spot_imgspot_img
Jumat 9 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 236

7.973 Jiwa di Pangandaran Terdampak Kekeringan, Kemensos Langsung Beraksi

0
Pangandaran@fokusjabar.i
Suasana penyaluran air bersih.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Bencana kekeringan di Kabupaten Pangandaran terus meluas sejak Mei 2026. Ribuan warga kini mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang.

‎Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pangandaran, Nana Suryana mengatakan, sebanyak 2.681 Kepala Keluarga atau 7.973 jiwa terdampak di 22 desa dari 9 kecamatan.

‎”Hingga saat ini tercatat 2.681 KK atau 7.973 jiwa terdampak kekeringan di Kabupaten Pangandaran. Sebarannya ada di 22 desa dan 9 kecamatan,” ujar Nana Suryana, Kamis (13/8/2026).

Baca Juga: Stok Pangan Surplus, Harapan Berdirinya Bulog di Pangandaran

‎Wilayah dengan jumlah terdampak terbanyak antara lain, Kecamatan Cimerak: 2.561 jiwa, Kalipucang: 2.231 jiwa, Parigi: 1.708 jiwa, Cijulang: 1.197 jiwa, Pangandaran: 786 jiwa, Sidamulih: 574 jiwa, Padaherang: 225 jiwa, Mangunjaya: 97 jiwa dan Kecamatan Cigugur: 94 jiwa.

‎Nana menambahkan, Bupati Pangandaran telah menetapkan status tanggap darurat selama 90 hari, terhitung 3 Juli sampai 30 September 2026.

‎”Kementerian Sosial RI sudah mendistribusikan 6 unit paket penjernih air, 6 unit tandon air, dan 1 unit truk tangki air senilai Rp30.180.000,” katanya.

Baca Juga: Sespimmen Polri Dukung Ketahanan Pangan Pangandaran

‎Saat ini distribusi air bersih dan pemasangan tandon diprioritaskan di Desa Limusgede, Kecamatan Cimerak. Dinas Sosial PMD juga telah mengajukan permohonan bantuan lanjutan ke Kemensos.

‎”Hujan belum turun sejak Mei 2026. Warga masih sangat membutuhkan air bersih untuk kebutuhan dasar sehari-hari,” pungkas Nana.

Tim Tagana Kabupaten Pangandaran bersama BPBD dan unsur terkait masih terus melakukan distribusi air menggunakan truk tangki dari Kemensos.

(Sajidin)

Bangunharja Jadi Kampung Zakat ke-14, Ini Targetnya

0
Ciamis@fokusjabar.id
peresmian Kampung Zakat di Desa Bangunharja, Kecamatan Cisaga, Kamis (13/8/2026).

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Ciamis bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Kementerian Agama Kabupaten Ciamis meresmikan Kampung Zakat di Desa Bangunharja, Kecamatan Cisaga, Kamis (13/8/2026).

Mengusung tema “Gerbang Surga”, Kampung Zakat Bangunharja menjadi Kampung Zakat ke-14 di Kabupaten Ciamis. Kehadirannya diharapkan mampu mengoptimalkan potensi zakat desa sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Kepala Desa Bangunharja, Carikin mengatakan pemerintah desa bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) telah menyiapkan sejumlah program yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: MinyaKita Meroket, Ini Kata Kadis Koperasi, UKM, Perdagangan dan Industri Ciamis

Salah satu fokus utama berada di bidang pendidikan. UPZ berencana menyalurkan bantuan beasiswa bagi mahasiswa melalui kerja sama dengan perguruan tinggi.

“Potensi zakat harus di kelola dengan baik dan diarahkan kepada kebutuhan masyarakat, terutama pendidikan dan kesehatan. Kami ingin Kampung Zakat ini benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat, bukan hanya sekadar simbol atau kegiatan seremonial,” ujar Carikin.

Selain pendidikan, sektor kesehatan juga menjadi perhatian dalam pengembangan Kampung Zakat Bangunharja. UPZ tengah mempersiapkan peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup warga.

Kesadaran Masyarakat Tunaikan Zakat

Menurut Carikin, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat. Karena itu, pengelolaan zakat juga harus dilakukan secara transparan dan tepat sasaran agar kepercayaan masyarakat terus tumbuh.

Perwakilan Kemenag Kabupaten Ciamis, Wahidin, mengapresiasi komitmen Pemerintah Desa Bangunharja dan pengelola UPZ dalam mengembangkan Kampung Zakat.

Ia menegaskan, program tersebut merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan pengelolaan zakat di masyarakat. Dalam pelaksanaannya, seluruh proses tetap harus mengacu pada ketentuan dan regulasi yang berlaku.

“Kampung Zakat harus di kelola sesuai ketentuan yang berlaku. Pembinaan, pengawasan dan pengelolaan yang baik menjadi bagian penting agar program ini dapat berjalan secara berkelanjutan,” kata Wahidin.

Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, Lili Miftah turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Bangunharja, UPZ serta para relawan yang telah berkomitmen membangun Kampung Zakat di wilayah tersebut.

“Kami berharap Kampung Zakat Bangunharja tidak hanya menjadi tempat menghimpun dan menyalurkan zakat, tetapi juga mampu melahirkan program-program pemberdayaan yang membuat masyarakat penerima manfaat semakin mandiri. Dengan sinergi semua pihak, potensi zakat di desa ini bisa memberikan manfaat yang lebih besar,” ujar Lili Miftah.

Memiliki Peran Sosial

Sementara itu, Bupati Ciamis melalui Asda III Wawan Ruhyat mengatakan, zakat tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga mempunyai peran sosial dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, potensi zakat harus terus dikembangkan agar tidak hanya menjadi bantuan yang bersifat konsumtif, tetapi dapat diarahkan pada pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga: Pemdes Kertaharja Ciamis Evaluasi Program Ketahanan Pangan Dana Desa

“Zakat jangan hanya dipandang sebagai bantuan konsumtif. Ke depan, zakat harus mampu menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat, pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan,” ujar Wawan Ruhyat.

Dengan hadirnya Kampung Zakat ke 14 ini, Pemkab Ciamis mendorong pengelolaan zakat agar semakin terarah dan mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Kampung Zakat Bangunharja pun diharapkan tidak berhenti pada peluncuran. Program beasiswa, pelayanan kesehatan serta berbagai bentuk pemberdayaan menjadi langkah awal untuk membuktikan bahwa dana zakat dapat dikelola menjadi kekuatan sosial yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

(Mia)

Bikin Jabar ‘Oyag’ Borong 100% Dukungan DPC ke Anton Sukartono Suratto

0
Bandung@fokusjabar.id
Bakal calon Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Anton Sukartono Suratto di Kantor DPD Demokrat Jabar Jalan Pacuan Kuda Kota Bandung Kamis (13/8/2026) (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Bakal calon Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Anton Sukartono Suratto, mengklaim telah mengantongi dukungan dari seluruh 27 DPC Demokrat kabupaten/kota se-Jawa Barat untuk maju dalam Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Demokrat Jabar.

Anton mengatakan, dukungan tersebut bertambah setelah dirinya resmi mendaftarkan diri dalam proses penjaringan calon Ketua DPD Demokrat Jabar.

“Awalnya saya punya modal 24 DPC, tapi pada saat hadir sekarang ternyata dukungan saya bertambah tiga, jadi full 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat mendukung saya. Jadi insyaallah aklamasi,” kata Anton di Kantor DPD Demokrat Jabar Jalan Pacuan Kuda, Kota Bandung Kamis (13/8/2026).

Baca Juga: 444 Suara Antar Tantan Sulthon Bukhawan Pimpin PWI Jawa Barat, Ini Pesan Pertamanya

Anton mengaku, dirinya memutuskan mendaftar setelah sejak dibukanya pendaftaran pada 10 Agustus hingga beberapa hari berikutnya belum ada kandidat lain yang mendaftarkan diri.

