spot_imgspot_img
Jumat 9 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 240

Gempa dan Rob Air Laut Melanda Pangandaran, Khawatir Tsunami?

0
Pangandaran@fokusjabar.id
Penyintas Tsunami Pangandaran 2006, Suherman (43).(fokusjabar.id/Sajidin)

‎PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Gempa bumi dan rob air laut yang beberapa kali terjadi belakangan ini tidak lagi membawa kecemasan bagi penyintas Tsunami Pangandaran 2006.

Hal ini dirasakan Suherman (43), salah satu korban selamat yang kini tinggal di wilayah relokasi.

‎Menurut Suherman, jarak tempat tinggalnya yang cukup jauh dari garis pantai membuatnya merasa lebih tenang jika terjadi bencana serupa.

Baca Juga: Kadis KPP Jabar Sebut Pangandaran Masih Surplus Pangan Saat Kemarau

‎”Enggak sih, enggak khawatir kan jauh dari laut,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Rabu (12/8/2026).

‎Suherman merupakan salah satu warga yang terdampak tsunami 17 Juli 2006 silam. Ia tinggal di Bulak laut, wilayah yang dekat dengan pinggir laut.

‎Setelah bencana itu, Suherman akhirnya di relokasi ke kampung Tsunami yang berlokasi di RT 01/17 Desa Babakan, Pangandaran.

‎Setelah direlokasi ke lokasi tersebut, ia mengaku kondisinya jauh lebih aman. Saat ini Suherman di percaya sebagai ketua RT di kampung Tsunami.

‎”Sekarang lebih aman. Dari laut agak jauh,” jelasnya.

‎Meski begitu, pada musim pancaroba di wilayahnya masih sempat dilanda banjir rob. Namun Suherman menyebut kondisinya sudah jauh membaik setelah adanya sodetan.

‎”Dulu iya. sekarang kan udah di sodet. Digali. Paling banjir rob satu harian lah. Airnya enggak sampai rumah,” tuturnya.

‎Ia menambahkan, tanah di lokasi relokasinya juga sudah diurug setinggi sekitar 1,5 meter dari kondisi awal yang dulunya merupakan rawa.

‎”Tadinya kan rawa, lalu di urug jadi tinggi,” ujarnya.

Pentingnya Antisipasi

‎Sebagai penyintas, Suherman mengaku tetap memahami pentingnya antisipasi. Ia menyebut di wilayahnya masih terdapat sirene peringatan tsunami yang rutin diuji coba.

‎”Ya, Kan itu suka ada sirene suka kedengeran. Itu juga suka dicek sirenenya. Kalau enggak salah tiap bulan tuh dicek,” katanya.

‎Menurutnya, suara sirene sengaja diuji setiap bulan agar dipastikan tidak rusak dan bisa berfungsi saat dibutuhkan.

Baca Juga: Bupati Pangandaran Hadiri Gerakan Pangan Murah di Padaherang 

‎”Sebulan sekali cek mungkin takut ada kerusakan. Ya, kalau ada Tsunami mah mungkin sirene itu hidup,” kata Suherman.

‎Hingga kini, 20 tahun setelah peristiwa tsunami, warga relokasi seperti Suherman mengaku sudah bisa hidup lebih tenang. Meski rasa takut masih ada, keberadaan jalur evakuasi, sirene, dan jarak yang lebih jauh dari pantai menjadi faktor utama rasa aman tersebut.

‎Sekedar informasi, Tsunami Pangandaran 17 Juli 2006 menelan ratusan korban jiwa dan merusak wilayah pesisir. Sejumlah warga kemudian direlokasi ke lokasi yang lebih aman dan lebih tinggi dari permukaan laut.

