spot_imgspot_img
Selasa 11 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Hadapi Musim Kemarau, Ini Langkah Antisipasi Bupati Garut

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin memimpin Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terkait antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan selama musim kemarau, Selasa (11/8/2026).

Langkah tersebut di lakukan menindaklanjuti arahan Pemerintah Pusat agar pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.

BACA JUGA:

Pemkab-Forkopimda Garut Perkuat Pengawasan Obat Terlarang

Bupati Garut menegaskan, penanganan bencana membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Termasuk Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Syakur mengungkapkan, kawasan Gunung Guntur menjadi salah satu titik yang perlu di waspadai.

Sepanjang Juli 2026, terjadi lima kali kebakaran yang menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Seluruh kejadian tersebut telah berhasil di tangani.

Selain itu, kebiasaan warga membakar lahan secara sembarangan juga menjadi perhatian.

Pemkab Garut akan segera menerbitkan surat imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

Untuk menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian, Pemkab Garut telah membagikan 98 unit pompa air dan menyiagakan bantuan pompa dari Kodim apabila terjadi kekurangan air di area persawahan.

Hingga saat ini, dampak kebakaran di laporkan belum merembet ke lahan pangan produktif.

Pemkab Garut juga telah menetapkan Keputusan Bupati tentang Penetapan Status Siaga Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026 yang berlaku mulai 1 Juli hingga 30 September 2026.

BACA JUGA:

Bupati Garut Dorong Pelayanan Publik dan Pembangunan Desa

Berdasarkan laporan BPBD, kebakaran hutan dan lahan tercatat sebanyak 303 kejadian.

285 kejadian telah di tangani dan 18 kejadian lainnya masih dalam proses pengawasan. Khusus kebakaran lahan, tercatat 135 kejadian akibat dampak musim kemarau.

Dalam penanganan krisis air bersih, BPBD telah mendistribusikan 125.000 liter air bersih ke delapan desa/kelurahan di enam kecamatan terdampak. Yakni, Tarogong Kaler, Pasirwangi, Cigedug, Cibatu, Sucinaraja dan Karangpawitan.

Untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang, Pemkab Garut juga telah mengajukan bantuan pembangunan 100 titik sumur bor serta armada mobil tangki air tambahan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Meski terjadi peningkatan intensitas bencana, BPBD memastikan penanganan masih berjalan melalui koordinasi lintas perangkat daerah dan hingga saat ini belum menaikkan status menjadi Tanggap Darurat.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru