spot_imgspot_img
Jumat 9 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 241

Penertiban PKL Kota Bandung Tak Disertai Kompensasi, Ini Alasannya

0
BANDUNG@FOKUSJabar.id
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung mulai melakukan penertiban bangunan liar (bangli) dan kios yang berdiri di kawasan Jalan Dipatiukur hingga Jalan Singaperbangsa, Kota Bandung, Rabu (24/6/2026). (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Kota Bandung tidak serta-merta diikuti pemberian kompensasi maupun kewajiban relokasi.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan, ketentuan tersebut telah diatur dalam peraturan daerah yang menjadi dasar penertiban PKL.

“Kalau penertiban PKL itu di Perda clear, tidak ada relokasi, tidak ada kompensasi,” kata Farhan Rabu (12/8/2026).

Baca Juga: Doomsday Open Air Festival 2026 Kembali ke Bandung, 7 Band Cadas Sudah Diumumkan

Meski demikian, Farhan mengatakan Pemkot Bandung tetap membuka ruang untuk mencari solusi bagi para PKL yang terdampak penertiban. Salah satunya melalui penyediaan lokasi alternatif yang ditawarkan pihak lain.

Pernyataan tersebut disampaikan Farhan merespons rencana solusi relokasi PKL di kawasan Cicaheum yang sebelumnya disampaikan Sekretaris Daerah Jawa Barat.

Menurutnya, apabila terdapat lokasi yang dapat digunakan untuk menampung PKL, termasuk lahan milik Jaswita, perlu ada pembahasan lebih rinci antara pedagang dengan pemilik atau pengelola lokasi.

“Kalau memang ada relokasi seperti disampaikan Pak Sekda Provinsi kemarin di Cicaheum, silakan bernegosiasi dengan pemilik tempat,” katanya.

Relokasi Bukan Kewajiban Pemkot Bandung

Namun, Farhan mengingatkan bahwa relokasi PKL ke kawasan usaha formal tidak sederhana. Pedagang harus memperhitungkan biaya sewa tempat hingga biaya pemeliharaan.

Ia mencontohkan apabila PKL ditempatkan di kawasan BTM, pedagang tetap memiliki kewajiban membayar sewa dan biaya pelayanan setiap bulan.

“Problemnya masuk ke BTM itu kan bagaimanapun juga ada kewajiban sewa tempat dan bayar servis bulanan,” ujarnya.

Farhan menilai, kondisi tersebut menjadi tantangan karena sebagian besar PKL belum memiliki struktur biaya usaha yang memperhitungkan sewa tempat dan biaya pemeliharaan.

“Teman-teman PKL itu bukanlah sebuah usaha yang memiliki anggaran atau struktur biaya untuk sewa tempat dan untuk pemeliharaan tempat. Nah, ini mesti dibicarakan secara lebih detail,” ucapnya.

Farhan menyambut positif apabila lahan milik Jaswita dapat menjadi salah satu alternatif penyelesaian. Namun, ia menegaskan skema tersebut harus dibicarakan secara rinci dan sifatnya masih sementara.

“Saya sangat bersyukur kalau memang itu ada solusinya. Tapi solusinya betul seperti kata Pak Sekda, harus bisa dibicarakan dengan lebih detail dan solusi tersebut sifatnya baru sementara,” ungkapnya.

Konsep UMKM Center

Farhan juga menyoroti wacana penempatan PKL di UMKM Center. Menurutnya, konsep UMKM Center harus tetap mempertimbangkan keberadaan pelaku usaha di sekitar lokasi.

Ia menjelaskan, UMKM Center pada dasarnya dibangun untuk mendorong bisnis masyarakat di wilayah tersebut agar berkembang.

“UMKM Center itu pada dasarnya kita ingin mengembalikan bisnis itu berkembang dari warga sekitarnya,” katanya.

Karena itu, Farhan khawatir jika seluruh PKL dari luar kawasan dipindahkan ke UMKM Center, justru dapat menggeser pelaku usaha lokal yang selama ini sudah berada di kawasan tersebut.

Baca Juga: Tabrak Lari Tewaskan Aiptu Asep di Bandung Terungkap, Mahasiswa Jadi Tersangka

“Kalau kita memindahkan PKL luar masuk ke dalam UMKM Center sebuah wilayah atau bisnis warga tersingkir. Jadi maksud tujuan dari UMKM Center-nya jadi tidak tercapai,” jelasnya.

