spot_imgspot_img
Jumat 9 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 245

Pulang dari Brasil, Darrel Nathan Ang Pilih PSGC Ciamis untuk Petualangan Baru

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Darrel Nathan Ang saat ditemui usai latihan di Stadion Galuh Ciamis, Selasa (11/08/2026)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pengalaman mengolah si kulit bundar di Brasil menjadi modal berharga bagi Darrel Nathan Ang saat memulai petualangan barunya bersama PSGC Ciamis. Usai merampungkan kiprahnya di Negeri Samba, Darrel memilih Ciamis sebagai pelabuhan baru karier sepak bolanya.

Ia menyambut gembira kesempatan bergabung setelah manajemen PSGC mengajukan penawaran resmi. Darrel langsung bertolak ke Ciamis guna melanjutkan karier profesionalnya di tanah air.

Baca Juga: Timnas Indonesia Kandas di Piala AFF 2026, 3 Pemain Persib Bilang Begini

“Terakhir habis main di Brasil, terus pengen balik ke sini cari opportunity di sini. Dan ternyata, puji Tuhan, dapat opportunity di sini dengan PSGC,” ujar Darrel usai menjalani sesi latihan di Stadion Galuh, Selasa (11/8/2026).

Sebelum memantapkan hati membela PSGC, Darrel sempat menimbang tawaran dari beberapa klub lain. Namun, ia menilai tim Laskar Singacala sebagai pilihan paling ideal.

“Ada sih (tawaran dari klub lain), tapi habis membandingkan kayaknya di sini,” katanya.

Puji Kualitas Skuad dan Minta Support Suporter

Usai melahap porsi latihan pertama, Darrel memberikan penilaian positif terhadap atmosfer dan kualitas rekan setimnya.

“Teman-teman semua bagus, teman-teman baik, semua kualitas sudah bagus. Latihan juga semua baik, kualitas juga bagus,” tuturnya.

Darrel mengaku langsung merasa kerasan berada di lingkungan PSGC Ciamis. Ia mengapresiasi sambutan hangat dari jajaran pemain maupun manajemen klub.

“Semua top lah di sini, orang-orang semua top, baik, semua manajemen semua top, puji Tuhan,” ujarnya.

Kini, Darrel menyatakan kesiapannya untuk mengerahkan seluruh kemampuan terbaik demi membawa PSGC Ciamis berprestasi pada musim 2026/2027.

Ia melontarkan pesan khusus bagi para pendukung setia PSGC Ciamis agar terus memadati stadion saat tim bertanding.

“Semoga semua support kita nanti di pertandingan juga semuanya. Kami akan pasti coba terbaik untuk di kompetisi tahun ini,” ucapnya.

Manajemen dan suporter berharap jam terbang Darrel di Brasil sanggup mendongkrak performa tim secara keseluruhan. Saat ini, Darrel memfokuskan diri pada proses adaptasi serta persiapan fisik sebelum kompetisi resmi bergulir.

(Mia)

Bursa Wakil Bupati Ciamis Menghangat, NasDem Dorong Toto Marwoto Dampingi Herdiat

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot : Partai Nasdem DPD Kabupaten Ciamis saat konsolidasi partai

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Partai Nasdem sudah menyiapkan kader terbaiknya guna mengisi kekosongan posisi Wakil Bupati Ciamis. Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Barat, Mamat Rachmat, mengonfirmasi kesiapan partainya tersebut, Selasa (11/8/2026).

Mamat menjelaskan, kendati Nasdem telah mengantongi nama kader terbaik, pihaknya tetap menunggu sinyal dan permintaan resmi dari Bupati Ciamis.

Baca Juga: Unigal Ciamis Bidik Akreditasi Internasional, Tata Kelola Transparan Jadi Modal Utama

“Kader kami sudah sangat siap untuk mendampingi Pak Herdiat sebagai wakilnya,” katanya.

Mamat menyebutkan, salah satu kader potensial yang masuk bursa Wakil Bupati Ciamis yakni Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Ciamis.

“Pak Toto Marwoto sangat layak menjadi wakil Nasdem dari partainya dan kami dukung sepenuhnya,” ucapnya.

Baca Juga: Cadas Ngampar Masuk 10 Besar Desa Wisata Jabar, Kini Bidik 3 Besar dan 10 Besar Nasional

Sementara itu, Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Ciamis, Toto Marwoto, membenarkan bahwa partainya memiliki stok kader mumpuni untuk mendampingi Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya.

