spot_imgspot_img
Senin 21 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

37 Peserta Tampil Anggun di Pasanggiri Kebaya dan Sinjang Batik Tasikmalaya

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Sebanyak 37 peserta menyemarakkan ajang Pasanggiri Pinton Anggon Kabaya Sunda Sinjang Batik Tasikan. Acara meriah ini berlangsung di Bale Binangkit Hotel Mandalawangi, Kota Tasikmalaya, Minggu (20/9/2026).

Para peserta melenggak-lenggok anggun mengenakan balutan kebaya dan sinjang batik khas Tasikmalaya. Ratusan penonton dari pelbagai kalangan usia terpukau menyaksikan aksi panggung peserta.

Baca Juga: Dr. Farid Wajdi Kembali Pimpin IDI Kota Tasikmalaya, Terpilih Aklamasi Periode 2026-2029

Para peserta tampil percaya diri membawakan ragam motif batik Tasikmalaya yang kaya warna.

Organisasi Pasundan Istri (PASI) Kota Tasikmalaya menginisiasi acara istimewa ini. PASI menggelar kompetisi ini demi melestarikan budaya Sunda dari gempuran tren modern.

Panitia membuka tiga kategori usia untuk jenis kebaya formal. Kategori peserta mencakup usia 16-30 tahun, 30-55 tahun, serta 60 tahun ke atas.

Pemkot Tasikmalaya Apresiasi Konsistensi PASI

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Dicky Candra Negara menghadiri langsung gelaran budaya ini. Ia menyambut baik ajang pelestarian seni tradisi tersebut.

“Acara seperti ini sangat positif dan harus terus berkelanjutan. Ini salah satu cara mengenalkan batik khas Tasikmalaya kepada generasi muda agar mereka cinta dan bangga memakai produk daerah sendiri,” ungkapnya, Minggu (20/9/2026).

Ia mengakui keterbatasan anggaran daerah membuat Pemkot belum maksimal memberikan sokongan dana. Namun, Pemkot tetap hadir memberi dukungan moral.

“Jujur saja, dengan kondisi fiskal saat ini Pemkot Tasikmalaya belum bisa maksimal dalam membantu anggaran. Minimal kita bisa hadir sebagai bentuk support dan motivasi terhadap kegiatan-kegiatan yang masyarakat selenggarakan,” ujarnya.

Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada PASI dan masyarakat yang konsisten menjaga warisan leluhur.

Inovasi Batik Tasik Menembus Selera Anak Muda

Ketua PASI Kota Tasikmalaya Elin Herlina menegaskan pentingnya edukasi busana tradisional kepada generasi muda.

“Kami ingin batik Tasik tidak hanya terkenal sebagai budaya lokal daerah dan oleh-oleh, tapi harapannya bisa menjadi busana yang dipakai sehari-hari oleh masyarakat luas khususnya anak-anak muda, sehingga Kebaya khas Tasikmalaya ini terus lestari,” ungkap Elin.

Elin mengingatkan Kota Tasikmalaya pernah meraih Anugerah Ibu Bangsa dari Presiden pada tahun 2023. Prestasi ini membuktikan nilai sejarah tinggi batik Tasik.

Wakil Ketua Dekranasda Kota Tasikmalaya Rani Permayani turut mendorong inovasi desain batik yang lebih segar.

“Anak muda sekarang ingin tampil modis. Jadi batik Tasik kita buat lebih kekinian, berpadu dengan model streetwear, crop top kebaya, dan lain-lain. Sehingga mereka tidak malu menggunakannya dalam keseharian, baik untuk nongkrong atau ke kampus, ataupun ke undangan lainnya,” ucapnya.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru