PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Masa pensiun sebagai tenaga pengajar tidak menyurutkan semangat Entih Trisuyahmi untuk tetap aktif berkarya. Ibu dari Bupati Pangandaran Citra Pitriyami sekaligus penyanyi Cakra Khan ini memilih mengisi hari-harinya dengan berkebun, beternak, dan membudidayakan maggot.
Wanita yang akrab menyapa publik dengan panggilan Nenek Ail ini memulai budidaya maggot sejak satu bulan terakhir di kediamannya.
Baca Juga: Reaktivasi Kereta Api Banjar-Pangandaran Masuk Rencana 2028-2029
Berawal dari Tumpukan Sampah Dapur MBG
Ide membudidayakan maggot berawal dari keprihatinan Nenek Ail melihat tingginya volume sampah organik. Ia mengumpulkan sisa makanan tersebut dari dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) dan dapur SPPG yang jumlahnya mencapai 3 hingga 4 kuintal setiap hari.
“Karena sampah yang banyak itu Nenek jadi berpikir gimana ya sampah ini jangan sampai mubazir. Sudah dipilah, sampah yang harus dipisahkan sudah. Ini sampah masih banyak,” ujar Nenek Ail, Sabtu (19/9/2026).
Melihat tumpukan sampah melimpah yang tidak sanggup habis oleh ternaknya, sang cucu memberi saran untuk mencoba ternak maggot. Nenek Ail menyambut gagasan tersebut dengan membeli 20 gram telur maggot secara online.
Ia menyulap bangunan bekas Kelompok Wanita Tani (KWT) menjadi tempat budidaya berselimut kelambu. Percobaan pertamanya membuahkan hasil melimpah hingga panen maggot melampaui perkiraan.
Pakan Alami untuk Ratusan Ekor Ternak
Nenek Ail memanfaatkan panen maggot tersebut untuk memberi pakan ratusan ekor unggas miliknya. Di area pekarangannya, ia memelihara lebih dari 100 ekor ternak yang terdiri dari ayam, bebek, soang, itik, hingga meri.
Selain mengurus maggot dan ternak, Nenek Ail rajin mengolah lahan kebunnya. Berbagai jenis tanaman tumbuh subur di tangannya, mulai dari sawo, talas, salak, pepaya, cabai rawit, hingga singkong. Ia bahkan pernah menanam talas Pratama yang sempat viral di media sosial.
“Pokoknya ada singkong, ada apa saja yang bisa Nenek tanam pasti Nenek tanam,” tuturnya.
Mengantongi Restu Cakra Khan dan Citra Pitriyami
Nenek Ail menegaskan bahwa motivasi utamanya menjalankan kegiatan ini murni untuk memanfaatkan waktu luang dan menjaga lingkungan, bukan mengejar keuntungan bisnis semata.
Sebelum memulai seluruh aktivitas ini, Nenek Ail terlebih dahulu meminta izin dan berdiskusi dengan kedua anaknya, Citra Pitriyami dan Cakra Khan. Kedua anaknya memberikan dukungan penuh selama kegiatan tersebut membawa dampak positif dan membahagiakan sang ibu.
“Sangat boleh sekali. Selagi Nenek senang, selagi tidak melanggar aturan, selagi bisa bermanfaat buat Nenek, buat yang lain boleh,” kata Nenek Ail menirukan respons hangat dari anak-anaknya.
(Sajidin)