Toto menegaskan kesiapan dirinya untuk mengemban amanah jika jajaran pimpinan partai memberikan restu.

Baca Juga: Kehilangan Rumah dan Alat Kerja akibat Kebakaran, 4 Keluarga di Ciamis Terima Bantuan Rp32,5 Juta

“Apapun bentuk political will dari DPP maupun DPW Partai Nasdem tentunya saya siap menjadi wakil Bupati Ciamis,” tegasnya.

Kursi Wakil Bupati Ciamis saat ini masih kosong dan belum terisi sejak pelantikan Bupati Herdiat Sunarya pada Februari 2025. Hal ini terjadi karena Wakil Bupati terpilih periode sebelumnya, Yana Diana Putra, meninggal dunia pada 25 November 2024, menjelang hari pemungutan suara Pilkada 2024

(Husen Maharaja)

Tabrak Lari Tewaskan Aiptu Asep di Bandung Terungkap, Mahasiswa Jadi Tersangka

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi Bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Saat Konferensi Pers Kasus Tabrak Lari di Mapolrestabes Bandung, Selasa (11/8/2026) (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Polrestabes Bandung akhirnya membongkar kasus tabrak lari yang menewaskan anggotanya, Aiptu Asep, di Jalan Merdeka, Kota Bandung. Polisi menetapkan seorang mahasiswa berinisial A sebagai tersangka lantaran menyetir mobil di bawah pengaruh minuman beralkohol.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi mengonfirmasi bahwa A menjadi satu-satunya tersangka dalam perkara maut ini.

Baca Juga: Jelang HUT ke-81 RI, Penjualan Pernak-pernik Agustusan di Bandung Naik 40 Persen

“Dari hasil olah TKP yang menggunakan TAA dan keterangan saksi serta Scientific Crime Investigation didapat pelakunya tunggal, yaitu atas nama tersangka dengan inisial A,” kata Dedi dalam konferensi pers di Mapolrestabes Bandung, Selasa (11/8/2026).

Penyidik telah menyita sejumlah barang bukti, seperti pakaian tersangka saat kejadian, STNK, serta dokumentasi lokasi kecelakaan. Saat ini, tim penyidik sedang merampungkan pemberkasan perkara.

Tragedi maut ini berlangsung pada Minggu dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. Korban baru saja menyelesaikan patroli gabungan untuk mengamankan wilayah Kota Bandung.

Patroli tersebut menjalankan instruksi Gubernur Jawa Barat, Kapolda Jabar, dan Pangdam III/Siliwangi dengan melibatkan unsur TNI, Polri, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan.

Seusai apel konsolidasi, Aiptu Asep melintas di depan Hotel El Royale untuk menuju kediamannya. Namun, kendaraan tersangka menghantam korban hingga meninggal dunia di lokasi.

“Setelah bubar, almarhum atas nama Aiptu Asep rencana mau pulang ke rumahnya melewati jalan depan El Royale, terjadi laka lantas yang menyebabkan meninggal dunia,” ungkapnya.

Mabuk Saat Mengemudi dan Gunakan Mobil Anggota TNI

Dedi memastikan tersangka A mengemudikan sendiri kendaraan tersebut. Saat kecelakaan terjadi, mobil berisi tiga orang penumpang, yakni tersangka serta dua anggota TNI.

“Pada saat kejadian, terjadinya laka lantas itu bertiga. Sudah kami mintakan keterangannya semua dua orang itu,” katanya.

Pihaknya menempatkan dua anggota TNI tersebut sebagai saksi. Dedi menegaskan bahwa tersangka dari warga sipil yang memegang kendali setir.

“Yang mengendarainya yang sipil,” ujarnya.

Dedi mengungkapkan, tersangka meminjam mobil tersebut dari seorang anggota TNI berinisial A atau Arjun.

Petugas memanfaatkan rekaman CCTV guna menyingkap tabir kejadian sebelum dan sesudah insiden tabrakan.

“Kami punya bukti-bukti otentik dengan CCTV. Dibantu oleh, terima kasih Pak Gub, CCTV sudah membuat terang benderang,” jelasnya.

Hasil pemeriksaan menunjukkan tersangka mengendarai mobil dalam kondisi mabuk. Pengaruh alkohol membuat tersangka melarikan diri dan enggan menghentikan kendaraan usai menabrak korban.

“Keterangan sementara pada saat di-BAP kemarin, itu yang bersangkutan sadar atau tidak sadar bunyinya seperti itu. Ya ini akibat dalam keadaan kondisi di bawah pengaruh minuman alkohol,” ucap Dedi.

Sebelum menghantam korban, tersangka memboyong dua temannya nongkrong di kawasan Simpang Lima lalu mengendarai mobil mengelilingi kota. Usai menabrak korban, tersangka malah memutar balik kendaraan menuju lokasi nongkrong semula.

Polisi berhasil membedah rangkaian aksi tabrak lari ini lewat analisis saksi, olah TKP, rekaman CCTV, dan pendekatan Scientific Crime Investigation.

(Yusuf Mugni)

Jelang HUT ke-81 RI, Penjualan Pernak-pernik Agustusan di Bandung Naik 40 Persen

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Sejumlah toko pernak-pernik di Jalan Cibadak Kota Bandung Mulai Diserbu Warga Jelang HUT ke-81 RI (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Semarak menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia mulai terasa di kawasan Cibadak, Kota Bandung. Warga mulai memadati sejumlah toko pernak-pernik untuk berburu pelbagai kebutuhan dekorasi bernuansa merah putih.

Toko Bintang Makmur di Jalan Cibadak menjadi salah satu titik yang ramai pengunjung. Sejak awal Agustus, toko ini mencatat lonjakan penjualan pelbagai perlengkapan Agustusan.

Baca Juga: Hadapi Isu Pangan dan Ekonomi, Ini Pesan Ono Surono

Penjaga toko, Anissa, mengungkapkan bahwa omzet penjuallannya merangkak naik sekitar 40 persen jika membandingkannya dengan kondisi hari biasa.

“Pasti naik sih. 40 persenan lah naik. Udah mulai dari awal bulan,” kata Anissa saat ditemui di toko, Selasa (11/8/2026).

Anissa menceritakan, bendera merah putih berukuran kecil menjadi produk yang paling laris. Selain bendera, pembeli juga memburu balon, lampion, dan slinger.

“Untuk barang yang sering dicari bendera merah putih polos pastinya, terus juga balon, lampion, sama slinger,” katanya.

Masyarakat menggunakan pernak-pernik tersebut untuk mempercantik berbagai lokasi menjelang perayaan 17 Agustus, mulai dari area perkantoran, perusahaan, hingga lingkungan permukiman.

Anissa menambahkan, panitia kegiatan tingkat RT dan RW juga rutin mendatangi tokonya untuk memborong alat dekorasi.

“Biasanya buat dekor Agustusan. Buat menghias kantor atau perusahaan. Kalau enggak setiap RT, RW pasti kan menghias lingkungannya. Nah, ke sini biasanya,” ungkapnya.

Selain menghias pemukiman, warga memanfaatkan pernak-pernik merah putih untuk melengkapi kebutuhan karnaval, seperti merias sepeda hias.

“Selain itu paling buat karnaval, biasanya. Buat menghias sepeda hias, kayak gitu,” ujarnya.

Daftar Harga dan Harapan Pedagang

Kendati mengalami kenaikan omzet, Anissa menilai tingkat keramaian tahun ini belum menyamai puncak penjualan pada tahun sebelumnya.

“Lebih sama sih kalau Agustusan mah. Hampir sama. Tapi kalau dibanding tahun-tahun kemarinnya, lebih ramai tahun kemarin dibanding sekarang,” ungkapnya.

Toko ini mematok harga pernak-pernik secara bervariasi. Bendera merah putih kecil polos seharga Rp6.500, sedangkan bendera bergambar seharga Rp15.000.

Sementara itu, harga slinger berkisar antara Rp12.000 hingga Rp15.000. Balon memiliki rentang harga Rp5.000 hingga Rp15.000, lalu lampion merah putih seharga Rp20.000 sampai Rp45.000.

Anissa berharap transaksi pernak-pernik Agustusan terus meningkat hingga mendekati hari puncak perayaan kemerdekaan. Ia juga menggantungkan harapan agar momentum HUT RI turut menggerakkan roda ekonomi para pedagang di kawasan Cibadak.

“Harapannya ya pengen makin ramai tokonya, makin sukses intinya mah. Perekonomian Indonesia lah semuanya makin ramai. Di Cibadak inilah pokoknya,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

PM Gatra Gelar Musyawarah Persiapan Calon Ibu Kota Kabupaten Garut Utara

0
PM Gatra Ibu Kota Garut Utara fokusjabar.id
Musyawarah Persiapan Calon Ibu Kota Kabupaten Garut Utara

GARUT, FOKUSJabar.id: Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra) gelar silaturahi dan musyawarah persiapan kajian kawasan Calon Ibu Kota Kabupaten Garut Utara di aula Kecamatan Balubur Limbangan, Selasa (11/8/2026).