Farhan mendorong agar PKL yang ingin melanjutkan usaha diarahkan masuk ke pasar atau lokasi usaha formal. Konsekuensi biaya sewa, menurutnya, harus mulai dimasukkan dalam perhitungan modal dan harga jual.

“Pada dasarnya para PKL didorong untuk sudah masuk ke pasar, bayar sewa. Masukkan biaya sewa tersebut ke dalam struktur penjualan barang dalam modal kerja,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Hadapi Kekeringan, Sinergi Perbankan-BPBD Ciamis Diperkuat

0
perbankan kekeringan ciamis fokusjabar.id
Penyerahan bantuan Air Bersih dari BRI dan BJB kepada BPBD Ciamis, Rabu (12/8/2026)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Penanganan kekeringan di Kabupaten Ciamis tidak hanya mengandalkan langkah pemerintah. Dukungan dari dunia usaha mulai mengambil peran dalam memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terdampak tetap terpenuhi.

Salah satunya datang dari sektor perbankan. Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyalurkan bantuan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp10 juta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis.

BACA JUGA:

Ciamis jadi Ruang Belajar Mahasiswa Unpas, Sekda Dorong Kolaborasi Akademik Berkelanjutan

Bantuan tersebut di serahkan di halaman Kantor BPBD Ciamis, Rabu (12/8/2026).

Dana itu akan di gunakan untuk menunjang kebutuhan operasional penanganan kekeringan. Termasuk mendukung kebutuhan bahan bakar kendaraan yang di gunakan untuk mendistribusikan air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani menyambut baik bantuan tersebut. Ia menilai, dukungan dari pihak swasta memiliki arti penting karena penanganan kekeringan membutuhkan mobilitas dan operasional yang tidak sedikit.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada BRI yang sudah membantu dan peduli terhadap bencana. Khususnya kekeringan yang terjadi di Kabupaten Ciamis,” ujar Ani.

Menurutnya, bantuan tersebut dapat membantu BPBD dalam menjalankan distribusi air bersih ke wilayah yang membutuhkan. Terlebih, kebutuhan BBM menjadi salah satu komponen pendukung kendaraan tangki dalam menjalankan pelayanan di lapangan.

BACA JUGA:

Cidolog Ciamis Jadikan Milangkala ke-27 Momentum Dekatkan Pelayanan Publik kepada Warga

Tak hanya BRI, kepedulian juga ditunjukkan bank bjb. Bantuan yang di berikan berupa lima tangki air untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Kabupaten Ciamis yang terdampak kekeringan.

Bagi BPBD, keterlibatan dua lembaga perbankan tersebut menunjukkan penanganan bencana dapat di lakukan secara bersama-sama.

Pemerintah, dunia usaha dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi dalam menghadapi dampak musim kemarau.

Ia berharap, dukungan tersebut dapat menjadi pemantik bagi perusahaan dan perbankan lainnya untuk ikut serta dalam penanganan bencana melalui program CSR.

“Semoga perbankan lain yang ada di Ciamis juga bisa membantu melalui CSR-nya. Karena penanganan bencana ini membutuhkan dukungan dan kepedulian dari berbagai pihak,” tuturnya.

Ani menegaskan, BPBD akan terus memantau kondisi wilayah yang terdampak kekeringan serta menyalurkan air bersih berdasarkan kebutuhan masyarakat di lapangan.

(Mia)

Doomsday Open Air Festival 2026 Kembali ke Bandung, 7 Band Cadas Sudah Diumumkan

0
BANDUNG, FOKUSJabar,id
Doomsday Open Air Festival 2026 Kembali ke Bandung, 7 Band Cadas Sudah Diumumkan

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Panitia menyapa para penikmat musik keras di Bandung dengan kabar gembira. Gelaran MAGNUMOTION x DOOMSDAY OPEN AIR FESTIVAL 2026 memastikan diri kembali hadir membawa atmosfer yang lebih berat, gelap, dan bising.

Mengusung semangat “Release the Beast, Embrace the Chaos”, festival musik cadas ini siap menggebrak Bandung pada Minggu, 18 Oktober 2026. Penyelenggara kemudian tentunya menjanjikan pengalaman mendalam bagi para penggemar musik ekstrem dan skena independen.

