spot_imgspot_img
Sabtu 19 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Prabowo Subianto: Ada Pakar Pelontar Fitnah

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Presiden Prabowo Subianto kembali menyampaikan tekadnya untuk membawa Indonesia menuju kondisi yang lebih sejahtera.

Pernyataan itu dia sampaikan ketika menghadiri puncak peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (18/9/2026).

BACA JUGA:

Hotspot Nasional Turun 558 Titik, Kemenhut Perkuat Penanganan Karhutla

Prabowo Subianto mengungkapkan keinginannya untuk mengabdi kepada Indonesia telah muncul sejak masih berusia muda.

Selain itu berharap suatu saat masyarakat Indonesia dapat hidup sejahtera tanpa persoalan kelaparan.

“Kita ingin rakyat sejahtera. Dari kecil saya di sumpah. Waktu itu, 18 tahun siap mati untuk negara ini. Saya ingin membela bangsa untuk melihat suatu saat Indonesia terhormat, rakyat sejahtera, tidak ada orang lapar, tidak ada bapak dan ibu yang bingung kalau anaknya sakit,” kata Prabowo.

Presiden kemudian menggambarkan kesejahteraan yang ingin di wujudkan dengan menyoroti kondisi anak-anak Indonesia.

Dia menyatakan tidak ingin masih ada anak yang pergi ke sekolah dalam keadaan lapar ataupun mengalami kekurangan gizi hingga menghambat pertumbuhan dan kemampuan mereka untuk bersaing.

“Tidak ada anak-anak Indonesia yang berangkat sekolah kelaparan, tidak ada stunting. Sehingga tulang dan ototnya lemah, sel otaknya lemah, tidak bisa bersaing dengan anak-anak bangsa lain. Saya tidak ingin melihat itu,” ucapnya.

Pembahasan mengenai kesejahteraan tersebut kemudian berlanjut pada pernyataan Prabowo mengenai sejumlah pihak yang di sebutnya sebagai pakar.

Prabowo menyinggung adanya pakar yang menurutnya telah menyampaikan fitnah.

Selanjutnya membawa pembicaraan itu pada persoalan agama. Ia mengingatkan bahwa PAN memiliki basis agamis dan kemudian merujuk pada Surah Al-Baqarah ayat 191 ketika membahas persoalan fitnah.

Prabowo menyampaikan ungkapan yang mengaitkan fitnah lebih kejam dari pembunuhan.

Menurut Prabowo, terdapat beberapa orang yang memiliki keahlian atau menganggap sebagai pakar. Tetapi justru di sebutnya telah melontarkan fitnah.

Meski menyampaikan kritik tersebut, ia mengatakan tidak ingin persoalan itu di perpanjang dan memilih untuk mencatat apa yang telah di sampaikan pihak-pihak tersebut.

BACA JUGA:

Pemerintah Suriah Sediakan Tanah Gratis untuk Asrama Mahasiswa Indonesia

“Ada beberapa pakar, saking pakarnya, dia melontarkan fitnah. Tapi sudahlah kita bangsa yang besar bangsa yang kuat. Saya mencatat saja, kalau dia sadar saya maafkan,” ujar Prabowo.

Prabowo juga menekankan pentingnya kejujuran bagi seseorang yang memiliki pengetahuan dan kepakaran.

Ia menyebut, seorang cendekiawan harus memegang prinsip kejujuran intelektual ketika menyampaikan pandangan atau pendapatnya.

“Tapi saya ingatkan, kalau Anda punya kepintaran, kalau Anda punya kepakaran, jangan lupa, seorang cendekiawan itu harus jujur. Itu namanya kejujuran intelektual, intellectual honesty, apalagi kalian mengabdi kepada kepentingan bangsa lain,” paparnya.

Prabowo kemudian menyatakan kembali tekad pribadinya untuk mewujudkan kesejahteraan Indonesia. Ia menegaskan, hal tersebut merupakan sumpah yang ingin di wujudkannya, terlepas dari pandangan pihak-pihak yang ia sebut sebagai pakar.

“Saya bersumpah untuk melihat Indonesia sejahtera. Itu sumpah saya. Terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar, saking pintarnya jadi goblok,” kata Prabowo.

Rangkaian pernyataan mengenai pakar, fitnah dan kejujuran intelektual itu di sampaikan dalam pidato Prabowo pada acara HUT ke-28 PAN.

Acara tersebut turut di hadiri sejumlah pejabat negara dan pimpinan partai politik. Termasuk Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka.

Pada kesempatan tersebut, Prabowo juga menyebut PAN sebagai kawan seperjuangan yang setia.

(Jingga Sonjaya/berbagai sumber)

spot_img

Berita Terbaru