spot_imgspot_img
Jumat 9 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 244

Wajah Baru Grage City Hub, Kini Jadi Pusat Kantor Setda Kota Cirebon

0
CIREBON, FOKUSJabar.id
Wajah Baru Grage City Hub, Kini Jadi Pusat Kantor Setda Kota Cirebon

CIREBON,FOKUSJabar.id: Wali Kota Cirebon Effendi Edo meresmikan kantor baru Sekretariat Daerah di kawasan Grage City Hub, Selasa (11/8/2026). Pihaknya sekaligus meluncurkan wajah baru kawasan Grage City Mall menjadi Grage City Hub.

Wakil Wali Kota, Sekda, pejabat daerah, serta manajemen Grage Group menghadiri acara peresmian tersebut.

Effendi Edo menegaskan kepindahan kantor Setda menandai babak baru bagi Pemerintah Kota Cirebon.

Lingkungan kerja baru ini bertujuan mengubah pola kerja birokrasi agar lebih terbuka dan dinamis.

“Hari ini kita mencatat babak baru bagi Pemerintah Kota Cirebon. Kepindahan Sekretariat Daerah ke kawasan ini bukan hanya soal pindah kantor atau berganti meja kerja. Ini menjadi bagian dari upaya kita mengubah cara kerja birokrasi supaya lebih segar, lebih terbuka, dan lebih mudah berkoordinasi,” ujarnya.

Suasana kerja baru memicu semangat aparatur dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

Tempat yang representatif membuat koordinasi antarperangkat daerah berlangsung lebih cair dan efektif.

“Harapannya tentu semangat kerjanya juga bertambah. Koordinasi lebih mudah, pekerjaan lebih cepat, dan pada akhirnya pelayanan kepada masyarakat bisa kita berikan secara lebih maksimal dan optimal,” katanya.

Pemerintah Kota Cirebon menyampaikan apresiasi tinggi kepada manajemen Grage Group atas penyediaan tempat tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kota Cirebon, saya menyampaikan terima kasih kepada manajemen Grage Group yang sudah memberikan tempat yang baik dan representatif. Tentu ini bukan hal kecil. Pemerintah mendapatkan ruang untuk bekerja dengan lebih nyaman, sementara kita juga berada di tengah kawasan yang menjadi bagian dari aktivitas masyarakat,” tuturnya.

Makana Iteraksi Warga

Perubahan nama kawasan menjadi Grage City Hub memiliki makna sebagai pusat interaksi warga.

“Nama Hub ini menurut saya punya pesan yang kuat. Artinya bukan lagi sekadar tempat orang datang untuk berbelanja, tetapi menjadi titik temu dan penghubung berbagai kegiatan. Ada kegiatan usaha, interaksi sosial, hiburan, pelayanan, dan berbagai aktivitas lainnya. Ini membuat kawasan ini semakin dekat dengan kehidupan masyarakat Kota Cirebon,” ungkapnya.

Kerja sama ini menjadi contoh nyata sinergi menguntungkan antara pemerintah dan sektor swasta.

“Pemerintah mendapatkan tempat yang baik untuk bekerja dan memberikan pelayanan, sementara kawasan Grage City Hub juga akan semakin hidup karena menjadi salah satu pusat pergerakan masyarakat. Ini adalah bentuk kerja sama yang saling memberikan manfaat,” katanya.

Wali Kota meminta seluruh jajaran Setda meningkatkan disiplin dan mempercepat pelayanan administrasi.

“Kantor baru harus dibarengi dengan semangat kerja yang baru. Saya minta seluruh jajaran Setda meningkatkan disiplin, mempercepat urusan administrasi, dan memberikan dukungan penuh kepada perangkat daerah lainnya. Setda harus menjadi rumah koordinasi yang memastikan program-program pembangunan berjalan lancar, menyentuh kebutuhan masyarakat, dan tepat sasaran,” tegasnya.

CEO Grage Group Dekon Gunawan Boediman menyambut hangat kehadiran kantor pemerintah di kawasannya.

“Bagi kami, kehadiran kantor Sekretariat Daerah di sini merupakan suatu kehormatan. Kami melihat tempat ini sebagai rumah bersama untuk melayani masyarakat. Ini juga menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah dan swasta dalam semangat kebersamaan,” ujar Dekon.

