TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi (Kemenkop) RI menjadwalkan peresmian operasional program Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) secara nasional oleh Presiden Prabowo Subianto pada bulan Agustus 2026.
Pemerintah Kota Tasikmalaya terus mengebut kesiapan operasional KKMP di wilayahnya. Sebanyak 11 KKMP yang tersebar di 11 kelurahan di Kota Tasikmalaya telah merampungkan pembangunan gedung, fasilitas, serta sarana penunjang operasional.
Baca Juga: Dari Anyaman Bambu ke Pasar Dunia, Kota Tasikmalaya Bersiap Melahirkan Eksportir Baru
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Tasikmalaya, Sofian Zaenal Mutaqien, menjelaskan bahwa Pemkot Tasikmalaya sedang menyiapkan Peraturan Wali Kota terkait pembentukan tim verifikasi dan validasi KKMP. Tim ini bertugas memastikan kelayakan gedung, administrasi, hingga aspek teknis operasional koperasi.
Sofian mengonfirmasi bahwa seluruh bangunan dan fasilitas 11 KKMP tersebut sudah siap 100 persen untuk beroperasi dan tinggal menunggu jadwal peresmian serentak.
“Perwal-nya sedang dalam persiapan. Kemudian kita juga masih menunggu arahan dari Kementerian Koperasi dan Provinsi. Tentunya terkait format berita acara konsep pengoperasionalan koperasi,” ungkap Sofian Zaenal Mutaqien, Selasa (11/8/2026) sore.
Sofian menegaskan, tim verifikasi dan validasi tidak hanya berasal dari internal Diskoperindag. Melainkan melibatkan Dinas PUTR untuk keandalan konstruksi serta Dinas Lingkungan Hidup untuk pengecekan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
“Operasional KKMP ini, tidak hanya dilihat bangunannya sudah selesai atau tidak. Tapi juga aspek konstruksi, lingkungan, dan kesiapan usaha harus dicek semua untuk memastikan kesiapan,” ujarnya.
Peluncuran 35 Ribu Koperasi Merah Putih Secara Nasional
Sofian menceritakan hasil pertemuan Wali Kota Tasikmalaya bersama pihak Kemenkop di Jakarta beberapa waktu lalu. Pertemuan tersebut memastikan peluncuran Koperasi Merah Putih berlangsung pada Agustus 2026 ini.
“Informasinya, Jumlah Koperasi Merah Putih yang akan diresmikan secara nasional oleh bapak Presiden Prabowo sebanyak 35.000 koperasi, dan 11 diantaranya ada di Kota Tasikmalaya,” jelas Sofian.
Bagi kelurahan yang belum memiliki gedung baru, pemerintah pusat menyiapkan skema fleksibel. Dengan memanfaatkan fasilitas atau gedung milik pemerintah daerah yang ada terlebih dahulu.
“Kalau belum punya gedung baru. Katanya akan ada kebijakan baru bisa menggunakan fasilitas bangunan milik pemerintah daerah yang ada dulu sambil disesuaikan kebutuhan kedepan,” paparnya.
Pengembangan Usaha Berbasis Potensi Lokal Kewilayahan
Diskoperindag Kota Tasikmalaya mendorong setiap KKMP mengembangkan jenis usaha yang relevan dengan potensi wilayah masing-masing. Sehingga jenis usahanya tidak seragam antarkelurahan.
“Misalnya di satu kelurahan kuat di pertanian, bisa fokus ke sarana produksi tani. Kalau di wilayah perdagangan, bisa ke sembako atau UMKM. Jadi benar-benar berbasis potensi lokal Kewilayahan,” terangnya.
Pemkot Tasikmalaya mencatat 11 KKMP yang siap beroperasi bulan ini. Meliputi KKMP Bantarsari, Panyingkiran, Cipari, Sukamenak, Setianegara, Kahuripan, Nagarawangi, Sukahurip, Mugarsari, Ciherang, dan Cipawitra.
“Fasilitas gedung, sumberdaya manusia (SDM), dan regulasinya sudah beres. Koperasi Kelurahan Merah Putih bisa langsung beroperasi dan segera memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya.
(Seda)



