spot_imgspot_img
Jumat 9 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 238

Sentuh Jiwa ASN, Disdukcapil Sukabumi Tanamkan Nilai Keimanan Dalam Pelayanan Publik

0
SUKABUMI, FOKUSJabar.id
Sentuh Jiwa ASN, Disdukcapil Sukabumi Tanamkan Nilai Keimanan Dalam Pelayanan Publik

SUKABUMI,FOKUSJabar.id: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sukabumi kembali menggelar kegiatan rutin Majelis Ta’lim Aparatur, Rabu (12/8/2026)

Langkah ini bertujuan meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta membentuk karakter pegawai yang berakhlak mulia.

Baca Juga: Kisah Darno, Anggota Linmas Caringin Bandung yang Berangkat Umrah dari Swadaya Warga

Pihaknya menghadirkan penceramah Ust. Yus Ahmad Winarya, M.Si. untuk memberikan tausiyah.

Ust. Yus menekankan pentingnya meluruskan niat, memperkuat iman, dan bersyukur atas nikmat Allah SWT.

Ia mendorong aparatur menjadikan seluruh aktivitas pekerjaan sebagai bagian dari ibadah.

Landasan Niat Dalam Pelayanan Publik

Ust. Yus mengajak seluruh pegawai meluruskan niat saat menjalankan tugas kedinasan harian.

Niat menjadi fondasi utama dalam menentukan nilai setiap amal perbuatan manusia.

Pekerjaan sederhana akan bernilai ibadah jika pegawai menjalankannya secara benar karena Allah SWT.

Hal ini memperkuat sabda Rasulullah SAW:

“Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pegawai yang niat melayani warga dan menjaga amanah akan membuahkan nilai kebaikan melimpah.

Ibadah Bukan Sekadar Rutinitas

Ust. Yus mengingatkan pegawai untuk membawa nilai keimanan di rumah maupun di kantor.

Ia meminta peserta memperbanyak bacaan Al-Qur’an, selawat, istigfar, zikir, serta memperbaiki kualitas ibadah.

Ibadah harus memberikan dampak nyata pada perilaku sehari-hari, bukan sekadar menggugurkan kewajiban.

“Jangan sampai kita hanya menjalankan ibadah sebagai rutinitas tanpa memahami maknanya. Selama masih diberikan kesempatan untuk bernapas, masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri,” pesan Ust. Yus Ahmad Winarya, M.Si., dalam tausiyahnya.

Iman harus memancar melalui sikap jujur dan tulus saat melayani masyarakat.

Aparatur wajib menjauhi kecurangan, kebohongan, serta penyalahgunaan wewenang yang merugikan publik.

Prinsip ini sejalan dengan firman Allah SWT:

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil.” (QS. An-Nisa: 58)

Gunakan Waktu untuk Introspeksi Diri

Aparatur Disdukcapil memegang peran vital karena mengurus dokumen kependudukan dasar warga.

Oleh karena itu, pegawai membutuhkan sikap ramah, sabar, disiplin, dan adil.

Ust. Yus juga mengajak peserta melakukan muhasabah atas kesalahan masa lalu.

Allah SWT mengingatkan pentingnya waktu dalam Al-Qur’an:

“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (QS. Al-‘Ashr: 1–3)

Setiap manusia pada hakikatnya hidup untuk beribadah kepada Allah SWT.

Allah SWT menegaskan tujuan menciptakan manusia:

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)

Syukur dan Sabar Menghadapi Tantangan

Ust. Yus mengingatkan pegawai untuk terus menyempurnakan tata cara bersuci dan wudu.

Aparatur harus memaksimalkan ikhtiar, lalu menyerahkan hasil akhir kepada Allah SWT.

Allah SWT menjanjikan tambahan nikmat bagi orang yang bersyukur:

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7)

Allah SWT juga menegaskan pendampingan-Nya bagi orang yang sabar:

“Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)

Pegawai harus segera berbuat baik tanpa menunda kesempatan yang ada.