Keberlanjutan Roda Pembangunan Daerah

Ia menambahkan kepindahan ini mendukung keberlanjutan roda pembangunan daerah secara optimal.

“Ini bukan sekadar pindah ruang kerja. Yang paling penting adalah bagaimana tempat ini bisa menjadi bagian dari upaya memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan maksimal dan roda pembangunan terus berputar. Kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” katanya.

Grage Group berkomitmen terus membuka ruang kolaborasi demi kemajuan masyarakat Kota Cirebon.

“Kita ingin membangun kota ini bersama-sama. Pemerintah hadir untuk melayani, sementara pihak swasta mendukung melalui ruang dan sumber daya yang kami miliki. Semoga kolaborasi seperti ini bisa terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkapnya.

(PemkotCirebon/Irfansyahriza)

Pemkab Sumedang Prioritaskan Infrastruktur Jalan, 80 Paket Dikerjakan Tahun Ini

0
Sumedanga, FOKUSJabar.id
Ilustrasi pembangunan infrastruktur Kabupaten Sumedang. Sumber Gambar: sumedangkab.go.id

SUMEDANG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Sumedang terus menempatkan pembangunan infrastruktur jalan sebagai salah satu fokus utama pembangunan daerah pada 2026. Tahun ini, pemerintah daerah menyiapkan sekitar 80 paket pekerjaan ruas jalan yang dikerjakan secara bertahap.

Program ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Sumedang meningkatkan kondisi serta kemantapan jalan bagi masyarakat. Pelaksanaannya menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah serta waktu yang tersedia.

Baca Juga: Pemkab Bogor Berencana Kembangkan Menara Masjid Raya Nurul Wathon untuk Wisatawan

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan bahwa pemerintah daerah tidak menggarap puluhan paket tersebut secara bersamaan, melainkan membaginya ke dalam beberapa tahapan kerja.

Dari sekitar 80 paket pekerjaan ruas jalan pada tahun ini, sebanyak 16 ruas jalan telah selesai pengerjaannya. Sementara itu, sekitar 40 ruas jalan lainnya masih dalam tahap pengerjaan fisik di lapangan.

Adapun sisa ruas jalan yang belum masuk tahap pengerjaan saat ini masih menempuh proses pengadaan atau tender.

Bupati Dony menegaskan bahwa proses pembangunan jalan membutuhkan waktu dan tidak dapat tuntas seketika. Karena itu, pemerintah memilih menjalankan program secara bertahap dengan tetap menempatkan jalan sebagai prioritas utama.

“Memang tidak bisa semuanya selesai dalam satu minggu atau satu bulan. Kami lakukan bertahap sesuai kemampuan keuangan dan waktu yang tersedia. Tetapi jalan menjadi prioritas kami,” ujar Bupati Dony saat memantau ruas jalan Pasirhuni-Jingkang dan Jingkang-Cisumur, Selasa (11/8/2026).

Targetkan Kemantapan Jalan Sumedang Capai 95 Persen Tahun Depan

Pemantauan terhadap ruas jalan Pasirhuni-Jingkang dan Jingkang-Cisumur menegaskan perhatian serius pemerintah daerah terhadap pemerataan infrastruktur. Kegiatan pemantauan ini berlangsung di tengah pengerjaan sejumlah ruas jalan lainnya.

Pemkab Sumedang berharap pengerjaan bertahap ini mendongkrak kualitas serta kekuatan jalan di seluruh wilayah kabupaten.

Target pemerintah daerah tidak sekadar menuntaskan paket pekerjaan tahun ini, melainkan mendongkrak tingkat kemantapan jalan Kabupaten Sumedang secara keseluruhan.

Bupati Dony menargetkan tingkat kemantapan jalan di Kabupaten Sumedang mampu menembus angka 95 persen atau lebih pada tahun depan.

“Harapan kami tahun depan kemantapan jalan sudah meningkat menjadi 95 persen lebih. Mohon doa dan dukungannya,” katanya.