Baca Juga: Persib Selesaikan Kewajiban ke Robert Rene Alberts, FIFA Cabut Registration Ban

Memasuki pengumuman Phase 1 Lineup, penyelenggara mengonfirmasi sederet nama musisi cadas yang siap menggelegar di panggung.

Sederet band seperti Efek Rumah Kaca, Strangers, Iron Voltage, Pure Wrath, Kale, Thursday Riot, hingga Sound of Pain Hardcore memastikan hadir mengisi daftar panggung awal.

Kehadiran jajaran nama tersebut kemudian memberi sinyal kuat bahwa MAGNUMOTION x DOOMSDAY OPEN AIR FESTIVAL 2026 menjadi ajang wajib bagi komunitas penikmat musik keras di Bandung dan sekitarnya.

Melalui tema utama tersebut, penyelenggara menyajikan atmosfer penuh energi yang menjadi karakter khas dari Doomsday Open Air Festival.

Penyelenggara memprediksi antusiasme calon penonton terus melonjak seiring pengumuman jajaran musisi fase berikutnya.

Harga Tiket dan Tahapan Penjualan

Penyelenggara menyediakan beberapa pilihan kategori tiket bagi penonton. Kategori Early Bird dibanderol Rp155.000, Pre-Sale 1 seharga Rp185.000, dan Pre-Sale 2 sebesar Rp200.000.

Penyelenggara memastikan seluruh nominal harga tiket tersebut sudah mencakup fasilitas asuransi bagi pengunjung.

Menjelang hari pelaksanaan, para penggemar musik keras di Bandung kini tinggal menantikan deretan kejutan musisi tambahan dari MAGNUMOTION x DOOMSDAY OPEN AIR FESTIVAL 2026.

(Alpin Septian)

Ciamis jadi Ruang Belajar Mahasiswa Unpas, Sekda Dorong Kolaborasi Akademik Berkelanjutan

0
mahasiswa Unpas Ciamis fokusjabar.id
Penutupan Riset dan Praktik Unpas di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis, Rabu (12/8/2026).

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Pengalaman selama satu bulan berada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis menjadi bagian penting bagi 90 mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) untuk memahami secara langsung praktik pemerintahan dan berbagai persoalan pembangunan di daerah.

Kegiatan Riset dan Praktik Unpas yang berlangsung sejak 12 Juli hingga 12 Agustus 2026 itu berakhir secara resmi setelah para mahasiswa di tempatkan di 18 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Ciamis.

BACA JUGA:

Cidolog Ciamis Jadikan Milangkala ke-27 Momentum Dekatkan Pelayanan Publik kepada Warga

Penutupan kegiatan di gelar di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis, Rabu (12/8/2026) yang di hadiri Sekretaris Daerah, Andang Firman Triyadi.

Andang menilai, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengalaman akademik. Tetapi juga membuka ruang pertukaran gagasan antara dunia pendidikan dengan pemerintahan.

Menurutnya, mahasiswa membawa perspektif dan pemikiran baru yang dapat menjadi masukan bagi perangkat daerah dalam melihat berbagai persoalan dari sudut pandang berbeda.

“Selama berada di berbagai OPD, mahasiswa telah memberikan energi positif dan gagasan baru dalam sistem kinerja kami,” ujar Andang.

Ia menyebut, Kabupaten Ciamis memiliki berbagai dinamika yang dapat menjadi objek pembelajaran langsung bagi mahasiswa.

Karena itu, pengalaman yang di peroleh selama berada di Ciamis di harapkan tidak berhenti sebagai bagian dari tugas akademik. Tetapi dapat menjadi bekal ketika mahasiswa memasuki dunia profesional.

“Pengalaman selama di Ciamis merupakan laboratorium hidup yang sangat berharga bagi mahasiswa,” katanya.

Andang juga membuka peluang agar kerja sama antara Pemkab Ciamis dan Unpas dapat di lanjutkan dalam bentuk yang lebih luas.

Tidak hanya melalui kegiatan praktik, tetapi juga penelitian, inovasi, hingga pengembangan kebijakan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

BACA JUGA:

38 Pramuka Terbaik Ciamis Berangkat ke Jamnas XII 2026, Herdiat Titip Pesan Ini

“Kami sangat terbuka. Mudah-mudahan Ciamis bisa menjadi laboratorium hidup dengan berbagai macam dinamika yang ada,” ungkapnya.