“Pembukaan dari tanggal 10 sampai tanggal 16. Tanggal 10 belum ada yang daftar, tanggal 11 belum ada yang daftar, tanggal 12 lama-lama, ya sudah kalau gitu saya daftar,” katanya.

Jika kembali dipercaya memimpin Demokrat Jawa Barat, Anton mengaku memiliki pekerjaan rumah untuk mengembalikan kejayaan partai berlambang mercy tersebut di Jawa Barat.

Demokrat Jabar Siap Bersaing

Menurutnya, Demokrat Jabar harus kembali menjadi kekuatan politik yang mampu bersaing dalam kontestasi pemilu mendatang.

“Ya, kita ada tugas untuk menjadikan Jabar juara. Pada kemarin saya dianggap belum berhasil, makanya itu hutang saya. Mudah-mudahan pada tahun 2029 saya bisa mewujudkan kembali,” ucapnya.

Anton mengatakan, pembenahan akan dimulai dari internal partai. Ia menilai struktur organisasi hingga tingkat paling bawah merupakan ujung tombak Demokrat dalam menghadapi kontestasi politik.

“Yang pertama kita ngurus diri sendiri dulu. Namanya PAC, ranting, anak ranting ialah ujung tombaknya kita. Kita urus mereka dulu,” katanya.

Selain memperkuat struktur partai, Anton juga menekankan pentingnya keberadaan saksi di setiap tempat pemungutan suara (TPS). Menurutnya, saksi tidak cukup hanya disiapkan menjelang pemilu, tetapi harus mendapatkan pelatihan sejak jauh hari agar memahami tugas dan tanggung jawabnya.

“Kita pastikan di tiap TPS pasti harus ada saksi dan terlatih. Bukan hanya saksi yang pada saatnya dibutuhkan baru kita panggil. Jadi tidak ada prajurit yang melatih, yang ada prajurit yang terlatih,” jelasnya.

Mendengar dan Menjawab Aspirasi Masyarakat

Oleh karena itu, pihaknya akan mendorong DPC Demokrat di seluruh Jawa Barat menggelar pelatihan saksi hingga apel saksi sebagai bagian dari persiapan menghadapi pemilu mendatang.

Baca Juga: Kisah Darno, Anggota Linmas Caringin Bandung yang Berangkat Umrah dari Swadaya Warga

Sementara dari sisi eksternal, Anton mengatakan Demokrat harus lebih aktif mendengar dan menjawab aspirasi masyarakat.

Para anggota legislatif dari Demokrat juga akan didorong untuk lebih rutin turun ke daerah pemilihan masing-masing dan memberikan kontribusi kepada masyarakat.

“Untuk eksternal kita harus mendengar apa sih aspirasi masyarakat, apa yang mereka butuhkan. Selama kita bisa bantu, kita punya dewan, dewan itu punya aspirasi, ya bantu,” katanya.

Anton menegaskan, para kader yang duduk di legislatif juga harus memanfaatkan masa reses untuk benar-benar hadir di tengah masyarakat.

“Kita wajibkan monitoring mereka setiap reses untuk turun ke dapilnya masing-masing dan memberikan kontribusi kepada masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Stok Pangan Surplus, Harapan Berdirinya Bulog di Pangandaran

0
Pangandaran@fokusjabar.id
Asisten Daerah II Kabupaten Pangandaran, Untung Saeful Rokhman,

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Pangandaran memastikan stok pangan, khususnya beras, di wilayahnya masih dalam kondisi aman dan surplus. 

‎Meski musim kemarau panjang diprediksi hingga September-Oktober 2026, produksi gabah petani masih bisa berjalan optimal.

‎Hal itu disampaikan Asisten Daerah II Kabupaten Pangandaran, Untung Saeful Rokhman, usai membahas ketahanan pangan bersama peserta didik Sespimmen Polri di Polres Pangandaran, Kamis (13/8/2026).

