CIAMIS,FOKUSJabar.id: Keikutsertaan Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, dalam persaingan tingkat nasional bersumber langsung dari semangat partisipasi warga. Masyarakat terlibat aktif menyokong berbagai program kelurahan secara berkelanjutan.
Lurah Sindangrasa, Derry Yusman, menegaskan bahwa keunggulan utama wilayahnya terletak pada kekompakan warga yang mau bergerak bersama, bukan sekadar kelengkapan fasilitas atau kucuran dana.
Baca Juga: Wagub Jabar Optimistis Sindangrasa Ciamis Raih Juara Lomba Nasional, Ini Alasannya
Derry menyampaikan pandangan tersebut saat menyambut kunjungan kerja Wakil Gubernur Jawa Barat di Kelurahan Sindangrasa, Kamis (8/10/2026).
Karakter masyarakat menjadi fondasi utama dalam mengeksekusi agenda kelurahan, mulai dari sektor kebersihan, ketahanan pangan, kesehatan, hingga pendidikan.
“Keunggulannya itu, kita mempunyai masyarakat, pemberdayaan masyarakat, yang tidak dimiliki oleh kelurahan di kota-kota besar,” ujar Derry.
Wilayah perkotaan dengan sokongan dana melimpah serta peralatan canggih belum tentu memiliki ikatan sosial selayaknya warga Sindangrasa.
“Kalau kota-kota besar, mereka mengandalkan anggaran yang besar, lalu menggunakan alat-alat yang sangat tinggi. Tapi kita tidak. Kita punya masyarakat,” katanya.
Keterlibatan warga memegang peranan penting demi kelancaran seluruh kegiatan di lapangan.
“Apapun programnya, mau kebersihan, mau ketahanan pangan, mau kesehatan, mau pendidikan, dengan masyarakat pasti kita bisa,” ujarnya.
Pendekatan Empati dan Hubungan Dekat Bersama Warga
Derry menceritakan strategi awalnya ketika baru menduduki jabatan sebagai Lurah Sindangrasa. Ia memilih membangun jalinan komunikasi yang dekat dengan warga sebelum menggelar program kerja.
“Ketika saya bertugas menjadi Lurah Sindangrasa, yang saya lakukan itu bukan langsung rapat kerja, tapi memperkenalkan diri kepada masyarakat,” katanya.
Derry memosisikan dirinya sebagai sesama warga yang menumpang hidup di tengah lingkungan masyarakat, tanpa sekat atau jarak jabatan.
Pendekatan ini berhasil menumbuhkan rasa empati serta rasa percaya warga terhadap pemerintah kelurahan. Ketika ikatan sosial terjalin harmonis, masyarakat secara sukarela melibatkan diri dalam agenda kelurahan.
“Ketika kesan pertama baik dengan masyarakat, tentunya masyarakat akan ada rasa empati kepada saya, dan mereka akan mau membantu program-program Kelurahan Sindangrasa,” ujarnya.
Persiapan Matang Menghadapi Penilaian Nasional 2026
Pola pendekatan sosial ini mengantarkan Sindangrasa merebut piala di tingkat Jawa Barat, hingga kini resmi mengemban amanat sebagai wakil provinsi pada ajang Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional 2026.
Saat ini, pihak kelurahan bersama masyarakat terus mematangkan berbagai kriteria penilaian. Persiapan mencakup pembenahan layanan dasar, sektor kesehatan, pendidikan, pemeliharaan ketenteraman dan ketertiban, tata kelola lingkungan hidup, serta kegiatan sosial.
“Kita punya masyarakat. Itu kekuatan kita,” tegasnya.
(Mia)



