spot_imgspot_img
Minggu 12 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 243

Tanpa Insinerator, Bandung Andalkan Gaslah untuk Pangkas 40 Ton Sampah per Hari

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Saat Meresmikan Program Gaslah di Alun-Alun Ujungberung Kota Bandung Senin (26/1/2026)

BANDUNG,FOKUSJabar.id Pemerintah Kota Bandung mengambil langkah tegas menghadapi krisis pengelolaan sampah pasca penghentian operasional insinerator. Salah satu terobosan yang diluncurkan adalah program Petugas Pemilah Pengolah (Gaslah), yang difokuskan pada pengurangan sampah langsung dari sumbernya, yakni rumah tangga.

Program ini ditargetkan mampu menekan hingga 40 ton sampah organik per hari, dengan melibatkan ribuan petugas yang ditempatkan di tingkat rukun warga (RW).

Baca Juga: Soal Pencarian Korban Longsor Cisarua KBB, Ini Kata Wagub Jabar

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menjelaskan dalam rancangannya Gaslah sebagai sistem pengelolaan sampah berbasis wilayah terkecil. Sebanyak 1.596 petugas direkrut dengan skema satu petugas satu RW, yang bertugas memastikan warga memilah sampah sejak dari rumah.

“Setiap pagi petugas akan mendatangi rumah warga untuk memastikan pemilahan sampah berjalan. Sampah organik pengolahannya langsung di kelurahan, sementara nonorganik diangkut oleh armada,” ujar Farhan usai peresmian program Gaslah di Alun-Alun Ujungberung, Senin (26/1/2026).

Menurut Farhan, setiap kelurahan dalam target mampu mengolah 25 kilogram sampah organik per RW per hari. Dengan rata-rata 10 RW per kelurahan, jumlah sampah yang bisa diolah mencapai 250 kilogram per hari di setiap wilayah.

“Tugas lurah memang berat, karena setiap kelurahan wajib memiliki fasilitas pengolahan sampah organik,” katanya.

Pengolahan sampah organik melalui berbagai metode, seperti budidaya maggot dan komposter. Manfaat dari hasilnya untuk mendukung program Buruan Sae di masing-masing kelurahan.

TPA Sarimukti Berada pada Tahap Kritis

Farhan menegaskan, memilih pendekatan ini karena kondisi TPA Sarimukti yang sudah berada pada tahap kritis. Oleh sebab itu, pengolahan sampah tidak lagi bertumpu pada tempat pembuangan akhir maupun TPS.

“Fokus kita sekarang adalah pengolahan di sumber. Gaslah bukan sekadar petugas angkut, tetapi juga edukator agar pengelolaan sampah berhenti di level RW,” tegasnya.

Untuk sampah nonorganik, pengelolaannya di tingkat kecamatan melalui optimalisasi TPS agar proses pengangkutan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berjalan lebih tertib.

“Saya sudah mendapat peringatan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Pemprov bahwa Sarimukti benar-benar kritis. Maka tidak ada pilihan lain selain mengelola sampah dari sumbernya,” ungkap Farhan.

Dari sisi anggaran, setiap petugas Gaslah menerima gaji Rp1.250.000 per bulan, dengan total kebutuhan anggaran sekitar Rp27 miliar per tahun.

“Dari 1.596 pendaftar, sekitar 900 sudah direkrut, 300-an masih proses, dan sekitar 400 gugur dalam seleksi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Bandung, Darto, menyampaikan program Gaslah akan terus meluas hingga seluruh RW terisi penuh. Jam kerja petugas bersifat fleksibel dan menyesuaikan dengan kebutuhan wilayah, di bawah koordinasi lurah dan ketua RW.

“Targetnya satu petugas bisa mengolah 25 kilogram sampah organik per hari. Kalau konsisten, satu kota bisa mengurangi sekitar 40 ton per hari,” kata Darto.

DLH juga menyiapkan sistem pelaporan berbasis dashboard untuk memantau kinerja petugas secara real time. Adapun penanganan sampah pasar akan melalui mekanisme tersendiri di luar skema Gaslah.

