spot_imgspot_img
Jumat 9 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 239

Pemdes Kertaharja Ciamis Evaluasi Program Ketahanan Pangan Dana Desa

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot : Tim Monev Pemdes Kertaharja saat berada di kelompok peternak Domb

CIAIS,FOKUSJabar,id: Pemerintah Desa Kertaharja, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengawal ketat penyaluran anggaran Dana Desa (DD) sektor ketahanan pangan. Bersama tim pendamping dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Pemdes Kertaharja menggelar kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) pada Rabu (12/8/2026).

Langkah evaluasi ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana dampak serta manfaat nyata program tersebut bagi kesejahteraan masyarakat setempat.

Baca Juga: Hadapi Kekeringan, Sinergi Perbankan-BPBD Ciamis Diperkuat

Tim Monev memeriksa satu per satu kelompok penerima bantuan untuk memastikan pemanfaatan anggaran Dana Desa berjalan tepat sasaran, berdaya guna, serta efektif meningkatkan taraf ekonomi warga.

“Kami bersama tim telah melaksanakan Monev kepada sejumlah kelompok yang mendapatkan bantuan yang dibiayai anggaran dana desa (DD),” ujar Kepala Desa Kertaharja, Waryo Alfarizi, Rabu (12/8/2026).

Program Ketahanan Pangan Berjalan Sesuai Harapan

Waryo menjelaskan bahwa sasaran Monev kali ini mencakup kelompok peternak domba, pembudidaya jamur merang, serta kelompok tani.

“Alhamdulillah setelah melaksanakan Monev semua kelompok yang mendapatkan bantuan itu berjalan sesuai harapan,” katanya.

Melihat keberhasilan program tersebut, para anggota kelompok penerima manfaat menyampaikan aspirasi agar pemerintah desa terus melanjutkan pemberian bantuan secara berkesinambungan.

“Mereka berharap bantuan ini semakin meningkat dari tahun sebelumnya,” ucap Waryo.

Bantuan Domba Berhasil Berkembang Biak

Apresiasi tinggi datang dari para penerima manfaat. Ketua Kelompok Ternak Domba, Rosid, menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Desa Kertaharja atas bantuan modal usaha ternak yang kelompoknya terima.

Ia menceritakan keberhasilan kelompoknya dalam mengelola dan mengembangkan bantuan hewan ternak tersebut.

“Alhamdulillah dari Sepuluh ekor Domba bantuan saat ini sudah berkembang biak cukup banyak,” ungkap Rosid.

Hasil positif ini membuktikan bahwa alokasi Dana Desa untuk sektor ketahanan pangan di Desa Kertaharja memberikan dampak nyata dalam menggerakkan roda perekonomian dan kesejahteraan warga desa.

(Husen Maharaja)

7 Lauk yang Sering Ada di Nasi Tumpeng, Lengkap dengan Resepnya

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
7 Lauk yang Sering Ada di Nasi Tumpeng, Lengkap dengan Resepnya. Sumber Gambar: fibercreme.com

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Senin, 17 Agustus 2026, menjadi momen pas untuk menggelar syukuran dan makan bersama. Nasi tumpeng selalu hadir menjadi primadona dalam momen kebersamaan warga maupun acara keluarga. Kerucut nasi kuning yang berdiri tegap kian menggoda selera saat berpadu dengan aneka lauk-pauk lezat di sekelilingnya.

Deretan lauk tak hanya menyempurnakan rasa, tetapi juga menghadirkan variasi tekstur dan estetika warna-warni yang menggugah selera. Berikut 7 resep lauk pelengkap tumpeng sederhana yang dapat Anda buat sendiri di rumah:

Baca Juga: Resep Nasi Tumpeng HUT RI ke-81, Lengkap dengan Bahan dan Cara Membuatnya

1. Ayam Goreng Bumbu Kuning

Ayam goreng bumbu kuning menjadi pendamping wajib nasi tumpeng. Proses pengungkepan rempah meresapkan bumbu gurih hingga ke serat daging terdalam.