Menurut Ketua Umum (Ketum) PM Gatra, Holil Aksan Umarzen, saar ini Garut Utara memasuki tahap perjuangan yang lebih strategis.

Dia menyebut, pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi. Ini adalah bagian dari perubahan tahap perjuangan Garut Utara.

BACA JUGA:

Hadapi Musim Kemarau, Ini Langkah Antisipasi Bupati Garut

Selama ini kita banyak berbicara tentang aspirasi pembentukan DOB. Tetapi sekarang kita harus bergerak lebih maju. Kita harus mulai mempersiapkan secara serius. Mulai dari pusat pemerintahan, rancangan kawasan ibu kota hingga pusat pertumbuhan ekonomi.

Dan yang paling penting, bagaimana ibu kota tersebut mampu melayani masyarakat Garut Utara dalam jangka panjang. Inilah yang menjadi tujuan pertemuan ini.

Modal Kelayakan Garut Utara Sudah Kuat

Holil menegaskan, perjuangan Garut Utara bukan perjuangan yang di bangun hanya berdasarkan keinginan atau aspirasi politik. Namun kita sudah memiliki landasan kajian Kapasitas Daerah (Kapasda).

Menurutnya, dalam kajian yang telah di lakukan, Garut Utara memperoleh skor kapasitas daerah sebesar 451 poin berdasarkan parameter PP Nomor 78 Tahun 2007.

Sementara dalam pendekatan kerangka UU Nomor 23 Tahun 2014/RPP berada poin 400.

Angka tersebut merupakan modal akademik yang sangat penting dan menunjukkan bahwa dari sisi kapasitas, Garut Utara memiliki argumentasi kelayakan yang kuat.

Ketum PM Gatra menyebut, kelayakan daerah dan kelayakan kawasan ibu kota adalah dua persoalan yang harus kita kaji secara bersamaan tetapi tidak boleh di campuradukkan.

:Kita bisa memiliki daerah yang layak secara kapasitas. Tetapi tetap membutuhkan kajian yang sangat serius mengenai lokasi pusat pemerintahannya,” kata Holil.

BACA JUGA:

Pemkab-Forkopimda Garut Perkuat Pengawasan Obat Terlarang

UU Nomor 23 Tahun 2014 menempatkan lokasi ibu kota sebagai salah satu parameter geografi dalam penilaian kapasitas daerah bersama aspek hidrografi dan kerawanan bencana.

Karena itu, kajian ibu kota yang kita lakukan memiliki posisi yang sangat strategis.

Sebelumnya, telah di lakukan Musyawarah Desa (Musdes) yang melibatkan 116 desa. Hasilnya, Kecamatan Cibiuk di sepakati sebagai pilihan kawasan calon ibu kota.

Keputusan tersebut tentu kita hormati sebagai bentuk aspirasi masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, LPPM Universitas Padjadjaran telah melakukan kajian terhadap kawasan Cibiuk.

Dari kajian tersebut terdapat temuan mengenai kemiringan lereng. Termasuk kawasan dengan kemiringan lebih dari 20 derajat.

Ini menjadi catatan penting. Bukan berarti kita langsung menyatakan Cibiuk tidak layak. Tetapi temuan tersebut harus kita verifikasi secara teknis

Apakah kemiringan tersebut berada di seluruh kawasan, berapa luas lahannya, di mana kawasan yang relatif datar, bagaimana kondisi geologi, risiko bencananya, apakah masih tersedia kawasan yang memenuhi kebutuhan pembangunan pusat pemerintahan dan kawasan perkotaan?

“Pertanyaan-pertanyaan tersebut nanti akan terjawab melalui kajian lanjutan. Jangan sampai kita menentukan ibu kota hanya karena sudah di sepakati. Tetapi kemudian menghadapi persoalan teknis ketika pembangunan di mulai,” ungkapnya.

Dia mengimbau, kita jangan terburu-buru meninggalkan Cibiuk hanya karena di temukan persoalan pada sebagian kawasan. Semua harus di putuskan berdasarkan data.

Kita harus mulai berpikir tentang kawasan ibu kota dan kawasan pertumbuhan baru.