“Begitu petugas mulai bekerja, target harus berjalan. Sistem pelaporan sudah kami siapkan dan bisa dipantau,” jelasnya.

Meski demikian, Darto menekankan peran aktif masyarakat tetap menjadi kunci keberhasilan program ini.

“Petugas ada bukan berarti warga lepas tangan. Pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya.


(Yusuf Mugni)

Seni, Budaya, dan Kuliner Priangan Bertemu di EXSIS Niskala X SMAN 1 Ciamis

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot: Kegiatan Exsis niskala SMAN 1 Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Halaman SMAN 1 Ciamis selama dua hari berubah menjadi panggung ekspresi seni dan budaya. Ratusan siswa tumpah ruah dalam EXSIS (Extensive Memory Festival) Niskala X 2026, sebuah festival seni-budaya yang menjadi ruang eksplorasi kreativitas sekaligus pengenalan kekayaan budaya Priangan.

Kegiatan yang berlangsung di kampus SMAN 1 Ciamis, Jalan Gununggaluh, Kabupaten Ciamis itu melibatkan seluruh siswa kelas X, XI, dan XII. Rancangan festival ini bukan sekadar ajang hiburan, melainkan wadah pembelajaran kontekstual bagi pelajar.

Baca Juga: Bupati Ciamis: Penting Jaga Kebersihan untuk Kenyamanan Masyarakat

Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Ciamis, Zaen, menjelaskan bahwa EXSIS Niskala merupakan agenda tahunan sekolah yang fokus menggali potensi siswa di bidang seni dan budaya.

“Festival ini berlangsung selama dua hari dan seluruh siswa mengikuti. Tujuannya agar mereka bisa mengekspresikan sekaligus mengenal lebih dalam seni dan budaya daerah,” ujar Zaen, Senin (26/1/2026).

Pada puncak acara, suasana semakin semarak dengan pagelaran kesenian tradisional dari berbagai daerah serta pameran kuliner khas Priangan. Setiap stan menampilkan identitas daerah yang berbeda, mulai dari seni pertunjukan hingga sajian makanan dan minuman tradisional.

“Budaya, kesenian, dan kuliner dari berbagai wilayah Priangan kami tampilkan. Setiap stan wajib mengangkat daerah yang berbeda, sehingga tidak ada yang sama antara satu dengan lainnya,” jelasnya.

Menurut Zaen, penerapan konsep ini agar para pelajar tidak hanya mengenal budaya daerahnya sendiri, tetapi juga memahami keberagaman budaya di wilayah Priangan secara utuh.

Antusiasme peserta pun terasa kuat. Salah satunya Raesyia, siswi SMAN 1 Ciamis, mengaku senang bisa terlibat langsung dalam EXSIS Niskala X.

“Stan kami menampilkan makanan khas Kota Bogor. Kegiatan ini seru karena menambah wawasan budaya sekaligus menjadi ajang penerapan kegiatan ekstrakurikuler,” ungkapnya.

Melalui EXSIS Niskala X 2026, SMAN 1 Ciamis menegaskan komitmennya menjadikan sekolah sebagai ruang pelestarian budaya sekaligus laboratorium kreativitas generasi muda.


(Husen Maharaja)

Bupati Ciamis: Penting Jaga Kebersihan untuk Kenyamanan Masyarakat

0
Bupati Ciamis fokusjabar.id
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya saat memimpin Rakor

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Bupati Ciamis Jawa Barat (Jabar), Herdiat Sunarya memimpun Rapat Koordinasi (Rakor) menjelang kunjungan Menteri Lingkungan Hidup.

Menurut Herdiat, tujuan rakor untuk  menindaklanjuti temuan tim pengecekan kebersihan pusat serta mengimplementasikan Surat Edaran Bupati mengenai imbauan menjaga kebersihan lingkungan yang melibatkan seluruh jajaran camat dan kepala desa.

BACA JUGA:

Keluarga Besar Iluni SMEAN/SMKN 1 Ciamis Gelar Jalan Sehat

“Kunjungan Pak Menteri itu merupakan respons atas prestasi Ciamis sebagai kota kecil terbersih se-Asia Tenggara. Meski di nilai bersih, tim pemantau pusat memberikan catatan khusus terkait kurangnya perawatan di sepanjang jalan provinsi dan jalan nasional yang melintasi wilayah Ciamis,” katanya, Senin (26/1/2026).

