PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, disebut masih berada dalam kondisi surplus pangan meski sektor pertanian daerah itu tengah menghadapi musim kemarau.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menilai ketersediaan pangan di Pangandaran masih mencukupi di tengah kondisi cuaca yang berpotensi menekan sektor pertanian.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, Linda Al-Amin mengatakan, kondisi surplus tersebut menjadi catatan penting di tengah tantangan pertanian akibat kemarau.
Baca Juga: Bupati Pangandaran Hadiri Gerakan Pangan Murah di Padaherang
”Dengan kondisi pertanian hari ini yang di tanah dengan kemarau dan lain sebagainya. Iya betul Pangandaran ya ketahanan pangan sesuai laporan rate pangan bulan lalu ya terakhir ya kita masih surplus semuanya,” kata Linda saat menghadiri Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Rabu (12/8/2026).
Gerakan Pangan Murah
Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengatakan, kegiatan Gerakan Pangan Murah sangat membantu masyarakat. Menurut dia, warga akan tetap mengejar barang ketika terdapat selisih harga, bahkan dalam jumlah yang relatif kecil.
”Gerakan pangan murah di sini, kalau ibu-ibu namanya subsidi namanya ada diskon dikejar kemana-mana. Barusan kata Bu Kadis ada Rp2000 subsidi. Boro-boro Rp2000, Rp500 saja dikejar jadi itu,” ungkapnya.
Citra pun meminta kegiatan tersebut lebih sering dilaksanakan di Pangandaran. Menurut dia, GPM menjadi salah satu bentuk intervensi yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.
”Tentu sangat membantu masyarakat kami Bu jadi sering-seringlah mengadakan gerakan pangan murah di Kabupaten Pangandaran,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat terhadap pangan murah juga memperlihatkan bahwa keterjangkauan harga menjadi persoalan penting di tingkat rumah tangga. Bagi masyarakat, potongan harga beberapa ratus hingga ribuan rupiah tetap memiliki arti ketika harus memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Tetap Perlu Dijaga
Kondisi Pangandaran yang masih surplus pangan menjadi modal penting untuk menghadapi tekanan sektor pertanian selama kemarau. Namun, kondisi tersebut tetap perlu dijaga agar ketersediaan pangan tidak terganggu apabila musim kering berlangsung lebih lama.
Baca Juga: Perahu Terbalik di Laut, Seorang Nelayan Pangandaran Dikabarkan Hilang
”Ya kita juga butuh kepastian produksi dan pasokan pangan sih tetap tersedia. Terus juga masyarakat pengen dapat dibeli dengan harga yang terjangkau pastinya,” kata Dadan, pelaku UMKM yang turut menjajakan dagangan di GPM Padaherang.
Menurut dia, Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk menjembatani kebutuhan tersebut.
Dengan kondisi pertanian yang menghadapi kemarau, upaya mempertahankan surplus pangan sekaligus menjaga harga tetap terjangkau menjadi tantangan pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan Pangandaran.
(Sajidin)



