spot_imgspot_img
Minggu 12 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 237

Single Match Penentuan, PSGC Ciamis Siapkan Kejutan Hadapi Batavia FC

0
Asisten Pelatih I PSGC Ciamis, Dicky Aditia
Asisten Pelatih I PSGC Ciamis, Dicky Aditia

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Langkah PSGC Ciamis menuju panggung yang lebih tinggi akan diuji dalam laga krusial babak 8 besar Liga Nusantara 2025/2026. Tim berjuluk Laskar Singacala dijadwalkan menghadapi Batavia FC 30 Januari 2026 di Stadion Kota Barat, Solo.

Pertandingan ini menjadi duel hidup-mati lantaran sistem 8 besar hanya menggunakan format satu pertandingan. PSGC Ciamis yang berstatus juara Grup B akan berhadapan dengan Batavia FC sebagai runner up Grup A. Kekalahan berarti langkah terhenti, sementara kemenangan membuka jalan menuju semifinal sekaligus menjaga asa promosi ke Liga 2 Indonesia.

Baca Juga: Tekuk Samator 0-3, LavAni Segel Juara Putaran I Proliga 2026

Menyadari pentingnya laga tersebut, jajaran pelatih PSGC Ciamis mematangkan persiapan secara menyeluruh. Asisten Pelatih I PSGC Ciamis, Dicky Aditia, menyebut timnya telah menyiapkan sejumlah variasi permainan untuk menghadapi kekuatan Batavia FC yang dinilai sebagai lawan tangguh.

“Batavia FC adalah tim yang sangat bagus. Kami tetap waspada, tapi di sisi lain juga menyiapkan beberapa hal yang bisa menjadi kejutan bagi mereka,” ujarnya, Selasa (27/1/2026).

Ia menambahkan, kondisi skuad PSGC saat ini berada dalam keadaan ideal. Seluruh pemain dalam kondisi sehat, bugar, serta tidak ada yang terkena akumulasi kartu. Ia berharap kondisi tersebut dapat terjaga hingga hari pertandingan.

“Kondisi pemain aman dan bugar. Mudah-mudahan sampai hari pertandingan nanti semuanya tetap siap untuk bertanding,” tuturnya.

Tidak Ada Ruang Bermain Aman

Dengan format single match, target PSGC Ciamis jelas, meraih kemenangan demi tiket semifinal. Ia menegaskan tidak ada ruang untuk bermain aman, karena hanya hasil menang yang bisa membawa tim melaju ke babak berikutnya.

“Di babak 8 besar ini hanya satu pertandingan. Jadi target kami harus menang supaya bisa melangkah ke semifinal,” tegasnya.

Meski berharap laga dapat terselesaikan di waktu normal, tim pelatih juga telah mengantisipasi kemungkinan adu penalti. Latihan khusus telah Tim siapkan, termasuk penunjukan sejumlah pemain sebagai eksekutor.

“Kami juga sudah mempersiapkan skema dan pemain untuk adu penalti jika memang penentuannya harus lewat titik putih,” pungkasnya.

Bupati Ciamis Temui Mensos, Sekolah Rakyat Siap Jadi Senjata Lawan Kemiskinan

0
Ketfot: Pertemuan Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, dengan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Kantor Kementerian Sosial RI
Ketfot: Pertemuan Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, dengan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Kantor Kementerian Sosial RI

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Upaya Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk menghadirkan program prioritas nasional di Tatar Galuh terus diperkuat. Salah satu fokus utama yang didorong adalah sektor pendidikan sebagai instrumen strategis pengentasan kemiskinan.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pertemuan Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, dengan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Kantor Kementerian Sosial RI, Selasa (27/1/2026). Agenda utama pertemuan membahas peluang pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Baca Juga: Jalan Baregbeg–Sukadana Mulus Kembali, Warga Apresiasi Respons Cepat Pemkab Ciamis

Dalam pertemuan itu, Herdiat menyampaikan apresiasi atas inisiatif Sekolah Rakyat yang menjadi gagasan dari Kementerian Sosial. Menurutnya, program tersebut menjadi terobosan penting dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Sekaligus menjadi langkah nyata untuk memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Herdiat juga menegaskan kesiapan Pemkab Ciamis untuk mendukung penuh realisasi program tersebut. Sebagai bukti keseriusan, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah opsi lokasi pembangunan. Salah satunya lahan seluas lebih dari 10 hektare di Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu. Kawasan tersebut memiliki potensi sebagai pusat pendidikan terpadu yang berkelanjutan.