Baca Juga: Sespimmen Polri Dukung Ketahanan Pangan Pangandaran

‎”Berbicara tentang ketahanan pangan kebutuhan pokok khususnya beras, masih dikatakan aman. Kita masih surplus. Walaupun sedikit mengalami dengan musim kemarau yang cukup panjang,” ujarnya.

‎Untung menjelaskan, untuk kebutuhan pokok selain beras, Pangandaran masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. 

‎”Memang ada beberapa yang masih dipasok dari daerah luar. Seperti daging, telur, daging ayam, daging sapi itu masih dipasok dari luar. Termasuk sayuran,” katanya.

‎Menurutnya, hal itu terjadi karena kondisi cuaca Pangandaran yang tropis kurang cocok untuk budidaya sayuran.

‎”Kalau sayuran kan lebih cenderung di daerah pegunungan yang dingin. Nah, masih dipasok dari daerah-daerah dari semacam Jawa Tengah lah dari Wonosobo juga mungkin ada yang dari Lembang, Garut,” jelasnya.

‎Salah satu langkah strategis yang didorong Pemkab ke depan adalah mendirikan kantor Bulog di Pangandaran. 

‎Hal ini dinilai penting karena produksi beras di Pangandaran masih cukup tinggi dan menjadi komoditas utama.

Baca Juga: Gempa dan Rob Air Laut Melanda Pangandaran, Khawatir Tsunami?

‎”Harapannya ini juga menjadikan referensi yang bisa didorong untuk adanya Bulog segera didirikan di Kabupaten Pangandaran,” kata Untung.

‎Dengan adanya Bulog, ia berharap perputaran beras bisa lebih jelas dikelola, sekaligus petani bisa berkolaborasi langsung dengan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan stok pangan.

‎Pemkab juga terus mendukung program ketahanan pangan nasional, termasuk program Makan Bergizi Gratis, agar kebutuhan pangan masyarakat di Pangandaran dapat terus terpenuhi.

(Sajidin)

Ezechiel N’Douassel Debut Latihan Bersama PSGC Ciamis

0
Ezechiel N'Douassel fokusjabar.id
King Eze tersebut mulai menjalani latihan bersama PSGC

CIAMIS, FOKUSJabar.id: PSGC Ciamis terus mematangkan komposisi tim untuk menghadapi Liga 2 musim 2026/2027. Kehadiran mantan striker Persib Bandung, Ezechiel N’Douassel menjadi salah satu tambahan kekuatan bagi Laskar Singacala.

Pemain asal Chad yang akrab di sapa King Eze tersebut mulai menjalani latihan bersama PSGC Ciamis di Stadion Galuh, Kabupaten Ciamis, Kamis (13/8/2026).

BACA JUGA:

Pelatih PSGC Ciamis Heri Kiswanto Coret 7 Pemain dan Tunggu Keputusan Manajemen Soal Pemain Asing

Sebelumnya, Ezechiel N’Douassel sudah beberapa hari berada di Ciamis. Namun baru bergabung setelah resmi menandatangani kontrak dengan klub.

Asisten Pelatih PSGC Ciamis, Eka Ramdani menyebut, kondisi Ezechiel cukup baik ketika mengikuti latihan perdana. Sentuhan bolanya juga di nilai masih menunjukkan kualitas sebagai pemain berpengalaman.

“kondisinya bagus. Sentuhannya juga bagus. Saya juga sering komunikasi sama dia sebelum dia datang ke sini,” kata Eka.

Menurut Eka, Ezechiel kemungkinan tetap menjaga kebugarannya melalui latihan mandiri sebelum tiba di Ciamis. Hal tersebut membuat kondisi fisiknya tidak terlalu tertinggal di bandingkan pemain lain.

“Dia profesional. Mungkin dia juga latihan mandiri. Sehingga ketika bergabung kondisinya tidak jomplang dengan pemain lain,” ujarnya.

Eka menilaim pengalaman Ezechiel menjadi modal penting bagi PSGC yang akan menjalani persaingan Liga 2 setelah berstatus sebagai tim promosi.