Melalui pengalokasian sekitar 80 paket pekerjaan pada 2026, Pemkab Sumedang menjaga komitmen pembangunan infrastruktur jalan tetap berjalan konsisten.

(Jingga Sonjaya)

Pemkab Bogor Berencana Kembangkan Menara Masjid Raya Nurul Wathon untuk Wisatawan

0
BOGOR, FOKUSJabar.id
Pengajian akbar TP-PKK Kabupaten Bogor bersama Ustadz Maulana, di Masjid Raya Nurul Wathon, Selasa (11/8/2026). Sumber Gambar: bogorkab.go.id

BOGOR,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Bogor mulai menyiapkan langkah pengembangan kawasan Masjid Raya Nurul Wathon agar tidak sekadar berfungsi sebagai tempat ibadah. Pemerintah daerah mengarahkan kawasan tersebut menjadi ruang publik sekaligus destinasi wisata religi yang nyaman bagi masyarakat.

Pengembangan ini menindaklanjuti arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto. Pemerintah daerah melihat potensi besar dari kawasan masjid yang selalu menyedot perhatian masyarakat, terutama pada akhir pekan.

Baca Juga: Bekas TPS Liar di Limo Terindikasi Radioaktif, DLHK Depok Siapkan Penanganan

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika menyampaikan rencana tersebut saat menghadiri pengajian akbar TP-PKK Kabupaten Bogor bersama Ustadz Maulana di Masjid Raya Nurul Wathon, Selasa (11/8/2026).

Ajat menjelaskan, tingginya angka kunjungan warga dari berbagai daerah menjadi alasan kuat Pemkab Bogor merancang kawasan masjid sebagai destinasi wisata religi.

“Masjid ini memang menjadi salah satu cita-cita Pak Bupati, yaitu menghadirkan tempat yang dicintai dan dekat dengan masyarakat. Setiap Sabtu dan Minggu, tempat ini selalu ramai,” ujarnya.

Ajat menceritakan, pengunjung masjid tidak hanya berasal dari warga Kabupaten Bogor. Warga dari luar daerah seperti Depok hingga Cirebon turut memadati kawasan masjid tersebut.

Tingginya antusiasme warga mendorong Pemkab Bogor untuk meningkatkan mutu pelayanan dan fasilitas pendukung.

“Bukan hanya untuk kegiatan pengajian, tetapi juga menjadi salah satu destinasi wisata religi yang dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah,” katanya.

Rancang Menara Pandang dan Dorong Peran Ibu dalam Keluarga

Guna memuluskan rencana tersebut, Pemkab Bogor mempertimbangkan penambahan serta penataan fasilitas. Pemkab Bogor merancang menara masjid agar masyarakat dapat mengakses dan memanfaatkannya secara optimal.

“Nanti kita akan rancang agar menara tersebut dapat diakses dan dimanfaatkan dengan baik,” jelasnya.

Di samping membahas infrastruktur masjid, Ajat menyoroti peran penting ibu-ibu dalam membangun ketahanan keluarga. Ia menilai kesuksesan keluarga berakar dari kontribusi besar seorang istri.

“Saya ingin para ibu terus mendapatkan dukungan dari keluarga maupun pemerintah daerah sehingga dapat menjalankan perannya sebagai pendamping yang baik bagi suami sekaligus membangun keluarga yang sejahtera,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Bogor Eva Rudy Susmanto mengapresiasi kehadiran Ustadz Maulana dalam pengajian akbar tersebut. Ia menilai tausiyah Ustadz Maulana memberi bekal spiritual sekaligus mempererat silaturahmi kader PKK.

“Terima kasih kepada Ustadz Maulana yang telah hadir dan memberikan tausiyah serta nasihat yang sangat berarti bagi kita semua. Mudah-mudahan apa yang disampaikan hari ini menjadi bekal bagi kita dalam menjalankan peran di keluarga dan di tengah masyarakat,” ungkap Eva.

Eva mengajak seluruh kader PKK se-Kabupaten Bogor agar memelihara kekompakan serta memperkuat ketahanan keluarga.