Bupati Ciamis mengatakan, meski jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat dan provinsi. Namun Pemkab Ciamis serta masyarakat harus tetap mengambil peran aktif dalam merawat kebersihan dan drainase demi kenyamanan bersama.

“Beberapa temuan krusial yang perlu segera di benahi. Antara lain, bekas pembakaran sampah di pinggir jalan, kondisi 45 pasar yang masih di kelola secara tradisional serta masalah kebersihan di pasar hewan. Selain itu, rumah-rumah kosong di sepanjang jalan protokol yang tidak terawat juga harus  menjadi sasaran pembersihan guna menjaga estetika kota,” ucapnya.

Herdiat meminta, sinergi penuh dari camat dan kepala desa untuk mengondisikan wilayah masing-masing.

Dia juga menyampaikan belasungkawa atas bencana longsor di Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Bencana tersebut sebagai pengingat pentingnya menjaga kelestarian alam untuk mencegah bencana serupa.

BACA JUGA:

Dukung MBG, Kandang Ayam Petelur Merah Putih Ciamis Diresmikan

“Kita harus benar-benar menjaga lingkungan agar tetap hijau untuk mencegah terjadinya bencana alam yang di sebakan hutan gundul,” jelasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ciamis, Giatno menjelaskan, langkah konkret yang harus di mulai dari sumbernya yaitu melalui pengurangan dan pemilahan sampah.

“Masyarakat di dorong untuk memanfaatkan bank sampah untuk sampah bernilai ekonomi serta mengelola sampah organik menjadi komposter atau pakan ternak agar tidak menumpuk di tempat pembuangan,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

Bupati Garut Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan

0
Bupati Garut fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin mengajak seluruh jajaran aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam.

Dia juga mengajak mendoakan para korban bencana longsor yang melanda wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang mengakibatkan lebih dari 100 orang hilang.

BACA JUGA:

Cuaca Ekstrem Terjang Pangatikan Garut, 1 Rumah di Sukamulya Roboh

Bupati menekankan bahwa bencana tersebut harus menjadi pelajaran berharga bagi warga Garut.

Soroti Dampak Alih Fungsi Lahan

Menuurt Syakur, salah satu pemicu utama bencana longsor diduga kuat adalah alih fungsi lahan yang tidak terkendali.

Dia menyatakan keprihatinannya saat menemukan hutan yang dulunya rimbun dengan pepohonan tegakan tinggi kini berubah menjadi ladang musiman.

“Saya melihat ada hal yang cukup memprihatinkan. Lahan yang tadinya hutan dengan pohon tinggi dan kuat, kini berubah menjadi ladang tanaman semusim yang tidak memiliki akar kuat untuk menahan tanah,” kata Bupati Garut.

Instruksi kepada Camat dan Kepala Desa

Guna mengantisipasi terjadinya bencana serupa di Garut, Dia memberikan instruksi tegas kepada para camat dan kepala desa untuk menyosialisasikan dengan masif dan  tidak bosan mengimbau dan mengajak masyarakat menjaga lingkungan.

Selain itu, camat dan kades memberikan edukasi untuk tidak ada lagi perusakan hutan atau lingkungan di wilayah masing-masing.

BACA JUGA:

Bendungan Leuwi Halang Jebol, Ganggu Irigasi 103 Hektar Sawah di Pameungpeuk Garut

Camat dan kades juga diingatkan  agar memprioritaskan dana dan tenaga untuk mitigasi serta pencegahan bencana daripada harus menanggung kerugian besar saat bencana terjadi.

“Jangan menunggu ada bencana, jangan menunggu ada korban. Lebih baik dana dan upaya dikonsentrasikan untuk mitigasi,” tegasnya.

Rencana Gerakan Penanaman Pohon

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Garut berencana menggelar gerakan penanaman pohon keras secara luas.

Bupati menyatakan, pihaknya tengah menjalin komunikasi dengan lembaga terkait untuk penyediaan bibit pohon.

