spot_imgspot_img
Sabtu 7 November 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BMKG Ingatkan Ancaman Silent Tsunami di Pangandaran, Gempa Lemah Bisa Picu Gelombang Dahsyat

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat kawasan pesisir selatan Jawa Barat selalu waspada. Pihaknya mengingatkan potensi ancaman fenomena silent tsunami atau tsunami diam di wilayah Kabupaten Pangandaran.

Kepala Stasiun Geofisika Bandung BMKG Jawa Barat Dr. Suaidi Ahadi menyampaikan peringatan tersebut di Pangandaran, Sabtu (7/11/2026). Pihaknya menyebut musibah tsunami Pangandaran tahun 2006 masuk dalam kategori gempa tsunami (tsunami earthquake).

Baca Juga: Musim Hujan di Pangandaran Mundur, BMKG Prediksi Baru Turun Akhir November 2026

Masyarakat sering tidak menyadari ancaman lantaran guncangan gempa awal terasa sangat lemah.

“Pangandaran ini silent tsunami. Gempanya tidak terlalu terasa, tapi tsunaminya dahsyat,” ujar Suaidi.

Karakter Tsunami Pangandaran Tidak Selalu Diawali Surutnya Air Laut

Suaidi membedakan jenis bencana perairan ini menjadi dua kelompok utama. Pihaknya mencatat tsunami earthquake menghasilkan gelombang dahsyat meski gempa terasa lemah, seperti halnya musibah Mentawai 2010.

Sebaliknya, tsunami genic memicu guncangan gempa sangat kuat sebelum menghantam daratan, seperti peristiwa tsunami Aceh. Suaidi mengingatkan bahwa gelombang tsunami Pangandaran tidak selalu diawali surutnya air laut.

Patahan sumber gempa dapat membuat air laut langsung naik menerjang pemukiman pesisir.

“Pangandaran tidak surut laut, air langsung masuk ke daratan,” tegas Suaidi.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru