spot_imgspot_img
Minggu 12 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 241

Lebih 20 Tahun Tak Ada Pengadaan, Mobil Damkar Banjar Terperosok Saat Bertugas

0
Banjar, FOKUSJabar.id
Mobil Damkar Banjar Terperosok Saat Bertugas

BANJAR,FOKUSJabar.id: Keterbatasan armada kembali menjadi sorotan setelah sebuah mobil pemadam kebakaran milik UPTD Damkar BPBD Kota Banjar terperosok saat menjalankan tugas di kawasan Warung Perahu, Lingkungan Pamongkoran, Kota Banjar, Senin (26/1/2026).

Insiden tersebut terjadi ketika mobil damkar hendak melakukan penyemprotan jalan yang dipenuhi tanah sisa proyek. Namun, kendaraan tidak mampu menaklukkan tanjakan menuju lokasi, hingga akhirnya mundur dan terperosok sebelum tiba di titik sasaran.

Baca Juga: Sampah Menggunung di Sejumlah TPS Kota Banjar

Ketua UPTD Damkar BPBD Kota Banjar, Aam Amijaya, menjelaskan bahwa faktor utama kejadian ini adalah kondisi kendaraan yang sudah uzur.

“Mobilnya tidak kuat menanjak, kemudian mundur kembali dan akhirnya terperosok sebelum sampai lokasi,” ujar Aam.

Ia mengungkapkan, armada damkar saat ini telah berusia lebih dari 20 tahun. Kondisi tersebut berdampak langsung pada kemampuan operasional, terutama saat menghadapi medan yang cukup berat.

“Sudah lebih dari dua dekade tidak ada pengadaan mobil pemadam kebakaran baru di Kota Banjar,” tambahnya.

Peristiwa ini pun menjadi cerminan keterbatasan sarana dan prasarana pemadam kebakaran di daerah. Selain menghambat pelayanan kepada masyarakat, usia kendaraan yang terlalu tua juga berpotensi membahayakan keselamatan petugas di lapangan.

Kejadian tersebut memunculkan harapan agar pemerintah daerah segera memberi perhatian serius terhadap pembaruan armada pemadam kebakaran demi menunjang layanan darurat yang cepat, aman, dan optimal bagi masyarakat.

Rayakan Hari Bakti ke-76, Imigrasi Tasikmalaya Perkuat Layanan Digital dan Pengawasan

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Wakil Wali Kota Dicky Candra Negara bersama Kepala Kantor Imigrasi Tasikmalaya Indra Bangsawan, foto bersama dengan para undangan dalam acara Hari Bakti Imigrasi Ke-76 (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Tasikmalaya menjadikan peringatan Hari Bakti Imigrasi ke-76 sebagai momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen pelayanan publik.

Hal itu di wujudkan melalui kegiatan tasyakuran yang di gelar di Aula Utama Kantor Imigrasi Tasikmalaya, Jalan Letnan Harun, Kecamatan Bungursari, Senin (26/1/2026).

Mengusung tema “Imigrasi Berbakti Indonesia Maju”, acara tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Tasikmalaya Dicky Candra Negara, anggota DPRD Kota Tasikmalaya Heri Ahmadi, Wakapolres Tasikmalaya Kota, Kepala Lapas Kelas IIB Tasikmalaya, Pimpinan Cabang BRI Tasikmalaya, serta sejumlah mitra strategis dan tamu undangan lainnya.

Baca Juga: Jejak Kejayaan Pacuan Kuda Dadaha Kota Tasikmalaya, Kini Tinggal Kenangan

Dalam kegiatan tersebut, Kantor Imigrasi Tasikmalaya memaparkan berbagai capaian kinerja dan inovasi layanan, mulai dari peningkatan pelayanan keimigrasian, penguatan pengawasan orang asing, hingga pengembangan sistem layanan berbasis digital.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara, menegaskan bahwa peran Imigrasi sangat strategis dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus mendukung stabilitas keamanan nasional. Karena itu, pelayanan yang transparan dan berintegritas menjadi kunci utama membangun kepercayaan masyarakat.

“Kepercayaan publik adalah modal utama pelayanan pemerintahan. Setiap aparatur negara harus menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, serta menjauhi segala bentuk penyimpangan,” tegasnya.