Bahan Utama: Daging ayam (potong sesuai kebutuhan), bawang putih, kemiri, jahe, lengkuas, kunyit, serai, daun salam, daun jeruk, garam, air, dan minyak goreng.

Langkah Memasak:

  1. Haluskan bawang putih, kemiri, jahe, lengkuas, dan kunyit.
  2. Tumis bumbu halus hingga harum, lalu masukkan potongan ayam, serai, daun salam, dan daun jeruk.
  3. Tuangkan air secukupnya, kemudian ungkep ayam sampai matang dan bumbu meresap sempurna.
  4. Angkat ayam setelah air menyusut, lalu goreng dalam minyak panas hingga permukaannya berwarna kuning kecokelatan.

2. Telur Balado Warna Merah

Sentuhan warna merah dari sambal balado menghadirkan nuansa kontras yang mempercantik sekeliling nasi kuning.

Bahan Utama: Telur ayam, cabai merah keriting, cabai merah besar, bawang merah, bawang putih, tomat, garam, gula, dan minyak menumis.

Langkah Memasak:

  1. Rebus telur hingga matang, kupas bersih, lalu goreng sebentar agar kulit luarnya berkulit dan kokoh.
  2. Haluskan cabai, bawang merah, bawang putih, dan tomat.
  3. Tumis bumbu halus sampai matang dan mengeluarkan aroma harum.
  4. Bumbui dengan garam dan gula sesuai selera.
  5. Masukkan telur goreng, lalu aduk rata hingga seluruh permukaan telur terbalut sambal.

3. Orek Tempe Manis Gurih

Orek tempe menghadirkan perpaduan rasa manis, gurih, dan tekstur renyah yang sangat praktis Anda buat dalam jumlah banyak.

Bahan Utama: 500 gram tempe, bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting, kecap manis, gula merah, garam, serta minyak menumis (opsional: kacang tanah atau teri goreng).

Langkah Memasak:

  1. Potong tempe berbentuk batang kecil, lalu goreng sampai garing dan tiriskan.
  2. Tumis irisan bawang merah, bawang putih, dan cabai hingga harum.
  3. Masukkan tempe goreng ke dalam wajan.
  4. Tambahkan kecap manis, gula merah, dan garam.
  5. Aduk cepat hingga bumbu kecap mengental dan meresap rata ke seluruh tempe.

4. Mie Goreng Gurih

Sajian mie goreng memberikan variasi tekstur kenyal di antara renyah dan lembutnya lauk tumpeng lainnya.

Bahan Utama: 500 gram mie telur, 4 siung bawang putih, 1 buah bawang bombai, 2 butir telur, kecap manis, minyak wijen, kecap Inggris, lada, dan garam.

Langkah Memasak:

  1. Rebus mie telur hingga lunak, lalu tiriskan.
  2. Orak-arik telur di dalam wajan bereminyak, lalu tumis bawang putih dan bawang bombai hingga harum.
  3. Masukkan mie telur yang telah Anda tiriskan.
  4. Bumbui dengan kecap manis, minyak wijen, kecap Inggris, lada, dan garam.
  5. Aduk rata seluruh bahan hingga mie matang sempurna.

5. Perkedel Kentang Lembut

Perkedel kentang memberikan tekstur lembut di dalam serta sedikit renyah pada bagian luar kulit gorengnya.

Bahan Utama: Kentang, bawang putih, bawang merah, merica, garam, irisan daun seledri, dan kocokan telur untuk pelapis.

Langkah Memasak:

  1. Goreng potongan kentang hingga matang, lalu haluskan selagi hangat.
  2. Campurkan kentang halus dengan bawang goreng dan bumbu yang telah Anda haluskan.
  3. Masukkan irisan daun seledri, lalu bentuk adonan menjadi bulatan pipih.
  4. Celupkan perkedel ke dalam kocokan telur.
  5. Goreng dalam minyak panas hingga kedua sisinya matang kecokelatan.