Ada kemungkinan, pendekatan terbaik bukan satu kecamatan secara eksklusif. Melainkan sebuah kawasan terintegrasi yang terdiri dari desa-desa di Cibiuk, Cibatu dan Limbangan.

BACA JUGA:

Bupati Garut Dorong Pelayanan Publik dan Pembangunan Desa

Kawasan tersebut memiliki keterhubungan yang sangat strategis. Terutama karena berada pada koridor jalan nasional dan memiliki konektivitas dengan Stasiun Cibatu.

“Dengan pendekatan kawasan, kita dapat membangun pusat pemerintahan, pusat pelayanan publik, kawasan perdagangan dan jasa, kawasan permukiman serta pusat pertumbuhan ekonomi dalam satu sistem yang saling terhubung,” katanya.

Kecamatan Cibiuk, Cibatu dan Balubur Limbangan sebagai ibu kota merupakan alternatif strategis yang harus di uji melalui kajian akademik.

“Dan kalau hasil kajian menunjukkan Cibiuk tetap yang terbaik, kita dukung. Jika Cibatu lebih layak, kita terima dan  kalau Limbangan lebih strategis, kita pertimbangkan,” imbuhnya.

Kalau hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur wilayah, kepadatan penduduk, pola ekonomi, konektivitas serta kebutuhan pelayanan masyarakat lebih cocok dengan model perkotaan, maka kita harus berani mempertimbangkan desain pembangunan yang berorientasi kota.

Sebab yang kita perjuangkan bukan sekadar nama dan status administratif. Yang kita perjuangkan adalah model pemerintahan dan pembangunan yang paling sesuai dengan karakter masyarakat Garut Utara.

Kajian Akan Melibatkan Perguruan Tinggi

Pihaknya berencana melibatkan LPPM Universitas Padjadjaran sebagai mitra akademik/konsultan, dengan memperhatikan kompetensi dan pengalaman mereka dalam kajian pemerintahan daerah, kewilayahan dan pembangunan.

Dia berharap, kajian tersebut dapat di lakukan dengan standar yang dapat di terima oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun pemerintah pusat. Sehingga hasilnya bukan sekadar dokumen internal PM Gatra.

(Bambang Fouristian)

Unigal Ciamis Bidik Akreditasi Internasional, Tata Kelola Transparan Jadi Modal Utama

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Dewan Pembina Universitas Galuh (Unigal) Ciamis, Agun Gunandjar Sudarsa

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Dewan Pembina Universitas Galuh (Unigal) Ciamis, Agun Gunandjar Sudarsa, menilai penerapan tata kelola yang transparan menjadi modal utama Unigal dalam menjawab tantangan dunia pendidikan tinggi masa depan.

Agun menyampaikan pandangan tersebut saat menghadiri acara pelantikan jajaran pimpinan Unigal periode 2026–2030 di Gedung Teater Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) pada Selasa (11/8/2026).

Baca Juga: Unigal Ciamis Punya 11 Pimpinan Baru Periode 2026–2030, Ini Daftar Lengkapnya

Agun melihat proses pemilihan pejabat struktural di Unigal sudah mencerminkan prinsip Good University Governance. Panitia melibatkan tim independen serta pihak eksternal selama tahapan penjaringan.

“Namanya seleksi tidak akan pernah mungkin memuaskan semua orang. Tetapi panitia seleksi harus berani mengambil keputusan dan hari ini hasilnya sudah dilantik,” ujar Agun.

Ia memuji keterbukaan dalam pemilihan pimpinan ini sebagai langkah maju bagi Unigal. Sebelumnya, proses pemilihan Rektor Unigal juga telah menerapkan tahapan transparan lewat uji publik.

Agun mendorong pimpinan baru agar mempertahankan semangat keterbukaan tersebut selama menjalankan roda kepemimpinan empat tahun ke depan.

“Transparansi, keterbukaan itu sudah mulai dilakukan. Mudah-mudahan Universitas Galuh ini semakin sehat, semakin kuat, semakin berkah, semakin bermanfaat dan luas wawasannya,” katanya.

Bidik Akreditasi Unggul dan Internasional

Agun menggarisbawahi pentingnya kolaborasi erat antara pihak yayasan, Dewan Pembina, rektorat, dan seluruh civitas akademika untuk memajukan kampus.

Ia merincikan tugas khusus bagi pejabat baru. Wakil Rektor I harus memperkokoh budaya akademik, sedangkan Wakil Rektor II wajib mengelola sumber daya secara efisien sekaligus mengembangkan unit bisnis kampus.