Menurut Andang, hubungan antara pemerintah dan perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan daerah.

Pemerintah membutuhkan gagasan dan kajian akademik. Sementara mahasiswa dan akademisi membutuhkan ruang untuk menguji pengetahuan mereka melalui persoalan nyata di lapangan.

“Kita tidak akan bisa bekerja sendiri. Kita perlu bantuan akademisi, para dosen maupun mahasiswa,” tegasnya.

Ia berharap, kegiatan tersebut menjadi awal dari hubungan yang lebih berkelanjutan antara Pemkab Ciamis dan Universitas Pasundan.

Kolaborasi yang terbangun di harapkan mampu melahirkan gagasan maupun inovasi yang tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa. Tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan Kabupaten Ciamis.

(Mia)

Cidolog Ciamis Jadikan Milangkala ke-27 Momentum Dekatkan Pelayanan Publik kepada Warga

0
milangkala cidolog ciamis fokusjabar.id
Pemberian doorprize menarik setelah melakukan pembayaran pajak menggunakan Qris

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Perayaan Milangkala ke-27 Kecamatan Cidolog Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) tidak hanya menjadi ajang memperingati Hari Ulang Tahun. Tetapi juga di manfaatkan sebagai momentum mempertemukan masyarakat dengan berbagai layanan publik dalam satu kegiatan.

Mengusung tema “Guyub Ngawangun Cidolog,” rangkaian kegiatan yang di gelar Selasa (11/08/2026) kemarin menghadirkan jalan sehat sekaligus sejumlah pelayanan yang dapat di manfaatkan langsung oleh masyarakat.

BACA JUGA:

Pulang dari Brasil, Darrel Nathan Ang Pilih PSGC Ciamis untuk Petualangan Baru

Beragam layanan di siapkan di lokasi kegiatan. Mulai dari Administrasi Kependudukan (Adminduk) seperti pembuatan KTP, pembayaran pajak secara daring melalui QRIS yang di fasilitasi Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) hingga pemeriksaan kesehatan dan donor darah.

Kehadiran layanan tersebut membuat peringatan hari jadi tidak hanya menjadi ruang berkumpul dan bersilaturahmi. Namun juga memberikan manfaat praktis bagi warga yang hadir.

Camat Cidolog, Yudy Hendriana mengatakan, terselenggaranya kegiatan tersebut merupakan hasil kebersamaan berbagai unsur yang ikut mendukung.

Ia menyampaikan apresiasi kepada jajaran Forkopimcam, Danramil, Kapolsek, Danposmil, Apdesi, instansi lintas sektor, tokoh masyarakat hingga para donatur yang turut berkontribusi.

“Syukur alhamdulillah, kita dapat berkumpul dalam rangka Milangkala Kecamatan Cidolog yang ke-27. Semoga di usia yang ke-27 ini, kita senantiasa di berikan kesehatan, keselamatan, keberkahan dan kebahagiaan,” ujar Yudy.

Menurutnya, kegiatan tersebut dapat terlaksana meski waktu persiapannya relatif singkat. Namun, dukungan dari masyarakat dan berbagai pihak mampu membuat seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik.

Yudy menilai, semangat kebersamaan menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan Kecamatan Cidolog. Karena itu, tema “Guyub Ngawangun Cidolog” sengaja di angkat dengan membawa nilai-nilai kearifan lokal Sunda. Yakni silih asah, silih asih dan silih asuh.

“Yang kita bangun bukan hanya wilayah, tetapi juga kebersamaannya. Saya mengajak seluruh warga, pemerintah, unsur lintas sektor, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama guyub membangun Cidolog agar semakin maju,” katanya.

BACA JUGA:

Bursa Wakil Bupati Ciamis Menghangat, NasDem Dorong Toto Marwoto Dampingi Herdiat

Ia berharap, semangat tersebut tidak berhenti pada rangkaian Milangkala. Tetapi dapat terus di terapkan dalam kehidupan bermasyarakat serta mendukung berbagai program pembangunan di Kecamatan Cidolog.

Masyarakat yang hadir di arahkan untuk memanfaatkan layanan kesehatan dan donor darah yang di sediakan panitia.