“Kepada seluruh kader PKK se-Kabupaten Bogor, mari terus bergerak bersama, menjaga kekompakan, memperkuat keluarga, dan menghadirkan kegiatan-kegiatan yang memberikan manfaat. Semoga PKK dapat terus menjadi bagian dari ikhtiar membangun keluarga yang sejahtera,” katanya.

(Jingga Sonjaya)

Bekas TPS Liar di Limo Terindikasi Radioaktif, DLHK Depok Siapkan Penanganan

0
DEPOK, FOKUSJabar.id
Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok Reni Siti Nuraeni serta aparatur Kecamatan dan Kelurahan Limo meninjau lahan bekas Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar, Selasa (11/08/26). Sumber Gambar: depok.go.id

DEPOK,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Depok meninjau area bekas Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar di wilayah Limo pada Selasa, (11/8/2026). Pemerintah daerah menggelar peninjauan ini usai menemukan timbunan sampah lama yang masih mengendap di lokasi tersebut.

Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah memimpin peninjauan bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok Reni Siti Nuraeni. Aparatur Kecamatan dan Kelurahan Limo turut mendampingi pengecekan guna melihat langsung kondisi lahan.

Baca Juga: Polsek Beji Depok Amankan Lima Remaja Diduga Hendak Tawuran, Dua Bawa Parang

Selain memastikan warga tidak membuang sampah lagi, pemerintah daerah ingin menuntaskan penanganan timbunan lama. Pihaknya memberi perhatian khusus mengingat lokasi bekas TPS ini berada dekat dengan aliran Kali Pesanggrahan.

Kepala DLHK Kota Depok Reni Siti Nuraeni menegaskan, pembuangan sampah liar yang sempat marak pada 2024 kini sudah berhenti total. Meski demikian, petugas wajib mengangkut sisa sampah lama guna mencegah pencemaran lingkungan akibat proses pembusukan.

“Hari ini kita ingin memastikan memang sudah tidak ada aktivitas lagi. Tetapi kita juga harus memastikan tidak ada sampah yang masih tertimbun, karena lokasi ini berdekatan dengan Kali Pesanggrahan,” ujarnya usai peninjauan.

Investigasi KemenLH Temukan Indikasi Radioaktif dan Limbah B3

Persoalan di lahan ini berkembang semakin serius. Hasil investigasi Kementerian Lingkungan Hidup menemukan indikasi radioaktif di sekitar area bekas timbunan. Temuan ini menguatkan dugaan masuknya limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) ke kawasan tersebut.

“Dari hasil investigasi juga masih ditemukan adanya radioaktif. Itu tentu berbahaya karena berarti ada indikasi limbah B3 yang masuk ke sini,” ungkapnya.

DLHK Kota Depok masih menunggu data rinci mengenai tingkat maupun satuan radioaktif dari Kementerian Lingkungan Hidup. Reni menjelaskan bahwa Kementerian LH memegang penuh data pengukuran tersebut.

Temuan radioaktif ini mengindikasikan paparan pada titik tertentu di sekitar bekas timbunan, sehingga memerlukan penanganan terukur berdasarkan investigasi lanjutan.

Pemkot Depok berencana menggalang koordinasi bersama Kementerian LH dan instansi terkait guna menentukan opsi penanganan. Tim penyidik masih menyelidiki asal-usul material pencemar, termasuk mencermati dugaan masuknya limbah medis dari fasilitas pelayanan kesehatan.

Reni menyebutkan adanya dugaan material limbah dari klinik atau rumah sakit yang masuk ke area bekas TPS liar tersebut.

“Diduga ada limbah dari klinik atau rumah sakit. Jadi memang ada indikasi limbah B3 yang masuk ke sini. Ini masih akan kami investigasi lebih lanjut sampai nanti menemukan langkah terbaik untuk penanganannya,” katanya.

DLHK melarang keras pembukaan kembali lokasi tersebut sebagai tempat pembuangan sampah. Petugas wajib menguras keluar seluruh timbunan sampah lama agar tidak memicu dampak lingkungan yang lebih luas.

Pemkot Depok akan membahas teknis pengangkutan sampah bersama aparatur wilayah serta mendesak pemilik lahan agar ikut bertanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan.

“Yang pasti ada dua. Tidak boleh ada sampah yang masuk lagi, dan timbunan sampah yang ada di sini juga harus diangkat keluar dari sini,” tegasnya.