“Yang harus dipikirkan adalah bagaimana detik ini, menit ini, hari ini, kita berbuat yang terbaik menurut Allah SWT,” pesan yang disampaikan dalam tausiyah tersebut.

Melalui pembinaan rutin ini, Disdukcapil Sukabumi terus mendorong terciptanya aparatur profesional yang berintegritas tinggi.

(SukabumiKab/Irfansyahriza)

Petugas Hadapi Ular Kobra Berbisa Saat Evakuasi Jenazah Perempuan dari Sumur Tua di Tasikmalaya

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Korban Aam Amelia, saat dilakukan evakuasi oleh para petugas (ist Polres Tasikmalaya)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Warga Kampung Cilolohan, Desa Cilolohan, Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya geger, Rabu (12/8/2026).

Mereka menemukan Aam Amelia (45) meninggal dunia di dalam sumur kering sedalam 15 meter. Keluarga sebelumnya melaporkan korban hilang sejak 12 hari lalu. Uum bersama Ketua RT Agus Gunawan menemukan jasad korban sekitar pukul 07.30 WIB.

Baca Juga: Petani Milenial Tasikmalaya Terapkan TABELA, Targetkan Produktivitas Padi hingga 10 Ton per Hektare

Keduanya mencium bau busuk menyengat dari sumur tua yang berjarak 10 meter dari rumah korban. Agus kemudian mengarahkan cahaya senter ke dasar sumur untuk memastikan sumber bau tersebut.

“Untuk memastikan sumber bau busuk tersebut, Agus menerangi sumur dengan kedalaman sekitar 12 sampai 15 meter menggunakan senter dan terlihat lutut kaki yang diduga korban Aam Amelia,” ungkap Kapolsek Tanjungjaya Ipda Hendi Hardiansyah, Rabu (12/8/2026).

Agus langsung melapor ke Polsek Tanjungjaya usai melihat lutut korban. Polisi segera berkoordinasi dengan Tim Basarnas, Damkar BPBD, dan Tagana untuk mengevakuasi korban.

Kemunculan Ular Kobra Hambat Evakuasi

Tim gabungan memulai proses evakuasi sekitar pukul 09.45 WIB. Namun, keberadaan seekor ular kobra besar di dalam sumur menghambat kerja tim evakuasi.

“Evakuasi Tertahan seekor Ular Kobra, sejak proses evakuasi dimulai sekitar pukul 09.45 WIB. Namun tim gabungan mengalami kendala besar, karena adanya ular Kobra berukuran besar yang berada dalam sumur bersama jasad korban,” ujar Ipda Hendi.

Kapos SAR Tasikmalaya Bagus P membenarkan posisi ular yang menyulitkan petugas. Ular berbisa itu berulang kali bersembunyi di balik tubuh korban.

“Kami terlebih dulu mengevakuasi ular kobra nya dengan melibatkan personil Damkar Kabupaten Tasikmalaya dengan penuh kehati-hatian,” ungkap Bagus P.

Petugas Damkar memakai pakaian pelindung dan tabung oksigen saat turun ke dasar sumur. Langkah ini bertujuan mengantisipasi serangan ular dan ancaman gas beracun.

“Tertangkap juga ularnya dan dievakuasi ke atas. Baru kita evakuasi jasad korban. Ini kendalanya ada ular kobra,” paparnya.

Petugas akhirnya berhasil mengangkat ular dan memasukkannya ke dalam karung. Tim gabungan kemudian mengangkat jenazah menggunakan teknik vertical rescue.

“Alhamdulillah berhasil kami evakuasi jasad almarhum Aam. Selanjutnya petugas pun langsung menyerahkan jasad korban kepada pihak keluarga bersama kepolisian,”jelas Bagus P.

Hasil Pemeriksaan dan Keterangan Polisi

Polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban saat pemeriksaan awal. Kondisi jasad Aam sudah membusuk dengan posisi tertelungkup.