6. Sambal Goreng Ati Kentang

Menu kaya rempah ini memperkaya variasi rasa lauk tumpeng melalui perpaduan gurihnya hati sapi dan potongan kentang.

Bahan Utama: Hati sapi, kentang (potong dadu), cabai merah, bawang merah, bawang putih, tomat, daun jeruk, petai (opsional), gula, garam, serta minyak goreng.

Langkah Memasak:

  1. Rebus hati sapi hingga matang, potong dadu, lalu goreng sebentar.
  2. Goreng potongan kentang dadu hingga matang dan berkulit.
  3. Tumis bumbu halus (cabai, bawang, tomat) bersama daun jeruk sampai matang dan harum.
  4. Masukkan potongan hati sapi, kentang goreng, dan petai.
  5. Bumbui dengan gula dan garam, lalu aduk sampai bumbu meresap sempurna.

7. Urap Sayur Bumbu Kelapa

Urap sayur menyegarkan penampilan tumpeng lewat warna hijau alami sekaligus menyumbang asupan serat yang sehat.

Bahan Utama: Kacang panjang, tauge, wortel, kol, bayam, kelapa parut, bawang putih, cabai, kencur, daun jeruk, gula, dan garam.

Langkah Memasak:

  1. Rebus seluruh sayuran secara terpisah hingga matang namun tetap renyah, lalu tiriskan.
  2. Haluskan bawang putih, cabai, kencur, daun jeruk, gula, dan garam, lalu campurkan dengan kelapa parut.
  3. Kukus campuran kelapa parut berbumbu hingga matang agar tidak mudah basi.
  4. Aduk rata bumbu kelapa kukus bersama sayuran rebus tepat sebelum Anda menyajikan tumpeng.

Seni Menata Tumpeng Kemerdekaan

Penyusunan warna lauk memegang peranan penting saat menghias tumpeng 17 Agustus. Anda dapat menata warna merah dari telur balado, hijau segar dari urap sayur, serta warna cokelat keemasan dari ayam dan perkedel secara berselang-seling mengelilingi nasi kerucut. Perpaduan warna alami hidangan ini secara otomatis menciptakan nuansa kemerdekaan yang cantik dan menggugah selera.

(Jingga Sonjaya)

Resep Nasi Tumpeng HUT RI ke-81, Lengkap dengan Bahan dan Cara Membuatnya

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Resep Nasi Tumpeng HUT RI ke-81, Lengkap dengan Bahan dan Cara Membuatnya. Sumber Gambar: dapurbusastro.com

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Masyarakat Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Senin, 17 Agustus 2026. Berbagai kegiatan seperti upacara, lomba, hingga tradisi makan bersama mewarnai momen bersejarah ini. Salah satu hidangan utama yang selalu hadir mencuri perhatian dalam acara syukuran warga adalah nasi tumpeng.

Bentuk kerucut yang khas serta deretan lauk-pauk lezat membuat tumpeng sangat fleksibel untuk berbagai acara warga. Pada HUT RI ke-81 tahun ini, pemerintah mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Identitas visual resmi karya Fajar Novario asal Padang tersebut mengeksplorasi keberagaman motif tradisional Nusantara konsep yang sejalan dengan filosofi keanekaragaman lauk pada piringan tumpeng.