Ia juga berharap semangat reformasi birokrasi yang Kantor Imigrasi jalankan dapat menjadi contoh bagi perangkat daerah lain di lingkungan Pemerintah Kota.

“Sinergi dan kolaborasi seluruh Forkopimda dan stakeholder sangat penting untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan efektif. Terlebih benar-benar melayani masyarakat,” ujarnya.

Capaian Predikat Wilayah Bebas dari Korupsi

Ia turut mengapresiasi capaian predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) yang telah Kantor Imigrasi Tasikmalaya raih. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti nyata komitmen pelayanan publik yang jujur dan akuntabel.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Tasikmalaya Indra Bangsawan menyampaikan bahwa predikat WBK merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran dalam membangun sistem pelayanan yang bersih dan transparan.

“Komitmen kami adalah memastikan keberadaan Kantor Imigrasi benar-benar terasa manfaatnya oleh masyarakat. Dengan pelayanan yang terbuka dan inovatif, kepercayaan publik akan terus meningkat,” ungkap Indra.

Ia menjelaskan, pihaknya terus mengembangkan berbagai inovasi layanan. Termasuk optimalisasi layanan digital dalam pengurusan paspor dan izin tinggal guna mempermudah akses masyarakat.

Selain itu, pengawasan keimigrasian juga terus menguat, terutama terhadap keberadaan dan aktivitas warga negara asing di wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya. Koordinasi lintas instansi pun terus meningkat demi menjaga keamanan dan ketertiban.

“Hari Bakti Imigrasi ke-76 ini menjadi pengingat bagi seluruh pegawai untuk terus meningkatkan kualitas kinerja dalam pelayanan. Kemudian peningkatan pengawasan, dan penegakan hukum keimigrasian,” pungkasnya.


(Seda)

Satu Abad NU di Garut, Bupati Garut Siapkan Akses Modal Tanpa Agunan

0
Garut, FOKUSJabar.id
Keterangan Foto: Opening Ceremony Satu Abad Nahdatul Ulama (NU) 1926-2026 dan Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab) PCNU Kabupaten Garut yang bertempat di Lapangan SOR Ciateul, Jalan Proklamasi, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (26/01/2026).

GARUT,FOKUSJabar.id: Peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama (1926–2026) di Kabupaten Garut bukan sekadar seremoni sejarah. Momentum ini dimanfaatkan sebagai titik tolak memperkuat kemandirian ekonomi umat, seiring dimulainya abad kedua perjalanan NU.

Hal itu tercermin dalam Opening Ceremony Satu Abad NU beriringingan dengan rangkaian Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab) PCNU Kabupaten Garut, di Lapangan SOR Ciateul, Jalan Proklamasi, Senin (26/1/2026), Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin membuaka langsung kegiatan tersebut.

Baca Juga: Pemkab Garut Rilis Panduan Hari Jadi ke-213, Upacara Puncak Digelar 18 Februari

Dalam sambutannya, Bupati Syakur mengapresiasi kontribusi NU selama satu abad terakhir, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial kemasyarakatan. Namun, menurutnya, tantangan ke depan menuntut kolaborasi yang lebih konkret di sektor ekonomi.

“NU sudah terbukti menjaga umat selama 100 tahun. Memasuki abad kedua, sinergi NU dan pemerintah harus lebih mengarah pada penguatan ekonomi masyarakat,” ujar Syakur.

Akses Modal Ringan hingga Tanpa Agunan

Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemerintah Kabupaten Garut menyiapkan dukungan permodalan bagi warga Nahdliyin dan masyarakat umum. Syakur mengungkapkan, Pemkab telah menjalin koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta perbankan, termasuk Bank BJB, untuk menghadirkan skema pembiayaan yang ramah pelaku usaha kecil.

“Untuk pinjaman sampai Rp10 juta, kita upayakan bunganya hanya sekitar 3 persen. Bahkan untuk kebutuhan modal yang lebih besar, ada skema bantuan tanpa agunan,” jelasnya.

Ia berharap kemudahan akses modal ini mampu mendorong geliat usaha masyarakat, sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah berbasis kerakyatan.