“Berdasarkan kasat mata, tidak ditemukan luka dan bukti kekerasan di tubuh korban,”ujar Ipda Hendi.

Pihak keluarga menolak proses otopsi dan memilih langsung memakamkan jenazah korban. Ipda Hendi menjelaskan bahwa korban sedang menjalani pengobatan penyakit medis sebelum menghilang.

“Korban ini mengalami gangguan jiwa, dan sedang menjalani berobat jalan yang disampaikan pihak keluarga,”terang Ipda hendi.

Kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kematian korban.

(Seda)

Kisah Darno, Anggota Linmas Caringin Bandung yang Berangkat Umrah dari Swadaya Warga

0
BANDUNG, FOKUSJabar.ud
Kisah Darno, Anggota Linmas Caringin Bandung yang Berangkat Umrah dari Swadaya Warga (Humas Kota Bandung)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Darno (63) mengukir perjalanan panjang sebagai anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) Kelurahan Caringin, Kota Bandung.

Ia mengawali tugas menjaga keamanan warga dari tingkat RW pada tahun 1999. Lurah Caringin kemudian mengajak Darno memperkuat tim kelurahan sekitar tahun 2004 atau 2005.

Sejak saat itu, pria paruh baya ini konsisten melayani warga tanpa henti.

Baca Juga: Sambut HUT RI ke-81, Sekda Jabar Herman Suryatman Pimpin Aksi Bersih-Bersih Gedung Sate

Setia Menjaga Keamanan Malam

Darno rutin memantau ketertiban wilayah pada malam hari bersama rekan-rekan sesama Linmas.

Mereka berpatroli mengelilingi seluruh RW yang ada di wilayah Kelurahan Caringin.

“Kalau meronda, misalnya kita kontrol di RW. Di keluarga kita itu ada berapa RW, misalnya enam. RW 1 sampai 6 itu kita kontrol tiap malam,” ujar Darno.

Meskipun sudah berusia 63 tahun, semangat kerja Darno tidak pernah memudar sedikit pun.

Ia menjalankan tugas menjaga lingkungan dengan penuh keikhlasan dan rasa tanggung jawab.

Buah Keikhlasan Berupa Hadiah Umrah

Ketulusan Darno akhirnya membuahkan kejutan luar biasa yang tidak pernah ia sangka.

Warga Kelurahan Caringin mengumpulkan sumbangan sukarela tanpa paksaan untuk memberangkatkan Darno menunaikan ibadah umrah.

Darno mengaku tidak pernah membayangkan atau menyiapkan rencana pergi ke Tanah Suci sebelumnya.

Ia menganggap kesempatan emas tersebut sebagai Rezeki murni dari Allah SWT.

“Tidak ada merasa mau ke sana, mau ke sini. Karena ada program, dikerjakan dari Allah. Mungkin kita langsung dipanggil saja,” ungkapnya.

Proses Pemberangkatan yang Memudahkan

Warga dan pihak terkait menyiapkan seluruh kebutuhan perjalanan Darno dari awal hingga tuntas.

Mereka membantu pengurusan paspor hingga penyediaan perlengkapan umrah lengkap untuk Darno.

“Katanya, Pak, Bapak sudah berangkat saja. Terima kasih banyak, gitu saja,” tuturnya.

Perjalanan suci tersebut berlangsung selama sepuluh hari hingga ia kembali pulang ke rumah.

Pengalaman ini menjadi kenangan paling berharga sepanjang hidup dan kariernya sebagai petugas keamanan.

Darno menganggap ibadah umrah ini sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan pengabdiannya.

Inspirasi Ketulusan Melayani Warga

Hingga kini, Darno tetap aktif bertugas sebagai Linmas di Kelurahan Caringin Bandung.

Kisah hidup Darno membuktikan bahwa ketulusan dan ketekunan melayani masyarakat selalu membawa keberkahan.

Bagi Darno, terus hadir membantu lingkungan sekitar merupakan bentuk pengabdian utama dalam hidupnya.

(Humas Kota Bandung/Irfansyahriza)

Sambut HUT RI ke-81, Sekda Jabar Herman Suryatman Pimpin Aksi Bersih-Bersih Gedung Sate

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Sambut HUT RI ke-81, Sekda Jabar Herman Suryatman Pimpin Aksi Bersih-Bersih Gedung Sate

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Sekretariat Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, mengomandoi aksi bersih-bersih lingkungan di sekitar kawasan Gedung Sate, Bandung, pada Rabu (12/8/2026) pagi. Puluhan pegawai di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jabar turut bergotong-royong dalam kegiatan tersebut.

Selain memungut sampah dan merapikan sudut kawasan, para aparatur sipil negara (ASN) tersebut juga mengecat ulang kanstin di tepian trotoar jalan.

Baca Juga: Pemkab Bekasi Siapkan Penataan Tanggul Kali CBL Usai Tertibkan 32 Bangunan

Herman menegaskan, aksi gotong-royong ini menjadi langkah nyata jajaran Pemprov Jabar. Tentunya dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurut Herman, masyarakat dan ASN perlu memaknai semangat kemerdekaan melalui aksi merapikan lingkungan. Baik di area pemukiman tempat tinggal maupun di lingkungan kerja sehari-hari.

“Mari kita maknai kemerdekaan dengan rapi-rapi lingkungan. Di rumah, di kantor, semua agar terlihat bersih, rapih, indah, nyaman,” ujar Sekda Herman Suryatman di kawasan Gedung Sate Bandung, Rabu (12/8/2026) pagi.

Isi Kemerdekaan dengan Kerja Keras dan Kerja Cerdas

Herman menambahkan bahwa momentum peringatan Hari Kemerdekaan RI wajib bergulir dengan kerja keras sekaligus kerja cerdas. Setiap individu dari berbagai profesi harus menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara sungguh-sungguh serta sepenuh hati.

Ia membandingkan perjuangan masa lalu dengan tantangan masa kini. Jika dahulu para pahlawan bertaruh nyawa untuk merebut serta mempertahankan kedaulatan, maka generasi sekarang memikul tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan tersebut melalui aksi positif.

“Merdeka dulu dimaknai dengan merebut mempertahankan kemerdekaan. Sekarang merdeka kita aktualisasikan dengan mengisi kemerdekaan,” kata Herman Suryatman.

Melalui kegiatan gotong-royong ini, Pemprov Jabar menunjukkan komitmen nyata. Membawa misi menghadirkan lingkungan pemerintahan yang bersih, asri, dan nyaman menjelang Puncak Peringatan 17 Agustus 2026.

(Jabarprov/Irfansyahriza)

Pemkab Bekasi Siapkan Penataan Tanggul Kali CBL Usai Tertibkan 32 Bangunan

0
BEKASI, FOKUSJabar.id
Pemerintah Kabupaten Bekasi menertibkan bangunan liar yang berada di sepanjang bantaran Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) di Desa Srimahi dan Desa Srijaya, Kecamatan Tambun Utara, serta Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Rabu (12/08/2026).

BEKASI,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Bekasi menata kawasan bantaran Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) dengan menertibkan puluhan bangunan di area tersebut. Aksi tegas ini menjadi bagian dari persiapan proyek normalisasi sungai sekaligus penataan tanggul di sepanjang aliran Kali CBL.

Penertiban berlangsung, Rabu (12/8/2026) dengan menyasar bangunan di Desa Srimahi dan Desa Srijaya (Kecamatan Tambun Utara), serta Desa Sukamekar (Kecamatan Sukawangi). Tim gabungan berhasil meratakan 32 bangunan liar dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga: Sambut HUT RI ke-81, DKP3 Depok Gelar Pasar Tani dengan Harga Terjangkau

Secara rinci, petugas menertibkan 20 bangunan di wilayah Kecamatan Tambun Utara dan 12 bangunan di Kecamatan Sukawangi. Penertiban ini melibatkan ratusan personel gabungan dari unsur pemerintah daerah dan aparat keamanan.

Kasat Pol PP Kabupaten Bekasi, Surya Wijaya, menjelaskan bahwa aksi ini berfokus pada sepanjang ruas Kali CBL yang masuk dalam plot kegiatan normalisasi.

“Pada hari ini kita melaksanakan penertiban bangunan liar di sepanjang ruas Kali CBL. Jumlah bangunan yang kita tertibkan ada 32, terdiri dari 20 di Tambun Utara dan 12 di Kecamatan Sukawangi,” ujar Surya.

Atasi Sedimentasi Parah dan Rencana Pembangunan Tanggul

Surya mengungkapkan bahwa kondisi Kali CBL saat ini mengalami sedimentasi atau pendangkalan cukup parah. Normalisasi menjadi langkah krusial untuk mengembalikan fungsi utama aliran sungai dalam menampung debit air.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi memproyeksikan penataan kawasan melalui pembangunan tanggul di kedua sisi sungai.

“Penertiban ini dalam rangka kegiatan normalisasi Sungai CBL yang memang banyak sedimentasinya. Menurut informasi dari Dinas PUPR, nantinya akan dibuat tanggul baik di sisi kiri maupun sisi kanan,” katanya.

Pelaksanaan penertiban menerjunkan sekitar 250 personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, PLN, Perum Jasa Tirta (PJT), Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

Surya memastikan seluruh proses penertiban di lapangan berjalan aman tanpa ada perlawanan.

“Alhamdulillah sejauh ini lancar, aman, dan tertib. Tidak ada kendala,” ungkapnya.

Menyasar Titik Ambles dan Imbauan Tegas Bagi Warga

Pemkab Bekasi tidak berhenti pada lokasi penertiban Rabu (12/8/2026) saja. Pemerintah daerah sedang menyiapkan langkah serupa untuk titik-titik lain di sepanjang bantaran, termasuk area yang mengalami kondisi ambles.

“Untuk arah BSH Karangbahagia dan titik lainnya, sementara kita menunggu informasi lebih lanjut. Namun memang sudah ada rencana. Sepanjang bantaran ada beberapa titik yang ambles dan pasti akan ada rencana penertiban dalam rangka normalisasi dan penataan tanggul Kali CBL,” jelas Surya.

Menyikapi rencana jangka panjang ini, Pemkab Bekasi mengimbau warga yang masih menempati bantaran Kali CBL untuk segera berkemas. Petugas melarang keras warga mendirikan kembali bangunan yang sudah ditertibkan.

“Kami mengimbau kepada seluruh warga Kabupaten Bekasi, khususnya yang berada di ruas bantaran Kali CBL, bagi yang sudah ditertibkan agar tidak membangun kembali. Bagi yang sudah terlanjur membangun, kami mengimbau agar bersiap-siap untuk berkemas dan mencari tempat usaha atau tempat lainnya,” tutur Surya.

Dorong Pengendalian Banjir Berkelanjutan

Pemerintah daerah menilai keberadaan bangunan di sepanjang bantaran menghambat laju air dan memicu potensi banjir saat musim hujan. Normalisasi serta pembangunan tanggul menjadi jawaban atas kebutuhan sistem penanggulangan banjir di Kabupaten Bekasi.

“Pemerintah daerah berharap penertiban dan normalisasi dapat berjalan berkesinambungan sehingga fungsi sungai dapat kembali optimal sekaligus mendukung penataan kawasan yang lebih tertib,” terangnya.

Melalui tindakan tegas pada Rabu (12/8/2026), Pemkab Bekasi resmi mengawali penataan menyeluruh di kawasan Kali CBL. Pemerintah akan terus mengawasi titik-titik rawan lain yang membutuhkan pengerukan sedimentasi maupun perbaikan struktur bantaran.

(Jingga Sonjaya)

Sambut HUT RI ke-81, DKP3 Depok Gelar Pasar Tani dengan Harga Terjangkau

0
DEPOK, FOKUSjabar.id
Gelaran Pasar Tani yang digelar oleh DKP3 Kota Depok kembali bergulir di Halaman Kantor Dekranasda Kota Depok, Rabu (12/08/26).

DEPOK,FOKUSJabar.id: Masyarakat Kota Depok memperoleh kesempatan berbelanja kebutuhan pangan segar dengan harga ramah kantong menjelang Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Depok menghadirkan kembali kegiatan Pasar Tani Murah.

Ajang promosi pangan lokal ini mengambil tempat di Halaman Kantor Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Depok. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yaitu Rabu (12/8/2026) dan Kamis (13/8/2026).

Baca Juga: 7 Lauk yang Sering Ada di Nasi Tumpeng, Lengkap dengan Resepnya

Antusiasme tinggi langsung terlihat dari tingginya angka kunjungan warga serta semangat para pedagang lokal dalam memasarkan hasil panen.

Nita, salah seorang pedagang yang memboyong hasil kebun sendiri, mengaku produk komoditas sayuran segar miliknya langsung diserbu pengunjung.

“Hasil panen, kita ada kebunnya. Kalau di sini kangkung, cabe, sama terong yang udah habis. Lumayan ramai,” tuturnya, Rabu (12/8/2026).

Bantu Pemasaran Petani Lokal Secara Langsung

Nita menilai ajang Pasar Tani sangat membantu memperluas jangkauan pasar produk kebunnya. Kendati jadwal pelaksanaannya tidak bergulir setiap hari seperti aktivitas berjualannya di rumah, kehadiran ajang ini tetap memberi dampak ekonomi positif bagi para petani.

“Perbedaannya kalau di rumah setiap hari, kalau di sini kan engga tentu, kadang sebulan sekali, kadang dua bulan sekali. Sebulan sekali aja enggak apa-apa,” ungkapnya.

Tingginya respons pembeli memicu harapan para petani agar DKP3 Kota Depok menggelar Pasar Tani secara berkala. Ajang ini memangkas rantai distribusi sehingga petani dapat bertemu langsung dengan konsumen akhir.

Warga Sambut Positif Harga Pangan yang Terjangkau

Dari sudut pandang pembeli, ajang ini menjadi solusi berbelanja hemat di tengah dinamika harga kebutuhan pokok. Tanti, seorang warga yang datang berbelanja setelah mendapat informasi dari tetangganya, meluapkan kegembiraannya atas patokan harga yang relatif murah.

“Dari tetangga aku informasinya. Semuanya pingen dibeli karena lebih terjangkau. Ini semua-semua itu udah hampir aku beli,” katanya.

Dukungan Nyata untuk Ketahanan Pangan Lokal

Penyelenggaraan Pasar Tani pada 12–13 Agustus 2026 tidak sekadar memeriahkan rangkaian peringatan kemerdekaan Indonesia. Ajang ini menjadi wadah konkret yang menguntungkan kedua belah pihak.

Masyarakat Kota Depok sukses mendapatkan pasokan bahan pangan segar dengan harga hemat, sementara para petani lokal memperoleh ruang promosi tambahan guna meningkatkan pendapatan hasil panen mereka.

(Jingga Sonjaya)

Petani Milenial Tasikmalaya Terapkan TABELA, Targetkan Produktivitas Padi hingga 10 Ton per Hektare

0
TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id
Ket foto : Wakil Wali Kota Dicky Candra Negara bersama Kepala DKP3 Ely Suminar, saat melihat langsung proses pertanian TABELA di lahan persawahan Nagarasari Cipedes Kota Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara, meninjau langsung penerapan Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Kelurahan Nagarasari, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Rabu (12/8/2026). Petani Milenial yang tergabung dalam Kelompok Tani Gunung Golong menginisiasi penerapan teknologi pertanian modern tersebut.

Peninjauan lapangan ini turut mengikutsertakan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tasikmalaya Ely Suminar, Camat Cipedes Cecep Ridwan, Lurah Nagarasari, para penyuluh pertanian, serta jajaran petani setempat.

Baca Juga: 11 Koperasi Merah Putih di Kota Tasikmalaya Siap Beroperasi, Menanti Peresmian Presiden Prabowo

Para petani muda di kawasan tersebut mulai meninggalkan metode tanam konvensional. Mereka beralih menerapkan metode Tanam Benih Langsung (TABELA) untuk memacu melimpahnya hasil panen padi.

Kepala DKP3 Kota Tasikmalaya, Ely Suminar, menjelaskan bahwa PM-AAS merupakan program strategis Kementerian Pertanian guna mendongkrak produktivitas beras nasional.

“Melalui PM-AAS kita ingin petani lebih efisien dan lebih cepat menanam dengan hasil panen yang meningkat,” ungkap Ely Suminar, Rabu (12/8/2026).

Keunggulan Metode Tabela Menggunakan Drum Seeder

Sistem TABELA mengandalkan alat dorong khusus bernama Drum Seeder. Alat ini menanam benih padi secara langsung ke hamparan sawah tanpa melalui proses persemaian maupun pemindahan bibit. Metode ini menawarkan keunggulan berupa proses tanam yang jauh lebih cepat, hemat tenaga kerja, efisien waktu, serta mampu memangkas biaya operasional.

Riset di beberapa daerah menunjukkan bahwa penerapan TABELA di lahan seluas satu hektar mampu menghasilkan lebih dari 10 ton gabah.

“Secara teknis dan perawatan pada umumnya sama dengan cara konvensional, namun bedanya yakni populasi tanaman lebih padat, sehingga potensi hasil panennya lebih banyak,” ujarnya.

Meski demikian, sistem ini membutuhkan alokasi benih dan pupuk yang lebih tinggi. Lahan satu hektar memerlukan sekitar 80 kg benih, dari yang biasanya 60 kg. Kebutuhan pupuk Urea meningkat dari 250 kg menjadi 300 kg, sedangkan pupuk NPK naik dari 300 kg menjadi 400 kg.

DKP3 Kota Tasikmalaya menargetkan perluasan sistem TABELA hingga mencapai 19 hektar sawah sampai akhir tahun 2026. Saat ini, para petani baru menggarap 8 hektar lahan menggunakan metode tersebut.

Apresiasi Inovasi Petani Muda Pembuat Alat Mandiri

Wakil Wali Kota Dicky Candra Negara menyambut positif terobosan teknologi pertanian ini. Ia menilai metode TABELA menjadi solusi tepat untuk mengatasi kelangkaan tenaga kerja pertanian sekaligus menekan biaya produksi.

Saat ini Kota Tasikmalaya masih menghadapi keterbatasan unit Drum Seeder. Dua unit bantuan dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor harus bergantian dipakai oleh sejumlah kelompok tani.

Namun,Ia mengungkap kabar menggembirakan mengenai adanya petani muda lokal yang sukses merakit dan memasarkan Drum Seeder buatan sendiri.

“Kabar baiknya, di Kota Tasikmalaya sudah ada petani muda yang berhasil memproduksi sendiri Drum Seeder dan sudah dipasarkan. Ini potensi yang harus kita dukung,” ungkapnya.

Ia mengimbau para agnia, pelaku usaha, serta sektor swasta untuk berkolaborasi membantu pengadaan alat Drum Seeder bagi kelompok tani.

“Kalau Infrastruktur alat memadai, target 19 hektar tahun 2026 ini bisa tercapai, bahkan lebih. Program ini investasi untuk mewujudkan swasembada pangan dan kesejahteraan petani,” tandasnya.

(Seda)