Baca Juga: Ketika Seni Tak Lagi Sekadar Pajangan, KULTSE Bongkar Keresahan Sosial di Bandung

Bahan Utama Nasi Kuning Gurih Porsi Besar

Untuk menyajikan tumpeng nasi kuning yang pulen, gurih, dan beraroma harum bagi acara keluarga atau warga, berikut bahan-bahan yang perlu Anda siapkan:

  • 2 kg beras pulen berkulitas
  • 8 cm kunyit (parut atau haluskan)
  • 2 lembar daun pandan
  • 2 batang serai (memarkan)
  • 5 lembar daun jeruk purut
  • 1 sdt garam
  • 1.200 – 1.500 ml santan segar

Langkah Mudah Membuat dan Mencetak Tumpeng Kokoh

  1. Cuci bersih beras, lalu kukus selama 30 menit hingga mencapai tingkat kematangan setengah matang.
  2. Panaskan santan di dalam panci bersama kunyit halus, daun pandan, serai, daun jeruk purut, dan garam hingga mendidih.
  3. Tuangkan cairan santan bumbu yang masih panas secara bertahap ke wadah berisi beras setengah matang.
  4. Aduk rata campuran beras dan santan hingga seluruh cairan meresap sempurna.
  5. Kukus kembali beras selama 30 hingga 45 menit sampai nasi matang sempurna dan mengeluarkan aroma rempah yang kuat.
  6. Pindahkan nasi yang masih hangat ke dalam cetakan tumpeng.
  7. Tekan dan padatkan nasi secara perlahan agar bentuk kerucut berdiri kokoh dan tidak mudah runtuh saat Anda balik ke atas tampah saji.

Lauk Pelengkap dan Kreasi Hiasan Nuansa Merah Putih

Setumpuk nasi kuning gurih membutuhkan perpaduan lauk-pauk pelengkap seperti ayam goreng, telur dadar iris, kering tempe, mie goreng, perkedel, sambal, serta lalapan segar.

Guna menyesuaikan dengan nuansa HUT RI ke-81, Anda dapat memanfaatkan elemen hiasan alami berwarna merah dan putih. Potongan cabai merah, tomat, telur rebus, hingga kerupuk putih mampu mempercantik sekeliling tampah tanpa mengubah cit Rasa utama nasi tumpeng. Selain nasi kuning, masyarakat juga dapat mengkreasikan tumpeng berbahan nasi goreng merah putih sebagai alternatif sajian kreatif.

Tradisi menyantap tumpeng bersama merefleksikan semangat kebersamaan dan kebhinekaan bangsa. Kehadiran tumpeng di tengah perayaan 17 Agustus tidak sekadar memanjakan lidah, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga.

(Jingga Sonjaya)

Tak Ingin Warga Merasa Sendiri, Rosi Hernawati Sambangi Korban Musibah di Banjar

0
BANJAR, FOKUSJabar.id
Caption: Anggota DPRD Kota Banjar dari Fraksi Gerindra, Rosi Hernawati berbincang dengan keluarga korban pembunuhan. (Agus Purwadi/fokusjabar.id)

BANJAR,FOKUSJabar.id: Anggota DPRD Kota Banjar dari Fraksi Gerindra, Rosi Hernawati, menunjukkan aksi kepedulian nyata terhadap warga yang tertimpa musibah. Ia mendatangi sekaligus menyerahkan santunan kepada keluarga korban pembunuhan serta warga terdampak kebakaran di Kota Banjar pada Rabu (12/8/2026).

Aksi sosial ini menjadi wujud empati serta dukungan moral bagi warga yang tengah melewati masa sulit. Dalam kunjungan tersebut, Rosi berbincang langsung dengan para korban sembari menyerahkan Bantuan.

Baca Juga: Komitmen Pemkot Banjar Ciptakan Lingkungan Pendidikan Ramah Anak

Ia menegaskan bahwa aksi ini berfokus pada kepedulian wakil rakyat terhadap penderitaan warga, bukan sekadar menilai besaran materi.

“Ini bentuk kepedulian dan empati kami kepada masyarakat yang sedang mendapatkan musibah. Mudah-mudahan bantuan ini bisa sedikit meringankan beban dan keluarga yang terdampak diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Rosi.

Alasan Kunjungan Sempat Tertunda

Rosi mengungkapkan alasan utama yang membuat dirinya baru sempat menyambangi para korban musibah. Tugas dinas luar kota serta kondisi kesehatan yang sempat menurun memaksa dirinya untuk beristirahat sejenak.

