PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Memasuki puncak musim kemarau, Kabupaten Pangandaran mencatat peningkatan kejadian kebakaran. Sepanjang Agustus 2026 saja, petugas Damkar sudah menangani enam kali peristiwa kebakaran di berbagai wilayah.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Pangandaran, Ade Soed, menjelaskan bahwa cuaca yang sangat kering memicu sebagian besar kejadian tersebut.
Baca Juga: Hari Kedua, Pencarian Nelayan Hilang di Pangandaran Terkendala Cuaca Buruk
“Ya, itu kan hutan ada apa daun-daunan, seperti daun kering kayak gitu gitu. Sekarang kan menghadapi musim kemarau panjang Agustus September,” ujar Ade Soed, Selasa (11/8/2026).
Ade menjelaskan, empat dari enam kejadian kebakaran selama Agustus melalap area hutan.
Lonjakan Kasus Kebakaran dan Imbauan Kewaspadaan
Menurut Ade, kondisi ini sejalan dengan prediksi BMKG yang menyebut Agustus hingga September 2026 sebagai puncak kemarau.
“Bisa jadi dampak badai matahari. Sekarang panasnya kan panas-panasnya nyengat gitu,” katanya.
Ia membandingkan angka kejadian ini dengan bulan-bulan sebelumnya. Pada Juni 2026, petugas mencatat tiga kali kejadian kebakaran. Angka tersebut melambung menjadi sembilan kejadian pada Juli seiring mendekatnya puncak kemarau.
Ade mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak mengabaikan potensi kebakaran, baik di kawasan hutan maupun permukiman warga.
“Jangan buang rokok sembarangan, memastikan kompor atau peralatan listrik gitu yang dalam keadaan aman gitu setelah digunakan. Terus itu yang pembakaran sampah atau lahan jangan ada bakar-bakaran lah. Takutnya gede kan karena kelalaian,” tegasnya.
Ia berharap warga dapat bekerja sama mencegah agar musibah kebakaran tidak terulang kembali selama musim kemarau.
“Mudah-mudahan aja enggak terjadi apa-apa gitu, enggak ada lagi kejadian-kejadian yang ya seperti hutan terbakar, rumah terbakar,” pungkasnya.
(Sajidin)