(Jingga Sonjaya)

Polsek Beji Depok Amankan Lima Remaja Diduga Hendak Tawuran, Dua Bawa Parang

0
DEPOK, FOKUSJabar.id
Dua remaja yang berhasil diamankan Polsek Beji diduga hendak melakukan tawuran. Sumber Gambar: depok.go.id

DEPOK,FOKUSJabar.id: Polsek Beji Kota Depok mengamankan lima remaja yang diduga hendak terlibat aksi tawuran. Kelima remaja yang masih berusia sekitar 16 tahun tersebut diamankan setelah polisi menerima laporan dari masyarakat terkait sekelompok pengendara sepeda motor yang dicurigai hendak menggelar bentrokan.

Laporan warga menjadi langkah awal petugas untuk mencegah aksi kekerasan antarkelompok sebelum benar-benar pecah. Menindaklanjuti informasi tersebut, polisi langsung menyisir sejumlah lokasi yang menjadi titik berkumpul para remaja.

Baca Juga: Pulang dari Brasil, Darrel Nathan Ang Pilih PSGC Ciamis untuk Petualangan Baru

Kapolsek Beji Kompol Antonius mengapresiasi peran warga yang tanggap melaporkan potensi gangguan keamanan tersebut.

“Kami menerima informasi dari warga mengenai adanya sekelompok pengendara sepeda motor yang bergerombol, bahkan ada yang berboncengan tiga, dan kami menduga mereka akan melakukan tawuran. Dari informasi tersebut, anggota langsung bergerak melakukan penyisiran,” tuturnya, Selasa (11/8/2026).

Penyisiran petugas mengarah pada dua lokasi di kawasan Kemiri Jaya dan Beji Timur. Di Kemiri Jaya, polisi meringkus tiga remaja, sementara dua remaja lainnya diamankan dari wilayah Beji Timur.

“Kelima remaja tersebut kemudian dibawa ke Mapolsek Beji untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Mereka saat ini berstatus sebagai Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH),” ujar Kompol Anton.

Janjian Lewat Media Sosial dan Sita Senjata Tajam

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan kelima remaja tersebut menyepakati rencana tawuran melalui pesan di media sosial. Platform digital tersebut menjadi tempat menentukan lokasi pertemuan sekaligus mengatur jadwal keberangkatan kelompok.

Dalam pengamanan tersebut, petugas turut menyita barang berbahaya berupa dua bilah parang yang dua dari lima remaja tersebut bawa.

“Kami menemukan dua senjata tajam jenis parang. Dua anak yang kedapatan membawa senjata tajam ini akan kami proses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” jelasnya.

Sementara itu, petugas tidak menemukan senjata tajam pada tiga remaja lainnya. Polisi mengambil langkah pembinaan terhadap ketiganya dengan memanggil pihak keluarga dan membuat surat pernyataan bermaterai agar tidak mengulangi perbuatannya.

“Pembinaan tersebut akan berlangsung dengan melibatkan orang tua serta pihak sekolah. Pengambilan langkah ini mengingat para remaja tersebut masih berada pada usia sekolah,” tambahnya.

Kompol Anton menegaskan bahwa penanganan para remaja tetap memperhatikan aturan yang berlaku, namun polisi akan mengambil tindakan tegas jika menemukan unsur pidana terkait kepemilikan senjata tajam.

Khusus dua remaja pembawa parang, polisi melanjutkan proses hukum mengacu pada Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam tanpa hak, yang mengancam pelaku dengan hukuman penjara hingga 10 tahun.

“Kami tidak pandang bulu. Siapa pun yang terbukti bersalah akan kami tindak tegas sesuai prosedur hukum. Harapannya, proses ini menjadi pelajaran agar mereka tidak mengulangi perbuatan yang sama,” tandas Kompol Anton.

(Jingga Sonjaya)

Dari Anyaman Bambu ke Pasar Dunia, Kota Tasikmalaya Bersiap Melahirkan Eksportir Baru

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Wakil Wali Kota Dicky Candra Negara, saat membuka kegiatan Roadshow HIMKI Menuju Sentra Ekspor Anyaman Pasar Global di Gedung PPIK Kota Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSjabar.id: Dewan Pengurus Pusat Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) memilih Kota Tasikmalaya sebagai salah satu titik Roadshow Trade Expo Indonesia 2026.