(Y. A. Supianto)

BPBD Garut Bantu Pencarian Korban Longsor Cisarua KBB

0
bpbd garut fokusjabar.id
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut mengirimkan personel Bantuan Kendali Operasi (BKO)

GARUT, FOKUSJabar.id: BPBD Garut Jawa Barat (Jabar) mengirimkan personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) untuk mendukung percepatan pencarian dan pertolongan korban tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Langkah tersebut di ambil menyusul bencana longsor besar yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) lalu akibat hujan deras berdurasi lama yang menyebabkan puluhan rumah tertimbun dan sejumlah warga di nyatakan hilang.

BACA JUGA:

Soal Pencarian Korban Longsor Cisarua KBB, Ini Kata Wagub Jabar

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Garut, Daris Hilman memimpin langsung di lapangan.

Dia menyatakan, kehadiran tim dari Garut merupakan bentuk sinergi antarpemerintah daerah dalam penanganan bencana kemanusiaan.

“Kami hadir di sini untuk memperkuat personel SAR gabungan. Fokus utama kami adalah membantu percepatan proses evakuasi dan pencarian korban yang masih tertimbun material longsor,” kata Daris, Senin (26/1/2026).

Hingga hari kedua operasi, Minggu (25/1), tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD Bandung Barat, Basarnas, TNI, Polri dan relawan membagi area pencarian menjadi tiga titik utama guna meningkatkan efektivitas.

Titik Pertama (bagian barat bawah) yang di lakukan tim BPBD Garut. Titik Kedua (Bagian tengah area longsoran) dan titik ketiga bagian atas dekat mahkota longsoran.

BACA JUGA:

Korban Tewas Longsor Cisarua KBB Bertambah jadi 25 Orang

Daris mengungkapkan, kendala utama di lapangan adalah kondisi tanah yang masih jenuh air dan labil. Bahkan, sempat terjadi ketegangan saat terdeteksi adanya tanda-tanda pergerakan tanah susulan di lokasi pencarian.

“Medan di lokasi cukup sulit di kendalikan. Kemarin sempat ada alarm kewaspadaan karena ada indikasi pergerakan tanah kembali. Namun situasi sejauh ini masih dapat terkendali dan pencarian terus di lanjutkan meski cuaca cenderung berawan,” kata Daris.

Hingga saat ini, BPBD Garut terus berkoordinasi dengan Incident Commander (IC) dari Basarnas sebagai pemegang komando operasi tertinggi.

Mengenai data pasti jumlah korban yang di temukan, pihak BPBD Garut mengimbau masyarakat untuk menunggu rilis resmi dari pos komando operasi.

Keterlibatan aktif personel BPBD Garut dalam misi ini di harapkan mampu meringankan beban warga terdampak dan mempercepat penanganan fase tanggap darurat di wilayah Kabupaten Bandung Barat.

(Y.A. Supianto)

Soal Pencarian Korban Longsor Cisarua KBB, Ini Kata Wagub Jabar

0
Wagub Jabar fokusjabar.id
Wagub Jabar saat meninjau lokasi longsor Cisarua KBB

KBB, FOKUSJabar.id: Wakil Gubernur Jawa Barat (Wagub Jabar), Erwan Setiawan menegaskan, hingga saat ini upaya pencarian korban longsor yang belum di temukan di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus dilakukan.

Menurut Wagub Jabar, pencarian korban melibatkan berbagai unsur. Mulai dari Basarnas, BNPB, BPBD, TNI-Polri hingga relawan.

BACA JUGA:

Korban Tewas Longsor Cisarua KBB Bertambah jadi 25 Orang

“Saat ini kami terus bekerja. Semua unsur turun ke lapangan untuk mencari korban yang masih belum di temukan. Insya Allah, dengan cuaca yang mendukung, pencarian bisa di lanjutkan secara maksimal,” tegas Erwan di lokasi terdampak longsor,” Minggu (25/1/2026) kemarin.

Erwan menegaskan, Pemprov Jabar berkomitmen menindak tegas pelanggaran alih fungsi lahan yang di duga menjadi salah satu penyebab longsor di Desa Pasirlangu.