Meneguhkan Khidmatul Ummah

Ketua PCNU Kabupaten Garut, KH Atjeng Abdul Wahid, menyampaikan bahwa peringatan satu abad NU versi Masehi ini merupakan wujud rasa syukur atas perjalanan panjang organisasi yang terus konsisten melayani umat.

Menurutnya, semangat himayatul ummah (melindungi umat) dan khidmatul ummah (melayani umat) harus tetap menjadi ruh pergerakan NU di masa depan.

“Ini menjadi pengingat bahwa harokah NU tidak boleh lepas dari peran melayani dan menjaga umat, dalam kondisi apa pun,” tegasnya.

Mukercab, UMKM, dan Apel Kebangsaan

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Adis Abdullah Effendi, menjelaskan kemasan rangkaian peringatan Satu Abad NU di Garut terdiri dalam tiga agenda besar. Selain Mukercab PCNU, acara ini juga menghadirkan Pameran Bazar UMKM yang melibatkan lebih dari 200 pelaku usaha, serta Apel Kebangsaan yang dijadwalkan pada 29 Januari 2026.

Tak hanya itu, panggung hiburan rakyat juga disiapkan melalui 50 penampilan seni. Kemudian penampilan kreasi dari Majelis Wakil Cabang (MWC), lembaga, hingga badan otonom NU.

“Kegiatan ini terbuka untuk masyarakat umum. Selain silaturahmi, kami ingin NU hadir langsung menggerakkan ekonomi rakyat,” kata Adis.

Rangkaian acara di SOR Ciateul dapat masyarakat kunjungi setiap hari mulai pukul 13.00 hingga 22.00 WIB. Harapannya, peringatan satu abad ini tidak hanya memperkuat kebersamaan warga NU. Tetapi juga memberi dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Garut.


(Y.A. Supianto)

Jejak Kejayaan Pacuan Kuda Dadaha Kota Tasikmalaya, Kini Tinggal Kenangan

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id: Jejak Kejayaan Pacuan Kuda Dadaha Kota Tasikmalaya, Kini Tinggal Kenangan
Jejak Kejayaan Pacuan Kuda Dadaha Kota Tasikmalaya, Kini Tinggal Kenangan ((Ilustrasi WEB)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kompleks Olahraga Dadaha hari ini dikenal sebagai jantung aktivitas olahraga Kota Tasikmalaya. Stadion megah, gedung basket, hingga arena bulu tangkis berdiri kokoh dan ramai oleh aktivitas atlet. Namun, jauh sebelum derap sepatu olahraga menggema, Dadaha pernah menjadi arena pacuan kuda paling bergengsi di Jawa Barat.

Bagi generasi awal abad ke-20 hingga mereka yang tumbuh di era 1980-an, Dadaha bukan sekadar ruang publik. Kawasan ini adalah pusat hiburan rakyat, tempat adu gengsi para pemilik kuda terbaik, sekaligus saksi sejarah olahraga berkuda yang pernah berjaya.

Baca Juga: Anggaran Kota Tasikmalaya 2026 “Berdarah”, Tapi Belanja Makan dan Internet Malah Meroket

Dadaha, Arena Elit dan Hiburan Rakyat

Budayawan Tasikmalaya, Tatang Pahat, mengenang Dadaha sebagai magnet sosial yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat. Arena pacuan kuda kala itu kerap menjadi ajang unjuk prestise kuda-kuda milik para pejabat dan bangsawan lokal (menak), namun tetap terbuka bagi masyarakat umum.

“Dulu pacuan kuda di Dadaha sangat populer. Bukan hanya hiburan, tapi juga arena adu ketangkasan kuda-kuda milik para pejabat pada zamannya,” ujar Tatang, Senin (26/1/2026).

Menariknya, sejumlah bangunan olahraga yang ada saat ini menyimpan jejak fungsi lamanya. GOR Sukapura, misalnya, dahulu digunakan sebagai area pelatihan kuda sebelum berlaga. Sementara Gedong Peteng, bangunan peninggalan kolonial Belanda, pernah difungsikan sebagai tribun VIP dengan akses khusus menuju bagian bawah yang dahulu menjadi istal kuda.

Bahkan, lokasi yang kini menjadi arena olahraga bulu tangkis dan sekitarnya dulunya merupakan hamparan padang rumput tempat kuda merumput, sekaligus menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi kuda pacu yang mati.