“Kenapa baru sekarang saya datang, karena sebelumnya ada tugas di luar kota. Kemudian beberapa hari kemarin saya juga sempat ngedrop, jadi harus istirahat. Alhamdulillah sekarang sudah mulai pulih dan saya bisa datang langsung,” katanya.

Meskipun kunjungan sempat tertunda, Rosi memastikan kepeduliannya terhadap warga terduka tetap menjadi prioritas utama. Ia berharap kedatangannya mampu menghadirkan penguatan moral sekaligus meringankan kebutuhan harian warga.

Ajak Masyarakat Perkuat Semangat Gotong Royong

Selain menyerahkan santunan, Rosi mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat kepedulian sosial dan semangat gotong royong. Dukungan dari lingkungan sekitar memegang peranan penting saat warga menghadapi masa-masa sulit.

“Kita tidak ingin masyarakat merasa sendiri ketika menghadapi musibah. Mudah-mudahan dengan kebersamaan dan kepedulian, beban mereka bisa sedikit berkurang,” ucapnya.

Komitmen Terus Hadir di Tengah Masyarakat

Wakil rakyat Fraksi Gerindra ini menegaskan komitmennya untuk selalu hadir mengawal aspirasi dan membantu masyarakat Kota Banjar, khususnya saat terjadi bencana atau musibah.

Rosi mendoakan keluarga korban pembunuhan agar memperoleh ketabahan, serta berharap para korban kebakaran dapat segera bangkit memulihkan kehidupan mereka. Kunjungan ini sekaligus memperkuat solidaritas sosial antarwarga di Kota Banjar.

(Agus Purwadi)

TC Persib di Bali Begini Penjelasan Umuh Muchtar

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Foto: Manajer Persib, Umuh Muchtar. (Arif)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, mengatakan pemusatan latihan atau training center. Yang digelar skuad Maung Bandung di Bali menjadi ajang pemanasan sebelum mengarungi musim 2026/2027.

Sebelumnya, Persib sudah mengikuti turnamen pramusim Piala Presiden 2026. Dalam ajang tersebut skuad besutan pelatih Igor Tolic finish sebagai runner up. 

Setelah turnamen pramusim Piala Presiden 2026, Persib melanjutkan program pramusimnya dengan pemusatan latihan atau training center di Bali. 

Baca Juga: Persib Selesaikan Kewajiban ke Robert Rene Alberts, FIFA Cabut Registration Ban

“​Ya, karena ini di anggap pemanasan saja ya. Di anggap pemanasan lah, ya,” kata Umuh. 

Selama di Bali, skuad Maung Bandung akan melakoni pertandingan menghadapi tuan rumah Bali United dan Sabah FC. Dalam Dewata Challenge Series 2026.

Menurut pria yang juga menjabat Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat ini. Pertandingan di Dewata Challenge tidak terlalu padat seperti turnamen pramusim Piala Presiden 2026.

Pada Dewata Challenge, Persib masih memiliki jeda pertandingan yang cukup. Lantaran akan melakoni laga perdana pada Sabtu (15/8/2026) lawan Sabah FC.

Kemudian pertandingan kedua menghadapi tuan rumah pada Selasa (18/8/2026). Dua laga ini dijadwalkan akan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.

Baca Juga: Jelang Bergulirnya Musim 2026/2027, Persib Pinjamkan Hamra Hehanussa

“Jadi memang jadwalnya sangat sangat padat. Dan waktu pun juga masih ada jeda gitu ya, tidak seperti kemarin, ya,” ujarnya. 

“Ya, masih ada waktu lah. Jadi masih masih aman lah, tidak menurut saya tidak ada masalah. Anggap saja ini pemanasan, gitu,” jelasnya. 

Sementara itu, laga terdekat skuad Maung Bandung di musim 2026/2027. Yakni menghadapi Manila Digger pada laga play-off AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/2027, 31 Agustus mendatang.