Menanggapi usulan itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat di Ciamis memiliki peluang besar untuk direalisasikan. Ia menegaskan, selama lahan telah berstatus clean and clear secara administratif maupun hukum. Kemudian proses pembangunan dapat mulai terlaksana tahun ini sesuai tahapan perencanaan.

Fondasi Utama Pelaksanaan Program Sosial Pemerintah

Selain isu pendidikan, Gus Ipul juga menyoroti pentingnya pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai fondasi utama pelaksanaan program sosial pemerintah. DTSEN menjadi basis data terpadu yang mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari kondisi kemiskinan, pendidikan, kesehatan, hingga sektor pertanian dan ketenagakerjaan.

“Pemutakhiran DTSEN harus berlangsung secara berkala dengan melibatkan seluruh unsur. Mulai dari pemerintah daerah, Dinas Sosial, pendamping PKH, pemerintah desa, hingga Badan Pusat Statistik,” ujar Gus Ipul.

Melalui data yang akurat dan mutakhir, pemerintah berharap seluruh program bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat, termasuk Sekolah Rakyat, dapat tepat sasaran. Serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga.

Harga Kambing Terjun Bebas, Peternak di Pangandaran Kian Terjepit

0

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Peternak kambing di Kabupaten Pangandaran tengah menghadapi situasi sulit menyusul anjloknya harga jual kambing di pasaran. Kondisi tersebut membuat pendapatan yang diterima peternak tidak sebanding dengan biaya produksi yang terus meningkat.

Salah seorang peternak kambing, Yanto, mengungkapkan bahwa harga kambing saat ini jauh lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, menurutnya, nilai jual kambing nyaris setara dengan harga daging ayam di pasaran.

Baca Juga: Catatan Kriminal Sepanjang 2025 di Polres Pangandaran

“Harga kambing sekarang murah sekali. Jauh beda dengan dulu,” ujar Yanto di kandang kambing miliknya, Selasa (27/1/2026).

Di tengah harga jual yang melemah, Yanto menyebut biaya pakan, perawatan kandang, hingga tenaga kerja justru mengalami kenaikan. Akibatnya, hasil penjualan kambing hanya cukup untuk menutup ongkos perawatan, tanpa menyisakan keuntungan.

“Kalau menjualnya dengan harga sekarang, paling hanya cukup buat bayar pakan. Untungnya hampir tidak ada,” keluhnya.

Ia menduga rendahnya harga kambing terpicu oleh menurunnya daya beli masyarakat serta melimpahnya pasokan kambing di pasaran. Situasi ini memaksa para peternak menjual ternaknya dengan harga murah demi menjaga perputaran modal.

Dalam kondisi tersebut, Yanto berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah, baik melalui upaya stabilisasi harga, bantuan pakan ternak, maupun pembinaan pemasaran agar hasil ternak memiliki nilai jual yang lebih layak.

“Kalau ada pendampingan atau bantuan, setidaknya kami bisa bertahan,” katanya.

Kondisi yang Yanto alami mencerminkan realitas berat yang peternak kecil di Kabupaten Pangandaran hadapi, mereka menggantungkan hidup dari sektor peternakan untuk menopang ekonomi keluarga mereka.

(Sajidin)

3 Kader NasDem Pindah Haluan ke PSI, Saan Mustopa: Hak Politik

0
saan mustopa fokusjabar.id
Foto: web

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Wakil Ketua Umum (Waktum) Partai Nasional Demokrat (NasDem), Saan Mustopa angkat bicara soal tiga kadernya pindah haluan ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Ketiga kader Partai NasDem tersebut, Ahmad Ali, Bestari Barus dan Rusdi Masse Mappasessu.

BACA JUGA:

Minta Klarifikasi, NasDem Jabar Segera Panggil Awangga yang Resmi Tersangka

Menurut Dia, keputusan mereka pindah haluan ke PSI merupakan hak politik masing-masing dan tidak mencerminkan adanya persoalan internal di tubuh partai.

“Itu hak dan pilihan masing-masing. Tentu kita menghormati pilihan politik Mereka,” tegas Saan Mustopa di kutip republika.co.id, Selasa (27/1/2026).

Dia menepis jika kepindahan mereka gegara kecewa karena tidak mendapatkan jabatan struktural di partai.

Menurutnya, Ahmad Ali yang lebih dulu merapat ke PSI justru pernah menduduki posisi strategis di NasDem.

“Dia pernah jadi Wakil Ketua Umum dan Ketua fraksi. Jadi sebenarnya partai enggak ada masalah. Tapi kalau menentukan pilihan politik lain, kita hormati,” kata Saan.