Perekrutan tersebut juga di lakukan melalui pertimbangan manajemen. Termasuk melihat kondisi serta rekam jejak sang pemain.

“Kalau Eze sudah lama kita kenal. Manajemen juga tidak sembarang. Ketika pemain kita sodorkan, mereka juga melakukan analisis sendiri. Termasuk melihat kondisi dan rekam jejaknya,” kata Eka.

Ia mengaku sudah mengetahui kemampuan Ezechiel sejak sang pemain memperkuat Bekasi FC. Menurut Eka, produktivitas gol Ezechiel ketika itu masih tergolong baik.

“Ketika saya di Garuda Yaksa, dia di Bekasi juga pencapaian golnya masih bagus. Jadi saya tahu betul dia,” ucapnya.

BACA JUGA:

Eka Ramdani: PSGC Ciamis Masih Tunggu 4-6 Pemain Persib

Kehadiran Ezechiel belum menjadi akhir dari aktivitas PSGC dalam membangun skuad. Manajemen dan tim pelatih masih menyiapkan sejumlah pemain untuk melengkapi komposisi tim.

Eka mengatakan, saat ini baru sekitar delapan pemain yang telah resmi di kontrak. Sementara sejumlah pemain lainnya tinggal menunggu proses penandatanganan kontrak.

“Untuk yang lainnya tinggal menunggu sign kontrak. Lagi di siapkan,” katanya.

Secara umum, kerangka tim sudah mulai terbentuk. Namun, PSGC masih menantikan kedatangan dua pemain asing serta beberapa pemain dari Persib Bandung.

“Struktur tim secara garis besar tidak jauh dari yang ini. Kita masih menunggu dua pemain asing, terus juga pemain dari Persib,” ujar Eka.

Dari Persib, PSGC di perkirakan mendapat tambahan sekitar empat hingga lima pemain. Kedatangan mereka masih menunggu izin dari tim Persib.

“Kalau dari Persib sekitar empat atau lima pemain. Kita masih menunggu karena Coach Igor juga belum bisa melepas mereka ke sini,” tuturnya.

Meski mendapat tambahan pemain dari Persib, PSGC memastikan talenta lokal Ciamis tetap menjadi bagian penting dalam pembangunan skuad.

Eka mengatakan, kerja sama dengan Persib memang di arahkan untuk pengembangan pemain. Namun, pihaknya tetap memberikan perhatian terhadap pemain asal Ciamis.

“Saya sudah komunikasi sama manajemen. Tidak hanya mengakomodir dari Akademi Persib karena memang tujuan Persib bekerja sama dengan Ciamis itu untuk pengembangan pemain,” katanya.

“Tapi saya sama staf pelatih juga mengutamakan pemain dari Ciamis, yang lokal,” lanjutnya.

BACA JUGA:

PSGC Ciamis Siapkan Wajah Baru untuk Liga 2

Saat ini, sudah ada dua pemain lokal Ciamis yang mendapat kesempatan mengikuti latihan bersama PSGC.

Tim pelatih berharap semakin banyak talenta muda daerah yang mampu berkembang dan mendapatkan kesempatan memperkuat Laskar Singacala.

Dengan Ezechiel yang sudah mulai bergabung, di tambah rencana kedatangan pemain asing dan pemain dari Persib, PSGC masih terus menggenjot persiapan.

Targetnya, skuad yang terbentuk mampu tampil kompetitif saat Liga 2 musim 2026/2027 di mulai.

(Mia)

Sespimmen Polri Dukung Ketahanan Pangan Pangandaran

0
Sespimmen Polri fokusjabar.id
Kegiatan Management Course Level 3 mendukung program ketahanan pangan Kabupaten Pangandaran

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Peserta didik Sespimmen Polri Angkatan 67 melalui kegiatan Management Course Level 3 mendukung program ketahanan pangan Kabupaten Pangandaran Jawa Barat (Jabar).

