuhkan ruang salat yang tenang dan strategis.

Pusat perbelanjaan juga memegang peran serupa. Wisatawan yang sedang berbelanja tetap memerlukan akses mudah menuju fasilitas ibadah.

“Kalau di mal atau hotel kan ada yang mau salat. Tempat salatnya di mana? Kadang tidak jelas. Tapi ada beberapa hotel yang kita datang, tempat salatnya nyaman dan tempatnya juga strategis,” katanya.

Selain tempat salat, pengelola wajib memperhatikan kenyamanan sarana wudu bagi pria maupun wanita.

Sementara untuk bisnis kuliner, pemilik usaha dapat menerapkan standar ramah muslim melalui penyediaan menu halal.

Adi menambahkan bahwa museum dan kampung wisata kreatif juga perlu menerapkan konsep pariwisata ramah muslim ini.

“Destinasi wisata itu ada kuliner, kalau hotel jelas tempat menginap yang nyaman, mal ini tempat yang disebut wisata pusat perbelanjaan, wisata belanja. Jadi di semua tempat, termasuk juga yang wisata-wisata seperti kampung wisata kreatif,” ucapnya.

Astindo Wadahi Tren Lonjakan Wisatawan Muslim

Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) menyampaikan imbauan serupa dalam gelaran pameran pariwisata di Festival Citylink, Kamis (8/10/2026).

Wakil Ketua Umum DPP Astindo, Aji Priadi Abadi, menjelaskan bahwa pihaknya sudah menggelar pameran perjalanan sebanyak 25 kali. Dalam dua tahun terakhir, Astindo fokus menggarap pameran khusus yang menjawab kebutuhan pelancong muslim.

Aji menegaskan bahwa pameran ini tidak cuma mengulas perjalanan haji atau umrah, melainkan juga opsi liburan ke berbagai negara.

“Ini sudah yang kedua di Bandung dan di Jakarta. Kami juga melakukan hal yang sama, tetapi dengan nama yang sedikit berbeda. Kalau di Jakarta yang akan kami selenggarakan 16-18 Oktober nanti adalah Astindo Muslim Friendly Travel Fair,” kata Aji.

Aji menjamin wisatawan muslim yang berkunjung ke negara minoritas muslim kini bisa mendapatkan info kuliner halal, tempat ibadah, serta wisata sejarah Islam secara praktis.

“Bapak ibu yang akan bepergian ke luar negeri, di mana kita bisa menjadi Muslim minoritas, saat ini sudah tidak perlu khawatir lagi dalam rangka mencari makanan halal dan tempat salat atau tempat beribadah, termasuk juga Islamic heritage,” ujarnya.

Aji mengapresiasi inisiatif pengurus daerah yang tanggap memanfaatkan besarnya peluang pasar wisatawan muslim.

“Seiring dengan demand yang tinggi dari Muslim travelers, maka saya juga bangga sekali kepada DPD cabang yang telah menginisiasi di Jawa Barat membuat Indonesia Halal Travel Fair,” katanya.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru