spot_imgspot_img
Senin 21 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Di Ciamis tidak Ada Peredaran Beras Fortifikasi

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Industri Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar), Dadan Wiyadi menyebut, hingga kini pihaknya belum menemukan beras fortifikasi yang beredar maupun di jual para pedagang di wilayahnya.

Menurut Dia, berdasarkan informasi di daerah lain banyak di temukan beras fortifikasi yang beredar. Sehingga merugikan konsumen.

BACA JUGA:

25 Merek Beras Fortifikasi Ditarik dari Peredaran

“Kami telah berkoordinasi dengan Bulog. Alhamdulillah selama ini tidak ada distribusi beras fortifikasi di Kabupaten Ciamis,” katanya.

Dadan menuturkan, untuk mencegah hal-hal di luar aturan. Termasuk pemalsuan memang perlu koordinasi lebih lanjut tentang beras fortifikasi dengan sejumlah instansi terkait.

“Koordinasi itu untuk menjaga hal-hal yang tidak sesuai peraturan,” ucapnya, Senin (21/9/2026).

Dadan menegaskan, beras fortifikasi melanggar aturan karena dalam kemasan di sebutkan ada tambahan vitamin dan mineral. Padahal berasnya beras biasa.

“Keterangan dalam kemasan berbeda dengan isinya. Sehingga jelas ini merugikan masyarakat karena harganya cukup tinggi,” ungkapnya.

Di sisi lain, Pemerintah mengambil tindakan terhadap 25 merek beras fortifikasi yang di temukan tidak memenuhi sejumlah ketentuan setelah menjalani pengawasan dan pengujian laboratorium.

Persoalan yang di temukan tidak hanya menyangkut kandungan vitamin dan mineral. Tetapi juga administrasi serta mutu produk yang tercantum dalam informasi kemasan.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman memastikan proses penarikan produk bermasalah tidak akan mengganggu ketersediaan beras premium di pasar.

BACA JUGA:

Curug Cinarimbang Ciamis, Pesona Air Terjun 50 Meter di Kaki Gunung Sawal yang Penuh Mitos

Pemerintah bahkan meminta Perum Bulog memperkuat pasokan beras premium ke jaringan ritel modern.

Temuan terhadap 25 merek itu sebelumnya diperoleh melalui pengawasan yang di lakukan pemerintah bersama pihak terkait.

Dari pemeriksaan tersebut, seluruh produk yang di uji di ketahui memiliki ketidaksesuaian kandungan vitamin dan mineral dengan klaim yang tercantum pada label.

Selain itu, terdapat produk yang mengaku sebagai beras premium, tetapi hasil pemeriksaan mutunya menunjukkan kategori medium hingga submedium.

(Husen Maharaja)

spot_img

Berita Terbaru