Lintasan Legendaris dan Nama-Nama Abadi

Dadaha juga melahirkan legenda. Nama-nama kuda seperti Semberani, Fortun, Januar, Hanter, hingga Dudut pernah menjadi idola publik. Kecepatan dan ketangguhan mereka tak lepas dari peran para joki legendaris seperti Elan, Oos, Uus, Endang, dan joki lainnya yang dikenal piawai memacu kuda dengan keberanian tinggi.

Sinergi antara kuda dan joki menghadirkan ketegangan di setiap lomba. Sorak sorai penonton yang memadati tribun kayu sederhana kala itu menjadi bagian tak terpisahkan dari atmosfer pacuan kuda Dadaha.

Redupnya Kejayaan Pacuan Kuda

Memasuki era 1980-an, kejayaan pacuan kuda Dadaha mulai memudar. Alih fungsi kawasan menjadi kompleks olahraga modern membuat lintasan pacu semakin menyempit dan akhirnya hilang.

“Sempat ada wacana pemindahan arena ke wilayah Cilembang, namun tidak sesukses Dadaha karena lintasan pacunya dianggap kurang ideal,” tutur Tatang.

Perlahan, suara derap kaki kuda tergantikan oleh pantulan bola basket dan gemuruh suporter sepak bola. Dadaha pun bertransformasi total, meninggalkan pacuan kuda sebagai bagian dari masa lalu.

Warisan yang Layak Hidup Kembali

Meski tinggal kenangan, pacuan kuda memiliki potensi besar sebagai olahraga tradisional sekaligus daya tarik wisata. Lebih dari sekadar lomba, olahraga ini mencerminkan kedisiplinan, ketangkasan, dan warisan budaya yang pernah mengharumkan Tasikmalaya di tingkat regional hingga nasional.

Revitalisasi olahraga berkuda bukan hal mustahil. Dengan dukungan pemerintah dan komunitas, semangat pacuan kuda Dadaha dapat hidup kembali dalam format modern tanpa menghilangkan nilai historisnya.

Dadaha menjadi pengingat bahwa Tasikmalaya memiliki akar olahraga yang kuat. Mengenal sejarah pacuan kuda di kawasan ini bukan sekadar nostalgia, melainkan upaya merawat identitas kota agar warisan ketangkasan itu suatu hari bisa kembali berlari, mengharumkan nama Tasikmalaya.


(Abdul)

Sembilan Kandidat Pejabat Strategis Kabupaten Tasikmalaya Menunggu Keputusan Bupati

0
Open bidding pejabat Kabupaten Tasikmalaya fokusjabar.id
Kepala BKPSDM Kabupaten Tasikmalaya, H. Iing Farid Khozin, M.Si, menjelaskan perkembangan seleksi terbuka pengisian jabatan strategis di lingkungan Pemkab Tasikmalaya.

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Tahapan panjang seleksi terbuka pengisian jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya akhirnya mengerucut.

Kepala BKPSDM Kabupaten Tasikmalaya  Iing Farid Khozin menjelaskan, proses open bidding pejabat Kabupaten Tasikmalaya telah memasuki tahap akhir.

Dari proses open bidding yang telah di lalui, kini tersisa sembilan kandidat terbaik untuk mengisi tiga Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.

Kepala BKPSDM Kabupaten Tasikmalaya menyampaikan, proses seleksi telah berjalan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku. Mulai dari administrasi hingga penilaian kompetensi.

BACA JUGA: 

Pj Sekda Kabupaten Tasikmalaya Dilantik, BKPSDM Pastikan Seleksi Definitif Tetap Jalan

“Tahapan seleksi sudah selesai. Saat ini masing-masing jabatan tinggal menyisakan tiga kandidat dan tinggal menunggu penetapan dari Bupati Tasikmalaya,” kata Iing, Senin (26/1/2026).

Tiga jabatan yang di perebutkan tersebut meliputi Kepala Dinas PUTRPRKPLH, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya.

Untuk Dinas PUTRPRKPLH, kandidat yang lolos adalah Agianto Ahmad Tahir, Deden Ramadan, dan Yafit Khairul Adnan.

Sementara pada posisi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, tiga nama yang tersisa yakni Agianto Ahmad Tahir, Agus Sutisna, dan Dr. Rubi Azahra.