Dia menyebut, kawasan tersebut merupakan lahan Perhutani yang seharusnya berfungsi sebagai hutan. Bukan untuk aktivitas pertanian.

“Ini lahan hutan, bukan lahan pertanian. Kita akan kembalikan hijau. Kita kembalikan sesuai fungsinya,” kata Erwan.

Erwan menyampaikan, pemerintah akan segera menyiapkan relokasi ke lokasi yang benar-benar aman. Penentuan lokasi relokasi akan di lakukan melalui kajian bersama berbagai pihak.

“Relokasi tidak boleh ke tempat yang berisiko lagi. Kami akan menentukan lokasi yang aman dan tidak terlalu jauh dari lingkungan hidup warga. Keselamatan menjadi prioritas utama,” jelasnya.

BACA JUGA:

Panji Petualang Takjub pada Hartono Soekwanto, Juara Dunia Koi yang Hidup Menyatu dengan Alam

Pemprov Jabar mengapresiasi peran seluruh pihak yang terus memberikan dukungan kepada para warga terdampak. Termasuk terkait layanan pemulihan trauma.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menekankan pentingnya penyediaan hunian sementara maupun hunian tetap bagi warga terdampak.

“Kalau bisa langsung hunian tetap, itu lebih baik. Namun jika membutuhkan waktu, hunian sementara sangat penting. Dengan begitu, warga bisa kembali hidup normal bersama keluarganya dan mengurangi tekanan psikologis,” kata Pratikno.

Menurut Dia, penanganan bencana tidak hanya sebatas pemulihan kondisi semula. Tetapi harus menjadi momentum untuk membangun daerah yang lebih tangguh. Baik dari sisi lingkungan, ekonomi, pendidikan maupun infrastruktur.

(Bambang Fouristian)

Geladang Serang Persib Berguinho Man Of the Match versus PSBS Biak

0
persib bandung berguinho fokusjabar.id
Berguinho (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Gelandang serang Persib Bandung, Rosembergne “Berguinho” da Silva mengaku senang timnya bisa meraih kemenangan 1-0 atas PSBS Biak di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Kota Bandung Jawa Barat (Jabar), Minggu (25/1/2026) malam.

Dalam pertandingan pekan ke-18 Super League 2025/2026, Berguinho mencetak gol tunggal pada menit 87.

BACA JUGA:

Persib Bandung Rekrut Dion Markx 2,5 Tahun

Berkat kontribusi gol pertamanya untuk Maung Bandung, Dia di nobatkan sebagai man of the match.

Menurut Dia, lawan tampil bertahan setelah bermain 10 orang. Dia mengakui tidak mudah membongkar pertahanan PSBS Biak.

“Kita melawan tim yang bermain dengan lima pemain bertahan. Pertandingan yang sulit,” katanya.

Berguinho bersykur, gol yang dinantikan akhirnya datang pada menit-menit terakhir pertandingan.

Dia menyebut, gol itu lahir dari serangkaian umpan yang menurutnya sangat penting dalam pertandingan.

BACA JUGA:

Persib Bandung Resmi Rekrut Layvin Kurzawa

“Saya pikir memang sulit menciptakan peluang melawan tim seperti itu. Namun saya rasa kami bisa melakukan umpan silang yang bagus,” tutup Berguinho.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak buka suara terkait pertandingan pekan ke-18 Super League 2025/2026 kontra PSBS Biak, Minggu (25/1/2026) malam.

Laga yang digelar Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Kota Bandung Jawa Barat (Jabar) itu dimenangkan Thiom Haye dan kawan-kawan dengan skor 1-0.

Meski meraih kemenangan, Bojan Hodak menyoroti penyelesaian akhir anak asuhnya.

Oleh karena itu menjadi pekerjaan rumah yang harus dilatih dan dimatangkan kembali.

Menurut Bojan Hodak, kemenangan itu sangat penting bagi timnya. Selain mempertahankan catatan 100 persen di partai kandang juga kembali ke puncak klasemen sementara dengan 41 poin.

(Bambang Fouristian)