Kegiatan strategis bagi para pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) di Priangan Timur ini berlangsung di Gedung Pusat Promosi Industri Kerajinan (PPIK), Jalan Letjen Mashudi, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Selasa (11/8/2026).

Baca Juga: Lapor! Kang Dedi Mulyadi, Stadion Wiradadaha Tasikmalaya Memprihatinkan

Acara ini mempertemukan para pelaku industri kerajinan, calon eksportir, dan pemangku kebijakan untuk memacu produk kerajinan lokal berkembang hingga menembus pasar internasional.

Ketua Umum DPP HIMKI, Abdul Sobur, memuji keunggulan Tasikmalaya di sektor kerajinan kreatif, khususnya anyaman bambu bernilai seni tinggi. Ia melihat keahlian para perajin serta ketersediaan bahan baku menjadi modal utama untuk naik kelas.

“Saya menyakini dalam jangka waktu 3 tahun ke depan, akan lahir puluhan eksportir baru dari Tasikmalaya yang fokus di bidang Puluhan eksportir itu diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat dan membawa nama Tasikmalaya bersaing dengan sentra besar lain seperti Jepara, Cirebon serta lainnya,” ungkap Abdul Sobur, Selasa (11/8/2026).

Ia menegaskan, semua pihak harus memperkuat kolaborasi demi memajukan industri kreatif daerah.

“Pemerintah, HIMKI, perbankan, perguruan tinggi, dan para perajin harus turun bareng. Tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, namun harus bersinergi,” ucapnya.

Fasilitas Pameran Internasional dan Akses Pasar Global

Guna mempopulerkan produk lokal, Sobur memotivasi para perajin agar berani tampil dalam pameran dagang berskala internasional seperti Trade Expo Indonesia (TEI).

“HIMKI siap membantu untuk mempromosikan produk kreatif dari daerah, saya inginkan eksportir dari sini untuk dapat ikut dalam event pameran terbesar se-Asean seperti di pameran Trade Expo Indonesia (TEI) bulan Oktober 2026, dan IFEX Februari 2027 mendatang,” paparnya.

Sobur menjanjikan HIMKI siap memfasilitasi pertemuan para eksportir lokal dengan buyer mancanegara serta memberikan pelatihan standar ekspor dan akses pembiayaan.

“Kami terus membantu memfasilitasi pelatihan standar ekspor para eksportir, sertifikasi, hingga akses pembiayaan. Tujuannya agar mereka mampu mengembangkan sektor usahanya sehingga mampu mandiri dan berdaya saing didunia pasar global,” harapnya.

Pemkot Tasikmalaya Rancang Arboretum Bambu dan Pasar Online

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara, mengapresiasi komitmen HIMKI. Pemkot Tasikmalaya menargetkan daerahnya menjadi pusat kerajinan anyaman bambu sekaligus lokasi arboretum bambu di Jawa Barat.

“Langkah Ini selaras dengan visi pemerintah daerah untuk memajukan sektor UMKM berbasis potensi lokal. Melalui Pengembangan ekonomi lokal (Pelak), sebagai bagian untuk memajukan industri-industri lokal yang ada di kewilayahan atau kecamatan,” ungkapnya.

Ia menyinggung kendala bahan baku yang sempat melanda para perajin di kawasan Situ Beet, Kecamatan Mangkubumi. Guna mengatasi masalah tersebut, Pemkot Tasikmalaya mengusulkan program pembangunan arboretum bambu ke Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat.

“Ada dua opsi lokasi penentuan program arboretum,. Namun kami belum bisa sebutkan wilayahnya sekarang karena masih proses administrasi oleh pihak Provinsi. Yang menentukan tetap Dinas Kehutanan Provinsi Jabar,” tegasnya.

Selain menjamin pasokan bahan baku, Ia merancang arboretum sebagai destinasi wisata edukasi kreatif bagi wisatawan.

