BALI, FOKUSJabar.id: Striker Java United FC, David da Silva akan memanfaatkan situasi pertandingan menghadapi Persija Jakarta pada pekan ketiga BRI Super League 2026/2027.
Di mana laga tersebut tidak di gelar di Jakarta dan akan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (19/9/2026) malam.
BACA JUGA:
4 Sanksi Persija Jakarta dari Komdis PSSI
“Kondisi ini akan di manfaatkan Java United untuk menghadapi Persija yang berstatus sebagai tuan rumah,” kata David da Silva.
Dia siap tampil maksimal pada pertandingan tersebut. Terlebih David mengklaim kebugarannya siap bertanding kontra Macan Kemayoran.
David siap tampil dan tidak mempermasalahkan perubahan lokasi pertandingan. Menurutnya, Bali bisa memberikan keuntungan tersendiri bagi Java United.
“Ini bukan masalah. Saya siap, saya akan tampil besok. (Bali) bukan kandang Persija. Mereka harus datang dari jauh,” kata David di kutip JawaPos.com.
Menurut David da Silva, Persija kehilangan salah satu keuntungan sebagai tim tuan rumah karena pertandingan di gelar di Bali dan tanpa kehadiran pendukungnya.
Meski demikian, dia menyadari pertandingan tetap terbuka dan segala kemungkinan bisa terjadi.
“Mereka mungkin kehilangan keuntungan bermain di hadapan para pendukungnya. Namun, pertandingan ini tetap bisa menghasilkan apa saja,” ungkap David.
Selain faktor venue, David juga mencermati perubahan permainan Persija sejak di tangani Shin Tae-yong.
Dia mengaku sudah melihat rekaman pertandingan Persija saat menghadapi Borneo FC Samarinda dan Persib Bandung.
Menurut pengamatannya, Persija kini tidak lagi terlalu mengandalkan permainan dengan umpan-umpan pendek seperti sebelumnya.
BACA JUGA:
Menang Bersejarah di Seoul, Beckham Putra Jadikan Kemenangan atas FC Seoul Modal Hadapi Persijap
Mereka lebih sering memanfaatkan sisi sayap. Termasuk melalui crossing dan bola-bola silang.
David meminta rekan-rekannya tidak terlalu terpaku pada pemain tertentu dari Persija. Baginya, Java United harus lebih fokus menjaga permainan, mentalitas dan kepercayaan diri sepanjang pertandingan.
“Sebelumnya, mereka lebih banyak memainkan umpan-umpan pendek. Sekarang lebih banyak bermain dari sisi sayap, melakukan crossing dan lebih banyak mengandalkan bola-bola silang,” ujarnya.
“Siapa pun yang bermain bisa memberikan ancaman. Kami harus fokus pada tim sendiri dan memiliki mental yang kuat. Mereka tim yang bagus. Tetapi mereka juga harus menghormati kami karena memiliki pemain-pemain hebat,” tutup David.
(Bambang Fouristian)



