spot_imgspot_img
Sabtu 19 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Arief Arseha Ambil Alih Golkar Tasikmalaya, Serukan “Tak Ada Lagi Kubu”

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya melahirkan kepemimpinan baru. Mochammad Arief Arseha terpilih secara aklamasi untuk menakhodai Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya periode lima tahun ke depan 2025-2030.

Arief yang saat ini menjabat Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Tasikmalaya ditetapkan sebagai ketua dalam Musda yang digelar di Hotel Alhambra, Sabtu (19/9/2026).

Baca Juga: Sisa Bara Tungku Gula Aren Picu Kebakaran, 3 Rumah di Tasikmalaya Ludes dan Rugi Rp185 Juta

Pergantian kepemimpinan tersebut sekaligus mengakhiri masa kepemimpinan Erry Purwanto yang sebelumnya memimpin DPD Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya selama dua periode 2015-2025.

Musda XI dihadiri Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Daniel Mutaqien Syafiuddin, jajaran pengurus DPD Golkar Jawa Barat, anggota Fraksi Golkar DPRD Jawa Barat, serta unsur pimpinan dan kader Golkar Kabupaten Tasikmalaya.

Dukungan terhadap Arief datang dari Pengurus Kecamatan (PK) dan unsur Hasta Karya yang menjadi bagian dari struktur dan organisasi pendukung Partai Golkar. Proses pemilihan pun berakhir dengan penetapan Arief secara aklamasi.

Namun, pesan pertama Arief setelah menerima mandat bukan sekadar soal kemenangan dalam forum Musda. Ia langsung menyerukan agar seluruh kader mengakhiri sekat-sekat internal dan kembali merapatkan barisan.

“Tidak ada lagi kelompok ini atau kelompok itu. Tidak ada lagi pendukung si A atau si B. Yang ada hanya satu nama, satu panji, dan satu tujuan: Partai GOLKAR Kabupaten Tasikmalaya,” tegas Arief.

Bagi Arief, berakhirnya Musda harus menjadi awal konsolidasi, bukan melanjutkan dinamika internal.

Ia meminta seluruh kader, mulai dari pengurus hingga jajaran akar rumput, kembali turun ke masyarakat dan mendengar langsung persoalan yang dihadapi warga.

“Energi kita terlalu berharga jika dihabiskan untuk dinamika internal. Mari kita turun ke desa-desa, dengarkan persoalan rakyat dan berikan solusi nyata,” katanya.

Bawa Empat Agenda Perubahan

Di bawah kepemimpinannya, Arief menyiapkan empat arah utama bagi Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya.

Pertama, modernisasi dan transformasi organisasi. Arief ingin Golkar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan menggunakan pendekatan berbasis data dalam menjalankan kerja politik.

Kedua, kaderisasi yang lebih cepat dan inklusif. Ia menekankan pentingnya membuka ruang bagi kader potensial, generasi muda dan kalangan profesional untuk mengambil peran dalam organisasi.

Ketiga, memperkuat kehadiran Golkar dalam persoalan ekonomi masyarakat. Ia menyebut petani, pedagang pasar, pelaku UMKM hingga pekerja sektor informal sebagai kelompok yang harus mendapatkan perhatian melalui kerja nyata partai.

“GOLKAR harus hadir di pasar-pasar tradisional, di sawah-sawah petani, di bengkel-bengkel kecil dan di pusat-pusat UMKM,” ujarnya.

Keempat, membangun sinergi ulama dan umara dengan tetap menjadikan karakter religius dan budaya masyarakat Tasikmalaya sebagai bagian dari arah perjuangan partai.

Arief menilai perubahan zaman menuntut Golkar tidak hanya mengandalkan pola kerja politik lama. Menurutnya, partai harus mampu membaca perubahan sekaligus menjawab persoalan masyarakat secara langsung.

Tak Sekadar Mengejar Kekuasaan

Dalam pidato perdananya, Arief juga menekankan bahwa kepemimpinan di partai harus dipandang sebagai amanah.

Ia menyebut jabatan sebagai sesuatu yang sementara, sementara tanggung jawab kepada masyarakat harus menjadi orientasi utama.

“Kita tidak sedang mengejar kekuasaan demi kekuasaan itu sendiri. Kita sedang merebut momentum untuk membawa Kabupaten Tasikmalaya menjadi daerah yang mandiri, maju dan sejahtera,” katanya.

Arief juga menyatakan membuka ruang bagi kader yang ingin bekerja dan berkontribusi dalam organisasi. Ia mengingatkan seluruh kader agar tidak menjadikan dinamika internal sebagai penghambat kerja partai.

Dengan terpilihnya Arief secara aklamasi, perhatian kini bergeser dari proses suksesi menuju pekerjaan rumah kepemimpinan baru: merapikan barisan, memperkuat kaderisasi dan membuktikan kehadiran Golkar di tengah masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.

“Layar telah terkembang, angin perubahan telah bertiup, dan tidak ada kata mundur untuk kejayaan GOLKAR,” pungkas Arief.

(Farhan Kamil)

spot_img

Berita Terbaru