(Sajidin)

Bandara Husein Sastranegara Bandung Go International, Inilah Rute Prioritas

0
Bandung@fokusjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, mulai kembali memperluas konektivitas penerbangan. Setelah rute menuju sejumlah kota di luar Pulau Jawa kembali dibuka, Pemerintah Kota Bandung menargetkan penerbangan internasional mulai beroperasi pada Oktober 2026.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, kondisi infrastruktur Bandara Husein Sastranegara saat ini sudah sangat baik untuk mendukung peningkatan layanan penerbangan.

Menurutnya, pembenahan yang dilakukan saat ini lebih banyak menyasar aspek desain, branding, dan tampilan bandara.

Baca Juga: Farhan Bolehkan Sumbangan 17 Agustus di Kota Bandung Dengan Catatan

“Bandara Husein Sastranegara infrastrukturnya sudah sangat baik, tinggal dipoles. Saat ini kami sedang berdiskusi secara intensif mengenai desain, termasuk ukuran huruf, branding, dan sebagainya. Untuk penerbangan internasional diperkirakan mulai Oktober,”kata Farhan, Rabu (12/8/2026).

Farhan menyebut, penerbangan dari Bandung menuju sejumlah kota di luar Pulau Jawa juga sudah kembali berjalan pada 6 dan 7 Agustus 2026, penerbangan perdana dari Bandung menuju Lampung dan Palembang telah dilakukan.

“Pada tanggal 6 dan 7 Agustus, sudah ada penerbangan perdana menuju Lampung dan Palembang. Artinya, penerbangan dari Bandung sudah bisa keluar pulau,” katanya.

Farhan menambahkan, pada 14 Agustus mendatang akan kembali terdapat penerbangan yang dilayani maskapai Wings. Selain itu, Garuda Indonesia dan Citilink juga akan melayani penerbangan menggunakan pesawat jet.

Baca Juga: Penertiban PKL Kota Bandung Tak Disertai Kompensasi, Ini Alasannya

Sementara untuk penerbangan internasional, pembukaan rute masih menunggu izin dari asosiasi internasional terkait.

Sejumlah negara menjadi target awal penerbangan internasional dari Bandung. Singapura dan Malaysia menjadi dua rute yang diprioritaskan.

“Belum boleh. Izinnya harus datang dari asosiasi internasional terkait. Sudah pasti Singapura dan Malaysia. Tetapi saya ingin menambah rute ke Thailand, khususnya Phuket atau Thailand Selatan,” jelasnya.

(Yusuf Mugni)

PM Gatra Apresiasi Dukungan DPRD dan Pemkab Garut

0
PM Gatra fokusjabar.id
Ketum PM Gatra, Rd. H. Holil Aksan Umarzen

GARUT, FOKUSJabar.id: Ketua Umum (Ketum) Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra), Holil Aksan Umarzen menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Garut Jawa Barat (Jabar) yang telah memberikan dukungan, perhatian dan ruang komunikasi terhadap perjuangan pemekaran Garut Utara.

Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga semangat dan kesinambungan perjuangan masyarakat Garut Utara menuju terbentuknya DOB.

BACA JUGA:

Acara Silaturahmi PM Gatra tak Dihadiri Wakil Rakyat, Ini Kata Wakil Ketua DPRD Garut

“Kami apresiasi dukungan Pak Bupati dan Ketua DPRD Garut yang telah membrikan perhatuan dan ruang komunikasi terhadap perjuangan pemekaran Garut Utara,” kata Holil, Rabu (12/8/2026).

PM Gatra memahami bahwa setiap lembaga dan pejabat memiliki agenda serta tanggung jawab masing-masing.

Karena itu, terkait ketidakhadiran sebagian anggota DPRD dalam suatu kegiatan, pihaknya tidak ingin menjadikan sebagai persoalan yang dapat mengurangi hubungan baik yang selama ini telah terbangun.