“Kalau progam ini sudah berjalan, selain bahan baku aman, ekonomi daerah juga terdongkrak dari sektor wisata. Kemudian para pelaku UMKM dapat menikmati hasilnya,” paparnya.

Sisi promosi digital juga tidak luput dari perhatian. Pemkot Tasikmalaya menyiapkan platform Pasar Online Tasik (POT) guna memasarkan seluruh produk kreatif dari tiap kecamatan.

“Seluruh potensi-potensi ekonomi dan industri kreatif yang ada di setiap wilayah, di setiap kecamatan di Kota Tasikmalaya, bisa dipromosikan dan dipasarkan melalui Pasar Online Tasik (POT),” ucapnya.

(Seda)

38 Pramuka Terbaik Ciamis Berangkat ke Jamnas XII 2026, Herdiat Titip Pesan Ini

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: 38 Kontingen Pramuka Ciamis Dilepas ke Cibubur, Bawa Misi Tumbuhkan Kemandirian di Jamnas XII

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Sebanyak 38 anggota Kontingen Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Ciamis bersiap memeriahkan helatan Jambore Nasional XII Tahun 2026 di Cibubur, Jakarta. Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, melepas langsung keberangkatan rombongan di Gedung PKK Kabupaten Ciamis, Selasa (11/8/2026).

Acara pelepasan ini mengawali perjalanan Pramuka Penggalang Ciamis sebelum mengikuti ajang bergengsi nasional pada 13 hingga 20 Agustus 2026.

Baca Juga: Pulang dari Brasil, Darrel Nathan Ang Pilih PSGC Ciamis untuk Petualangan Baru

Bupati Herdiat menyematkan atribut kontingen secara simbolis kepada perwakilan peserta. Prosesi ini menandai dukungan penuh pemerintah daerah agar para pramuka dapat menyelesaikan seluruh agenda Jamnas dengan optimal.

Ketua Gerakan Pramuka Kwarcab Ciamis, Nanang Permana, merincikan bahwa kontingen Ciamis memboyong 32 peserta dan enam pembina pendamping. Pengurus membagi peserta ke dalam empat regu, yaitu dua regu putra dan dua regu putri dengan kekuatan delapan orang per regu.

Enam pembina yang mendampingi mencakup pimpinan kontingen serta pembina pendamping putra dan putri. Tim manajemen risiko juga siap mengawal keselamatan seluruh peserta selama kegiatan berlangsung.

Nanang menegaskan, seluruh peserta merupakan Pramuka Penggalang terbaik hasil seleksi ketat. Rombongan juga telah menjalani dua kali training camp (TC) sebelum bertolak ke Jakarta.

“Pemeriksaan perlengkapan sudah dilakukan dan dipastikan tidak ada yang kurang,” ujar Nanang.

Rombongan bertolak dari Ciamis pada Selasa malam dan dijadwalkan tiba di Cibubur pada Rabu pagi. Para peserta akan langsung mendirikan tenda serta menyiapkan fisik jelang pembukaan acara.

Nanang berharap ajang ini sanggup memberikan pengalaman berharga dan melatih kemandirian para peserta di luar lingkungan keluarga.

“Targetnya mereka pulang dengan penuh pengalaman yang akan menjadi guru bagi dirinya dalam menjalani hidupnya,” kata Nanang.

Pesan Bupati Herdiat: Jaga Nama Baik Ciamis

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, menilai Jambore Nasional sebagai sarana efektif untuk menggembleng karakter dan kemandirian generasi muda.

Ia meyakini rangkaian kegiatan Jamnas sanggup menanamkan nilai kedisiplinan, kepedulian, ketangguhan, serta rasa saling menghargai perbedaan.

“Pramuka mengajarkan kehidupan bukan hanya tentang menjadi yang terbaik bagi diri sendiri, tetapi juga mampu bekerja sama, saling menolong, saling menghargai, dan memberikan manfaat bagi sesama,” ujar Herdiat.

Herdiat berpesan agar seluruh peserta senantiasa menjaga nama baik Kabupaten Ciamis melalui perilaku santun dan berprestasi. Ia berharap para pramuka pulang memboyong pengalaman berharga serta kenangan persaudaraan yang erat.

(Mia)