Dengan demikian, peringatan Milangkala ke-27 di harapkan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, tidak hanya sebagai perayaan tahunan.

(Mia)

Persib Selesaikan Kewajiban ke Robert Rene Alberts, FIFA Cabut Registration Ban

0
persib robert rene alberts fokusjabar.id
Foto Ilustrasi

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Persib Bandung menegaskan, persoalan lama terkait kewajiban kepada mantan pelatih Robert Rene Alberts telah di selesaikan.

FIFA Registration Ban yang sebelumnya di kenakan kepada Maung Bandung dalam perkara tersebut kini resmi di cabut secara permanen.

BACA JUGA:

Komitmen Persib Selesaikan FIFA Registration Ban Tanpa Ganggu Agenda Tim

Pencabutan larangan tersebut di lakukan FIFA setelah PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) menyelesaikan kewajiban pembayaran sesuai keputusan yang menjadi dasar perkara.

Kepastian itu tertuang dalam surat resmi FIFA tertanggal 11 Agustus 2026 dengan Ref. No. FDD-28859.

Dalam surat tersebut, FIFA menyatakan proses perkara terhadap Persib telah di tutup setelah menerima konfirmasi bahwa Robert Rene Alberts telah menerima jumlah yang menjadi kewajiban Persib sesuai dengan keputusan yang menjadi dasar perkara.

FIFA juga menyatakan larangan Persib untuk mendaftarkan pemain baru terkait perkara tersebut telah di cabut secara permanen. Selanjutnya, PSSI di minta segera mencabut larangan tersebut di tingkat nasional.

Deputy CEO PT PBB, Adhitia Putra Herawan menjelaskan, perkara tersebut merupakan persoalan lama yang berkaitan dengan hubungan kontraktual pada periode 2022 dan di ajukan oleh Robert Rene Alberts.

Menurutnya, setelah mengetahui keputusan FIFA terkait perkara tersebut, Persib langsung melakukan penelaahan dan mengambil langkah penyelesaian secara terukur, terstruktur serta sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

“Alhamdulillah, kami bersyukur proses ini telah di selesaikan dengan baik. Setelah mengetahui adanya keputusan FIFA terkait perkara lama yang berkaitan dengan periode 2022, kami langsung menentukan langkah yang di perlukan dan menyelesaikan kewajiban pembayaran sesuai dengan mekanisme yang berlaku,” katanya dalam keterangannya, Rabu (12/8/2026).

BACA JUGA:

Dedi Kusnandar Ukir Rekor di Piala Presiden, 8 Edisi Bersama Persib

“FIFA kemudian secara resmi menyatakan proses perkara ini telah di tutup dan FIFA Registration Ban terkait perkara tersebut telah di cabut secara permanen,” jelasnya.

Adhitia menegaskan, penyelesaian perkara tersebut merupakan bentuk tanggung jawab Persib dalam menghormati setiap keputusan regulator. Sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga tata kelola klub sebagai institusi sepak bola profesional.

“Bagi kami, setiap keputusan regulator harus di hormati dan di tindaklanjuti secara bertanggung jawab. Ketika terdapat kewajiban yang harus di selesaikan, kami menentukan prioritas dan mengambil langkah yang di perlukan agar persoalan tersebut dapat di selesaikan dengan baik. Prinsip ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam menjaga profesionalisme dan tata kelola Persib,” ungkapnya.

Penyelesaian persoalan tersebut juga menunjukkan pendekatan manajemen Persib dalam menghadapi berbagai dinamika yang berkaitan dengan klub.

Setiap keputusan, menurutnya di ambil dengan mempertimbangkan aspek rasional, objektif dan terukur.

“Dalam menghadapi setiap persoalan, kami selalu mengedepankan pola yang rasional, bukan emosional. Kami melihat setiap situasi secara objektif, mempelajari aspek serta konsekuensinya, kemudian menentukan langkah berdasarkan skala prioritas,” ujarnya.

“Dengan pendekatan tersebut, kami dapat mengambil keputusan secara tepat dengan tetap mempertimbangkan kepentingan Persib secara keseluruhan,” jelasnya.

Dengan proses perkara yang telah di tutup dan FIFA Registration Ban di cabut secara permanen, skuad Maung Bandung kini dapat mengalihkan fokus sepenuhnya pada persiapan menghadapi musim kompetisi 2026/2027.

