CIAMIS, FOKUSJabar.id: Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar), Dian Kusdiana mengatakan, Desa wisata Gunungsari dan Jalatrang sukses masuk 10 besar Desa/Kampung Wisata Jawa Barat dalam ajang Smiling West Java Integrated Tourism Destination Management Award (SWJ-ITDMA) 2026 Pesona Pasundan.
Menurut Dian, capaian tersebut menjadi angin segar bagi pengembangan pariwisata di wilayah Kabupaten Ciamis. Bagaimana tidak, kedua desa wisata tersebut menjadi wakil Jawa Barat untuk melaju ke tahapan berikutnya dan berpeluang bersaing di tingkat nasional.
BACA JUGA:
Ribuan Ayam Siap Panen Mati Terbakar di Ciamis, Kerugian Tembus Rp300 Juta
“Keberhasilan Desa wisata Gunungsari dan Jalatrang menjadi wakil Jawa Barat tidak lepas dari proses pembinaan yang di lakukan secara kolaboratif,” tegas Dian, Selasa (11/8/2026).
Dian menuturkan, Kabupaten Ciamis menjadi salah satu daerah yang memiliki wakil terbanyak dari Jawa Barat yang menjadi perwakilan untuk tingkat nasional.
“Masuknya dua Desa wisata menjadi bukti bahwa potensi pariwisata di Ciamis mampu bersaing dengan daerah lain,” jelasnya.
Dian mengatakan, proses kurasi telah di lakukan sebelumnya. Sehingga Desa Gunungsari dan Jalatrang tidak sekadar masuk berdasarkan potensi alamnya saja. Namun juga melalui penilaian terhadap pengelolaan dan kesiapan desa wisata.
“Secara administratif sudah teruji. Proses kurasinya juga sudah berlangsung sekitar dua bulan lalu. Kemudian baru di luncurkan sebagai wakil Provinsi Jawa Barat untuk tingkat nasional,” jelasnya
Dian menjelaskan, Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis menerapkan pola collaborative government dalam membina desa-desa wisata.
BACA JUGA:
Bukan Sekadar Wisata Adat, Kampung Kuta Ciamis Disiapkan Jadi Destinasi Wellness
Pola itu mengedepankan keterlibatan berbagai pihak. Termasuk masyarakat, akademisi, pelaku usaha, media, budayawan, seniman, praktisi hingga pemerintah desa.
“Polanya menggunakan collaborative government. Jadi pengembangan desa wisata tidak banyak menggunakan APBD, tetapi di sesuaikan dengan keinginan masyarakat, kemampuan serta potensi yang ada,” pungkasnya.
(Husen Maharaja)



