GARUT, FOKUSJabar.id: Acara silaturahmi sekaligus musyawarah persiapan kajian kawasan Calon Ibu Kota Kabupaten Garut Utara yang di inisiasi Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra) bertempat di aula Kecamatan Balubur Limbangan, Selasa (11/8/2026) kemarin menyisakan kekecewaan.
Rasa kecewa tersebut tak hanya di rasakan oleh pihak panitia. Namun juga oleh masyarakat Garut Utara yang hadir dalam acara silaturahmi akbar tersebut.
BACA JUGA:
Holil Aksan Umarzen Ogah Perjuangan Garut Utara jadi Sia-sia
Mereka kecewa karena tak di hadiri satu orang pun anggota DPRD Garut. Informasi dari pihak panitia, surat undangan resmi sudah di kirim lima hari sebelum acara ke 12 wakil rakyat Daerah Pemilihan (Dapil) setempat.
“Kami kecewa tidak ada perwakilan dewan yang hadir. Padahal mereka di pilih oleh masyarakat Garut Utara,” ungkap tokoh pemuda Kecamatan Malangbong, Dian.
Senada di sampaikan Koordinator Bidang Teknologi Informasi dan Multimedia PM Gatra, M.A. Zakariyya. Dia kecewa kepada 12 anggota DPRD Garut yang mengabaikan undangan resmi rakyat yang sedang berjuang.
Menurutnya, jabatan wakil rakyat bukan hadiah untuk di nikmati. Namun amanah yang harus di jalani dengan kedekatan.
“Rakyat tidak melupakan janji mereka. Tapi Anggota DPRD yang seolah melupakan rakyat yang telah memilihnya,” kata Zakariyya, Rabu (12/8/2026).
BACA JUGA:
Bupati Garut Dorong Pelayanan Publik dan Pembangunan Desa
Wakil Ketua DPRD Garut, Ayi Suryana menyampaikan permohonan maaf karena berhalangan hadir dalam acara silaturahmi Paguyuban Masyarakat Garut Utara.

“Mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat dan terkhusus PM Gatra. Saya sebenarnya ingin hadir dan bersilaturahmi, tapi kondisi badan sedang kurang sehat.”
“Insyaallah di acara berikutnya saya usahakan hadir,” singkat Ayi Suryana melalui pesan WhatsApp (WA).
(Bambang Fouristian)