“Saat ini fokus kami adalah mempersiapkan tim menghadapi musim 2026/2027. Kami ingin seluruh energi dan perhatian klub di arahkan pada persiapan kompetisi. Sehingga tim dapat tampil sebaik mungkin dan memberikan prestasi yang membanggakan bagi Bobotoh,” ucapnya.

Manajemen Persib mengapresiasi Bobotoh yang tetap memberikan kepercayaan dan dukungan selama proses penyelesaian perkara tersebut berlangsung.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh Bobotoh atas kepercayaan, dukungan dan kesabarannya. Kami memahami bahwa setiap perkembangan mengenai Persib selalu menjadi perhatian,” ujarnya.

“Karena itu, kami berkomitmen untuk menangani setiap kewajiban dan tantangan klub secara cepat, bertanggung jawab dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ucapnya.

BACA JUGA:

Persib Segera Launching Skuad 2026/2027, Jersey dan Sponsor Baru Ikut Diperkenalkan

Persib Bandung sebagai klub sepak bola profesional, memastikan komitmennya untuk terus mematuhi aturan dan regulasi yang di tetapkan operator kompetisi maupun federasi. Baik di tingkat domestik maupun internasional.

Kepatuhan terhadap regulasi menjadi salah satu bagian penting dalam membangun profesionalisme dan memperkuat tata kelola klub secara berkelanjutan.

“Persib akan terus menjaga komitmen terhadap kepatuhan regulasi dan tata kelola klub yang profesional. Bagi kami, memenuhi setiap kewajiban merupakan bagian dari tanggung jawab,” katanya.

(Arif)

Skema Orang Berduit Dilarang Gunakan BBM Pertalite Segera Diterapkan

0
Pertalite fokusjabar.id
(foto: web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Saat ini Pemerintah tengah menyiapkan skema pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite bagi masyarakat dengan tingkat kesejahteraan masyarakat (desil) 9 dan 10.

Kelompok tersebut nantinya berpotensi tidak lagi bisa membeli Pertalite dan harus beralih ke BBM nonsubsidi.

BACA JUGA:

BBM Naik, Farhan Sebut Kelas Menengah Jadi Kelompok Paling Tertekan

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah masih mempelajari sistem untuk menerapkan pembatasan tersebut.

Penerapannya tidak di lakukan dalam waktu dekat. Tetapi dapat di terapkan secara bertahap setelah sistem di nilai siap.

“Sistem Pertamina saya lihat sudah cukup baik sehingga siap bisa di laksanakan,” kata Purbaya di kutip IDN Time, Rabu (12/8/2026).

Menurut Purbaya, sistem yang sedang di uji Pertamina dapat di gunakan untuk membatasi pembelian BBM bersubsidi berdasarkan kelompok kesejahteraan.

Dalam skema yang sedang di pelajari, masyarakat yang masuk desil 9 dan 10 dapat di buat tidak bisa membeli BBM bersubsidi. Artinya harus membeli Pertamax atau BBM nonsubsidi lainnya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyebut, pembahasan dengan Menteri Keuangan di lakukan untuk mencari pola penyaluran subsidi yang lebih tepat sasaran.

Menurut Bahlil, sebagian subsidi selama ini masih di nikmati masyarakat yang tidak seharusnya menerima.

Pertalite menjadi salah satu contoh karena masyarakat yang masuk desil 9 dan 10 masih mendapatkan subsidi.

“Kita ingin subsidi ratusan triliun betul-betul di berikan kepada yang berhak menerimanya. Ini sejalan dengan apa yang di arahkan oleh pak Presiden,” ungkapnya.

Bahlil mengatakan, pembatasan subsidi nantinya juga berkaitan dengan jenis kendaraan.

BACA JUGA:

Harga BBM Non-Subsidi Melejit, Operasional Truk Sampah Kota Bandung Terancam Lumpuh

Dia mencontohkan, kendaraan mewah seperti BMW dan Mercedes di nilai tidak semestinya menggunakan BBM bersubsidi.

“Nanti menyangkut dengan pembatasan itu, nanti kan ada jenis kendaraan. BMW dan Mercy masa pakai minyak subsidi. Itu yang di maksudkan,” tutup Bahlil.

(Bambang Fouristian)