“Kami menjunjung tinggi etika, kesantunan, saling menghormati dan menjaga wibawa kelembagaan. Silaturahmi dengan seluruh unsur pemerintah, DPRD, tokoh masyarakat serta berbagai elemen masyarakat akan terus di rawat dengan baik,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Holil Aksan Umarzen Ogah Perjuangan Garut Utara jadi Sia-sia

Menurut Holil, perjuangan pemekaran Garut Utara bukan untuk berhadapan dengan siapa pun. Namun merupakan ikhtiar bersama untuk menghadirkan pemerintahan yang lebih dekat, pelayanan publik yang lebih baik serta masa depan masyarakat Garut Utara yang lebih maju, mandiri, sejahtera dan bermartabat.

“Kami ucapkan terima kasih atas segala dukungan yang telah di berikan. Semoga sinergi antara masyarakat, DPRD dan Pemerintah Kabupaten Garut semakin kuat dalam mengawal aspirasi masyarakat Garut Utara,” tutup Holil.

(Bambang Fouristian)

Acara Silaturahmi PM Gatra tak Dihadiri Wakil Rakyat, Ini Kata Wakil Ketua DPRD Garut

0
PM Gatra DPRD Garut fokusjabar.id
Acara Silaturhami PM Gatra

GARUT, FOKUSJabar.id: Acara silaturahmi sekaligus musyawarah persiapan kajian kawasan Calon Ibu Kota Kabupaten Garut Utara yang di inisiasi Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra) bertempat di aula Kecamatan Balubur Limbangan, Selasa (11/8/2026) kemarin menyisakan kekecewaan.

Rasa kecewa tersebut tak hanya di rasakan oleh pihak panitia. Namun juga oleh masyarakat Garut Utara yang hadir dalam acara silaturahmi akbar tersebut.

BACA JUGA:

Holil Aksan Umarzen Ogah Perjuangan Garut Utara jadi Sia-sia

Mereka kecewa karena tak di hadiri satu orang pun anggota DPRD Garut. Informasi dari pihak panitia, surat undangan resmi sudah di kirim lima hari sebelum acara ke 12 wakil rakyat Daerah Pemilihan (Dapil) setempat.

“Kami kecewa tidak ada perwakilan dewan yang hadir. Padahal mereka di pilih oleh masyarakat Garut Utara,” ungkap tokoh pemuda Kecamatan Malangbong, Dian.

Senada di sampaikan Koordinator Bidang Teknologi Informasi dan Multimedia PM Gatra, M.A. Zakariyya. Dia kecewa kepada 12 anggota DPRD Garut yang mengabaikan undangan resmi rakyat yang sedang berjuang.

Menurutnya, jabatan wakil rakyat bukan hadiah untuk di nikmati. Namun amanah yang harus di jalani dengan kedekatan.

“Rakyat tidak melupakan janji mereka. Tapi Anggota DPRD yang seolah melupakan rakyat yang telah memilihnya,” kata Zakariyya, Rabu (12/8/2026).

BACA JUGA:

Bupati Garut Dorong Pelayanan Publik dan Pembangunan Desa

Wakil Ketua DPRD Garut, Ayi Suryana menyampaikan permohonan maaf karena berhalangan hadir dalam acara silaturahmi Paguyuban Masyarakat Garut Utara.

PM Gatra DPRD Garut fokusjabar.id
(foto: web)

“Mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat dan terkhusus PM Gatra. Saya sebenarnya ingin hadir dan bersilaturahmi, tapi kondisi badan sedang kurang sehat.”

“Insyaallah di acara berikutnya saya usahakan hadir,”  singkat Ayi Suryana melalui pesan WhatsApp (WA).

(Bambang Fouristian)

Kadis KPP Jabar Sebut Pangandaran Masih Surplus Pangan Saat Kemarau

0
Pangandaran@fokusjabar.id
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, Linda Al-Amin bersama Bupati Pangandaran Citra Pitriyami saat berada di Gerakan Pangan Murah.(fokusjabar.id/Sajidin)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, disebut masih berada dalam kondisi surplus pangan meski sektor pertanian daerah itu tengah menghadapi musim kemarau.