(Arif)

Ketika Seni Tak Lagi Sekadar Pajangan, KULTSE Bongkar Keresahan Sosial di Bandung

0

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Komunitas Kultur Seni Eksperimental (KULTSE) menggelar pameran seni unik di The Hallway Space Pasar Kosambi, Bandung. Kolektif ini merangkul seniman visual, pegiat seni suara, hingga programmer untuk merespon fenomena sosial, politik, dan isu lingkungan. Pameran kolaboratif ini mendulang dukungan dari Artnue Jakarta serta NFT Indonesia.

Penggagas KULTSE, Kang Punjung, sengaja memilih kawasan The Hallway Space. Karakter ruang semi-outdoor tempat tersebut memberikan akses terbuka bagi masyarakat luas, namun tetap menjaga keamanan karya-karya yang terpajang dari gangguan cuaca.

Baca Juga: Bandara Husein Sastranegara Bandung Go International, Inilah Rute Prioritas

“Awalnya saya memang cukup antusias dan senang dengan street art. Saya melihat ada kejujuran, spontanitas dan kebebasan di dalamnya. Jadi ketika berseni, saya lebih tertarik pada sesuatu yang tidak terlalu komersial dan masih memiliki spontanitas,” ujar Kang Punjung, Rabu, (12/8/2026).

Ia menambahkan, “Kalau terlalu outdoor, karya-karya seni kita kurang bisa dikontrol, terutama dari sisi keamanan. Tapi kalau terlalu tertutup juga masyarakat sulit mengapresiasi. Jadi ruang semi-outdoor seperti ini cukup mengakomodasi.”

Menyuarakan Keresahan dan Kritik Keadilan Sosial

Pameran ini mengangkat sorotan utama terhadap dinamika sosial-politik serta ketimpangan sistemik di tengah masyarakat. Melalui karya seni, para seniman mengajak pengunjung mencermati kebijakan publik dan relasi kekuasaan secara lebih objektif.

Kang Punjung menegaskan bahwa pameran ini hadir bukan sebagai aksi perlawanan frontal terhadap penguasa. Karya-karya tersebut bertujuan memantik ruang diskusi kritis bagi publik.

“Sekarang ini kita melihat banyak permainan. Ada aturan yang tertulis, tetapi dalam praktiknya bisa muncul tafsir yang berbeda karena kepentingan kekuasaan dan oligarki. Kita mencoba menyuarakan alternatif dari kondisi seperti itu,” ungkapnya.

“Kita tidak melawan. Apalagi kalau bukan penguasa, tentu berat. Kita hanya ingin memberikan kesadaran bahwa sebenarnya kita sedang berada dalam sebuah krisis,” kata Punjung.

Melihat Kebijakan Publik dari Sisi Lain

Sisi menarik pameran ini mencakup kritik terhadap program-program kesejahteraan milik pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). KULTSE mengajak publik membaca program-program tersebut dari perspektif politik power dan kepentingan eksekutif.

“Di satu sisi kebijakannya berbicara tentang kesejahteraan dan pemerataan. Tapi di sisi lain kita juga bisa melihatnya dari perspektif lain. Apakah program-program itu juga bisa menjadi bagian dari infrastruktur politik? Itu yang menurut saya perlu kita kritisi,” tuturnya.

“Intinya kita ingin mengkampanyekan hal-hal alternatif di luar itu. Selama kita masih sebagai seniman dan tidak terafiliasi dengan kepentingan tertentu, mungkin kita masih bisa menyuarakan keresahan seperti ini,” ujarnya.

Refleksi Isu Lingkungan dan Pengalaman di Papua

Proyek visual Kang Punjung di Papua beberapa waktu lalu turut mewarnai pameran ini. Pengalaman menyaksikan bentang alam kawasan timur Indonesia mendorongnya memanfaatkan material daur ulang dalam berkarya.