Adapun untuk jabatan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ada nama Dodi Ajat Sudrajat, Edi Ruswandi Hidayatuloh, serta Wandi Herpiyadi yang berasal dari lingkungan kementerian.

Open Bidding Pejabat Terbuka Tak Hanya Untuk Kabupaten Tasikmalaya

Menurut Iing, komposisi kandidat menunjukkan keterbukaan seleksi, karena tidak seluruh peserta berasal dari internal Pemkab Tasikmalaya.

“Sebagian kandidat berasal dari daerah lain dan kementerian. Ini menunjukkan seleksi berjalan secara terbuka dan kompetitif,” ujarnya.

BACA JUGA: Pemkab Garut Rilis Panduan Hari Jadi ke-213, Upacara Puncak Digelar 18 Februari

Ia menegaskan, rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah terbit dan memberikan kewenangan penuh kepada Pejabat Pembina Kepegawaian, untuk memilih satu kandidat terbaik pada masing-masing jabatan.

“Pelantikan sudah terjadwal dan rencananya dilaksanakan pada Januari ini,” pungkas Iing.

(Farhan)

Pemkab Garut Rilis Panduan Hari Jadi ke-213, Upacara Puncak Digelar 18 Februari

0
Garut, FOKUSJabar.id
Logo Hari Jadi ke-213 Kabupaten Garut

GARUT,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Garut resmi meluncurkan pedoman peringatan Hari Jadi Garut (HJG) ke-213 tahun 2026. Panduan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 400.14.1.1/359/PKP yang ditetapkan pada 26 Januari 2026 dan ditandatangani langsung oleh Bupati Garut Abdusy Syakur Amin.

Melalui edaran ini, Pemkab Garut mengajak seluruh lapisan masyarakat mulai dari instansi pemerintah, sektor swasta, hingga warga desa untuk bersama-sama menyemarakkan peringatan hari jadi sebagai momentum refleksi dan kebangkitan daerah.

Baca Juga: Ormas GAS Tuding Ada Mafia Tanah Berkedok “Koperasi Siluman”

Tema Sarat Filosofi

Pada peringatan tahun ini, HJG mengusung tema “Garut Gumiwang, Tanjeur Dangiang”. Tema tersebut merepresentasikan harapan agar Garut terus bersinar, tangguh, dan mampu mengoptimalkan seluruh potensi serta capaian daerah demi menguatkan kembali wibawa dan daya saing Garut di tingkat regional maupun nasional.

Seiring dengan tema tersebut, logo resmi HJG ke-213 juga telah diperkenalkan. Identitas visual ini memuat unsur sejarah, jati diri Garut, kekuatan ekonomi kerakyatan, serta peran strategis pendidikan sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.

Pengunduran Jadwal Upacara

Terdapat penyesuaian dalam agenda utama peringatan. Upacara Hari Jadi dan Rapat Paripurna Istimewa DPRD yang semula dalam jadwal pada 16 Februari 2026, mundur menjadi Rabu, 18 Februari 2026. Perubahan ini terjadi karena tanggal 16 Februari bertepatan dengan cuti bersama Tahun Baru Imlek 2577.

Tradisi, Religi, dan Sejarah Jadi Ruh Perayaan

Selain agenda puncak, Pemkab Garut juga menyiapkan rangkaian kegiatan bernuansa tradisi, religi, dan sejarah sebagai bagian dari napak tilas perjalanan daerah. Beberapa kegiatan tersebut antara lain:

  • Ngarawat Sumur Cigarut, Kamis (12/2/2026) di Kompleks SMPN 1 Garut.
  • Mengenang Titik Nol Garut, Kamis (12/2/2026) di Jalan Kiansantang.
  • Ziarah Makam Tokoh, termasuk makam Bupati Garut pertama RAA Adiwijaya dan para pendahulu, Kamis (12/2/2026).
  • Doa Bersama, di Masjid Agung Kabupaten Garut, Kamis (12/2/2026).

Sementara itu, puncak perayaan pada 18 Februari 2026 di Lapang Otto Iskandardinata, Alun-alun, akan ramai dengan pagelaran seni budaya, mini pelayanan publik, gelar pangan murah, pameran produk UMKM, hingga pameran sejarah.

