GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin melantik tiga Kepala Desa terpilih hasil Pemilihan Antarwaktu (PAW) di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Selasa (11/8/2026).
Ketiga Kepala Desa tersebut, Hedi Kuswandi (Kades Sukamulya Kecamatan Pakenjeng), Asep Hindarsah (Kades Caringin Kecamatan Karang Tengah) dan Falah Ramdani, Kepala Desa Cimanganten Kecamatan Tarogong Kaler.
BACA JUGA:
Bupati Garut Dorong Guntara dan Gemas Perkuat Akhlak Generasi Muda
Bupati Garut mengucapkan selamat kepada para Kepala Desa yang baru di lantik.
Dia menegaskan, jabatan tersebut merupakan amanah besar yang harus di manfaatkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Nah ini kesempatan kita semua untuk memberikan kontribusi, memberikan hikmah kita kepada masyarakat,” kata Syakur.
Dia mengingatkan jajaran pemerintah desa agar mengedepankan komitmen melayani masyarakat melalui program dan tindakan yang nyata.
“Terapkan di benak kita bahwa kita ingin melayani masyarakat dengan kontribusi yang baik dan melaksanakan kegiatan yang konkret,” tegasnya.
Bupati Garut juga menyampaikan sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian para Kepala Desa. Khususnya dalam aspek kesehatan, pendidikan dan ekonomi.
Di bidang kesehatan, ia meminta pemerintah desa ikut menangani angka kematian ibu dan anak (AKI/AKB), meningkatkan cakupan vaksinasi anak, serta mendorong penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
Di bidang pendidikan, pemerintah desa di minta membantu menangani anak putus sekolah agar kembali memperoleh akses pendidikan yang layak.
Sementara di bidang ekonomi, Kepala Desa di dorong meningkatkan produktivitas masyarakat dan memperkuat program pemberdayaan ekonomi lokal.
BACA JUGA:
Pemkab Garut Siapkan SE Pencegahan dan Pengawasan Narkoba
Bupati juga meminta para Kepala Desa tidak ragu menghadapi tantangan pembangunan selama menjalankan tugas dengan ikhlas, tulus, serta melibatkan masyarakat.
“Tentu saja Pak Kades jangan khawatir ya pak, kalau kita niat ikhlas dan tulus selalu ada orang yang membantu, tidak usah khawatir. Serta tidak kalah penting bagaimana partisipasi masyarakat,” tuturnya.
(Bambang Fouristian)