“Ketika saya datang ke Papua untuk mengerjakan proyek visual, saya merasa seperti masuk ke sebuah planet lain. Setelah itu muncul berbagai informasi mengenai kondisi lingkungan yang semakin banyak saya lihat. Ternyata memang banyak hal yang kacau,” katanya.

Seni Membangun Kesadaran Masyarakat

Melalui wadah KULTSE, para seniman berharap karya interaktif ini memicu pertanyaan mendalam bagi setiap pengunjung mengenai posisi mereka di tengah struktur sosial yang ada.

“Saya tidak terlalu muluk-muluk. Harapannya cukup mereka sadar bahwa mereka sedang berada di dalam sebuah sistem. Sistem itu belum tentu selalu bekerja berdasarkan kerja keras dan prestasi, tetapi ada banyak kepentingan di dalamnya,” ujarnya.

“Kalau mau berada di posisi itu silakan. Kalau tidak, kita coba bertarung saja. Walaupun kelompok yang kita pilih mungkin kalah atau tertindas, tidak apa-apa. Yang penting berani berada di posisi itu,” tambahnya.

Mengakhiri perbincangan, Punjung menyimpulkan misi utama pameran ini.

“Yang ingin kita bangun sebenarnya sederhana, yaitu kesadaran di sekitar kita,” pungkas Punjung.

(Alpin Septian)

Komitmen Pemkot Banjar Ciptakan Lingkungan Pendidikan Ramah Anak

0
Banjar@fokusjabar.id
Wakil Wali Kota Banjar Supriana menandatangani deklarasi prsantren ramah anak. (Agus Purwadi/fokusjabar.id)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Banjar terus memperkuat komitmen. Dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan terhadap anak. 

Komitmen tersebut di wujudkan melalui Kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak Tahun 2026. Yang di buka oleh Wakil Wali Kota Banjar, Supriana, yang bertempat di Ruang Rapat Gunung Sangkur, Rabu (12/8/2026).

Mengusung tema “Komitmen Pemangku Kebijakan dalam Mewujudkan Pesantren Ramah Anak dan Bebas dari Segala Bentuk Kekerasan”.

Baca Juga: Sempat Kabur Naik Bus ke Bandung, Pelaku Pembunuhan di Banjar Akhirnya Dibekuk Polisi

Kegiatan ini di ikuti 50 peserta yang terdiri dari perwakilan pimpinan pondok pesantren dan santri se Kota Banjar.

Dan Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Wakil Wali Kota Banjar. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjar, serta Kepala Pengadilan Negeri Kota Banjar. 

Pesantren Lembaga Pendidikan Tertua

Wakil Wali Kota Banjar Supriana, menuturkan bahwa pondok pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan tertua di Indonesia. Yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan akhlak generasi bangsa.

Menurutnya, perkembangan zaman turut membawa perubahan dalam cara pandang masyarakat terhadap pola pendidikan, termasuk dalam lingkungan pesantren.

Baca Juga: Viral di Medsos Pelaku Pembunuhan di Banjar Ditangkap, Polisi Belum Buka Suara

Karena itu, di perlukan kepekaan dan kebijaksanaan dari seluruh pengelola pesantren. Agar nilai-nilai pendidikan tetap berjalan tanpa mengesampingkan hak dan perlindungan anak.

“Dulu, jika pimpinan pondok pesantren memberikan pendidikan secara fisik, santri dengan senang hati menerima itu dengan harapan mendapat barokah. Namun saat ini, terkadang hal tersebut di nilai sebagai sebuah kekerasan. Untuk itulah, saya berharap pondok pesantren lebih peka terhadap pergeseran nilai yang terjadi saat ini,” ujarnya. 

Sebagai bentuk penguatan komitmen pada kesempatan tersebut di laksanakan pembacaan Deklarasi Pesantren Ramah Anak yang kemudian di tandatangani oleh Wawalkot Banjar. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjar, Ketua Forum Pondok Pesantren, Kepala Perangkat Daerah, serta perwakilan pondok pesantren.

(Agus Purwadi)