‎Pemerintah Provinsi Jawa Barat menilai ketersediaan pangan di Pangandaran masih mencukupi di tengah kondisi cuaca yang berpotensi menekan sektor pertanian.

‎Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, Linda Al-Amin mengatakan, kondisi surplus tersebut menjadi catatan penting di tengah tantangan pertanian akibat kemarau.

Baca Juga: Bupati Pangandaran Hadiri Gerakan Pangan Murah di Padaherang 

‎”Dengan kondisi pertanian hari ini yang di tanah dengan kemarau dan lain sebagainya. Iya betul Pangandaran ya ketahanan pangan sesuai laporan rate pangan bulan lalu ya terakhir ya kita masih surplus semuanya,” kata Linda saat menghadiri Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Rabu (12/8/2026).

Gerakan Pangan Murah

‎Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengatakan, kegiatan Gerakan Pangan Murah sangat membantu masyarakat. Menurut dia, warga akan tetap mengejar barang ketika terdapat selisih harga, bahkan dalam jumlah yang relatif kecil.

‎”Gerakan pangan murah di sini, kalau ibu-ibu namanya subsidi namanya ada diskon dikejar kemana-mana. Barusan kata Bu Kadis ada Rp2000 subsidi. Boro-boro Rp2000, Rp500 saja dikejar jadi itu,” ungkapnya. 

‎Citra pun meminta kegiatan tersebut lebih sering dilaksanakan di Pangandaran. Menurut dia, GPM menjadi salah satu bentuk intervensi yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.

‎”Tentu sangat membantu masyarakat kami Bu jadi sering-seringlah mengadakan gerakan pangan murah di Kabupaten Pangandaran,” ujarnya.

‎Antusiasme masyarakat terhadap pangan murah juga memperlihatkan bahwa keterjangkauan harga menjadi persoalan penting di tingkat rumah tangga. Bagi masyarakat, potongan harga beberapa ratus hingga ribuan rupiah tetap memiliki arti ketika harus memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tetap Perlu Dijaga

‎Kondisi Pangandaran yang masih surplus pangan menjadi modal penting untuk menghadapi tekanan sektor pertanian selama kemarau. Namun, kondisi tersebut tetap perlu dijaga agar ketersediaan pangan tidak terganggu apabila musim kering berlangsung lebih lama.

Baca Juga: Perahu Terbalik di Laut, Seorang Nelayan Pangandaran Dikabarkan Hilang

‎”Ya kita juga butuh kepastian produksi dan pasokan pangan sih tetap tersedia. Terus juga masyarakat pengen dapat dibeli dengan harga yang terjangkau pastinya,” kata Dadan, pelaku UMKM yang turut menjajakan dagangan di GPM Padaherang. 

‎Menurut dia, Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk menjembatani kebutuhan tersebut. 

‎Dengan kondisi pertanian yang menghadapi kemarau, upaya mempertahankan surplus pangan sekaligus menjaga harga tetap terjangkau menjadi tantangan pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan Pangandaran.

(Sajidin)

Farhan Bolehkan Sumbangan 17 Agustus di Kota Bandung Dengan Catatan

0
Bandung@fokusjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan membolehkan masyarakat menggalang sumbangan untuk mendukung kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus.

Namun, ia menegaskan penggalangan dana harus dilakukan secara sukarela dan tidak boleh disertai ancaman maupun pemaksaan.

Farhan menilai, penggalangan sumbangan merupakan bentuk partisipasi masyarakat untuk mencari dukungan atau sponsor dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan kemerdekaan.

Baca Juga: Penertiban PKL Kota Bandung Tak Disertai Kompensasi, Ini Alasannya

“Kalau itu kan bagian dari upaya untuk cari sponsor, ya. Kita juga enggak bisa melarang. Boleh-boleh aja itu. Silakan,” kata Farhan, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk mengajak pihak lain berpartisipasi dalam kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan. Ia pun mendukung bentuk partisipasi tersebut selama dilakukan secara wajar.