‎Dukungan itu di lakukan melalui analisa Organization Health Audit (OHA) dan Environmental Scanning (ES).

‎BACA JUGA:

Kadis KPP Jabar Sebut Pangandaran Masih Surplus Pangan Saat Kemarau

‎Kegiatan berlangsung di Polres Pangandaran, Kamis (13/8/2026), dan di hadiri Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, Kapolres (AKBP Ikrar Potawari) serta pejabat terkait bidang ketahanan pangan.

‎Ketua Tim Sespimmen Polri Pokja Pangandaran, Brigjen Jimmy Agustinus mengatakan, kehadiran timnya untuk mendukung program pemerintah Presiden Prabowo dalam menjaga kedaulatan pangan.

‎”Kami hadir di sini guna mendukung program pemerintah pak Presiden Prabowo untuk menjaga kedaulatan pangan. Melalui kajian akademis kami akan memberikan rekomendasi strategis kepada Forpimda Pangandaran,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Puncak Musim Kemarau, Damkar Pangandaran Tangani Enam Kebakaran Sepanjang Agustus

‎Hasil kajian akademis tersebut nantinya akan menjadi embrio Satgas Pangan Pangandaran. Satgas ini di harapkan dapat mengawal strategi kebijakan pangan dari hulu ke hilir.

‎Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami mengapresiasi dukungan dari Sespimmen Polri.

‎”Saya berterima kasih kepada Tim Sespimmen Polri yang turut mendukung ketahanan pangan di Pangandaran. Ini merupakan wujud sinergitas dan kolaborasi yang baik untuk Pangandaran Melesat,” ujar Bupati Citra.

Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Pontowari menegaskan komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan.

BACA JUGA:

Bupati Pangandaran Hadiri Gerakan Pangan Murah di Padaherang 

‎”Collaborative strategy menjadi kekuatan kami untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dan sesuai dengan komitmen kami untuk Santun, Empati, Tanggap, Innovatif dan Akuntabel,” tutupnya.

‎Dengan adanya dukungan akademis dari Sespimmen Polri, Pemkab Pangandaran berharap, kebijakan ketahanan pangan daerah bisa lebih terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat.

(Sajidin)

MinyaKita Meroket, Ini Kata Kadis Koperasi, UKM, Perdagangan dan Industri Ciamis

0
MinyaKita Ciamis fokusjabar.id
Kadis Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Industri Kabupaten Ciamis Dadan Wiyadi

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdangan dan Industri Kabupaten Ciamis, Dadan Wiyadi membenarkan ada kenaikan harga MinyaKita yang di jual pedagang di Pasar Manis Ciamis.

Menurutnya, MinyaKita yang mengalami kenaikan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) bukan yang di salurkan Bulog.

BACA JUGA:

Pemdes Kertaharja Ciamis Evaluasi Program Ketahanan Pangan Dana Desa

“Berdasarkan pemantauan  kepada sejumlah pedagang, MinyaKita yang mengalami kenaikan harga kemasan 1 liter. Bukan kemasan 2 liter,” katanyam Kamis (13/8/2026).

Pihaknya telah berkordinasi dengan Bulog untuk melakukan langkah-langkah penanganan dengan secepatnya menyalurkan MinyaKita.

“MinyaKita dari Bulog itu kemasan dua liter dan harganya sesuai yang telah di tetapkan pemerintah,” ucapnya.

Dadan meminta, pedagang di Pasar Manis Ciamis menjual sesuai aturan yang ada.

BACA JUGA:

Hadapi Kekeringan, Sinergi Perbankan-BPBD Ciamis Diperkuat

“Harga acuan dari pemerintah itu sudah berdasarkan kajian. Sehingga dengan menjual sesuai HET, para pedagang sudah mempunyai keuntungan,” ungkapnya.

Sementara berdasarkan pantauan FOKUSJabar, harga MinyaKita kemasan 1 liter Rp20 ribu. Sedangkan dalam kemasannya tertera Rp15.700.

(Husen Maharaja)