Terkait posisi Rusdi Masse di NasDem, Saan mengaku belum mendapatkan informasi detail. Hanya saja, pihaknya telah telah menyiapkan kader pengganti.

Dengan begitu, kekuatan partai di basis wilayah Indonesia Timurakan tetap terjaga.

“Kita tetap konsen agar NasDem di wilayah Timur tetap menjadi kekuatan utama. Oleh karena itu, penggantinya yang memang sudah memahami betul situasi, petadan kondisi yang ada di wilayah Timur. Khususnya di Sulawesi Selatan,” ungkap Saan Mustopa.

BACA JUGA:

Ketua NasDem Kota Bandung Jadi Tersangka, Begini Kata Farhan

Pihaknya terus berupaya memberikan kenyamanan bagi seluruh kader. Namun, partai tetap menghormati setiap keputusan politik individu.

“Nasdem tetap memberikan kenyamanan bagi seluruh kader. Tapi kalau memang mereka punya pilihan lain dengan berbagai alasan, tentu kita juga enggak bisa menahannya,” kata Dia.

Saan membantah isu bahwa dinamika ini berkaitan dengan hasil kongres partai.

Kata Dia, mereka pindah haluan merupakan hal yang normal dalam dunia politik.

(Bambang Fouristian)

Kejari Bandung Buka Peluang Periksa Wali Kota dalam Kasus Dugaan Korupsi

0
Dugaan Korupsi Bandung FOKUSJabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bandung membuka kemungkinan memeriksa Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dalam perkara dugaan korupsi penyalahgunaan wewenang yang saat ini tengah di tangani penyidik.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Kota Bandung, Alex Akbar, menyatakan bahwa peluang pemeriksaan terhadap wali kota tetap terbuka. Namun, jadwal pemeriksaan belum dapat di pastikan lantaran proses hukum masih berada dalam tahap pendalaman.

Baca Juga: MDMC Garut Kirim Personel Spesialis SAR ke Lokasi Longsor Cisarua KBB

“Peluang untuk memeriksa wali kota ada. Namun untuk waktunya belum bisa di pastikan karena saat ini perkara masih dalam proses. Yakni dari penyidikan umum menuju penyidikan khusus,” ujar Alex, Selasa (27/1/2026).

Saat ini, penyidik Kejari Kota Bandung masih melakukan pemeriksaan ulang terhadap saksi-saksi yang di nilai memiliki keterkaitan langsung dengan perkara tersebut.

Langkah ini di lakukan untuk memperkuat konstruksi perkara sebelum masuk ke tahap lanjutan.

“Kami masih memeriksa kembali saksi-saksi yang terkait dengan perkara ini,” katanya.

Alex mengungkapkan, hingga kini jumlah saksi yang telah dimintai keterangan mencapai sekitar 40 orang. Pemeriksaan pun telah terfokus pada sejumlah titik krusial yang dianggap menentukan arah penyidikan.

“Pemeriksaan saksi yang sudah sekitar 40-an orang, karena penyidikan sudah kami fokuskan pada titik tertentu,” jelasnya.

Jumlah Tersangka Masih Belum Mengalami Perubahan

Sementara itu, jumlah tersangka dalam perkara tersebut masih dua orang dan belum mengalami perubahan.

“Tersangkanya masih dua,” tegas Alex.

Terkait belum ada penahanan pasca gugurnya praperadilan, Alex menjelaskan bahwa untuk tersangka yang menjabat sebagai Wakil Wali Kota, pihaknya masih menunggu surat persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Untuk Wakil Wali Kota, kami masih menunggu surat dari Kemendagri,” ujarnya.

Sedangkan terhadap tersangka lainnya, Rendiana Awangga, Kejari berencana melakukan penanganan secara bersamaan.

“Untuk Awangga, rencananya akan kita barengkan,” katanya.

Alex menambahkan, kedua tersangka sejauh ini telah menjalani pemeriksaan. Namun, keputusan terkait penahanan masih menunggu arahan lebih lanjut dari pimpinan Kejaksaan.

“Untuk penahanan, kami masih menunggu petunjuk pimpinan,” ungkapnya.

Di sisi lain, Kejari Kota Bandung terus mempercepat proses pemberkasan perkara. Setelah berkas lengkap, perkara tersebut akan segera dilimpahkan ke pengadilan.

“Kami sedang mempercepat pemberkasan. Tidak menutup kemungkinan setelah berkas lengkap, perkara langsung dilimpahkan ke pengadilan,” tandas Alex.

Ia pun optimistis seluruh proses tersebut dapat terselesaikna dalam waktu dekat.