Imbauan Partisipasi Kolektif

Abdusy Syakur turut mengimbau seluruh instansi pemerintah, swasta, hingga pemerintah desa untuk berpartisipasi aktif dalam menyosialisasikan tema dan logo HJG ke-213. Beberapa poin antara lain:

  • Pemasangan spanduk, baliho, dan umbul-umbul bernuansa biru dan kuning selama 1–28 Februari 2026.
  • Pemasangan janur kuning di depan kantor pada 16–18 Februari 2026.
  • Penggunaan pakaian adat Sunda pada hari puncak peringatan, 18 Februari 2026, bagi ASN, pegawai swasta, hingga pelajar.

Perayaan Hari Jadi ke-213 harapannya menjadi ruang kebersamaan dan ungkapan rasa syukur seluruh warga, sekaligus momentum memperkuat nilai religius, budaya, dan manfaat nyata bagi masyarakat.


(Y.A. Supianto)

Viral di TikTok, Bau Limbah Hotel Cemari Pantai Barat Pangandaran

0
walhi pencemaran dugaan limbah hotel Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Genangan limbah yang mengalir ke Pantai Barat Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Dugaan pembuangan air limbah hotel ke laut kembali mencoreng wajah wisata Pantai Barat Pangandaran. Sorotan tajam kali ini datang dari pegiat media sosial, Ai Giwang Sari, yang mengunggah kondisi tersebut melalui akun TikTok pribadinya @GiwangsariAdvokat.

Dalam unggahannya, Giwang memperlihatkan aliran air limbah berbau menyengat yang diduga mengalir langsung ke laut. Aroma tidak sedap itu disebut mengganggu kenyamanan pengunjung, baik wisatawan lokal maupun luar daerah.

Baca Juga: Sumur Tua di Paledah Pangandaran Sudah Ada Sejak 1926

Kritik tersebut direkam Giwang saat ia berjalan santai di kawasan Pantai Pangandaran, Minggu (25/1/2026). Ia mengaku terkejut mendapati limbah hotel dengan bau busuk mengalir bebas di kawasan wisata unggulan Jawa Barat itu.

“Kumaha ieu Dinas Lingkungan Hidup? Pak Kadis yeuh limbah gera dibereskeun. Teu nyaman ieu, komo wisatawan luar, warga lokal ge teu nyaman,” ujar Giwang dalam video unggahannya.

Dalam rekaman tersebut, Giwang juga mengarahkan kamera ponselnya ke titik sumber aliran limbah. Ia menegaskan, lokasi yang direkam hanyalah satu contoh dan meyakini masih ada titik-titik lain di kawasan Pangandaran yang mengalami persoalan serupa.

“Bauna keneh karasa, komo ningali cai na nepi ka hejo,” katanya, sambil menunjukkan warna air yang tampak kehijauan.

Menurut Giwang, persoalan limbah di Pangandaran bukanlah masalah baru. Ia menyebut persoalan tersebut sudah terjadi sejak lama, bahkan sebelum Pangandaran resmi menjadi kabupaten mandiri.

“Se iya nya sekarang sudah teratasi, Pangandaran kan sudah jadi kabupaten. Tapi di sini mah harus Viral dulu, baru bergerak,” ungkapnya.

Pejabat Terkesan Lambat Bergerak

Ia juga menyayangkan sikap para pejabat yang memiliki kewenangan namun terkesan lamban dan tidak memiliki solusi konkret dalam penanganan limbah.

Caricing wae? Kumaha atuh ieu, gancang beberes,” pungkasnya.

Pantauan Senin (26/1/2026), unggahan tersebut viral di media sosial. Video Giwang telah mendapat penonton lebih dari 10,7 ribu kali dan banjir berbagai komentar warganet.

Salah satu akun, @bulin4410, menuliskan kekhawatirannya terhadap dampak limbah bagi wisatawan.
“ih gareuteul mun ngojay,” tulisnya.

Sementara akun @Baraya.Atep bahkan menandai langsung akun Gubernur Jawa Barat @dedimulyadiofficial, sebagai bentuk dorongan agar persoalan tersebut mendapat perhatian pemerintah provinsi.

Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan pembuangan limbah hotel tersebut.


(Sajidin)