spot_imgspot_img
Minggu 20 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Olahraga Tradisional jadi Daya Tarik Haornas 2026 di Ciamis

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Beragam olahraga tradisional turut memeriahkan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) di Alun-alun Ciamis, Minggu (20/9/2026).

Kehadiran permainan tradisional seperti egrang, bakiak, lari balok, congklak, bola bekel, lompat tali, sumpitan hingga tarompah menjadi salah satu daya tarik di tengah kampanye Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar (Gemar).

BACA JUGA:

Peringati Haornas 2026, Sekda Ciamis Ajak Masyarakat Aktif dan Bugar

Permainan yang dulu akrab dengan kehidupan masyarakat tersebut kembali di perkenalkan dalam ruang publik. Tak hanya menjadi hiburan, olahraga tradisional juga menjadi bagian dari upaya mengajak masyarakat lebih aktif bergerak.

Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kabupaten Ciamis, Nur Muttaqin mengatakan, olahraga tradisional perlu terus di kenalkan dan di bumikan kembali di tengah masyarakat.

“Kita sudah berkoordinasi dengan dinas terkait. Di beberapa kecamatan juga sudah ada kegiatan olahraga tradisional. Di Ciamis, misalnya, kemarin ada kegiatan di Kertasari antargugus sekolah,” ujar Nur.

Ia menyebut, sejumlah permainan tradisional yang terus di dorong untuk kembali di mainkan masyarakat di antaranya jujungkungan, lari balok, tarompah, serta berbagai permainan tradisional lainnya.

“Yang penting masyarakat Ciamis semua sehat, banyak bergerak, banyak olahraga,” katanya.

Menurutnya, momentum Haornas menjadi kesempatan untuk memperkenalkan olahraga tradisional kepada masyarakat secara lebih luas.

Ia berharap, kegiatan semacam ini tidak hanya di gelar saat peringatan hari besar olahraga. Tetapi dapat menjadi kegiatan rutin di ruang publik.

“Nanti kita koordinasikan dengan dinas terkait dan semua elemen masyarakat. Sehingga kegiatannya menjadi kegiatan bersama. Tidak hanya milik Kormi, karena urusan olahraga juga ada KONI, NPCI, dan dinas terkait,” ujarnya.

Ia menilai, ruang publik seperti Alun-alun Ciamis dapat menjadi salah satu lokasi untuk menggelar kegiatan olahraga bersama. Termasuk permainan tradisional.

Namun, pelaksanaannya perlu di koordinasikan agar lokasi yang di gunakan tetap strategis dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.

BACA JUGA:

PSGC Menang di Hadapan 9.605 Suporter, Herdiat Ingin Stadion Galuh Makin Bergemuruh

Nur berharap, olahraga tradisional semakin dekat dengan kehidupan masyarakat Ciamis. Menurutnya, masyarakat tidak harus melakukan olahraga berat untuk menjaga kebugaran.

“Harapan ke depannya olahraga semakin membumi. Minimal dari 24 jam, warga Ciamis khususnya menyisihkan satu jam untuk berolahraga atau bergerak,” katanya.

Bahkan, aktivitas sederhana seperti berjalan kaki atau lari kecil pun di nilai sudah menjadi langkah untuk menjaga tubuh tetap aktif.

“Kalau tidak olahraga tradisional, minimal jalan-jalan kecil atau lari-lari kecil. Di Ciamis banyak fasilitasnya, ada alun-alun, Lokasana, dan banyak tempat untuk kegiatan olahraga. Termasuk di lingkungan masing-masing,” katanya.

Kehadiran olahraga tradisional dalam Haornas di Alun-alun Ciamis pun menjadi pengingat bahwa aktivitas fisik tidak selalu harus di lakukan dengan fasilitas modern.

Permainan sederhana yang di wariskan dari generasi ke generasi juga dapat menjadi sarana masyarakat untuk bergerak, berkumpul, sekaligus menjaga kebugaran.

(Mia)

spot_img

Berita Terbaru