“Setiap orang kan pasti ada upaya untuk mengajak partisipasi. Saya dukung. Mangga,” katanya.

Meski demikian, Farhan mengingatkan agar penggalangan sumbangan tidak berubah menjadi tindakan pemaksaan. Terlebih jika disertai ancaman kepada warga maupun pelaku usaha yang memilih tidak memberikan uang.

Baca Juga: Hadapi Isu Pangan dan Ekonomi, Ini Pesan Ono Surono

“Asal jangan dijadikan sebagai alat untuk memeras, misalnya, gitu,” ujarnya.

Farhan mencontohkan, tindakan mengancam pemilik usaha karena tidak memberikan sumbangan sudah tidak dapat dibenarkan. Apalagi jika ancaman tersebut berupa perusakan terhadap tempat usaha.

“Kalau tidak kasih, nanti warungnya kita rusak. Nah, itu enggak boleh. Itu pemerasan namanya, bukan kemerdekaan,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Bupati Pangandaran Hadiri Gerakan Pangan Murah di Padaherang 

0
Pangandaran@fokusjabar.id
Suasana di gerakan pangan murah di Padaherang Pangandaran.(fokusjabar.id/Sajidin)

‎PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Ratusan ibu rumah tangga (IRT) padati lokasi Gerakan Pangan Murah (GPM) di wilayah Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Rabu (12/8/2026). Kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

‎Meski acara belum dimulai, para ibu-ibu sudah terlihat sibuk memilih kebutuhan rumah tangga. Komoditas yang diburu mulai dari bawang merah, bawang putih, cabai, minyak, beras, daging, sayur mayur, buah-buahan hingga kebutuhan lainnya.

‎Cucu (37), warga Karangpawitan, Padaherang, mengaku sengaja datang ke acara Gerakan Pangan Murah sejak pagi. Ia datang bersama rombongan dan langsung menyerbu lapak GPM.

Baca Juga: Puncak Musim Kemarau, Damkar Pangandaran Tangani Enam Kebakaran Sepanjang Agustus

‎”Alhamdulillah sangat membantu. Tadi beli minyak goreng, cabe merah, cabe rawit sama bawang merah. Harganya murah,” ujar Cucu saat ditemui di lokasi.

‎Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengatakan, ibu-ibu rumah tangga memang paling antusias ketika harga kebutuhan pokok dijual di bawah harga pasaran.

‎”Karena kalau ibu-ibu ada yang namanya subsidi pasti dikejar ke mana-mana. Boro-boro dua ribu, lima ratus saja dikejar,” ujar Bupati Citra.

DKPP Siapkan Stok Besar

‎Senada, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat, Linda Al Amin, menyampaikan pihaknya menyiapkan stok besar untuk GPM kali ini. 

‎Stok yang disediakan di antaranya beras 1 ton, telur 5 kwintal, minyak goreng 720 liter, daging ayam 2 kwintal serta kebutuhan lainnya.

‎”Kita menjual pangan strategisnya ya seperti beras, minyak, telur, ayam itu semuanya dapat subsidi 2.000 per kilo,” kata Linda.

Baca Juga: Hari Kedua, Pencarian Nelayan Hilang di Pangandaran Terkendala Cuaca Buruk

‎Ia menjelaskan subsidi Rp2.000 per kilo diberikan khusus untuk 12 pangan strategis. 

‎”Ya jadi berapapun yang masuk ke sini ada subsidi 2.000 per kilo khusus yang 12 pangan strategis itu. Termasuk cabai merah, cabai hijau, telur. Semuanya kena subsidi 2.000 per kilo. Ini harganya pasti lebih murah daripada harga di pasar,” jelasnya.

Dengan harga yang lebih murah dari pasaran, GPM diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari menjelang peringatan kemerdekaan.

(Sajidin)