CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pengelola Cadas Ngampar Desa Wisata Gunungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menolak cepat berpuas diri. Sukses menembus jajaran 10 besar Desa/Kampung Wisata Jawa Barat justru memacu semangat mereka untuk meraih prestasi lebih tinggi.
Saat ini, pengelola Cadas Ngampar memasang target masuk tiga besar di tingkat Jawa Barat. Tidak hanya itu, mereka juga membidik posisi 10 besar pada ajang Wonderful Indonesia Awards 2026 tingkat nasional.
Baca Juga: 2 Desa Wisata di Ciamis jadi Wakil Jabar di Tingkat Nasional
Pengelola Cadas Ngampar, Zamzam, menilai pencapaian masuk 10 besar sebagai momentum emas untuk mendongkrak kualitas destinasi. Pihaknya kini mulai mematangkan berbagai persiapan guna menghadapi tahapan penilaian berikutnya.
“Kalau soal target sih jelas target yang terbaik. Kita di provinsi targetnya masuk tiga besar dan untuk nasional masuk 10 besar,” katanya, Selasa (11/8/2026).
Benahi Data, Arsip, dan Kebersihan Lingkungan
Zamzam menjelaskan, pengelola tidak hanya memoles daya tarik wisata, tetapi juga membenahi seluruh data administrasi dan arsip pengelolaan destinasi.
“Sebagian sudah persiapkan tentang data-data, arsip-arsip terus dipersiapkan. Terus kebersihan utamanya, kebersihan,” ucapnya.
Ia menegaskan, aspek kebersihan lingkungan Cadas Ngampar menjadi prioritas utama. Langkah ini sangat krusial mengingat Cadas Ngampar mengandalkan keindahan alam dan jernihnya air sungai sebagai daya tarik utama bagi wisatawan.
“Cadas Ngampar memiliki aliran air yang berasal langsung dari hulu sungai. Kondisi itu menjadi salah satu keunggulan yang terus dijaga pengelola,” jelasnya.
Alternatif Wisata Saat Musim Kemarau
Selain menawarkan kesegaran wisata air, Cadas Ngampar menyajikan beragam aktivitas rekreasi seperti river tubing, camping, hingga penginapan homestay di sekitar kawasan wisata.
Meski demikian, pengelola selalu menyesuaikan operasional kegiatan wisata dengan kondisi alam terkini.
“Saat ini, misalnya aktivitas river tubing sementara dihentikan karena debit air menyusut akibat kemarau panjang. Sebagai gantinya, pengelola mendorong wisatawan untuk menikmati aktivitas camping di kawasan Cadas Ngampar,” ungkapnya.
(Husen Maharaja)