“Insyaallah kita kejar,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Jalan Baregbeg–Sukadana Mulus Kembali, Warga Apresiasi Respons Cepat Pemkab Ciamis

0
CIAMIS,FOKUSJabar.id
Ketpot: Kondisi jalan Baregbeg-Sukadana Ciamis saat sudah diperbaiki yang diapresiasi pengendara dan warga

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Perbaikan jalan rusak di jalur Baregbeg–Sukadana, tepatnya di wilayah Desa Petirhilir, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, mendapat sambutan positif dari masyarakat. Para pengendara, khususnya pengguna sepeda motor, mengaku kini merasa lebih nyaman dan aman saat melintas di jalur tersebut.

Apresiasi itu ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Pertanahan (DPUTRP) yang dinilai bergerak cepat menindaklanjuti kondisi jalan yang sebelumnya rusak dan membahayakan pengguna jalan.

Baca Juga: Satgas MBG Ciamis Perketat Standar Dapur Sehat Program Makan Bergizi Gratis

Sebelumnya, kondisi jalan di Jalan Baregbeg–Sukadana Ciamis penuh lubang yang kerap tergenang air saat hujan. Genangan itu menutup lubang jalan sehingga berisiko menimbulkan kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor. Selain itu, permukaan jalan juga menjadi licin akibat material tanah dari pinggir jalan yang menumpuk karena saluran drainase yang dangkal.

“Alhamdulillah, jalan yang sebelumnya rusak sekarang sudah Pemerintah perbaiki,” ujar Cucu, warga Ciilat, Selasa (27/1/2026).

Menurut Cucu, sebelum perbaikan, pengendara harus ekstra hati-hati ketika melintas, khususnya saat hujan turun. Lubang jalan yang tertutup air kerap mengecoh pengendara, terutama mereka yang belum terbiasa melewati jalur tersebut.

“Kalau orang yang baru lewat, pasti mengira jalannya aman, padahal di bawah air itu ada lubang,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut kini sudah berubah. Setelah perbaikan, arus lalu lintas kembali lancar dan pengendara merasa lebih tenang saat melintasi jalur Baregbeg–Sukadana.

“Sekarang jalannya sudah nyaman lagi. Saya pribadi mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Herdiat Sunarya yang cepat merespons dan memperbaiki jalan rusak ini,” pungkasnya.

(Husen Maharaja)

Satgas MBG Ciamis Perketat Standar Dapur Sehat Program Makan Bergizi Gratis

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot: Launching Dapur MBG Kawasen 2 Yang berloksi di Desa Kawasen Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ciamis diminta menjalankan pelayanan sesuai standar dan regulasi yang telah ditetapkan. Penegasan ini disampaikan Satgas MBG Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, saat meninjau pembukaan Dapur Sehat Kawasen 2 di Desa Kawasen, Kecamatan Banjarsari, Selasa (27/1/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Ani menekankan aspek utama yang tidak boleh pengelola Dapur abaikan adalah kebersihan sanitasi lingkungan dapur. Menurutnya, dapur pengolahan makanan harus berada dalam kondisi higienis, termasuk memastikan sumber air steril dan aman dari bakteri berbahaya.

Baca Juga: Harga “Cabe-cabean” di Pasar Manis Ciamis Bikin Miris

“Lingkungan dapur harus benar-benar bersih, mulai dari bangunan hingga sumber air untuk memasak,” ujarnya.

Selain sanitasi, kualitas bahan baku makanan juga menjadi perhatian serius. Ani menegaskan, pengolahan bahan pangan harus memiliki mutu baik serta mengandung nilai gizi tinggi sesuai kebutuhan penerima manfaat.

“Bahan baku tidak boleh asal-asalan. Harus benar-benar memperhatikan kualitas dan kandungan gizinya,” katanya.

Lebih lanjut, Ani menyampaikan bahwa proses pengolahan makanan, mulai dari memasak, pengemasan hingga pendistribusian, harus berada di bawah pengawasan ketat. Hal tersebut untuk memastikan tidak ada makanan yang tidak layak konsumsi sampai ke tangan penerima manfaat.

“Sebelum membagikan makanan, pastikan dalam kondisi aman dan layak unuk para penerima manfaat konsumsi,” tegasnya.

Terkait menu makanan, Ani juga mendorong pengelola SPPG agar tidak menyajikan menu yang monoton. Variasi menu penting agar anak-anak tidak merasa bosan, tanpa mengabaikan standar gizi dalam program MBG.

“Menu harus bervariasi, tetapi tetap mengacu pada kandungan gizi yang sudah Badan Gizi tetapkan,” pungkasnya.

(Husen Maharaja)