Di sisi lain, IPMA memegang peran penting dalam memacu mutu pendidikan. Agun menargetkan Unigal sanggup mencetak lebih banyak program studi (prodi) berpredikat unggul.

“Sekarang baru lahir tiga program studi yang unggul. Dalam waktu dekat mudah-mudahan segera lahir yang unggul lainnya,” ujarnya.

Selain menambah prodi unggul nasional, Unigal juga membidik raihan akreditasi internasional pada periode kepemimpinan baru ini. Agun meyakini kekompakan internal menjadi kunci utama untuk meraih seluruh target besar tersebut.

“Kami bersama Dewan Pembina dan seluruh yayasan sudah solid, kompak, bersatu padu. Kami yakin ini adalah kolaborasi yang harus kita wujudkan menuju Universitas Galuh yang terbaik,” pungkasnya.

(Mia)

Unigal Ciamis Punya 11 Pimpinan Baru Periode 2026–2030, Ini Daftar Lengkapnya

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Istimewa

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Universitas Galuh (Unigal) Ciamis resmi menetapkan jajaran pimpinan baru untuk masa bakti 2026–2030. Rektorat melantik sebanyak 11 pejabat di Gedung Teater Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) yang baru berdiri pada Selasa (11/8/2026).

Pelantikan ini menandai langkah penguatan struktur kepemimpinan sekaligus memuluskan program pengembangan institusi selama empat tahun ke depan.

Baca Juga: Kehilangan Rumah dan Alat Kerja akibat Kebakaran, 4 Keluarga di Ciamis Terima Bantuan Rp32,5 Juta

Deretan pejabat yang mengucap sumpah jabatan mencakup dua Wakil Rektor, Kepala IPMA, Ketua LPPM, serta tujuh Dekan di lingkungan Universitas Galuh.

Pengelola posisi kunci kampus menempatkan Dr. Yeni Wijayanti sebagai Wakil Rektor I dan Dr. Rizka Andhika Putra sebagai Wakil Rektor II. Sementara itu, Dr. Bdn. Widya Maya N. memimpin IPMA dan Dr. Ai Tusi Fatimah memegang tongkat kepemimpinan LPPM.

Untuk jajaran fakultas, Dr. Ida Nuraida menjabat Dekan FKIP, Dr. Hj. Dewi Mulyanti memimpin Fakultas Hukum, dan Dr. Nana Darna mengomandani Fakultas Ekonomi. Selanjutnya, Dr. drh. Agus Yuniarwan I. memimpin Fakultas Pertanian, Dr. Kiki Endah menjabat Dekan FISIP, Ir. Yanti Defiana mengomandani Fakultas Teknik, serta Dini Nurbaeti Zen memimpin Fakultas Ilmu Kesehatan.

Kepala BPMBIK Universitas Galuh, Bdn. Ririn Lestari, meyakini momen pelantikan ini sanggup mempererat sinergi antarpimpinan kampus.

“Pelantikan pimpinan Universitas Galuh untuk periode 2026–2030 merupakan bagian dari upaya memperkuat konsolidasi organisasi dan tata kelola institusi,” ujar Ririn.

Ia mendorong para pejabat baru agar membangun pola kepemimpinan kolaboratif demi meningkatkan mutu layanan pendidikan tinggi.

“Selain penguatan organisasi, perhatian juga diarahkan pada peningkatan kualitas akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia,” tuturnya.

Resmikan Gedung Teater FIKES untuk Dukung Ekosistem Akademik

Pada momen berharga ini, Universitas Galuh turut meresmikan Gedung Teater Fakultas Ilmu Kesehatan. Fasilitas baru ini siap menunjang pelbagai aktivitas akademis, mulai dari perkuliahan, seminar, forum ilmiah, hingga ajang kreasi mahasiswa.

Ririn menegaskan, pengurus universitas harus menyelaraskan penguatan organisasi dengan penyediaan fasilitas penunjang yang memadai.

“Penguatan kelembagaan dan pembangunan fasilitas harus berjalan bersama. Kepemimpinan yang kuat membutuhkan dukungan ekosistem akademik yang baik,” katanya.

Melalui kehadiran jajaran pimpinan baru dan fasilitas penunjang yang kian lengkap, Universitas Galuh optimistis sanggup mencetak daya saing tinggi di kancah nasional maupun global.

(Mia)